Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ARTIKEL IKHLAS

ARTIKEL IKHLAS

Ratings: (0)|Views: 2,451 |Likes:
Published by Alphyanz Giantz

More info:

Published by: Alphyanz Giantz on Oct 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

 
ARTIKEL: IKHLASMakna Ikhlas
Secara bahasa, ikhlas berasal dari kata
 Khalasha
yang berarti bersih atau murni. Secara istilah,ikhlas yaitu sebuha perbuatan yang dilakukan tanpa disebuah angan –angan atau sesuatu yangdifikirkan, berarti membersihkan hati dari maksud selain mengharapkan ridho Allah Azza wa Jalla.Ikhlas merupakan salah satu amalan hati, bahkan ikhlas berada di barisan depan dari amal-amalhati, sebab amal tak bisa diterima sempurna kecuali dengannya, karna setiap amalan tergantung kerjahati dan niat yang mengkaver setiap kinerja tubuh yang dioptimalkan untuk ibdah kepada Allah azzawajallah.
هييلع هلا ىلص ه ِ لا َ و ْ سُ رَت ُ  ْ م ِ سَ: َقَه ُ ن ْ عَه ُ لا  َ ضِ رَبِط ّ خ َ ْا  ِ ْ َ م َ عُ ٍ ف ْحَ ْ ِأَ َ  ْ ن ِ ِ ؤ ْ م ُ ْا  ِ  ْ ِأَ ْ عَ ه ُ ُ  َ ج ْ  ِ َه ِ ِ و ْ سُ رَ َه ِ لا ىَإِه ُ ُ  َ ج ْ ِت ْ َكَ ْ م َ َ. و َ ََئٍ  ِ ْا    ُ ِم َ ّإِ َِ ّ ن  ِُم َ عْ َاْم َ ّإِ: ُ و ْ  ُَلسه ِ يي ْ َإِ َ َييَييَىييَإِه ُ ييُ  َ ج ْ  ِ َيي َ  ُ  ِ ن ْ َةٍأَ  َ ييْا ْأَ َ  ُ  ْ يي ِ ُ َ ْد ُ ييِه ُ ييُ  َ ج ْ ِت ْ َييكَ ْ ييَ َ،ه ِ ِ و ْ ييسُ رَ َه ِ ييلا ىييَإِ 
.[
 وييا رييخا ييز يي ةييغما  اإ  عمسإ  دم هلا دع وأ ثدما إ اريا يصأ يم ذيلا ميص ي روينا يشا لي ي جا  ل افنييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييييما
]Arti Hadits :Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Sayamendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatantergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnyakepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinyaatau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dianiatkan.(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernahdikarang) .Syarah/Penjelasan:Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dandidalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad.Hadits ini salah satu pokok penting ajaran islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi’I berkata :“Hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu.” Begitu pula kata imam Baihaqi dll. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat didalam hati, ucapan dan tindakan. Sedangkan niat merupakan salahsatu dari tiga bagian itu. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i, “Hadits ini mencakup tujuh puluh bab fiqih”,sejumlah Ulama’ mengatakan hadits ini mencakup sepertiga ajaran islam.Para ulama gemar memulai karangan-karangannya dengan mengutip hadits ini. Di antaramereka yang memulai dengan hadits ini pada kitabnya adalah Imam Bukhari. Abdurrahman bin Mahdi
 
 berkata : “bagi setiap penulis buku hendaknya memulai tulisannya dengan hadits ini, untuk mengingatkan para pembacanya agar meluruskan niatnya”.Hadits ini dibanding hadits-hadits yang lain adalah hadits yang sangat terkenal, tetapi dilihatdari sumber sanadnya, hadits ini adalah hadits ahad, karena hanya diriwayatkan oleh Umar binKhaththab dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dari Umar hanya diriwayatkan oleh ‘Alqamah binAbi Waqash, kemudian hanya diriwayatkan oleh Muhammad bin Ibrahim At Taimi, dan selanjutnyahanya diriwayatkan oleh Yahya bin Sa’id Al Anshari, kemudian barulah menjadi terkenal pada perawiselanjutnya. Lebih dari 200 orang rawi yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id dan kebanyakanmereka adalah para Imam.Pertama : Kata “Innamaa” bermakna “hanya/pengecualian” , yaitu menetapkan sesuatu yangdisebut dan mengingkari selain yang disebut itu. Kata “hanya” tersebut terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian secara mutlak dan terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian yang terbatas. Untuk membedakan antara dua pengertian ini dapat diketahui dari susunan kalimatnya.Misalnya, kalimat pada firman Allah : “Innamaa anta mundzirun” (Engkau (Muhammad) hanyalahseorang penyampai ancaman). (QS. Ar-Ra’d : 7)Kalimat ini secara sepintas menyatakan bahwa tugas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallamhanyalah menyampaikan ancaman dari Allah, tidak mempunyai tugas-tugas lain. Padahal sebenarnya beliau mempunyai banyak sekali tugas, seperti menyampaikan kabar gembira dan lain sebagainya.Begitu juga kalimat pada firman Allah : “Innamal hayatud dunyaa la’ibun walahwun” “Kehidupandunia itu hanyalah kesenangan dan permainan”. (QS. Muhammad : 36)Kalimat ini (wallahu a’lam) menunjukkan pembatasan berkenaan dengan akibat ataudampaknya, apabila dikaitkan dengan hakikat kehidupan dunia, maka kehidupan dapat menjadi wahana berbuat kebaikan. Dengan demikian apabila disebutkan kata “hanya” dalam suatu kalimat, hendaklahdiperhatikan betul pengertian yang dimaksudkan.Pada Hadits ini, kalimat “Segala amal hanya menurut niatnya” yang dimaksud dengan amaldisini adalah semua amal yang dibenarkan syari’at, sehingga setiap amal yang dibenarkan syari’attanpa niat maka tidak berarti apa-apa menurut agama islam. Tentang sabda Rasulullah, “semua amal itutergantung niatnya” ada perbedaan pendapat para ulama tentang maksud kalimat tersebut. Sebagianmemahami niat sebagai syarat sehingga amal tidak sah tanpa niat, sebagian yang lain memahami niatsebagai penyempurna sehingga amal itu akan sempurna apabila ada niat.Kedua : Kalimat “Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya” oleh Khathabidijelaskan bahwa kalimat ini menunjukkan pengertian yang berbeda dari sebelumnya. Yaitumenegaskan sah tidaknya amal bergantung pada niatnya. Juga Syaikh Muhyidin An-Nawawimenerangkan bahwa niat menjadi syarat sahnya amal. Sehingga seseorang yang meng-qadha sholattanpa niat maka tidak sah Sholatnya, walahu a’lamKetiga : Kalimat “Dan Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnyakepada Allah dan Rosul-Nyamenurut penetapan ahli bahasa Arab, bahwa kalimat syarat dan jawabnya, begitu pula mubtada’ (subyek) dan khabar (predikatnya) haruslah berbeda, sedangkan dikalimat ini sama. Karena itu kalimat syarat bermakna niat atau maksud baik secara bahasa atau syari’at,maksudnya barangsiapa berhijrah dengan niat karena Allah dan Rosul-Nya maka akan mendapat pahala
 
dari hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya.Hadits ini memang muncul karena adanya seorang lelaki yang ikut hijrah dari Makkah keMadinah untuk mengawini perempuan bernama Ummu Qais. Dia berhijrah tidak untuk mendapatkan pahala hijrah karena itu ia dijuluki Muhajir Ummu Qais. Wallahu a’lamSeseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlahkeikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat.Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpamelihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengandemikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah:“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘
 Allahu Ghayaatunaa
‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitasmengisi hidupnya.
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jikatidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahalmereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nyadalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama;cukup bagimu amal yang sedikit.”Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allahseolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.”Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlasdan mengharap ridha-Nya.”Fudhail bin Iyadh memahami kata
ihsan
dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi,
 Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala
, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yanglebih baik amalnya” dengan makna
akhlasahu
(yang paling ikhlas) dan
ashwabahu
(yang paling benar).Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima.Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.”Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jikaengkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka),maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah SWT.
Pentingnya keIkhlasan

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nana_rashee liked this
Hasna Emma liked this
Ahmad Husein liked this
Diyah Rm liked this
Baso Apa Adanya liked this
Ayyub Ghali liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->