Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
51Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbandingan Ekonomi Islam, Kapitalis dan Sosialis_Irwan Malik Marpaung

Perbandingan Ekonomi Islam, Kapitalis dan Sosialis_Irwan Malik Marpaung

Ratings: (0)|Views: 10,402|Likes:

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: Irwan Malik Marpaung on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/21/2013

pdf

text

original

 
1
PERBANDINGAN SISTEM EKONOMIKAPITALIS, SOSIALIS DAN ISLAM
Oleh: Irwan Malik Marpaung
A.
 
Prolog
ebahagiaan dan kesejahteraan merupakan tujuan utama kehidupanmanusia. Berbagai cara dilakukan manusia untuk mencapai hal tersebut. Salahsatu paradigma
1
atau acuan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia adalah tolak ukur ekonomi, dan demi mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dalam bidangini, manusia mengacu pada berbagai pemikiran. Tentunya, setiap pemikiran yangmenjadi acuan ini berangkat dari
worldview
2
 
maupun
intrest konstitusional 
nyamasing-masing jika meminjam istilah Habermas. Seperti; sistem ekonomikapitalis dan sosialis adalah sistem yang lahir dari paham secular dan kemudian
1
Paradigma atau aslinya
 p
aradigm,
adalah sebuah konsep yang
ambigous,
ketika pertamakali dilontarkan oleh Thomas
uhn dalam tulisannya yang cukup terkenal,
The Structure of Scientific Revolution
memiliki pengertian yang beragam. dalam tulisan Redman,
 Economics and the Philoso
 p
hy of Science,
term tersebut ditemukan dalam 21 pengertian yang berbeda. Akan tetapisatu pengertian dasar dari term ini, bahwa
uhn memperkenalkan suatu konsep yang mendasar,dan diperlukan sebagai prasyarat dalam rangka sebuah pengembangan ilmu pengetahuandidasarkan pada pencapaian-pencapaian ilmiah sebelumnya. Dengan demikian, apabila terjadiketidak-sinambungan dalam pengembangan ataupun perkembangan ilmu pengetahuan, ia dapatdibenarkan dengan merujuk pada istilah
 p
aradigm shift 
, yang lebih jauh lagi memungkinkanterjadinya revolusi ilmiah, sebagaimana judul buku karya
uhn tersebut. Lihat: Deborah A.Redman,
 Economics and the Philoso
 p
hy of Science
, Oxford University Press, New York, 1991,halaman. 16, dikutip dari Masyhudi Muqorobin, ³Paradigma Ilmu Ekonomi Islam´
 ,
makalah yangdiposting pada situs resmi
 Fakultas Ekonomi Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta
.http://fe.umy.ac.id/eei/index.php?option=download&it-linemodule=1&action=viewDl&cid=2
2
Secara awam
worldview
atau pandangan hidup sering diartikan filsafat hidup. Setiapkepercayaan, bangsa, kebudayaan atau peradaban dan bahkan setiap orang memiliki
worldview
masing-masing. Maka dari itu jika
worldview
diasosiasikan kepada suatu kebudayaan makaspektrum maknanya dan juga termanya akan mengikuti kebudayaan tersebut. Lihat: Hamid FahmyZarkasyi, ³Worldview Sebagai Asas Epistemologi Islam´
 ,
 
 ISLAMIA,
Majalah Pemikiran danPeradaban Islam, THN II No.5 April-Juni 2005, hal 10-20., Prof. Alparslan mengartikan
worldview
sebagai asas bagi setiap perilaku manusia, termasuk aktifitas-aktifitas ilmiyah danteknologi. Setiap aktifitas manusia akhirnya dapat dilacak pada pandangan hidupnya, dan dalam pengertian itu maka aktifitas manusia dapat direduksi menjadi pandangan hidup. (
the foundation of all human conduct, including scientific and technological activities. Every human activity isultimately traceable to its worldview, and as such it is reducible to that worldview
. AlparslanAcikgence, "The Framework for A history of Islamic Philosophy",
 Al-Shajarah
, Journal of TheInternational Institute of Islamic Thought and Civlization, (ISTAC, 1996, vol.1. Nos. 1&2, 6). Daridefinisi di atas setidaknya kita dapat memahami bahwa
worldview
adalah identitas untuk membedakan antara suatu peradaban dengan yang lain. Dan dapat kita mengerti bahwa
worldview
melibatkan aktifitas epistemologis manusia, sebab ia merupakan faktor penting dalam aktifitas penalaran manusia.
 
2
 
menjelma menjadi sumber kebenaran peradaban.
3
Sedangkan dalam Islam, pemikiran ekonomi berkaitan erat dengan struktur metafisika dasar Islam yangtelah terformulasikan sejalan dengan wahyu, hadith, akal, pengalaman dan intuisi.Ini berarti bahwa ilmu ekonomi dalam Islam merupakan produk dari pemahaman(
tafaqquh
) terhadap wahyu yang memiliki konsep-konsep yang universal, permanen, dinamis, pasti dan samar-samar, yang asasi dan yang tidak.Sehubungan dengan masalah ini, berikut akan dibahas secara singkat perbedaan maupun perbandingan sistem ekonomi kapitalis, ekonomi sosialis danekonomi Islam. Ekonomi kapitalis tidak diragukan adalah sistem ekonomi yang paling dominan di dunia saat ini dan sistem ekonomi sosialis sebagaitandingannya. Sedangkan ekonomi Islam, baik sebagai ilmu maupun sistem, kinitelah memasuki kategori untuk dinyatakan sebagai sebuah paradigma ekonomi baru. Hal ini dibuktikan pula dengan semakin maraknya diskursus tentangekonomi Islam di berbagai universitas, baik di Barat maupun di negara-negaraIslam sendiri. Sementara ekonomi Islam sebagai sebuah sistem juga telah mulaimenampakkan kehadirannya, utamanya melalui kehadiran sistem keuangan dan perbankan Islam.
B.
 
Sistem Ekonomi Kapitalis
Di bawah dominasi kapitalisme, ekonomi konvensional saat ini sedangmenghadapi masa krisis dan re-evaluasi.
apitalisme menghadapi serangan kritik dari berbagai penjuru. Mulai dari
arl Max sampai pada era tahun 1940-an,1950-an, 1960an, bahkan di awal abad 21 kritikan tersebut semakin tajam dan meluas.seperti Joseph Schumpeter 
4
, Paul Omerod
5
, Umar Ibrahim Vadillo
6
, Critovan
3
Hingga pertengahan abad ke-19 tidak banyak dijumpai petunjuk bahwa ilmu ekonomidapat diubah menjadi sumber kebenaran peradaban. Hanya ketika Tuhan dikatakan telah mati.Lihat: Jhon Ralston Saul,
 Runtuhnya Globalisasi dan Penemuan Kembali Dunia,
terj: Dariyanto,Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2008, hal. 64
4
Sejak awal, Joseph Schumpeter meragukan kapitalisme. Dalam konteks ini iamempertanyakan,
³Can Ca
 p
italism Survive´?
.
No, I do not think it can.
(Dapatkah kapitalisme bertahan ?. Tidak, saya tidak berfikir bahwa kapitalisme dapat bertahan). Selanjutnya iamengatakan,
´ Ca
 p
italism would fade away with a resign shrug of the shoulders´,Ka
 p
italismeakan
 p
udar/mati dengan terhentinya tanggung jawabnya untuk kesejahteraan
(Heilbroner,1992).
 
3
 
Buarque
7
, sampai kepada Joseph Stigliz
8
. Banyak indikasi kegagalan kapitalismetersebut, anatara lain.
 p
ertama,
Ekonomi konvensional yang berlandaskan padasistem ribawi, ternyata semakin menciptakan ketimpangan pendapatan yang hebatdan ketidak-adilan ekonomi.
 Kedua,
Ekonomi kapitalisme tersebut juga telahmenciptakan krisis moneter dan ekonomi di banyak negara. Di bawah sistemkapitalisme, krisis demi krisi terjadi terus menerus, sejak tahun 1923, 1930, 1940,1970, 1980, 1990, 1997 bahkan sampai sekarang. Banyak negara senantiasaterancam krisis susulan di masa depan jika sistem kapitalisme terus dipertahankan.
 Ketiga
, Ekonomi kapitalisme banyak memiliki kekeliruan dan kesalahan dalamsejumlah premisnya, terutama rasionalitas ekonomi yang telah mengabaikanmoral dimensi moral.
Defenisi Sistem Ekonomi Kapitalis
Ada banyak definisi formal tentang capitalism. Makna
apitalisme adalahsistim ekonomi yang berorientasi pada cara-cara produksi secara individu ataudimiliki oleh individu, dimana distribusi, penentuan harga dan jasa-jasa pelayaandidalamnya ditentukan oleh pasar bebas. Pengertian individu disini dapat juga
5
Paul Omerod dalam buku
The Death of Economics
(1994). Menuliskan bahwa ahliekonomi terjebak pada ideologi kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memilikikekuatan dalam membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia. Mekanisme pasar yang merupakan bentuk dari sistem yang diterapkan kapitalis cenderung pada pemusatan kekayaan pada kelompok orang tertentu.
6
Mirip dengan buku Omerod, muncul pula Umar Vadillo dari Scotlandia yang menulis buku,
´The Ends of Economics´
yang mengkritik secara tajam ketidakadilan sistem moneter kapitalisme.
apitalisme justru telah melakukan ´perampokan´ terhadap kekayaan negara-negara berkembang melalui sistem moneter 
 fiat money
yang sesungguhnya adalah riba.
7
Critovan Buarque, ekonom dari universitas Brazil dalam buknya,
³The End of  Economics´ Ethics and the Disorder of Progress
(1993), melontarkan sebuah gugatan terhadap paradigma ekonomi kapitalis yang mengabaikan nilai-nilai etika dan sosial. Paradigma ekonomikapitalis tersebut telah menimbulkan efek negatif bagi pembangunan ekonomi dunia, yang disebutFukuyama sebagai
´Kekacauan Dahsyat´
dalam bukunya yang paling monumental,
³The End of Order´
.(1997), yakni berkaitan dengan runtuhnya solidaritas sosial dan keluarga.
8
Sejalan dengan Omerod dan Vadillo, belakangan ini muncul lagi ilmuwan ekonomiterkemuka bernama E.Stigliz, pemegang hadiah Nobel ekonomi pada tahun 2001. Stigliz adalahChairman Tim Penasehat Ekonomi President Bill Clinton, Chief Ekonomi Bank Dunia dan GuruBesar Universitas Columbia. Dalam bukunya
³Globalization and Descontents,
ia mengupasdampak globalisasi dan peranan IMF (agen utama kapitalisme) dalam mengatasi krisis ekonomiglobal maupun lokal.

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
addirawan liked this
Zoel Elsie Do liked this
Issusanto Ar liked this
Adja Ibay liked this
Harun Triyantoro liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->