Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Pendidikan Kewirausahaan Dalam Pembangunan Nasional

Peranan Pendidikan Kewirausahaan Dalam Pembangunan Nasional

Ratings: (0)|Views: 2,326 |Likes:
Published by sansigner
tulisan ini ingin mengangkat bahwa pendidikan yg berorientasi pada pencibtaan wirausaha-wirausaha baru sangat dibutuhkan agar tujuan pembangunan nasional tercapai
tulisan ini ingin mengangkat bahwa pendidikan yg berorientasi pada pencibtaan wirausaha-wirausaha baru sangat dibutuhkan agar tujuan pembangunan nasional tercapai

More info:

Published by: sansigner on Oct 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
Page | 1
Peranan Pendidikan Kewirausahaan dalam Pembangunan Nasional
1
 Sansen SitumorangBiasanya kecendrungan negara-negara berkembang adalah ditandai dengan masyarakatyang memiliki pendapatan perkapita lebih rendah dibandingkan negara maju dan biasanyamemiliki populasi penduduk yang sangat besar.
2
Sedangkan dari perspektif Crouch,mengkarakteristikkan kondisi negara-negara baru (negara baru ialah istilah Iamenggambarkan negara yangg merdeka pasca perang dunia ke II) sangat berbeda dengannegara maju. Menurutnya, negara baru belum mempunyai kondisi ekonomi dan social yangmakmur, kebanyakan penduduknya miskin, perekonomian menitik beratkan pada sectorpertanian dengan mata pencaharian sebagai petani, pemikiran-pemikiran modern belummenyusup sampai ke desa-desa.
3
Melihat kondisi yang dikemukakan oleh kedua ahli diatas,maka maka Indonesia merupakan salah satu Negara yang termasuk di dalamnya.
 
Pendapatan masyarakat yang rendah dan tingkat populasi penduduk yang tinggimenjadi suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalamupaya mensejahterakan rakyatnya. Pada sisilainnya jumblah penduduk yang tinggi memilikiberkontribusi pada peningkatan pertumbuhan PDG Negara berkembang yang semakin lamasemakin meningkat dibandingkan dengan PDG di negara maju. misalnya, dalam beberapatahun terakhir PDG Amerika serikat tumbuh sekitar 3,5%/tahun, sedangkan pada Negara-negara berkembang seperti cina, malaysia, korea selatan telah melebihi 7%/tahunnya.
4
 Maka bisa dilihat, pertumbuhan di negara berkembang memiliki potensi untuk menumbuhkan perekonomian, hal ini dikarenakan belum sepenuhnya negara-negaraberkembang memamfaatkan sumber-sumber yang mereka miliki terutama sumber teknologidan SDM, sedangkan pada negara maju pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas karenasumber-sumber yang ada telah maksimal dipergunakan.
5
Untuk itu masih ada peluang untuk Negara berkembang seperti Indonesia untuk mencapai kesejahteraan seperti halnya negaramaju, tentu dengan upaya memaksimalkan sumber-sumber yang ada, kemudianmerumuskannya dalam susunan strategi pembangunan nasional yang ideal terhadap karaktermasyarakat.
1
Situmorang, Sansen. Tulisan ini merupakan tugas makalah dalam kuliah kewiraan, dilaksanakan diUniversitas Indonesia, Depok (2010).
2
Thomson, Boone. Contemporary Busines, Penerbit Salemba Empat, 2007. Hal 152
3
Crouch, Harol. Masyarakat Politik dan Perubahan: negara baru, Perkembangan Politik & Modernisasi, FISIPUI, 1981. Hal.3
4
Thomson,
ibid 
 
5
Madura, Jeff. Introduction To Busines, Salemba Empat, Jakarta, 2007. Hal 135
 
Page | 2
Namun dalam penyusunan strategi pembangunan di negara-negara berkembang tidak semuanya berjalan mulus, menurut penulis banyak factor yang terlibat dalam prosespenyusunan strategi pembangunan nasional, hal ini dikarenakan cakupannya yang sangat luasdan makro sehingga pertimbangan-pertimbangan stakeholder baik dalam negeri maupunadanya campur tangan pihak lain, di luar pemerintahan turut mempengaruhi arah kebijakanpembangunan nasional. Hal ini mengakibatkan orientasi dalam mengemplementasikanstrategi pembangunan nasional salah sasaran bukan tujuannya memberikan keadilan,mensejahterakan dan kemakmuran bagi rakyat sesuai pasal 33 UUD 1945 malah justrukebijakan pembangunan menjerumuskan rakyat pada kemiskinan structural.Maka orientasi dalam strategi pembangunan nasional menurut penulis bersifat dinamiskarena dipengaruhi oleh lingkungan pembentuk kebijakan tersebut. Dalam tulisan ini penulismemasukkan aspek politik, karena penulis sendiri merupakan mahasiswa ilmu politik, selainitu pembangunan nasional berkaitan erat dengan lingkungan politik. Dengan masukkan aspek politik dalam menerangkan bagaimana peran pendidikan dalam pembangunan, penulisberharap tidak mengaburkan maksud penulisan. Untuk mengawali penulisan ini penulis awalidengan pendekatan-pendekatan pembangunan untuk melihat pembentukan kebijakanpembangunan nasional di Indonesia.
Perubahan Masyarakat dan Pendekatan Pembangunan
Istilah pembangunan pertama kali diperkenalkan oleh Truman (presiden Amerika),dengan dikeluarkannya kebijakan pembangunan. Dalam perkembangannya akhirnya menjadidokrin, atas reaksi dalam upaya membendung ide sosialisme-komunisme soviet di negaraberkembang.
6
Runtuhnya soviet pada peran dingin memberikan gambaran bahwa negaraeropa barat dan amerika memiliki perekonomian yang mapan dan stabil disamping itumembuktikkan bahwa sistem demokrasilah yang unggul. Hal ini menjadikan dokrinpembangunan atau biasa dikenal dengan pembangunan dengan pendekatan modernisasi.Konsep utama pendekatan pembangunan modernisasi terletak pada terbentuknyarelasi antara negara pusat (negara maju) dan pinggiran (negara berkembang). MenurutLerner, proses modernisasi yang terjadi di seluruh negara di dunia memiliki ciri pokok yangsama, hanya kebetulan modernisasi terlebih dahulu terjadi di negara barat.
7
Lennermenyarankan agar masyarakat di negara-negara asia, afrika, timur tengah dan amerika latin
6
Irene, Gendzier. managing Political Change : Social Scientist and The Thir World, Boulder, Corolado,Westview Press, 1985.
7
Crouch, Harol. Masyarakat Politik dan Perubahan: A Comunications theory of Modernisation, FISIP UI,1981. Hal.20
 
Page | 3
memasuki proses pembangunan modernisasi, sehingga pada nantinya terjadi perubahanmasyarakat dalam banyak hal mirip dengan masyarakat AS dan eropa barat hal inimerupakan strategi memecahkan masalah keterbelakangan negara pinggiran.
8
 Pendekatan modernisasi dalam pembangunan masyarakat menjadi popular padadecade 1950-an kepopuleran ini dibuktikan dengan keberhasilan doktrin ini meraih simpati62% negara didunia memilih system pemerintahan demokrasi pasca perang dingin.
9
 Kemudian atas pilihan ini, menjadi pertanyaan. apakah pembangunan system demokrasi akanberkembang pada negara-negara yang memilihnya terutama negara berkembang? PendapatSeymour M. Lipset ada Prakondisi yang dapat menimbulkan transisi demokrasi: menurutnyasemakin kaya suatu negara, semakin besar peluang negara tersebut melangsungkandemokrasi.
10
Kemudian Huntinton memperkuat tesis Lipset yang dalam kajiannya iamengaitkan antara modernisasi, kesejahteraan dengan demokrasi dengan variable tingkatmelek hurup, tingkat pendidikan, urbanisasi dan media massa.
11
 Tentu prakondisi yang dikemukakan Lipset dan Huntinton mengenai pembangunansystem demokrasi kurang sesuai dengan kondisi di negara-negara berkembang. Sebagaimanayang di kemukakan Harold Crouch, mengenai kondisi di negara-negara baru (negara baruialah istilah Ia menggambarkan negara yangg merdeka pasca perang dunia ke II) menurutnya,ada karakteristik yang berbeda dengan negara maju. sebagai berikut : Belum mempunyaikondisi ekonomi dan social yang makmur, kebanyakan penduduknya miskin, perekonomianmenitik beratkan pada sector pertanian dengan mata pencaharian sebagai petani, pemikiran-pemikiran modern belum menyusup sampai ke desa-desa.
12
 Tahun 1960-an lahirlah pendekatan dependensi/ pendekatan keterbelakangan sebagaireaksi atas kegagalan pembangunan yang menyebabkan kemacetan, kemunduran, staknasimaupun keterbelakangan pembangunan di negara-negara Amerika latin. Secara keraspendekatan ini menentang ide dan konsep pembangunan modernisasi. Secara general konseppemikiran pendekatan ketergantungan melihat konsep yang ditawarkan model modernisasiyang justru menghambat pembangunan negara berkembang yang penyebab timbulnya
8
 
ibid 
 
9
Fareed, Zakaria. The future of freedom :Illiberal Demogracy at Home and abroad, Norton and Company, IncNew York. 2003, hal 13
10
Seymour M. Lipset. Some Social Requisites of Democracy: Economic Development and PolitikalLegitimacy, American Political Science Review, No.53. 1959. Hal 75
11
Huntington, Samuel. The Third Wave of Democratization in the Late Twentieh Century. (Norman:University of Oklahoma Press, 1991. Hal 199 dalam Widjajanto, Andi. Transnasionalisasi Masyarakat Sipil,LKIS. Yogyakarta, 2007. Hal 72-73
12
Crouch, Harol. Masyarakat Politik dan Perubahan: negara baru, Perkembangan Politik & Modernisasi, FISIPUI, 1981. Hal.3

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
NurFadhiela liked this
muhammadrony liked this
Sunarni SPd liked this
Ika Shee Frinka liked this
Oiz Adjah liked this
Ika Shee Frinka liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->