Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makna Arah Qiblat

Makna Arah Qiblat

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 1,081 |Likes:
Published by beMuslim

More info:

Categories:Types, Research
Published by: beMuslim on Jul 08, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

 
MAKNA ARAH QIBLAT
Tinjauan Singkat Perlunya ber-Qiblat yang Benar 
---------------------------------Kiblat pertama Muslimin menuju ke arah Baitul Maqdis. Akan tetapi, karena orang-orang Yahudi menjadikannya sebagai bahan ejekan; dan selalu berkata:
”Kalian Muslimin tidak memiliki agama yang tetap, oleh sebab itu kalianberdiri menghadap kiblat kami”.
 Allah SWT Maha Mengetahui, sehingga tidak sekedar ejekan Yahudi, hikmah yang bisa kita petik dari pemindahan arah kiblat ini, namun juga secara geografis, andaikiblat tetap di Majidil Aqsha di Palestina; saat ini kita akan kesulitan menentukanarah kiblat.
Masjidil Aqsha
berada di lokasi dengan koordinat LU sebesar 31°46′ 40.93″. Garisini jelas tidak dilalui matahari saat MIHADAA, sebab paling mentok matahari akanmelewati pada garis Lintang Utara tanggal 21 Juni, tepat berada di lintang 23.5° LU.Jadi mustahil kita menentukan arah kiblat dengan melihat bayangan matahari.
Ka’bah di Masjidil Haram kota Mekkah
, berada di garis koordinat
21°25′20.94″Lintang Utara
. Garis ini di bawah 23.5° LU batas matahari melakukan Mihaadaa-nya.
Jadi setiap 28 Mei dan 16 juli sore hari sekitar 16:20 menit waktu GMT+7,kita dapat menentukan arah kiblat yang ”cukup akurat” namun mudah.
Maka dengan perintah Allah SWT kiblat tersebut diubah dari Baitul Maqdis keMekah. Setelah itu, orang-orang Yahudi mengajukan kritikan lain, yaitu bahwa jikakiblat yang pertama benar, maka kenapa kalian mengubahnya; dan jika kiblat keduayang benar, maka salat kalian selama mengghadap kiblat pertama, adalah sia-sia.Akhir2 ini sering terdapat pertanyaan perihal arah kiblat yang benar. Dalam obrolan,sebagian mengatakan asal menghadap barat cukup, sebagian lain kiblat itu maknanya banyak…dst. Mengapa ini bisa terjadi. Sepertinya ini fenomena gunung es kesalahandalam memahami makna dan hakekat kita diperintahkan menghadap kiblat.Kalau menghadap kiblat (titik ka’bah) dianggap sepele, maka mengapa kiblat semulake Masjidil Aqsha dipindah ke Masjidil Haram? disana ada hikmah sehingga kita bisamenentukan arah kiblat dengan mudah cukup melihat bayangan matahari.
Firman Allah SWT dalam QS.5 (Al-Maidah):97 yang artinya:“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia”.
Karena pusat, maka menurut Agus Musthofa dalam bukunya
“Pusaran EnergiKa’bah”,
ka’bah akan memiliki power yang amat besar sebagai akibat dijadikannyaKa’bah ini Kiblat Umat Islam, dalam Sholat, dan Amal Ibadah lainnya.
1
 
Kita sholat selalu mengikuti gerak matahari. Misal sholat dhuhur, maka selangbeberapa jam di wilayah barat juga akan ada sholat dhuhur, dan saat itu kitasudah masuk sholat ashar, dan begitu seterusnya, karena matahari bergerak kebarat.Bila semua Ummat Islam dalam Sholat, dalam Dzikir, dalam MenguburkanJenazah dan Amalan2 lainnya
; maka praktis
Semua Energi
akan mengarah ke”Barat” ke titik yang sama yakni
Ka’bah
. Kata Pak Agus Musthofa ini akanmengakibatkan
perpedaan potensial energi yang amat tinggi antara Ka’bah dantempat2
di bumi yang dihuni ummat islam. Dan bisa dibayangkan betapa besarnyaenergi yang terpancar dai
Ka’bah
akibat berbagai aktifitas di tadi.Tentang arah kiblat ada yang berkata, ‘Walau menghadap ke Timur, khan nanti jugakembalinya ke Ka’bah juga.’ Pendapat ini jelas tidak faham posisi dan koordinattempat di permukaan bumi. Beralasan asal menghadap cukup, hal ini salah besar.
Ibarat tali yang diikatkan ke globe bumi, bila salah satu bagian tali mengenaikoordinat ka’bah, pasti dimanapun posisi orang asal searah (dan mengambil jarak terdekat) pasti arahnya tepat. Sebaliknya kalau sebagian tali tidak menyentuh koordinat ka’bah, ya…mustahil arahnya akan menuju ka’bah meskiberjarak pandang ke ka’bah, apalagi berbeda negara berbeda benua dst.
 
Salah satu hikmah yang bisa diambil dari seputar kiblat dan pemindahannyadari al-Aqsa ke Ka’bah.
Salah satunya misalnya dari sudut pandang geologi. Kota Makkah dan hampir keseluruhan Tanah Hijaz itu berdiri di atas bagian kerak Bumi yang sudah sangat tuadan stabil, dan dikenal sebagai Arabian-Nubian Shield. Disini sangat jarang terjadigempa. Beda dengan Jerusalem, yang berdiri di atas lintasan patahan besar Laut Mati,yang membentang dari Teluk Aqaba di barat daya hingga Pegunungan Taurus danVan di Turki. Patahan besar ini masih aktif dan berulang kali menjadi generator gempa merusak sepanjang sejarahnya.Salah satu gempa yang fenomenal (dan kontroversial) terjadi sekitar 2150 BCE ketikasegmen barat daya Laut Mati terpatahkan dan terdeformasi sehingga digenangi air Laut Mati. Gempa ini konon disertai letusan paroksimal (besar-besaran) gunung apiyang bekas-bekasnya masih bisa dijumpai di dekat Bashan (Yordania) dankemungkinan menghasilkan proses tektono-vulkanik. Kombinasi gempa dan letusanini yang disebut-sebut menghancurkan kota Sodom, Gomorrah dan 5 pusat pemukiman lainnya yang menjadi hunian umat Nabi Luth AS. Apakah al-Aqsa bisaterkena gempa di masa mendatang? Kemungkinan itu sangat terbuka.Benar, patahan besar Laut Mati sendiri akhirnya berlanjut ke Laut Merah yang berada
2

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adrian Lamo liked this
m_ardha liked this
fathulr liked this
ab.shebly9570 liked this
jamaludin liked this
muhamadjumanto liked this
Andy Hajir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->