Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGUATAN DPD BALI

PENGUATAN DPD BALI

Ratings: (0)|Views: 474|Likes:
Published by Nyoman Rudana

More info:

Published by: Nyoman Rudana on Jul 10, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

 
BALI DALAM KERANGKA OTONOMI DAERAH DANPERAN DPD BALI DALAM MEMPERKUATKEBERHASILAN OTONOMI DAERAH
UTS Mata Kuliah : Pemerintahan Daerah
Oleh :NYOMAN RUDANA
NPM 08.D.040
 Magister Administrasi Publik Manajemen PembangunanDaerahSTIA LAN Jakarta
 
BALI DALAM KERANGKA OTONOMI DAERAH DAN PERAN DPD BALIDALAM MEMPERKUAT KEBERHASILAN OTONOMI DAERAHI. LATAR BELAKANG MASALAH
I.1. Bali dan permasalahnnya.
Sebagai sebuah pulau di antara 13,677 pulau di Indoensia , Bali terbilang kecil. LuasPulau Bali hanya 5.632,86 km atau hanya seluas 0,29% dari luas keseluruhan INKRI.Namun sebagai sebuah propinsi di antar 30 propinsi di Indonesia, tidak dipungkiri bahwa Bali mempunyai banyak kekhususan yang tidak ada di propinsi lain di Indonesia.Kekhususan tsb nampak dari keadaan alamnya, agama Hindu Bali, seni budayanya sertasistem sosial / adat istiadatnya ( desa pakraman, sistem pengairan yang dikenal dengansubak dll ). Kekhususan tsb telah mengantar Bali menjadi salah satu icon budaya duniadan masuk ke alam World Cultural Heritage.Jumlah penduduk pada tahun 2000 sebanyak 3.146.999 jiwa dengan kepadatan558jiwa/ Km2 dan pertumbuhan penduduk rata-rata mencapai 1,26% per tahun dalamperiode Tahun 1990-2000. Secara administrative Provinsi Bali dibagi menjadi 8Kabupaten dan 1 Kota, 55 Kecamatan, 678 Desa/Kelurahan, 1.404 Desa Pakraman tahun2002. Dengan adanya otonomi daerah, sesuai dengan UU no 22 tahun 1999 tentangOtonomi Daerah yang disempurnakan dengan Undang – Undang no 32 tahun 2004mengenai Pemerintahan Daerah, maka titik berat kewenangan otonomi diberikan padalevel kabupaten / kota dengan harapan lebih mudah mencapai tujuan, yaitukesejahteraan rakyat. Bagi Bali, keadaan ini kurang menguntungkan, karea dengan wilayah pulau yang kecil, kini terkesan seperti terpecah menjadi 9 kabupaten / kota yangmasing masing seolah – olah berdiri sendiri. Hal ini menimbulkan persoalan dengantimbulnya ketidak-jelasan hubungan antara Pemerintah Pusat – Pemerintah Propinsidan Pemerintah Kabupaten / Kota. Hal ini menyebabkan tidak adanya konsultasi dankoordinasi yang jelas antara ketiga pihak tsb. Selain itu UU ini mengesankan bahwakarakteristik daerah tidak diperhatikan. Daerah dengan sumber daya alam dan manusia yang terbatas diperlakukan sama dengan daerah yang kaya sumber dayanya.Kemudian keindahan alam Bali yang yang menjadikan Bali sebagai icon pariwisataIndonesia telah mengundang investor dari luar Bali baik lokal maupun investor asing,
2
 
untuk berinvestasi di Bali, dengan maraknya pembangunan sara dan prasaranapenunjang pariwisata. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung, telahmenyebabkan menipisnya penghargaan terhadap
local genius
yang selama ini dikenalsebagai keunikan Bali. Ketidakmengertian dari para investor akan unsur suci dankacuntakan dari tanah – tanah adat, adanya proyek – proyek dari pusat serta desakanekonomi dari warga setempat, telah menyebabkan pemindahtanganan serta alih fungsitanah di Bali. Dalam jangka panjang, hal ini akan membahayakan dan membuat Balikehilangan akarnya, dan Bali akan menjadi sebuah lokasi wisata yang kehilangan nyawa budayanya.Selain itu pembangunan di Bali yang cenderung menitik beratkan pada faktor fisik disentra – sentra pariwisata menyebabkan daerah yang kurang potensi pariwisatanyamenjadi tertinggal, dimana hal ini ditandai dengan perbedaan PAD yang besar di maisngmaisng kabupaten, dengan kabupaten Badung yang merupakan sentra pariwisatadengan PAD terbesar ( Rp. 388.582.725.448,11 ) dan kabupaten Bangli dengan PADterkecil ( 7.692.953.476,66 ) berdasarkan data dari Biro Keuangan Propinsi Bali 2006.Hal ini menyebabkan makin tidak meratanya pertumbuhan ekonomi di Bali.Selain itu, pembangunan yang difokuskan pada saran fisik cenderung tidamempedulikan faktor pelestarian lingkungan, seperti halnya proyek GeothermalBedugul, sedangkan isu perubahan iklim merupakan ancaman bagi Bali, terbukti denganmakin seringnya terjadi banjir, badai dan bencana alam lain di Bali akhir – akhir ini.Pasal 11 Undang Undang no 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antaraPemerintah Pusat dan Daerah menyatakan bahwa bagi hasil antara pemerintah pusatdan pemerintah daerah adalah pada sektor pajak dan sumber daya alam. Sebagaimanadiketahui, Bali tidak memiliki sumber daya alam yang potensial seperti Aceh, Riau,Kaltim, Papua dan lain – lain. Namun Bali memiliki sumber daya jasa dari sektorpariwisata sebagai produk unggulan adat dan budaya Bali. Adat dan budaya Bali yang dilandasi falsafah Tri Hita Karana merupakan seperangkatnilai yang dijadikan dasar bagi pengembangan dan pelestarian pariwisata budaya Bali.Selain itu dengan luas wilayah yang hanya 0,29% dari luas NKRI, Bali merupakanpenyumbang 30% devisa negara dari sektor pariwisata, atau sebesar Rp. 32 triliun
3

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
agusta purnama liked this
Arhie Santhinie liked this
Gita Aryadi liked this
Ardy Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->