Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kimia teknik kerosin

kimia teknik kerosin

Ratings: (0)|Views: 314 |Likes:
Published by tiraf_17

More info:

Published by: tiraf_17 on Oct 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

 
 MAKARA, TEKNOLOGI, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2005: 36-42
36
STUDI PENGARUH MAGNETISASI SISTEM DIPOLTERHADAP KARAKTERISTIK KEROSIN
Mochamad Chalid
1
, Nelson Saksono
2
, Adiwar
3
, dan Nono Darsono
1
 
1. Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia2. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia3. PPPTMGB Lemigas, Jakarta, Indonesia
 
 E-mail: chalid@eng.ui.ac.id; nelson@chemeng.ui.ac.id; adiwar@lemigas.esdm.go.id 
 
Abstrak
Penelitian ini ditujukan untuk mengamati karakteristik kerosin secara eksitu setelah magnetisasi sistim dua kutub yangsaling berlawanan (dipole) dan berhadapan satu dengan yang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik magnetisasi memberikan perubahan pada karakteristik kerosin. Kepolaran dan viskositas secara berturut-turut diamatidengan pengukuran indeks refraksi dan viskositas. Pemberian medan magnet sebesar 4330 Gauss dengan lamamagnetisasi 60 menit memberikan peningkatan indeks refraksi dari 1,447 menjadi -1,449 serta menurunkan nilaiviskositas dari 1,278 menjadi 1,256. Hal ini memperkuat kemungkinan terjadinya
declustering
serta peningkatankepolaran pada molekul penyusun kerosin. Perubahan yang terjadi tidak sampai mengakibatkan terjadinya perubahankomposisi dan struktur. Hal ini diindikasikan dengan hasil pengujian kromatografi gas dan spektroskopi infra merah.
Abstract
Dipole Magnetization Effect to Kerosene Characteristics
. Investigation of kerosene characteristics has been done byex-situ dipole magnetization. The results show that magnetization technique can be able to influence kerosenecharacteristics. Polarity and viscosity of the kerosene are observed by measuring refractive index and viscosity. An hourof 4330 Gauss flux magnetic will increase refractive index from 1.447 to 1.449 and decrease the viscosity from 1.278 to1.256. Those changing support de-clustering occurrence and polarity increment of kerosene molecule. Gaschromatography and infrared result show that those changing do not alter kerosene structure and composition.
Keywords: dipole magnetization, polarity, viscosity, de-clustering.
1. Pendahuluan
Pemakaian bahan bakar minyak sebagai salah satusumber energi mengalami peningkatan yang signifikansejalan dengan pertumbuhan penduduk dan teknologi.Bahan bakar minyak merupakan sumber energi yangbersifat tak dapat diperbaharui. Oleh karena itu upayapenghematan dan pencarian sumber energi alternatif adalah suatu kemestian. Banyak penelitian telahdilakukan dalam rangka peningkatan efisiensipembakaran, akan tetapi hasilnya menimbulkan efek negatif, di antaranya penambahan aditif yangmenimbulkan efek pencemaran udara.Cara lain yang tidak menimbulkan efek negatif adalahmagnetisasi bahan bakar, yang mampu meningkatkanefesiensi pembakaran hingga 20%. Sebuah hipotesismengatakan bahwa ini terjadi karena
de-clustering
gugusmolekul penyusun bahan bakar saat magnetisasi [1].Beberapa peneliti berpendapat bahwa efek magnetisasi dengan sistim monopol lebih besardaripada sistim dipol [2,3]. Hal ini disebabkan olehdensitas fluks pada sistem monopol yang lebih tinggi[3]. Akan tetapi penelitian ini menggunakanmagnetisasi sistem dipol sebagai pembanding untuk hasil penelitian dengan magnetisasi sistim monopol.Tujuan penelitian ini adalah mempelajari penomena
de-clustering
dan pengaruh medan magnet sistemdipol terhadap karakteristik kerosin.Dalam penelitian ini, hal-hal yang dilakukan adalahsebagai berikut: sampel bahan bakar adalah kerosinproduksi Pertamina yang digunakan di pasaran.Percobaan dilakukan dengan pemberian medanmagnet permanen sistem dipol dengan variasikekuatan medan magnet permanen dan lama
 
 MAKARA, TEKNOLOGI, VOL. 9, NO. 1, APRIL 2005: 36-42
37
magnetisasi. Pengamatan karakteristik kerosin bersifat
eksitu
melalui pemberian medan magnet sebelumpengamatan.Minyak bumi merupakan campuran dari hidrokarbon cairalami dengan sejumlah kecil belerang, nitrogen, oksigen,
trace metals
, dan mineral-mineral lainnya. Berdasarkananalisis, minyak bumi mengandung 84% hidrokarbon,belerang hingga 3%, 0,5% nitrogen, dan 0,5% oksigen[4].Minyak tanah atau kerosin adalah bahan bakar minyak  jenis distilat tidak berwarna dan jernih. Kerosinmerupakan produk minyak bumi dengan titik didihantara 150
0
C sampai dengan 300
0
C dan memiliki berat jenis antara 0,79-0,83 gr/cm
3
pada 60
0
F [5].
2. Metode Penelitian
Komponen utama kerosin adalah
 paraffin, cycloalkanes(naphtha)
serta senyawa
 
aromatik, dimana parafin adalahkomposisi terbesar, seperti yang ditunjukkan Tabel 1 [6].Kerosin tersusun sekurang-kurangnya atas 12 karbon tiapmolekul. Unsur pokok kerosin terutama sebagaihidrokarbon jenuh (Gambar 1) yang terdiri atas
tetrahidronaftalin
(Gambar 1a) dan
disikloparafin
(Gambar 1b). Hidrokarbon lain seperti aromatik dancincin–cincin sikloparafin (Gambar 1c) atau sejenisnya.Ada juga diaromatik (cincin aromatik yangterkondensasi), seperti pada
naftalin
(Gambar 1d). Dansenyawaan dua cincin yang terisolasi dan sangat sedikitseperti pada
bifenil
(Gambar 1e) [6].
Tabel 1. Komposisi kerosin dari
 Ponca Petroleum
[6]
.
Tipe hidrokarbon % volumeParafin – parafin
NormalBercabangMonosiklik DisikloTrisiklo231631110
Aromatik – aromatik
MononuklearDinuklear153
Gambar 1. Struktur molekul penyusun kerosin
[6]
 
Mutu kerosin dapat ditentukan dari sifat-sifat pentingseperti
volatility, freezing
dan
 pour point, viscosity,smoke point, char value
, indeks refraksi serta kadarsulfur [7]. Viskositas mempengaruhi jumlah kerosinyang dapat dihisap oleh kapiler untuk kemudianterbakar. Hal ini sangat mempengaruhi tingkatpembakaran dan kecepatan pembakaran. Indeksrefraksi merupakan sifat fisik dasar yang dapatdigunakan sebagai parameter kepolaran molekulpenyusun kerosen.Pada suatu medan magnet, dipol magnetik pada suatumaterial cenderung terorientasi terhadap medan [8].Kekuatan magnet dihasilkan oleh
magnetic fluxdensity
, yang diukur dalam satuan Gauss. Jenismagnet yang digunakan untuk bahan bakarmempunyai tingkatan sekitar 2000 sampai 4000Gauss [9]. Bahkan ada pula yang merekomendasikanhanya sampai 500 Gauss [10].Ketika ikatan kimia terbentuk antara dua atom yangberbeda elektronegativitasnya, maka terdapatperbedaan densitas elektron diantara dua atomtersebut. Densitas elektron tertinggi terdapat padaatom yang berkeelektronegatifan tertingggi (muatanpartial negatif) dan ikatan tersebut membentuk muatan muatan (Q) parsial dan jarak tertentu [11].Sebuah dipol digambarkan seperti pada Gambar 2.
Gambar 2. Ilustrasi momen dipol molekul
[11]
 
Tabel 2. MRPI untuk Hidrocarbon
[12]
JenisHidrokarbonNilai Magnetic RotaryPower Indeks
ρ
 m
Isobutane 4.87Cyclopenthane 4.89Pentane 5.60Isopentane 5.75Cyclohexane 5.66Hexane 6.62Toluena 12.16Heptena 7.61Ethylbenzena 13.411 Octane 9.00Octane 8.65
a bcd e
+ Q
 
µ
=+r
r
 
 MAKARA, TEKNOLOGI, VOL. 9, NO. 1, APRIL 2005: 36-42
38
Saat magnetisasi dipol ikatan mempengaruhi rotasisebagian besar molekul. Efek putaran ini disebut efek Faraday. Penelitian efek ini oleh Verdet menunjukanrasio rotasi magnetik molekul hidrokarbon dibanding air(
ρ
m) seperti pada Tabel 2 [12].Molekul hidrokarbon cenderung untuk saling tertarik satu sama lain, membentuk molekul-molekul yangbergerombol (
clustering
). Penggumpalan ini akan terusberlangsung, sehingga menyebabkan molekul-molekulhidrokarbon tidak saling berpisah pada saat bereaksidengan oksigen. Hal ini mengakibatkanketidaksempurnaan pembakaran yang dapat diukur padakandungan gas buang [10].Molekul penyusun utama kerosin bersifat diamagnetik,dimana memiliki momen spin elektron berpasangansebagai akibat ikatan C-H. Saat diberikan medan magneteksternal, momen magnet terinduksi secara lemah.Momen magnet ini berasal dari orbit elektron sekitar intiyang menghasilkan medan magnet. Pada suatu medanmagnet eksternal, ekstra
torque
diaplikasikan ke elektronmenghasilkan orientasi anti-pararel momen magnet atomyang lemah terhadap medan magnet [9].Suatu medan magnet permanen yang cukup kuat padamolekul hidrokarbon menyebabkan reaksi penolakanantarmolekul hidrokarbon (
de-clustering
) sehinggaterbentuk jarak yang optimal antar molekul hidrokarbondengan oksigen. Fenomena tersebut diilustrasikan padaGambar 3 [10].Gugus molekul polar dipengaruhi oleh medan magnetsehingga gugus tersebut semakin aktif dan terorientasisesuai dengan arah medan magnet. Hal inimengakibatkan penolakan antar molekul, sehinggaterjadi fonomena
de-clustering
. Pada akhirnya oksigenakan lebih mudah bereaksi dengan molekul danmenghasilkan pembakaran yang lebih sempurna.Pemecahan gumpalan-gumpalan (
de-clustering
) molekulhidrokarbon ini dapat dijelaskan juga melalui teorimomen ikatan. Sebagai contoh, apabila ikatan polar
Gambar 3.
De-clustering
Molekul Hidrokarbon yangMelewati Medan Magnet
[10]
.
seperti O-H berada dalam medan magnet, makaikatan akan mengalami sejumlah gaya balik tertentu.Gaya ini secara sederhana mendorong medan magnetuntuk membebaskan ikatan dalam medan. Ikatanyang lebih polar mengalami gaya lebih besardaripada ikatan yang kurang polar. Ikatan H-Ctermasuk ikatan non polar, karena nilai momenikatannya hanya sebesar 0,4 Debye. Namun medanmagnet yang kuat dapat mengganggu danmempengaruhi ikatan H-C. Meskipun ikatan antaraatom H-C tidak sampai terlepas, kekuatan ikatannyaakan sedikit melemah, sehingga atom hidrogen dankarbon akan lebih mudah bereaksi dengan oksigendalam proses pembakaran [13].Tung dkk. [14] meneliti hubungan antara magnetisasidengan viskositas pada minyak mentah dengankandungan paraffin yang tinggi
(high paraffin)
. Hasilpenelitian tersebut menunjukkan adanya penurunanviskositas akibat magnetisasi seperti terlihat padaGambar 4.Dari gambar tersebut terlihat bahwa pada suhu yangsama, semakin tinggi kuat medan magnet yangdigunakan akan menghasilkan nilai viskositas yangmakin rendah atau dengan kata lain kekuatan medanmagnet berbanding terbalik terhadap viskositashidrokarbon. Hal ini menunjukkan bahwakecenderungan efek 
declustering
pada molekulhidrokarbon terjadi akibat magnetisasi.Bahan percobaan adalah kerosin (minyak tanah)produk Pertamina yang digunakan di pasaran.Peralatan magnetisasi berupa 2 buah magnet batangserta tabung sampel 30 ml. Sampel kerosin terlebihdulu diuji karakteristiknya untuk mendapatkan datablanko. Dan setelah dimagnetisasi, kerosin diujiuntuk mengamati perubahan karakteristiknya.
Gambar 4. Pengaruh Medan Magnet TerhadapViskositas Minyak Mentah Vietnam
[14]
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->