Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Republika Yogya, Jumat (1-10-2010)

Republika Yogya, Jumat (1-10-2010)

Ratings: (0)|Views: 1,247|Likes:
Published by heri purwata

More info:

Published by: heri purwata on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
Neni Ridarineni
D
unia birokrasi kita memang terkenal pan- jang dan berbelit-belit. Istilah kalau bisadiperlambat kenapa harus dipercepattampaknya masih terus dipertahankan. Tengoksaja pada kasus belum turunnya Surat Keputus-an (SK) Dana Kehormatan bagi para veteran.Mereka yang rata-rata sudah uzur itu akhir-nya sudah banyak yang meninggal tanpa sem-pat melihat SK Dana Kehormatan yang diberi-kan Kementrian Pertahanan (Kemenhan). Ironismemang, bangsa yang besar adalah bangsayang menghormati jasa pahlawannya tampaknyabelum disadari betul oleh para birokrat kita.Keprihatinan belum turunnya SK DanaKehormatan memang menjadi topik saat pe-nyerahan SK Pemberian Tunjangan Veteran danSK Pemberian Dana Kehormatan Veteran danKartu Askes, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta,Kamis (30/9). Menurut Ketua Dewan PimpinanDaerah Legiun Veteran DIY Marsekal MudaPurn Sugiantoro, sebanyak 1.041 orang veter-an dari DIY belum menerima dana kehormatan‘’Selama menunggu SK Dana Kehormatanbanyak anggota veteran yang meninggal. Kare-na itu kami minta kepada Kemenhan dapatmempercepat Surat Keputusan dana kehor-matan anggota LVRI DIY. Mengingat umumnyausia anggota veteran 45 sudah di atas 80tahun,’’ pintanya.Sugiantoro menjelaskan pada tahun 2005anggota DPD Veteran DIY sebanyak 11 ribu,tapi tahun 2007 jumlahnya ‘menyusut’ tinggal6.800 orang. Selanjutnya pada waktu penga- jian dana kehormatan pada tahun 2008anggota veteran tinggal 3.483 orang.‘’Sampai akhir tahun 2009 dana kehormat-an yang turun baru 2.277 orang, SelanjutnyaMaret-Agustus 2010 dana kehormatan yangturun baru 165 orang, sehingga sisanya 1.041orang,’’ungkap Sugiantoro.Direktur Personil dan Veteran DirektoratJenderal Kekuatan dan Pertahanan (Kuathan)Kemenhan Marsma TNI Aris S Yuliadi menga -takan pemberian SK dan dana kehormatanbagi para veteran perang ini dimaksudkansebagai bentuk penghargaan pemerintah sertapenghormatan kepada para pejuang yang telahbejuang untuk bangsa.‘’Tunjangan dan dana kehormatan yangdiberikan ini tidak akan ada artinya jika diband-ingkan dengan pengorbanan dan perjuanganpara veteran yang telah diberikan untukbangsa ini. Karena itu kami dari Kemenhansenantiasa mengupayakan berbagai cara agarpara veteran mendapatkan penghargaan atasbaktinya selama ini,’’ kata dia.Tunjangan veteran ini diberikan bagi paramantan pejuang yang tidak memiliki penghasil-an dari pemerintah atau pensiun. Sementaradana kehormatan veteran diberikan kepadaseluruh veteran baik pegawai negeri denganpensiunan maupun umum.Besaran dana kehormatan untuk veteranPNS golongan I dan II adalah Rp 250 ribu perbulan dan untuk non PNS sebesar Rp450 ribuper bulan. Sedangkan tunjangan kehormatanberkisar antara Rp 858 - 900 ribu per bulansesuai golongannya.Sementara itu Gubernur DIY SultanHamengku Buwono X dalam sambutannya yangdibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX
Menunggu DanaKehormatan
>>
sisi lain
<<
REPUBLIKA
Jawa Tengah & DIY 
JUMAT, 1 OKTOBER 2010
22 SYAWAL 1431 H
Halaman
>>
21
KANTOR PERWAKILAN DIY - JATENG
Jl Perahu No 4 Kotabaru Yogyakarta
Telepon Redaksi
: (0274) 566028
TeleponSirkulasi
: (0274) 541582
TeleponIklan
nnnn: (0274) 544972
Layanan Pelanggan
: (0274) 3050444
Bowo Pribadi
SEMARANG —Aksi perampok yang be-lakang ini meresahkan masyarakat diberba-gai daerah, mulai mendapat perhatian polisi.Terbukti jajaran Resmob Polda Jawa Tengahberhasil ‘menggulung’ kawanan perampoklintas provinsi, yang biasa beraksi dengansasaran perumahan mewah.Sedikitnya lima orang anggota kawananperampok yang tidak segan membunuh danmenyakiti korbannya ini diringkus dan dia-mankan di tahanan Mapolda Jawa Tengah.Kelima anggota kawanan ini masing-masing Ramlan Butar-Butar (45) warga Tan-jung Priok Jakarta Utara, Ridwan Pane (39)warga Cimanggis, Agus Salim (41) warga Be-kasi Timur, Krisman (39) warga Bekasi Uta-ra dan Robert Seragi (44) warga Surakarta.Mereka diringkus dalam penggrebekkanyang dipimpin oleh Kanit Resmob AKP YahyaR Lihu dan AKP Sugeng Wahyudi di Bekasi.Kapolda Irjen Pol Edward Aritonang me-ngatakan, dari hasil pemeriksaan, para kawa-nan pelaku perampokan ini pernah beraksidi Kota Tegal, Surakarta dan sejumlah kotalain di Jabar.Di Kota Tegal mereka beraksi di rumahmilik Okky Wirawan Jumat (3/9) di Jalan Sa-lak No 123 Kota Tegal. Dalam aksinya merekaberhasil menggasak uang tunai Rp 25 juta.Pada Ahad (19/9) siang, kawanan ini me-rampok rumah mewah milik Paulus Liem HooDjiang di Jalan Kacer II No 16 RT 3 RW 3 Ma-nahan Banjarsari Surakarta.“Dalam aksi tersebut, kawanan perampokyang dipimpin oleh Ramlan Butar-Butar iniberhasil menggasak uang Rp 100 juta,” ung-kap Kapolda, di Semarang, Kamis (30/9).Selain di Jateng, lanjutnya, kawanan inijuga beraksi di wilayah hukum Polda Jabar.Di antaranya pada 7 Maret 2007 menggasakuang tunai Rp 450 juta di rumah mewah milikEmi warga Estate Blok E 3-6 R Kota Cirebon.Pada 25 Januari 2008 pagi, kawanan pe-rampok ini juga menggasak uang tunai Rp110 juta di rumah milik Endang Tedja Suk-mana di Jalan Prujakan No 5 Cirebon.Kapolda —yang didampingi Kabid Humas,Kombes Pol Drs Djoko Erwanto dan DirReskrim Kombes Didit Widjanardi—menam-bahkan, otak dari serangkaian aksi kejahatankawanan ini adalah Ramlan Butar-Butar.Tersangka, merupakan residivis dari LP Su-kabumi.
ed:
indra wisnu
Eko Widiyatno
PURWOKERTO — Kecelakaan yang dise-babkan ledakan tabung gas kembali terjadi.Kali ini, yang menjadi korban adalah duawarga Perumahan Puri Hijau Kota Purwo- kerto. Dua warga yang bernama Junaedi Se-tiawan (65) dan anaknya, Yongki (35), meng-alami luka bakar cukup parah akibat ledakangas yang terjadi Kamis (30/9).Kedua korban, oleh tetangganya langsungdilarikan ke RSUD Margono Sukarjo Purwo-kerto. Petugas medis menyebutkan, luka bakaryang dialami kedua korban diperkirakan men-capai 80 hingga 90 persen. ‘’Hampir seluruhbagian tubuhnya mengalami luka bakar,’’ kataseorang petugas UGD rumah sakit tersebut.Aji Priyanto (35), tetangga yang tinggal te-pat di depan rumah korban, menyatakan, le-dakan tersebut terjadi sekitar pukul 08.10pagi. ‘’Saat itu saya sedang membersihkanhalaman depan rumah. Bersama dengan itu,terdengar suara ledakan dan saya sempatmelihat ada kilatan api dari rumah korbanyang diikuti dengan atap rumah yang beter-bangan,’’ jelasnya.Dia juga menuturkan, setelah terjadi leda-kan, sempat menyaksikan dua orang korbankeluar rumah dengan kondisi luka bakar, sambilberteriak minta tolong. ‘’Saat itu, kilatan apisudah tidak ada lagi. Namun kondisi keduakorban sudah sangat menyedihkan,’’ kata Aji.Korban Junaedi yang sempat berbicara me-nuturkan, ledakan tersebut terjadi saat diamenyalakan api untuk menyulut rokok. Saatdia memantik korek gas, percikan api dari ko-rek itu langsung menyulut ledakan.Wakapolsek Purwokerto Selatan, AKP IsfaIndarto yang berada di lokasi kejadian menu-turkan, kasus ledakan diduga dipicu oleh ke-bocoran dari instalasi kompor gas yang adadi dapur rumah korban. Soal kebocorannyadi bagian mana, Isfa belum bisa memastikan.Sementara di Solo, kasus serupa juga me-nimpa Danang Putranto (35) dan Didik Iswa-yudi (32), di RT 07/RW V, Semanggi, Mojo, Ke-camatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis (30/9).Rumah keduanya ludes terbakar didugaakibat elpiji tiga kilogram yang meledak.Peristiwa kebakaran yang menimpa rumahdua warga Semanggi, Solo tersebut terjadisekitar pukul 11.00. Peristiwa ini tidak sampaimenimbulkan korban jiwa. Menurut saksiDaryani (65) tetangga korban, munculnya apiberasal dari rumah Didik Iswayudi di ruangsebelah barat belakang yang disewakankepada Budi Raharjo.
ed:
indra wisnu
Elpiji Meledak,Telan Korban
Perawat Belum Kuasai
Holistic Nursing 
PerampokRumah Mewah’Digulung’
Status Waspada padaMerapi tidak memenga-ruhi animo pendakian.
YOGYAKARTA — Fluktuasi ke-gempaan di Gunung Merapi (2.965mdpl) di perbatasan wilayah DaerahIstimewa Yogyakarta dan Jawa Te-ngah pada pekan ini menurun di-bandingkan pekan lalu. Meski turunnamun status gunung teraktif di -dunia itu statusnya masih tetapwaspada.“Dibandingkan pekan lalu fluk-tuasi gempa baik
Multi Phase
(MP)maupun gempa tektonik menurun,namun status Gunung Merapi saatini masih waspada karena sifat darikegempaan gunung tersebut me-mang fluktuatif,” kata Kepala SeksiGunung Merapi, Balai Penyelidikandan Pengembangan Teknologi Ke-gunungapian (BPPTK) YogyakartaSri Sumarti, Kamis (30/9).Menurut dia, pada pekan inigempa vulkanik total tercatat seba-nyak 36 kali per hari yang terdirigempa vulkanik dalam sebanyak 10kali dan gempa vulkanik dangkalsebanyak 26 kali.“Sedangkan gempa MP tercatatsebanyak 242 kali dan guguran se -banyak 35 kali,” paparnya sepertidikutip
 Antara.
Ia menuturkan, memang jika di-lihat dari pekan lalu terjadi penuru-nan frekuensi gempa yakni daru 78kali gempa vulkanik menjadi 36 kalidan gempa MP dari 265 kali menjadi242 kali.“Sifat dari Gunung Merapi me-mang seperti itu, kegempaan selalufluktuatif, sehingga saat ini statusmasih tetap waspada,” ujarnyamenjelaskan.Aktivitas Gunung Merapi sejak12 September 2010 data kegempaanGunung Merapi menunjukkan pe-ningkatan yang signifikan untukgempa MP maupun gempa vulka-nik, sehingga BPPTK YOgyakartakemudian meningkatkan status dariaktif normal menjadi Waspada.Sri Sumarti mengatakan, gempaMP di Gunung Merapi dalam kon-disi normal rata-rata lima kali perhari, dan gempa vulkanik rata-ratasatu kali per hari. Sedangkan daridata
Electronic Distance Measure-ment
(EDM) atau jarak tunjam titikpengamatan hingga ke reflektoryang ada di puncak Gunung Merapi,juga menunjukkan terjadi pemen-dekan jarak.“Kondisi EDM normal per hariantara 0,1 hingga 0,3 milimeter, se-dangkan saat ini EDM tercatat men-capai 11 milimeter per hari,” katanya.
Pendakian
Meski status Gunung Merapi ma-sih Waspada, namun sejumlah wisa-tawan mancanegara tetap melaku-kan pendakian Gunung Merapi, me-lalui pintu Dusun Plalangan, DesaLencoh, Kecamatan Selo, Kabupa-ten Boyolali. Anehnya para wisa-tawan tersebut tahu bahwa aktivi-tas gunung tersebut sedang tidaknormal.Ketua Tim SAR Barameru DesaLencoh, Selo Boyolali, Samsurimengakui masih ada pendaki yangmelakukan pendakian ke GunungMerapi, pada Selasa (27/9), meskipihaknya memberikan pengumu-man tanda larangan di Pos pen-dakian Desa Plalangan, Selo.Menurut Samsuri, ada tiga wisa-tawan dari mancanegara yang nekatnaik ke puncak Merapi, mereka se-betulnya sudah membaca tanda la-rangan pendakian, tetapi tetapnekat naik ke puncak Merapi.“Turis itu naik dengan seorangpemandu. Jika terjadi apa-apa de-ngan turis itu, pemandu yang ber-tanggung jawab,” kata Samsuri,Kamis (30/9).Namun, para pendaki lokal tidakada yang melakukan pendakian,mereka mengurungkan niatnya naikke Merapi setelah imbauan larang-an. “Tujuh orang pendaki asal Ja-karta, setibanya di posko pintu pen-dakian Dusun Plalangan mengu-rungkan niatnya naik ke puncak.Mereka kembali lagi ke Jakarta,”katanya.Menurut dia, imbauan penutu-pan sementara pendakian tersebutsebelumnya telah disampaikan olehBalai Penyelidikan dan Pengem-bangan Teknologi Kegunungapian(BPPTK) Yogyakarta melalui Kan-tor Taman Nasional Gunung Mera-pi-Merbabu (TNGM) Boyolali yangdilanjutkan ke Tim SAR Baramerudi Selo.
ed:
indra wisnu
Bowo Pribadi
SEMARANG — Jumlah pera-wat baik yang bertugas di rumahsakit milik pemerintah maupunswasta yang benar-benar mengu-asai
holistic nursing
sampai saatini masih sangat minim.Para perawat yang bertugas dirumah sakit ini kebanyakan ha-nya sebatas menguasai teknik ke-perawatan secara fisik dan belummenyentuh aspek yang lebihkomprehensif dalam membantukesembuhan pasien.“Pelayanan terhadap pasiensecara keseluruhan hingga kinibelum dicermati dan dikuasaioleh para perawat,” ungkap Ke-tua Program Studi Ilmu Kepe-rawatan Fakultas Kedokteran(PSIK FK) Undip, Meidiana Dwi-diyanti dalam
workshop
‘HolisticNursing’ di Kampus Undip, Tem-balang, Semarang, Kamis (30/9).Atas kondisi ini, kata dia, per-lu segera dilakukan pembenahanmelalui pembentukan karakterkeperawatan yang berwawasankemampuan
holistic
. Dengan be-gitu, perawat tidak hanya fokuspada kesehatan fisik pasien saja.Namun, para perawat jugaharus menjadi pemberi pendam-pingan, mengetahui aspek psiko-logi serta memahami aspek lainyang paling dibutuhkan dan sa-ngat membantu proses penyem-buha pasien.Dengan menguasai
holisticnursing,
seorang perawat akanmenjadi
 partner
yang baik bagidokter. Kerja sama yang begitusolid antara perawat dan dokterini akan memberi proses penyem-buhan yang sangat maksimal ke-pada pasien.”Perawat juga harus mampumemberikan semangat kepadapasien saat pasien merasa jenuh,
shock
terhadap penyakit yang di-deritanya. Ini penting agar pasientidak putus asa dan memiliki se-mangat untuk sembuh,” paparnya.Akibat masih minimnya ke-mampuan ini, lanjut Meidiana,banyak masyarakat –terutamadari kalangan mampu— memilihberobat ke luar negeri. Padahalsecara teknik dan kemampuanmerawat pasien secara fisikbelum tentu lebih baik dari paraperawat di Indonesia.”Secara
skill
bagus. Namun,bukan itu saja sebenarnya yangdibutuhkan pasien, selain mam-pu merawat, seorang perawat ju-ga harus mampu menjadi terapisbagi pasien,” terangnya.Meidiana menambahkan, PSIK FK Undip, kini mulai mela-kukan perubahan kurikulum
ho-listic nursing
pada semester ini.Hal ini untuk mewujudkan Un-dip sebagai pusat
holistic nursing
di Indonesia.Beberapa langkah yang telahdipersiapkan yakni adanya pusatpelayanan
holistic nursing,
sertaperubahan kurikulum di PSIK.Dan para mahasiswa selalu dite-kankan untuk bekerja dengancinta, agar bisa memberikan pe-layanan secara menyeluruh.Perubahan kurikulum tersebut,jelas dia, dibantu oleh
WongchanPetpictchian, Assistan Pro fessorFaculty of Nursing Prince of Song-kla University Thailand
. Pada ku-rikulum yang baru juga terdapatbeberapa mata kuliah yang dita-mbah maupun dikurangi.Hal itu disesuaikan dengan vi-si dan misi PSIK Undip. ”Selainitu dalam proses pembelajaranjuga akan dilakukan
leveling stu-dent
kompetensi secara berkalasetiap semester,” imbuh Meidia-na.
ed:
indra wisnu
Aktivitas MerapiMulai Turun
MAINAN EDUKATIF
Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan mainan edukatif berupa “puzzle” gambar satwa di Titofi Handicraft, Karangpandan,Karanganyar, Kamis (30/9). Industri mainan edukatif tersebutmemasok kebutuhan sejumlah sekolah di Jawa Tengah denganharga berkisar Rp 20 ribu per buahnya.
ANDIKA BETHA/ANTARA
Bersambung ke hlm 22 kolom 4-5
PASIR MERAPI
Puluhan truk berisi muatan pasir ketika berlangsungnya penambang pasir di Sungai Gendol, Kaliadem, Sleman, Yogyakarta,Kamis (30/9). Para penambang tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa walaupun setatus Gunung Merapi meningkatdari Aktif Normal ke Waspada.
NOVERADIKA/ANTARA
 
Inna Garuda(0274) 566353Saphir(0274) 566222Wisma LPP(0274) 588380Sahid Raya(0274) 488888Cakra Kusuma(0274) 588066Grand Palace(0274) 372388Sriwedari(0274) 488288Riyadi Palace(0271) 7171811Kusuma Sahid Prince(0271) 646356Gracia(024) 8444777Dynasty(0281) 634321
Telepon Hotel DIY-Jateng
kabar
 jateng
REPUBLIKA
Halaman
>>
 Jumat
>
1 Oktober 2010
22
UMY dan UNIR JajakiKerjasama
Double Degree 
BANTUL — Universitas Muhammadiyah Yogyakar-ta menjajaki kerjasama program
double degree 
de-ngan Universidad International de La Rioja (UNIR),Spanyol. Program
double degree 
ini memungkinkanmahasiswa mendapat dua gelar dari kedua universi-tas tersebut yakni gelar sarjana dari UMY dan Euro-pean Bachelor dari UNIR.Dalam penjajakan kerjasama ini, utusan UNIRdari Global Management Development Centra(CMDC), Kamis (30/9) berkunjung ke KampusTerpadu UMY, Kasihan, Bantul. Keeneth Lee me-ngatakan
double degree 
menjadi sebuah nilai plusbagi mahasiswa karena mereka akan memiliki kapa-sistas sebagai mahasiswa internasional dan memili-ki gelar yang diakui secara internasional.“Mahasiswa
double degree 
dari UMY tidak perlubelajar ke Spanyol, tapi kurikulum yang disusunsesuai dengan standar UNIR,” kata Keeneth, dalamrilis Humas UMY, kemarin.Ia juga menerangkan dalam prosedur program ter-sebut, UNIR dan UMY akan melakukan sebuah sinkro-nisasi kurikulum yang disusun UNIR di Spanyol. Se- lan jutnya, kurikulum itu diterapkan di UMY dan tenagapengajar UNIR juga akan dikirim untuk mengajar diUMY. Selain itu juga akan ada penambahan beberapasubyek yang relevan terhadap beberapa jurusansesuai dengan kurikulum UNIR.
yoebal
ed:
heri purwata
UNY Kirim 11 MahasiswaKe Luar Negeri
YOGYAKARTA — Universitas Negeri Yogyakarta(UNY) mengirimkan 11 mahasiswanya untukmelakukan
short course 
dan studi banding keMalaysia dan Australia. Kepala Kantor InternasionalUNY, Dr Widiastuti Purbani MA mengatakan, dari jumlah tersebut enam orang mahasiswa dikirim keUniversitas Putra Malaysia (UPM) dan lima maha-siswa lain di kirim ke Monash University of Australia.“Enam mahasiswa yang ke Malaysia merupakanmahasiswa berprestasi tahun 2009/2010.Sedangkan yang ke Australia adalah ketua atausekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkatfakultas,” terangnya, Kamis (30/9).Keenam mahasiswa yang dikirim ke Malaysiatersebut adalah Hanif Nurohman (PendidikanMatematika), Anida Nurul Faiza (Pendidikan BahasaInggris), Amin Nurohmah (Pendidikan Geografi),Yulina Pratiwi (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan),Teguh Wiyono (Kebijakan Pendidikan) dan UkiRahmawati (Pendidikan Matematika).Mereka akan berangkat ke Malaysia tanggal 1Oktober 2010 dan berada di UPM selama duapekan. Sedangkan lima pengurus BEM yang keAustralia yaitu, Azwan Nurkholis (BEM FISE), DwiApriyanto (FIK), Hariska Rahmanto (FT), AndikaRahmaputra (FBS) daan Selvi Fajarwati (FIP).
yuli
ed:
heri purwata
>>
kilas
<<
mengatakan cacatan sejarah perjuangan yang telah ditorehkanoleh para pejuang di masa perjuangan perlu diteladani olehgenerasi penerus yang akan menjadi estafet kepemimpinanbangsa ke depan.Jiwa patriotisme dan semangat kebersamaan yang telahditunjukkan oleh sesepuh bangsa pada masa lalu juga perlu diadopsi sebagai kekuatan untuk melanjutkan pembanguan danmenegakkan bangsa ini.‘’Bila melihat ke belakang tentang perjalanan Bangsa Indo-nesia, kita tidak bisa memungkiri bahwa perjuangan waktu itumemang betul-betul sarat dengan nilai perjuangan dan pengor-banan. Catatan sejarah perjuangan yang telah ditorehkan itu per-lu diteladani oleh generasi penerus,’’ kata dia.
ed:
indra wisnu
MENUNGGU DANA.......
...................................
dari hlm 21
Yulianingsih
Daya beli masyarakat tinggitapi buku baru yang terbittidak menarik.
YOGYAKARTA — Industri perbukuandi Indonesia termasuk di Daerah Istime-wa Yogyakarta (DIY) tahun 2010 ini di- indikasikan lesu. Hal itu terlihat dari pa-meran-pameran buku yang digelar IkatanPenerbit Indonesia (IKAPI) di beberapawilayah.Berdasarkan data IKAPI DIY, pameranbuku yang digelar di Jakarta, Bandung danSolo beberapa waktu lalu sepi peminat.Bahkan stand yang disediakan panitiauntuk para penerbit hanya terisi 70 persensaja.”Jumlah pengunjung juga menurundrastis,” terang anggota IKAPI DIY, So-birin Malian di Yogyakarta, Kamis (30/9).Kelesuan itu kata dia juga terlihat darikualitas buku-buku baru yang dikelu-arkan para penerbit di Indonesia terma-suk Yogyakarta.Hal senada diungkapkan SekretarisIKAPI DIY, Sholeh UG. Menurutnya se-tiap bulannya minimal ada 1.500 judulbuku baru di Indonesia. Hanya saja setelahdilihat secara seksama banyak buku-bukuyang memiliki kesamaan isi maupun judul-nya. Dia mencontohkan bukupsikotest masuk kerja yangbisa terbit hingga puluhanjudul dalam satu bulannyapadahal isinya sama.“Dengan oplah rata-ratasatu judul tiga ribu eksemplarini
over supply
apalagi juduldan isinya banyak yang sama.Daya beli masyarakat itu ma-sih tinggi, tetapi judul bukubarunya kurang beragamsehingga masyarakat kadangtidak tertarik,” terangnya.Kondisi itulah kata dia,yang menyebabkan industri perbukuandi Indonesia mengalami kelesuan. Meskibegitu kata dia, IKAPI DIY tahun 2010ini tetap menggelar event tahunan berupapameran buku bertajuk Jogja Book Fair(JBF).JBF 2010 akan digelar di Jogja ExpoCenter, 13-18 Oktober mendatang. IKAPImenyediakan 100 stand pameran dansampai saat ini telah terisi 95 per-sen.”Meski secara nasional lesu, namunkita tetap optimis. Ini
event
tahunan kitauntuk terus menggairahkan industri per-bukuan dan budaya membaca di masya-rakat,” tambah Sobirin.Untuk menambah gairah masyarakatterhadap perbukuan, pihaknya kata Sobirintelah mengirimkan
voucher
belanja sebesarRp 40 juta ke pemerintah kabupaten/kotadi DIY. “
Voucher
itu telah kita kirim kepemerintah daerah, nanti mereka yang men- distribusikannya ke perpustakaan dan sekolah-sekolah di DIY,” tambahnya.Apri Dian, sekretaris panitia JBF me-ngatakan, pemberian
voucher
belanja bu-ku pada pameran itu diharapkan juga bi- sa memeratakan distribusi buku yang adadi DIY. Menurutnya, saat ini di perpus-takaan dan sekolah-sekolah di DIY masihdidominasi dengan buku-buku terbitanpenerbit nasional.“DIY juga punya banyak penerbit danproduksi mereka kurang dikenal masya- rakat DIY sendiri karena distribusi yangtidak rata.Karenanya dengan
voucher
inidiharapkan distribusi buku kita akanrata,” tambahnya.Dikatakan Sobirin, lesunya industri per-bukuan di DIY dan Indonesia ini juga dise-babkan maraknya aksi plagiatisme. Hal itukemudian membuat para penerbit dan pen-garang buku produktif merasa dirugikan.“Karenanya banyak penerbit dan pe-ngarang yang enggan menulis lagi akibataksi itu. Mereka dirugikan,” tandasnya.Di DIY, kata dia, juga ada kasus-kasusplagiatisme. Meski hingga saat ini belumsampai ke ranah hukum dandiselesaikan secara kekelu-argaan melalui ganti ruginamun hal itu tetap mem-pengaruhi iklim perbukuan.Karenanya pameranIKAPI tahun 2010 ini pihak-nya mengambil tema
inspir-ing your life
. Melalui temaitu IKAPI DIY ingin iklimperbukuan di DIY menjadiinspirasi di wilayah lain danbuku menjadi sumber inspi-rasi masyarakat.Pada JBF kali ini IKAPIjuga menggandeng Balai Bahasa Yog- yakarta (BBY) untuk memberikan peng-hargaan karya sastra kepada penulis pro-duktif dan berprestasi di DIY. Langkahini dilakukan untuk memberikan apre-siasi pada penulis dan menggairahkaniklim karya sastra.Dalam
event
tahunan tersebut IKAPIjuga akan melakukan
launching
novelkarya penyanyi Indonesia Trie Utamiberjudul Dunia Padmini dan bedah bukukontroversi milik Inung Nugroho berju-dul Pak Beye dan Istananya.
ed:
indra wisnu
Industri BukuKehabisan Ide
Neni Ridarineni
YOGYAKARTA — Sejakbulan September 2010 pela-yanan pasien PT Askes (Asu-ransi Kesehatan) Persero ti-dak dilakukan lagi di Puskes-mas, melainkan di dokter ke-luarga. Saat ini di KabupatenSleman ada 49 dokter keluar-ga, sedangkan di seluruh DIYada 78 dokter keluarga.Hal itu dikemukakan Ke-pala PT Askes (Persero) Re gi-onal VI drg Sri Endang Tidar-wati pada acara PenyerahanSurat Keputusan (SK) GelarKehormatan Veteran, SKPemberian Tunjangan Veter-an, SK Pemberian Dana Ke-hormatan Veteran dan KartuAskes, di Bangsal KepatihanYogyakarta, Kamis (30/9).Hal itu juga atas permin-taan Pemerintah KabupatenSleman agar peserta Askes se-cara keseluruhan bisa dila-yani di dokter keluarga. Se-hingga pasien tidak perlu an-tre di Puskesmas dan bisa di-layani sore hari. Hal itu jugadikemukakan Asisten Mana-jer PT Askes (Persero) CabangUtama Yogyakarta, dr SriMugirahayu bahwa denganadanya dokter keluarga diha-rapkan pelayanan kepada pa-sien Askes bisa maksimal.Dengan demikian bagi pa-sien Askes di Kabupaten Sle-man tidak lagi di Puskesmas,melainkan di dokter keluargayang sudah bekerjasama de-ngan PT Askes dan terdekattempat tinggalnya dengan pa-sien. “Kami mempunyai datadokter keluarga yang ada diwilayah DIY dan bisa dita-nyakan PT Askes CabangUtama Yogyakarta atau di ka-bupaten setempat,” kata drChichi (panggilan akrab drSri Mugirahayu) pada
Repu-blika
.Karena program dokter ke-luarga di Kabupaten Slemansaat ini baru masa peralihan,maka peserta Askes yang be-lum tahu sampai Bulan De-sember 2010 masih boleh pe- riksa maupun meminta rujuk-an di Puskesmas. Adanya pro-gram dokter keluarga ini jugauntuk meningkatkan pe-layanan kepada peserta Askesyang umumnya kalau ke Pus-kesmas hanya minta rujukan untuk berobat ke dokterumum atau dokter spesialis.“Dengan penanganan pesertaAskes langsung oleh ke dokterkeluarga, diharapkan merekabisa diperiksa atau konsultasidengan dokter keluarga, se-hingga dokter keluarga tidakperlu memberikan rujukan,”tutur dia.Selanjutnya, dr Chichi me-nambahkan, bagi peserta As-kes yang mempunyai penya-kit kronis yang terdiri dari pe-nyakit diabetes melitus, hi-pertensi, dan jantung, bisamengikuti prolanis (programpengelolaan penyakit kronis).Pendaftarannya dengan me-ngisi
leaflet
prolanis yang adadi setiap dokter keluarga, As-kes Center di rumah sakitatau kantor Askes. Saat ini diseluruh DIY peserta Askesyang sudah menjadi anggotaProlanis ada 200 orang.Dikatakan dia, setiap dok-ter keluarga idealnya mena-ngani 2.500 peserta Askes.“Kalau di Sleman ada 130.000peserta Askes, maka idealnyajumlah dokter keluarga 40orang,” ungkap dia.Bagi pasien yang tidak bisadatang ke dokter keluarga ka-rena penyakitnya, dokter ke-luarga wajib memeriksa/men-gunjungi pasien di rumahnya(
home visit
). “Karena dalamMoU (nota kesepahaman) PTAskes dengan dokter keluar-ga salah satu isinya adalahdokter keluarga wajib mela-kukan home visit,” jelas drChichi.
ed:
heri purwata
YOGYAKARTA — Jadwalpemutakhiran data kepen-dudukan di Kota Yogyakartayang dijadwalkan dilakukanpada pekan ketiga Septemberdiundur selama satu bulan.Karena terkendala pelaksa-naan lelang blanko di tingkatProvinsi DIY.“Pemutakhiran data di-laksanakan secara serentakdi seluruh DIY, sehinggablanko pun disediakan olehprovinsi. Tetapi karena adakendala dalam lelang, se-hingga pelaksanaannya di-undur selama 35 hari atausatu bulan. Sehingga kemu-ngkinan baru bisa dilaksa-nakan pada pekan ketigaOktober,” kata Kepala Bi-dang Data, Informasi danPengembangan Sistem DinasKependudukan dan Penca-tatan Sipil (Dindukcapil) Ko-ta Yogyakarta Rudi Firdausdi Yogyakarta, Kamis (30/9).Menurut dia, mundurnyawaktu pelaksanaan pemu-takhiran data penduduk ter-sebut akan cukup berpen-garuh pada beban pekerjaanpetugas yang mendistribu-sikan blanko, verifikasi datadan juga saat memasukkandata ke dalam basis data ke-pendudukan. “Seluruh pe-kerjaan pemutakhiran datatersebut harus sudah selesaipada pekan kedua Novem-ber untuk kemudian dilaku-kan pemasukan data selamadua pekan,” kata Rudi se-perti dikutip
 Antara.
Rudi mengatakan, peker-jaan terberat dalam rangkai- an proses pemutakhiran da-ta tersebut adalah pada saatmemasukkan data ke dalamsistem basis data kependu-dukan. Karenanya, pihakDindukcapil Kota Yogyakar- ta akan menggandeng pihakketiga untuk melakukanpekerjaan tersebut.Keterbatasan sumber da-ya manusia serta peralatan,lanjut Rudi, merupakankendala utama dalam mela-kukan proses pemasukandata ke sistem basis data ke-pendudukan. “Kami beren-cana menggandeng pergu-ruan tinggi yaitu Amikomuntuk melaksanakannya ka-rena memiliki mahasiswadan komputer dalam jumlahbanyak,” lanjutnya.Pihak Dindukcapil KotaYogyakarta, lanjut dia, telahmelakukan sosialisasi ke ke-camatan dan kelurahan un-tuk menerangkan kepadamasyarakat tentang rencanapelaksanaan pemutakhirandata kependudukan terse-but. Di Kota Yogyakarta ter-dapat sebanyak 112.765 ke-pala keluarga yang akanmenjadi sasaran dalam pe-mutakhiran data tersebut.Hasil dari pemutakhirandata tersebut adalah nomorinduk kependudukan (NIK)baru yang bisa dimanfaatkanuntuk kepentingan berbagaihal seperti pembukaan reke- ning perbankan atau imi-grasi. “Dengan nomor yangunik itu, nantinya masyara- kat bisa membuka rekeningbank di mana saja. Petugastinggal memasukkan NIKdari penduduk yang bersang-kutan untuk memanggil datapenduduk,” katanya.Pemutakhiran ini meru-pakan langkah awal untukmelaksanakan programpembuatan KTP elektroniksebagai KTP nasional 2011.“Tahun depan, seluruh dae-rah di Indonesia akan me-laksanakannya,” lanjutnya.
ed:
heri purwata
Pelayanan Askes Dokter Keluarga
Pemutakhiran Data Warga Diundur
 JADWAL KERETA APIBERANGKAT DARI YOGYAKARTA
JURUSAN KERETA APIBERANGKATTIBAJAKARTA
Bima (Eks)22.1106.30Gajayana (Eks)23.3307.18Argo Dwipangga (Eks)20.5304.16Argo Lawu (Eks)08.5316.03Taksaka Pagi (Eks)10.0017.55Taksaka Malam (Eks)20.0004.16Fajar Utama Yogya (Bis)08.0016.45Senja Utama Solo (Bis)18.5704.02Senja Utama Yogya (Bis)18.3003.45
BANDUNG
Argo Willis (Eks)12.3419.50Turangga (Eks)23.1007.10Mutiara Selatan (Bis)21.4006.15Lodaya Malam (Eks & Bis) 21.2705.41Lodaya Pagi (Eks & Bis)09.2717.45
SURABAYA
Mutiara Selatan (Bis)01.1306.41Bima (Eks)00.3805.44Turangga (Eks)03.0208.20Sancaka Pagi (Eks & Bis)07.1512.33Sancaka Sore (Eks & Bis)16.0020.04
MALANG
Gajayana (Eks)01.3208.44
SUMBER : MITRA PERSADA
VETERAN
Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX didampingi Direktur Personil dan Veteran Direktorat Jenderal Kekuatan dan Pertahanan (Kuathan) KemenhanMarsma TNI Aris S Yuliadi (tengah) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Gelar Kehormatan Veteran, SK Pemberian Tunjangan Veteran, danSK Pemberian Dana Kehormatan Veteran dan Kartu Askes secara simbolis kepada anggota Legiun Veteran RI DIY, di Bangsal kepatihanYogyakarta, Kamis (30/9).
NENI RIDARINENI/REPUBLIKA
Setiap bulannyaminimal ada1.500 judul bukubaru di Indonesia
Sholeh UG
Sekretaris IKAPI DIY,
 
Halaman
>>
 Jumat
>
1 Oktober 2010
23
REPUBLIKA
entrepreneur
S
emenjak masih duduk dibangku kuliah tahun1998, Saptuari Sugihartotelah menjajal berbagaiusaha. Pekerjaan perta-manya sebagai penjaga koperasimahasiswa. Kemudian, ia mencobabeternak dan berjualan ayampotong.Dari tiga kali panen, hanyauntung sekali. Dua kali rugi karenaayamnya mati. Tak menyerah,Saptu, demikian ia karib dipanggil,mencoba berjualan celana gunungdan stiker yang dititipkan di kop-erasi mahasiswa beberapa kampus-kampus di Yogya dan Solo.“Jualan celana, duitnya
nggak 
muter, banyak teman yang hutang.Jualan stiker, sampai 6 bulan, sera-tus stiker saja tidak habis untuksatu desain,” kenang Saptu.Lulus kuliah dari Fakultas GeografiUniversitas Gadjah Mada (UGM) ta-hun 2004, Saptu kemudian melakonibeberapa pekerjaan, seperti
mar ket ing 
radio dan pekerja
event organizer 
.Hingga, di satu konser, ia terkejutmelihat antusiasme penonton bere-but
merchandise 
bergambar artis.Bahkan sampai memicu tawuran.Dari kejadian itu, akhirnya Saptuterpikir untuk menjadikan
merchan- dise 
sebagai lahan bisnis. Menurut-nya semua orang berhak punya
mer chandise 
sendiri, tanpa harus menja-di artis lebih dahulu dan juga tidakhanya perusahaan tertentu saja.Terinspirasi dari pemikiran terse-but, setahun kemudian, Saptumembuka usaha Kedai Digital.Bisnis ini didirikan 28 Maret 2005.Modal awal sebesar Rp 28 jutadidapat dari tabungan, mengga-daikan surat kepemilikan sepedamotor dan sertifikat rumah kepu-nyaan ibunya.Modal tersebut digunakan untukmembeli komputer, printer, danmembuka tempat di daerahDemangan, yang hanyaseluas 2 x 7 meter.Awalnya, dia hanyapunya dua mesin sebagai alat
press
mug dan pin. Untuk mug-nya sendiridiimpor dari Cina lewat Jakarta. Iadibantu oleh tiga karyawan. Saptulangsung bertindak sebagai manajerdengan satu orang desainer dan duakaryawan
front office 
.
Sasarannya anak muda
Ketika itu memang belum adabisnis digital printing
merchandise 
yang spesifik untuk personal. Mayo-ritas hanya perusahaan yang ba-nyak memanfaatkan
merchandise 
.“Tahun pertama saingan adatiga, di
mall 
semua. Di Gardena,Galeria, dan Alfa. Ketiganya tutup.Sementara malah kita tidak pernahdi
mall 
. Lokasinya kita pilih yang didekat kampus,” jelasnya.Oleh karena itu, pada mulanyapangsa pasar yang dibidik memanganak muda. Misalnya, hadiah ulangtahun ketika itu masih terbatas pa-da bunga, cokelat dan lainnya. Ke-dai digital hadir dengan memberi-kan satu alternatif, kasih sayang bi-sa diungkapan lewat
merchandise 
.“Jadi kita kenalkan waktu itu bi-kin mug yang dicetak eksklusif de-ngan gambar foto diri pemesannya.Waktu itu hanya tiga produk, yaitumug, pin dan jam,” tambah Saptu.Dalam perkembangannya, konsep
merchandise 
pribadi ini ternyata men-dapatkan respon positif. Tidak hanyadari konsumen, tapi juga dari mediamassa yang melihat bisnis ini unikdan pertama ada di Yogya.Melihat usahanya berkembang,Saptu memberanikan diri membukasatu cabang pada 2006. Satutahun berikutnya, ia membukacabang lagi. Di saat bersamaanSaptu menjadi pemenangWirausaha Muda Mandiri (WMM)dari Bank Mandiri. Mulai saat itubisnis Kedai Digital makin dikenalbanyak orang. Dalam dua tahunperkembangannya produk yang adadi Kedai Digital terus bertambahhingga mencapai belasan produk.
my2
ed:
indra wisnu
P
ra syarat utama untuk menjadi seorang
entrepre- neur 
sukses adalah memiliki mentalitas unggul.Mentalitas unggul adalah sebuah karakter atau
mindset 
luar biasa yang membentuk perilaku. Lawannyaadalah mentalitas buruk. Ritual-ritual dalam Islam se-muanya bermuara untuk membentuk mentalitas unggul.Dengan catatan ritual itu dijalankan sesuai dengan pro-tap dan petunjuk pelaksanaannya. Puasa yang baru sajaberlalu adalah salah satu training untuk membentuk men-talitas unggul. Tapi jika tidak dilaksanakan dengan benarmaka yang didapatkan hanya lapar dan haus saja.Mentalitas unggul itu, pertama
Disiplin
. Dalam puasasudah ditetapkan waktu imsak dan berbuka. Dan selamamenjalankan puasa diharamkan untuk melakukan hal-halyang membatalkan puasa itu, yang dalam hari-hari biasaboleh dilakukan. Tanpa kedisiplinan tinggi puasa tidakakan bisa dijalankan dengan sempurna.Bisnis yang tidak dijalankan dengan cara disiplin makatidak akan berumur panjang. Mulai dari disiplin keuangan,disiplin diri, disiplin waktu dan lain-lain. Hutang misalnya,dalam keadaan perusahaan bertumbuh dan kita yakindapat mengembalikannya hutang boleh diambil.Tetapi ketika bisnis dalam keadaan
down
mengambilhutang harus ditangguhkan dulu. Jika tetap dilakukandan melanggar maka hutang sama dengan menggalikuburan untuk bisnis itu.Kedua,
Jujur 
. Meskipun orang lain tidak tahu kalaudirinya sedang berpuasa dan tidak ada seorangpun yangmelihatnya orang yang berpuasa tidak akan makan danminum. Mengapa? Karena dia yakin puasanya itu untukAllah dan Allah itu Maha Melihat. Pebisnis yang tidak jujur dalam menjalankan bisnisnya hanya masalah waktusaja bisnisnya akan bangkrut.Meskipun kelihatannya besar dan bertumbuh namunitu tidak berlangsung lama. Karena apa yang dibangun-nya seperti fatamorgana yang indah dari kejauhansaja. Kebohongan akan terus berlanjut dengan kebohong-an berikutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya.Hingga titik-titik kebohongan itu membentuk sebuahlingkaran yang akan menghubungkan kebohongan yangsatu dengan yang lainnya. Jujur itu tidak berbohongtetapi pasti bukan telanjang.Ketiga,
Self Control 
. Puasa intinya adalah pengen-dalian diri, pengekangan hawa nafsu. Mengendalikan diri jauh lebih sulit daripada mengendalikan orang lain. Ra -sulullah menyebutnya sebagai jihad akbar membanding-kan dengan perang Badar yang disebutnya sebagai jihadkecil. Karena perang dengan diri sendiri kita berhada-pan dengan musuh yang tidak kelihatan, yaitu nafsu.Untuk melemahkannya harus dengan puasa. Orangyang tidak memiliki pengendalian diri yang baik sulit un-tuk membangun bisnis. Berapa banyak orang bisnisnya ja-tuh karena tidak mampu mengendalikan diri terburu-burudan ingin serba cepat. Ingin cepat kaya, cepat dibilangsukses, cepat besar dan lain-lain. Cabang dibangun dima- na-mana, hutang disana-sini untuk membuka cabang baru.Akibatnya bisnis yang keburu besar itu rontok lebih cepat.Keempat,
Sabar 
. Puasa yang benar akan mencetakorang menjadi lebih sabar menghadapi masalah hidup.Kemenangan selalu berpihak kepada mereka yang sabar.Karena dalam kesabaran itu ada proses belajar. Banyakorang yang bisa memulai tetapi yang sampai ke garisakhir adalah mereka yang sabar.Seorang
entrepreneur 
sering berkesimpulan bisnisyang baru ditekuninya tidak cocok untuknya denganalasan tidak direspon pasar. Sehingga dia buru-buruingin beralih bisnis ke bisnis lain. Padahal boleh jadikarena dia tidak sabar untuk belajar tentang bisnis itu.Karena tidak sabar dia langsung menginvestasi uangnyasementara dia sendiri belum kompeten dengan bisnisitu. Padahal seharusnya dia menginvestasinya waktunyadulu untuk belajar sebelum menginvestasi uangnya.
Mentalitas Unggul 
Indonesian Islamic Business Forum
Oleh:
Heppy Trenggono
Founder & CEOUnited Balimuda
w w w.iibf -indone sia .com
KOLOM ENTREPRENEUR 
Modalnya dida-pat dari meng-gadaikan serti-fikat rumah dankendaraanbermotor.
Merchandise 
Bisnis Kreatif 
Merchandise 
Bisnis Kreatif 
Yang Unik dan Orisinil
D
ua tahun setelah mendirikan usaha
digital printing 
, Kedai Digital akhirnyamempunyai Kedai Digital Supplies diYogyakarta dan Malang yang menyediakanbahan baku untuk kebutuhan produksi diseluruh
outlet 
lainnya.Sementara itu, gerai Kedai Printing di-khususkan melayani pesanan produk-produkadvertising seperti banner. Jika dulu bahanbaku dikirim dari Jakarta, setelah ada KedaiSupplies, produksi bahan baku dikerjakansendiri. Misalnya untuk pelapisan mug dankeramik. Sedangkan untuk produksi mug,tetap bekerja sama dengan pabrik di Bogor.“Kalau dulu masih belasan danpuluhan dus yang berisi tiga puluh enammug per dus. Sekarang sebulan saja bisadi atas 10.000 mug,” kata Saptu.Inovasi produk juga terus ditingkat-kan. Di awal, mug hanya berwarnaputih, sekarang sudah berwarna-warni.Bentuknya pun bisa miring atau berbentukhati. Lalu, keramik, dulu mungkin tidak adayang berpikir keramik bisa dijadikan jamatau membuat foto bisa ditempel dikeramik.Produknya lainnya dikembangkan menja-di beragam jenis, seperti bermacam pin,kaos, jam dinding, gantungan kunci, ID
card 
, poster,
mouse 
pad, tas kain dan ban-tal mini. Semuanya ada lebih dari enampuluh varian produk. Tapi, Kedai Digitaltidak hanya menjual produk.“Sebenarnya kita menjual emosi. Kalauuntuk produk, semua orang jual mug banyakyang ikut. Cuma yang pertama kali edukasipasar kita. Tahun 2005 kita sudah mulaibikin mug digambar dengan wajah orangyang mereka sayangi,” ungkap Saptu.Jadi, ketika sekarang banyak orang yangmengikuti, ia tidak mempermasalahkan.Bahkan di depan kedainya di Deresanberdiri sebuah bisnis yang persis sama.Taktik seperti menurunkan harga bahkandilakukan oleh “tetangga”nya“Mereka jual 18 ribu, kita jual 25 ribu.
Alhamdulillah
, yang ke sini tetap banyak.Kita punya prinsip selama kita melakukaninovasi dan konsisten di bisnis ini kita tidaktakut pada siapapun,” kata pemenang ISM-BEA (
Indonesia Small Me dium Busi nessEntre pre neur Award 
) ta-hun 2008 danpemenang APEA(
Asia Pacific Entrepreneur Award 
)kategori
Most Promising 
tahun 2009 ini.Satu hal yang terus diperta-hankan oleh suami dari SitaresmiDewi Hapsari ini dalam bisnisnyaadalah keeksklusifan produk. Semua dibuatpersonal dan tidak harus dalam kuantitasbanyak. Satu item pun tetap diperboleh kan.“Itu sebenarnya keunikan kita. Jadi kalauyang lain pada ikut-ikut
 ya monggo 
.
Wis
kitayang memulai lebih dulu,” tandas lelaki ke-lahiran, 8 September 1979 ini.
my2,
ed:
indra wisnu
D
alam strategi pengembangan bisnis,Kedai Digital mengembangkan sistemkemitraan dengan sistem BO (
Busi ness Opportunity 
). Sistem ini berupa pelu-ang bisnis yang bisa dijalankan dan didupli-kasi di banyak tempat oleh para mitra.Menurut Saptu, bisnis dengan sistemkemitraan ini aturannya tidak serumitmemakai sistem waralaba. Mitra hanyaperlu menyediakan modal, dan sistem dise-diakan oleh Kedai Digital. Yang membe-dakannya adalah perjanjian usaha yang tidakdibatasi masa waktu kerja sama, misalnyaselama lima tahun.Jika memakai sistem waralaba, setelahlima tahun berikutnya harus tanda tangandan bayar lagi.
Business opportunity 
KedaiDigital tidak demikian, kemitraan berlang-sung selama bisnis berjalan dan tidak adatambahan bayaran setelahnya, cuma mem-bayar royalti 2,5 persen.Kemudian, soal produk. Bisnis waralababiasanya sudah menetapkan produknya de-ngan jelas dan tidak ada peluang mitrauntuk melakukan inovasi. Saptu mencon-tohkan Kedai Digital di Solo. Foto keramik diSolo bingkainya memakai batik, sedangkandi Yogya tidak demikian. Itu sah-sah saja.
Owner 
kedai di Aceh bahkan membelimesin yang bisa bikin benda tiga dimensidari kayu. Itu harga mesinnya saja Rp 70 juta. Kedai di Yogya saja tidak punya. Kitakasih kebebasan kepada mitra-mitra kitakalau misalnya ada inovasi produk,
mong- go 
,” terangnya.Sulung dari dua bersaudara inimenawarkan beberapa model kemitraan.Ada investasi awal Rp 50 juta. Mitra dapatmemakai
brand 
Kedai Digital. Lalu, mitra juga akan mendapatkan seperangkat mesincetak digital, bahan baku dari berbagai vari-an produk,
training 
dan pendampinganoperasional. Setiap bulannya mitra wajibkanmenyetor 2,5 persen dari omzet yang dida-pat kepada kantor Kedai Digital Pusat.Kemudian, model Kedai Digital
Cutting.
Kemitraan ini dapat dimulai dengan inves-tasi Rp 40 juta. Mitra bisa menggunakanKedai Digital
Cutting 
selama usaha berlang-sung. Ini merupakan kedai digital khususkaos. Oleh karena itu, bahan baku yangdidapat mitra seperti mesin
plotter cutting,
mesin press kaos,
screen
sablon hinggabeludru dan foil.Terakhir, kemitraan dengan modal Rp 20 juta, yang disebut dengan mitra independen.Di sini mitra bisa menggunakan nama sen -diri. Walaupun mendapat alat produksi danbahan baku, namun tidak mendapatkan pen-dampingan operasional. Kemitraan indepen-den ini tidak perlu membayar royalti, karenaKedai Digital tidak terlibat sama sekali da-lam manajemen operasional usahanya.Jadi, hanya menjual alat dan bahan bakusaja. Dengan kemitraan model ini, KedaiDigital memiliki 40 gerai dengan lokasikebanyakan di luar Jawa, seperti diSampit,Bontang, Kolaka, Baturaja, Sorong,Pontianak, Mataram, Ternate hingga Dumai.Dengan menjalankan bisnis kemitraanseperti ini, bisnis Saptu terus berkembang.Saat ini, Kedai Digital yang dikelola olehSaptuari telah berkembang dengan totalgerai sebanyak 52 di 35 kota tersebar diseluruh Indonesia, antara lain Sukoharjo,Purwokerto, Tuban, Banyuwangi, Sukabumi,Balikpapan, Padang, dan Kuta.Sekarang ia mempunyai karyawan sekitar320-an orang di seluruh Indonesia. Untuk diYogya ada sekitar 120-an. Saptu bahkanmengajak para pegawainya untuk ikut memi-liki saham di
outlet-outlet 
Kedai Digital.“Setiap bulan selain gaji, karyawan dapatbagi hasil, jadinya mereka punya
double 
pe-masukan,” terang Saptu.
my2,
ed:
indra wisnu
Bukan WaralabaTapi Mitra
 F O T O - F O T O: A L F IA N S YA F R I L

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->