Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
111Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
preeklampsia berat

preeklampsia berat

Ratings: (0)|Views: 13,818|Likes:
Published by YanZenSandhi

More info:

Published by: YanZenSandhi on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
Pendahuluan
Di Indonesia preeklampsia-eklampsia masih merupakan salah satu penyebabutama kematian maternal dan kematian perinatal yang tinggi. Oleh karena itudiagnosis dini pre-eklampsia yang merupakan tingkat pendahuluan eklampsia, serta penanganannya perlu segera dilaksanakan untuk menurunkan angka kematian ibu(AKI) dan anak. Perlu ditekankan bahwa sindrom preeklampsia ringan denganhipertensi, edema, dan proteinuri sering tidak diketahui atau tidak diperhatikan; pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin mencari tanda preeklampsiasangat penting dalam usaha pencegahan preeklampsia berat dan eklampsia, disamping pengendalian terhadap faktor-faktor predisposisi yang lain.
1,2
 
Definisi
1,3,4
Preeklampsia adalah gangguan menyeluruh mengenai malfungsi endotelvaskular dan vasospasme yang terjadi pada minggu ke 20 kehamilan dan dapat pulaterjadi sampai minggu ke 4-6 postpartum. Secara klinis didefinisikan sebagaihipertensi dan proteinuria dengan maupun tidak disertai edema patologis.Preeklampsia merupakan bagian dari hipertensi yang merupakan penyulitdari kehamilan. Ini meliputi hipertensi kronis, preeklampsia superimposed denganhipertensi kronik, hipertensi gestasional, preeklampsia dan eklampsia.Kriteria diagnosis dari preklampsia terfokus pada pengukuran dari tekanandarah yang meninggi dan proteinuria yang terjadi setelah 20 minggu kehamilan. Halini harus dibedakan dengan hipertensi gestasional yang dimana lebih sering dan selalumuncul dengan gejala yang sama dengan preeklampsia , yang termasuk didalamnyanyeri epigastrik atau trombositopenia, tapi tidak ditandai dengan proteinuria. Sebagaitambahan pasien dengan gambaran awal hipertensi kronik memberi gambaran yangtumpang tindih dengan preeklampsia yang muncul sebagai proteinuria onset barusetelah minggu ke 20 kehamilan.
 
Hasil konsensus mengenai kesepakatan sangat bervariasi pada setiap negaradan organisasi internasional mengenai ukuran yang dapat mendeskripsikan gangguanini, namun terdapat batas yang masih wajar mengenai normotensi pada minggu ke 20adalah tekanan sistolik tidak melebihi 140mmHg dan tekanan diastolik yang tidak lebih 90 mmHg dalam 2 kali pengukuran selama 4-6 jam. Preeklampsia pada pasienyang menderita hipertensi esensial terdiagnosis jika tekanan darah sistolik meningkat30 mmHg atau tekanan diastolik meningkat 15 mmHgProteinuria yaitu bila terdapat protein dalam urin dengan kadar ≥ 300mgdalam 24 jam atau ≥ 1 gram/liter dalam dua kali pengambilan urine selang 6 jamsecara acak atau dengan pemeriksaan kualitatif 2+ pada pengambilan urine secaraacak.Edema sekarang tidak lagi menjadi tanda yang sahih untuk menegakkan preeklampsia, oleh karena edema pada wajah dan tangan biasa dijumpai pada wanitahamil. Edema pada preeklampsia adalah patologis, timbul pada wajah dan tanganyang sering kali menetap.Preeklampsia dibagi lagi menjadi preeklampsia ringan dan berat. Diagnosis preeklampsia berat ditegakkan pada wanita hamil >20 minggu dengan hipertensiditambah dengan salah satu gejala berikut :1. Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 110 mmHg2. Proteinuria ≥5gr/24 jam atau ≥ 3+3. Oligouria (< 500ml per 24 jam) yang disertai dengan kenaikan kreatinin plasma4. Gangguan visus dan serebral yang menetap5. Nyeri epigastrium
 
6. Edema paru dan sianosis7. Sindroma HELLP8. Oligohidramnion, perlambatan pertumbuhan janin, atau abrupsi plasenta
Klasifikasi
3,5
 
Berdasarkan pedoman pengelolaan hipertensi dalam kehamilan di Indonesia(2005) :1. Hipertensi GestasionalDidapatkan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg Untuk pertama kalinya setelahumur kehamilan 20 minggu, tidak disertai dengan proteinuria dan tekanandarah kembali normal < 12 minggu pasca persalinan.2. PreeklampsiaRinganTekanan darah ≥ 140/90 mmHg setelah umur kehamilan 20 minggu disertaidengan proteinuria ≥ 300mg/24 jam atau dipstick ≥ 1+BeratTekanan darah ≥ 160/110 mmHg Setelah umur kehamilan 20 minggu,disertai dengan proteinuria > 2gr/24 jam atau dipstick ≥ 2+ sampai 4+3. EklampsiaKejang-kejang pada preeklampsia disertai koma4. Hipertensi kronik dengan superimposed preeklampsia

Activity (111)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ida Restyani liked this
Priyo Susatyo liked this
murianda liked this
Anna Widia liked this
Ana Ridha D liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->