Puspassus AD
Pada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan KhususAD (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama lima tahun.Sebenarnya hingga tahun 1963, RPKAD terdiri dari dua batalyon, yaitu batalyon 1 danbatalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1 dikerahkan ke Lumbisdan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia, sedangkan batalyon 2 jugamengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia, maka komandan RPKAD saat itu,Letnan Kolonel Sarwo Edhie -karena kedekatannya dengan Panglima Angkatan Darat,Letnan Jenderal Ahmad Yani, mengusulkan 2 batalyon 'Banteng Raider' bentukanAhmad Yani ketika memberantas DI/TII di Jawa Tengah di upgrade di Batujajar,Bandung menjadi Batalyon di RPKAD, masing- masing Batalyon 441"Banteng Raider III", Semarang ditahbiskan sebagai Batalyon 3 RPKAD di akhir tahung 1963.Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436 "Banteng Raider I", Magelang menjadiBatalyon 2 menggantikan batalyon 2 lama yang kekurangan tenaga di pertengahan1965. Sedangkan Batalyon 454 "Banteng Raider II" tetap menjadi batalyon di bawahnaungan Kodam Diponegoro. Batalyon ini kelak berpetualang di Jakarta dan terlibattembak menembak dengan Batalyon 1 RPKAD di Hek.
Kopassandha
Tanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando PasukanSandi Yudha (Kopassandha).Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal.Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia.Pada tanggal 7 Desember 1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertamake Dili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. SementaraAngkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota.Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian darikekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolaus Lobatopada Desember 1978. Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao,yang bersembunyi di Dili bersama pendukungnya.
Kopassus
Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, namaKopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengannama Kopassus hingga kini.ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus.Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2,Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grupdari tiga Grup menjadi lima Grup:• Grup 1/Parakomando — berlokasi di Serang, Banten• Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah• Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat• Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur • Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-gruptadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassusyang berpangkat Brigadir Jenderalmenjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassusyang berpangkat Mayor Jenderal bersamaan dengan reorganisasi ini.