Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknologi Pengolahan Sampah

Teknologi Pengolahan Sampah

Ratings: (0)|Views: 927|Likes:
Published by irpanirawan

More info:

Published by: irpanirawan on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2010

pdf

text

original

 
Teknologi Pengolahan Sampahby Michael Hutagalung on 30/12/07 at 11:59 pm | 88 Comments | |
Pernah mendengan PLTSa? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah?Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kotabesar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karenakeberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalanutamanya. Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menujuflyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampahyang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, KotaBandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yangsedang diperdebatkan.
Tujuan akhir dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadienergi. Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi,yaitu proses biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yangmenghasilkan panas. PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandungmenggunakan proses thermal sebagai proses konversinya. Pada kedua proses tersebut,hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik.Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bioyang kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakanuntuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.
 
Proses Konversi ThermalProses konversi thermal dapat dicapai melalui beberapa cara, yaitu insinerasi, pirolisa, dan gasifikasi. Insinerasi pada dasarnya ialah proses oksidasi bahan-bahanorganik menjadi bahan anorganik. Prosesnya sendiri merupakan reaksi oksidasi cepatantara bahan organik dengan oksigen. Apabila berlangsung secara sempurna,kandungan bahan organik (H dan C) dalam sampah akan dikonversi menjadi gaskarbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Unsur-unsur penyusun sampah lainnyaseperti belerang (S) dan nitrogen (N) akan dioksidasi menjadi oksida-oksida dalamfasa gas (SOx, NOx) yang terbawa di gas produk. Beberapa contoh insinerator ialahopen burning, single chamber, open pit, multiple chamber, starved air unit, rotarykiln, dan fluidized bed incinerator.
Incinerator
Incinerator. Sebuah ilustrasi bagian-bagian dalam sebuah incinerator.Pirolisa merupakan proses konversi bahan organik padat melalui pemanasantanpa kehadiran oksigen. Dengan adanya proses pemanasan dengan temperatur tinggi,molekul-molekul organik yang berukuran besar akan terurai menjadi molekul organik yang kecil dan lebih sederhana. Hasil pirolisa dapat berupa tar, larutan asam asetat,methanol, padatan char, dan produk gas.Gasifikasi merupakan proses konversi termokimia padatan organik menjadigas. Gasifikasi melibatkan proses perengkahan dan pembakaran tidak sempurna padatemperatur yang relatif tinggi (sekitar 900-1100 C). Seperti halnya pirolisa, prosesgasifikasi menghasilkan gas yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 4000
 
kJ/Nm3.
Proses Konversi Biologis
Proses konversi biologis dapat dicapai dengan cara digestion secara anaerobik (biogas) atau tanah urug (landfill). Biogas adalah teknologi konversi biomassa(sampah) menjadi gas dengan bantuan mikroba anaerob. Proses biogas menghasilkangas yang kaya akan methane dan slurry. Gas methane dapat digunakan untuk berbagaisistem pembangkitan energi sedangkan slurry dapat digunakan sebagai kompos.Produk dari digester tersebut berupa gas methane yang dapat dibakar dengan nilaikalor sekitar 6500 kJ/Nm3.
Modern Landfill
Modern Landfill. Konsep landfill seperti di atas ialah sebuah konsep landfillmodern yang di dalamnya terdapat suatu sistem pengolahan produk buangan yang baik.Landfill ialah pengelolaan sampah dengan cara menimbunnya di dalam tanah.Di dalam lahan landfill, limbah organik akan didekomposisi oleh mikroba dalamtanah menjadi senyawa-senyawa gas dan cair. Senyawa-senyawa ini berinteraksidengan air yang dikandung oleh limbah dan air hujan yang masuk ke dalam tanah danmembentuk bahan cair yang disebut lindi (leachate). Jika landfill tidak didesaindengan baik, leachate akan mencemari tanah dan masuk ke dalam badan-badan air didalam tanah. Karena itu, tanah di landfill harus mempunya permeabilitas yangrendah. Aktifias mikroba dalam landfill menghasilkan gas CH4 dan CO2 (pada tahapawal – proses aerobik) dan menghasilkan gas methane (pada proses anaerobiknya).Gas landfill tersebut mempunyai nilai kalor sekitar 450-540 Btu/scf. Sistem pengambilan gas hasil biasanya terdiri dari sejumlah sumur-sumur dalam pipa-pipayang dipasang lateral dan dihubungkan dengan pompa vakum sentral. Selain ituterdapat juga sistem pengambilan gas dengan pompa desentralisasi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->