Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengenalan Terhadap Esai

Pengenalan Terhadap Esai

Ratings: (0)|Views: 1,697|Likes:

More info:

Published by: Parlindungan Pardede on Oct 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2014

pdf

text

original

 
1
Pengenalan Terhadap Esai
1
 
Parlindungan PardedeUniversitas Kristen Indonesia
Pendahuluan
Beragamnya bidang yang menggunakan esai, banyaknya subyek yang ditulisdalam esai, beragamnya gaya penulisan yang digunakan, serta bervariasinya jumlahkata yang membentuk esai membuat definisi yang diberikan pada jenis tulisan inicukup beragam. Salah satu definisi tradisional membatasi esai sebagai sebuahtulisan singkat yang, karena keterbatasan jumlah katanya tidak mungkin
 
Pengertian Esai
Beragamnya bidang yang menggunakan esai, banyaknya subyek yang ditulisdalam esai, beragamnya gaya penulisan yang digunakan, serta bervariasinya jumlahkata yang membentuk esai membuat definisi yang diberikan pada jenis tulisan inicukup beragam. Salah satu definisi tradisional membatasi esai sebagai sebuahtulisan singkat yang, karena keterbatasan jumlah katanya tidak mungkinmenyajikan segala hal tentang subyek tersebut. Batasan lain yang lebihkomprehensif, mendefinisikan esai sebagai tulisan non-fiksi berbentuk prosa yangrelatif pendek dan membahas suatu subyek (masalah) dari sudut pandang pribadipenulisnya.
Penekanan pada satu ‘subyek‘ dalam kedua definisi ini mengungkapkan
bahwa permasalahan yang disoroti dalam sebuah esai harus dibatasi. Penakananp
ada penggunaan ‘sudut pandang‘ penulis
dalam definisi kedua mengungkapkanbahwa opini penulis berperan sentral dalam sebuah esai.Untuk memperkaya pemahaman tentang esai, pengertian yang diperoleh
secara etimologis mungkin bisa membantu. Kata “esai” dia
dopsi dari verba Prancis
essayer 
, yang bermakna "mencoba". Dalam bahasa Inggris, kata
essay 
bermakna
dasar “upaya” atau “ percobaan”. Berdasarkan penelusuran etimologi ini, esai da
pat didefinisikan sebagai upaya penulis untuk mengungkapkan pendapatnya melaluibahasa tertulis. Sebagai sebuah upaya, penulis tidak diwajibkan menjawabpersoalan yang dibahas secara final. Fungsi mendasar sebuah esai bukan untuk memecahkan masalah tetapi lebih ingin merangsang. Menurut Bacon (1985), esai lebih sebagai butir garam pembangkit selera ketimbang sebuah makanan yangmengenyangkan.Sebagai sebuah karya tulis, apa yang membedakan esai dengan karya tulis lain,seperti artikel, yang juga relatif pendek? Pertanyaan ini sulit dijawab dengan hanyamerujuk pada pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan yang telah ada tentangkarakteristik esai, karena pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan itu sering kalitumpang tindih dengan karakteristik karya tulis lain. Sebagai contoh, ditinjau dari
1
Dipresentasikan Dalam Pelatihan Penulisan Esai Bagi Mahasiswa FKIP-UKI, 8 Juni 2010
 
 
2
segi ukuran, ada yang menyatakan ukuran esai relatif pendek hingga dapat dibacasekali duduk. Artikel-artikel di majalah atau koran juga memiliki ciri-ciri itu.Ditinjau dari segi isi, ada yang menyatakan esai merupakan analisis, penafsiran danuraian (sastra, budaya, filsafat, ilmu); berbagai artikel menganalisis, menafsirkan,atau hanya menggambarkan sesuatu. Ditinjau dari dari sisi gaya dan metodepenulisan, ada esai bergaya bebas dan ada juga yang bergaya bahasa baku,sebagaimana halnya artikel.Peran sentral opini (keyakinan, sikap, atau penilaian terhadap sesuatu)penulis adalah pembeda utama dalam sebuah esai. Berbeda dengan sebuah artikelyang diarahkan untuk menyampaikan informasi (fakta), sebuah esai memadukanfakta dengan imajinasi maupun pengetahuan dengan perasaan untuk mengekspresikan opini. Esai memang bisa berbeda menurut kualitas, jenis,panjang, gaya, dan subjek. Esai juga bisa berbentuk sederhana sampai yang sangat kompleks, namun semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi sebagaianalisa akhir. Berbeda dengan sebuah laporan yang digunakan untuk memaparkanfakta atau menceritakan sebuah pengalaman; esai menggunakan fakta-fakta danpengalaman untuk mendukung opini penulis.
Sejarah Esai
Esai mulai dikenal pada tahun 1500-an ketika Montaigne, filsuf Perancis,menulis sebuah buku yang mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya.Buku yang diterbitkan pada tahun 1580 itu diberi judul
Essais
yang berarti
attempts
atau usaha. Dalam buku itu tersaji beberapa cerita, dan deskripsi yang menurut Montaigne (2003: 4) ditulis secara bersahaja, rendah hati, dan jujur dan didasarkanpada pendapat pribadinya. Secara keseluruhan, buku itu menurut Montaignedimaksudkan untuk mengekspresikan pandangannya tentang kehidupan.Pada tahun 1600-an, Sir Francis Bacon melakukan hal yang sama denganMontagne di Inggris. Bukunya berjudul
Essay 
kemudian menjadi patokan bagibentuk, panjang, kejelasan, dan ritme bagi esais-esais sesudahnya. Sebagian esaidalam buku itu bersifat formal, sebagian lagi informal. Perbedaan diantarakeduanya adalah esai formal memiliki tujuan yang lebih serius, isinya lebihberbobot, penalarannya lebih logis dan ukurannya lebih panjang. Esai informal
mempergunakan ragam bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya”, sehingga
pengarang seolah-olah berbicara langsung dengan pembacanya. Dewas ini, esaiformal lebih sering dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa dan peneliti untuk mengerjakan tugas-tugasnya.Penulisan esai yang dipelopori Montaigne dan Bacon hingga sekarang sangat mempengaruhi bidang pendidikan di Amerika dan Eropa. Di wilayah itu, esaimerupakan salah satu unsur pokok institusi pendidikan. Para siswa sekolahmenengah diwajibkan mengikuti pelatihan penulisan esai terstruktur sebagai upayauntuk mengembangkan kemahiran menulis mereka. Di tingkat pendidikan tinggi,penulisan esai sering digunakan sebagai ujian saringan masuk, yang dikenal dengansebutan
admission essay 
. Di perkuliahan ilmu-ilmu sosial dan humaniora, esai jugadigunakan sebagai media ujian akhir yang menentukan skor akhir suatu matakuliah.
Jenis-jenis Esai
 
3
Dilihat dari tujuan penulisan dan isinya, esai dapat dikelompokkan ke dalamtujuh tipe. Pertama, esai deskriptif yang digunakan untuk melukiskan subjek atauobjek apa saja yang menarik perhatian pengarang. Esai tipe ini bisamendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya dengancara menyajikan rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi darisebuah subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan,atas ke bawah, dekat ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola pergerakan inimencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan.Kedua, esai ekspositori, yang digunakan untuk menjelaskan suatu subyek kepembaca. Esai tipe ini biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses,membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat, menjelaskan dengancontoh, membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan. Urutanpenjelasannya sangat bervariasi, tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat.Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu);esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan contoh-contoh; esaiperbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan (terpentingsampai yang tak penting, atau sebaliknya); esai sebab-akibat mungkinmengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau sebaliknya, mulaidengan akibat dan mencari sebabnya.Ketiga, esai tajuk yang secara khusus digunakan dalam surat kabar danmajalah untuk menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabartersebut membentuk opini pembaca.Keempat, esai cukilan watak, yang digunakan pengarang untuk membeberkanbeberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadiyang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.Kelima, esai reflektif, yang mengungkapkan secara mendalam dan sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik penting berhubungan dengan hidup, misalnyakematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai reflektif ditulis secaraformal dengan nada serius. Esai ini biasanya ditujukan ditujukan kepada paracendekiawan.Keenam, esai kritik, yang memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya,lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik biasanya membahastentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, maupuntentang seni kontemporer. Esai yang membahas karya sastra biasanya disebut kritik sastra.Ketujuh, esai persuasif, yang ditulis sebagai upaya mengubah perilakupembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan.Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukungbiasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya. Berbagai esai politik,keagamaan, dan pendidikan ditulis dalam bentuk persuasif.
Bagian-bagian Esai
Apapun jenis, tujuan, dan isi sebuah esai, dia tetap merupakan sebuahkarangan yang terdiri dari sekumpulan alinea yang membahas sebuah subyek dari

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
ed_pratiwi liked this
Rini Miranti liked this
Azuma Mariela liked this
Asman Man liked this
Fenny Agustin liked this
Adi Mang liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->