kalori 5820 m- 7935 kal/gr, kadar belerang 0,21 � 1,78 %, kadar abu 2,1-1,5%, Karbon tertambat 44,3� 51,8 %, zat terbang 40,3 � 49,43%, kelembaban 3- 16%. HGI 40 �55. Dari 10 contoh yang analisisdidapat angka angkar rata-rata nilai kalori 7003 kal/gr., kadar belerang 0,94 %, kadar abu 3,4 %,Karbon tertambat 48,1 %, zat terbang 44,90%, kelembaban 6,.8%.
DAERAH IGOMO
Singkapan batubara pada umumnya terletak di bagian bawah formasi Steenkool dengan ketebalanmulai 5 cm � 190 cm, pada umumnya merupakan batubara mengkilat berlapis.
S. Titoko
.Batubara yang tersingkap di S. Titoko mempunyai jurus dan kimiringan N 120
o
E/30
o
, tebal lapisan160 cm, hitam mengkilat, masif, pecahan semi konkoidal, litotype batubaranya adalah batubaramengkilat, diapit oleh batulempung karbonan, berwarna hitam, dan batupasir lempungan berwarnaabu-abu. Koordinat singkapan ini adalah 133
o
33�30,75� BT dan 01
o
37�15,28� LS. Pada lokasi133
o
33�55.21� BT dan 01
o
37�26,25� LS juga ditemukan lapisan setebal 60 cm, dengan kedudukanN 135
o
E/35
o
berwarna hitam mengkilat dengan kilat lemak, diapit oleh batulempung.
Anak sungai Titoku
Tersingkap pada koordinat 133
o
33�52.05� BT dan 01
o
37�09.51� LS, arah dan jurus kemiringan N125
o
E/7
o
, tebal lapisan batubara 165 cm , berwarna hitam mengkilat, kompak pecahan semikonkoidal,, litotipe batubara mengkilat, diapit oleh batulempung di bagian bawah dan batupasir dibagian atas. Berjarak 75 dari lokasi tersebut ditemukan singkapan batubara dengan urutan, batubaraketebalan 50 cm pada bagian bawah, batulempung setebal 7 cm, dan batubara setebal 10 cm.Batubara berwarna hitam mengkilat, kompak, pecahan semi konkoidal, litotipe adalah batubaramengkilat, di apit oleh lapisan lempung pasiran pada bagian bawah, dan lempung abu-abu terangpada bagian atas. Di sekitar lokasi tersebut juga ditemukan singkapan batubara setebal 80 cm,dengan urutan sebagai berikut 50 cm pada lapisan pertama, 15 cm pada lapisan kedua, 5 cm padalapisan ketiga dan 10 cm pada lapisan keempat.Berjarak 500 meter dari lokasi di atas, ditemukan singkapan batubara setebal 106 cm, dengankedudukan N 120
o
E/22
o
yenga tersusun oleh empat lapisan, yaitu- lapisan pertama berupa batubara mengkilat dengan ketebalan 30 cm, terletak pada lapisanlempung setebal 200 cm.- Lapisan kedua berupa batubara mengkilatsetebal 60 cm yang terletak pada lapisanbatulempung setebal 400 cm- Lapisan ketiga ketebalan batubaranya sekitar 6 cm yangterlatak pada lapisan lempung setebal- Lapisan keempat adalah batubara setebal 10 cm dengan diapit oleh batuibara setebal 20 cm.Berjarak 50 cm dari singkapan tersebut ditemukan singkapan 8 lapisan batubara dengan tebal 220cm, kedudukan perlapisan N 120
o
E/25
o
., dengan ciri warna hitam mengkilat, berlapis, pecahan semikonkoidal, litotipe adalah batubara mengkilat.Di lokasi tersebut juga ditemukan singkapan batubara setebal 160 cm dengan kedudukan N120
o
E/34
o
yang ditindis oleh batulempung setebal 25 cm.
Sungai Cicwa
Tersingkap pada koordinat 133
o
32�58.98� BT dan 01
o
36�38.05� LS, dengan tebal batubara 100cm, batubara berwarna hitam mengkilat, pecahan semi konkoidalBerdasarkan hasil perhitungan dengan memakai rumus yang biasanya dipakai untuk menghitungbatubara, maka cadangan hipotetik di derah Igomo adalah sekitar 20 juta ton. Kualitas batubara initelah dianalisis dengan menggunakan metode
Air Dies Basis
(ADB). Dari 10 contoh yang analisisdidapat angka kisan nilai kalori 5820 m- 7935 kal/gr, kadar belerang 0,21 � 1,78 %, kadar abu 2,1-1,5%, Karbon tertambat 44,3 � 51,8 %, zat terbang 40,3 � 49,43%, kelembaban 3- 16%. HGI 40 �55.Dari 10 contoh yang analisis didapat angka angkar rata-rata nilai kalori 7003 kal/gr., kadar belerang0,94 %, kadar abu 3,4 %, Karbon tertambat 48,1 %, zat terbang 44,90%, kelembaban 6,.8%.
SALAWATI SORONG