Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karakteristik Empat Aksesi Nilam

Karakteristik Empat Aksesi Nilam

Ratings:

4.6

(5)
|Views: 215|Likes:
Published by Fawaz

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Fawaz on Jul 10, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2009

 
 Buletin Plasma Nutfah Vol.12 No.2 Th.2006 
45
Karakteristik Empat Aksesi Nilam
Yang Nuryani
 Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor 
ABSTRACT
Characterization of four accessions of patchouli was conductedto obtain the information of characteristics to be utilized forfuture breeding program. The experiment was conducted inthree locations namely Ciamis, Cimanggu, and Sukamulya.Four accessions of patchouli namely 0003, 0007, 0012, and0013 were tested in a randomized block design with fivereplications, plant spacing of 100 x 50 cm, and 100 plants/plot.The plant were first harvested six month after planting and the2
nd
harvested four months after the 1
st
harvested. The observa-tion were made before the first harvested on morphologicalcharacters, production, oil content, and oil quality. The resultshowed that some of morphological characters such as plantheight, accessions of primary and secondary branches, lengthof primary and secondary branches, length and widh of leaf asweel as numbers of leaves on primary branches on accessionof 0012 were higher than that of another three accessions. Thehighest production of dry terna (13,278 t/ha) and patchoulialcohol content (33,3%) was observed on accession 0012,while the highest oil content (3,2%) on accession 0007. Themain morphological characters that can be used to identifythose accessions of patchouli was the colour of stem, acces-sions 0012 was green with slight purple, 0003 and 0007 morepurple, and 0012 dark purple.Key words:
Pogostemon cablin
Benth., characteristics.
ABSTRAK
Karakteriasi empat aksesi nilam bertujuan untuk mendapatkaninformasi mengenai karakter nilam dan pemanfaatannya dalampemuliaan tanaman di masa yang akan datang. Penelitian di-lakukan di tiga lokasi, yaitu Ciamis, Cimanggu, dan Sukamul-ya. Aksesi 0003, 0007, 0012, dan 0013 dikarakterisasi dalamrancangan acak kelompok dengan lima ulangan, jarak tanam100 x 50 cm, 100 tanaman per petak. Panen pertama dilakukanpada umur 6 bulan dan panen kedua 4 bulan setelah panen per-tama. Pengamatan dilakukan sebelum panen pertama. Para-meter yang diamati adalah karakter morfologi, hasil, kadar,dan mutu minyak, serta ketahanan terhadap penyakit. Hasil pe-nelitian menunjukkan tinggi tanaman, jumlah cabang primer/ sekunder, panjang cabang primer/sekunder, panjang dan lebardaun, dan jumlah daun per cabang primer aksesi 0012 lebihtinggi daripada ketiga aksesi lainnya. Produktivitas terna ke-ring (13,278 t/ha) dan kadar patchouli alkohol (33,3%) ter-tinggi diberikan oleh aksesi 0012, sedangkan kadar minyak ter-tinggi (3,2%) ditunjukkan oleh aksesi 0007. Karakter morfo-logi yang membedakan aksesi-aksesi tersebut terutama adalahwarna batang tua. Aksesi 0012 memiliki batang tua berwarnahijau dengan sedikit ungu, sementara aksesi 0003 dan aksesi0007 lebih ungu dan aksesi 0012 paling ungu.Kata kunci:
Pogostemon cablin
Benth., karakteristik.
PENDAHULUAN
Nilam (
Pogostemon cablin
Benth.) termasuk famili Labiateae yang dalam dunia perdagangandikenal dengan nama patchouli. Daerah asal nilamtidak diketahui secara pasti, kemungkinan berasaldari Filipina atau Malaysia. Nilam masuk ke Indo-nesia lebih dari seabad yang lalu, mula-mula di-budidayakan di Aceh, kemudian berkembang dibeberapa provinsi lainnya seperti Sumatera Utara,Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, danJawa Timur.Minyak nilam digunakan dalam industri par-fum, kosmetik, antiseptik, dan insektisida (Dum-mond 1960; Robin 1982; Mardiningsih
et al
. 1995).Dengan berkembangnya pengobatan tradisional,minyak nilam juga banyak digunakan sebagai bahanterapi aromaterapi.Nilam termasuk penyumbang devisa terbesardi antara tanaman atsiri lainnya. Luas areal perta-naman nilam dewasa ini 21,602 ha, yang diusaha-kan oleh 36,461 kepala keluarga. Ekspor minyak nilam pada tahun 2002 tercatat sebesar 1,29 tondengan nilai 22,5 juta dolar Amerika (Ditjen BinaProduksi Perkebunan 2004). Namun produktivitasminyak masih rendah, rata-rata 97,5 kg/ha. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitasantara lain adalah mutu genetik tanaman, kurangtepatnya budi daya, pengendalian penyakit, danpengelolaan panen dan pascapanen.Sejak masuknya nilam ke Indonesia seabadyang lalu, tanaman nilam sudah berkembang danberadaptasi di berbagai daerah, tidak tertutup ke-
 
 Buletin Plasma Nutfah Vol.12 No.2 Th.2006 
 
46
mungkinan terjadi mutasi secara alami walaupunfrekuensinya biasanya rendah (Simmonds 1982).Nilam Aceh tidak berbunga, sehingga untuk men-dapatkan genotipe baru tidak dapat dilakukan me-lalui persilangan seksual. Keterbatasan sumbergenetik merupakan salah satu faktor penentu keber-hasilan pemuliaan tanaman.Untuk meningkatkan keragaman genetik,Balittro telah melakukan eksplorasi plasma nutfahke berbagai daerah pertanaman nilam, terutama disentra produksi dan melestarikannya di beberapakebun percobaan. Dari hasil eksplorasi telah ter-kumpul 28 aksesi yang berbeda karakter morfologi-nya dan kadar minyaknya bervariasi antara 1,60-3,59% (Nuryani
et al
. 1997). Dari hasil seleksi di-peroleh empat aksesi yang kadar dan mutu minyak-nya relatif tinggi, yaitu aksesi 0003, 0007, 0012,dan 0013 (Nuryani 1998).Di samping kadar dan mutu minyak, produk-tivitas terna merupakan faktor penting yang menen-tukan produktivitas minyak setiap aksesi. Sel-selminyak paling banyak terdapat pada daun nilam(Guenther 1952). Dengan meningkatnya produkti-vitas terna maka produktivitas minyak akan me-ningkat pula apabila kadar minyaknya tinggi.Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkansemua informasi dari keempat nomor nilam. Infor-masi tersebut diharapkan dapat digunakan dalamkegiatan pemuliaan selanjutnya untuk meningkat-kan mutu genetik tanaman nilam.
BAHAN DAN METODE
Penelitian dilakukan di tiga lokasi, yaituSukamulya (350 m dpl, jenis tanah Altisol, tipeiklim A), Cimanggu (240 m dpl, jenis tanah Altisol,tipe iklim A), dan Ciamis (450 m dpl, jenis tanahAltisol, tipe iklim A). Aksesi yang diuji adalah0003 (asal Cisaroni), 0007 (asal Lhokseumawe),0012 (asal Tapak Tuan), dan 0013 (asal Sidika-lang). Rancangan yang digunakan adalah rancanganacak kelompok dengan lima ulangan. Benih nilamditanam dengan jarak tanam 100 x 50 cm, jumlahtanaman 100 tanaman per petak, luas petak 25 m
2
.Tanaman diberi pupuk organik (pupuk kandang) se-banyak 2 kg/tanaman pada saat tanam (pupuk da-sar). Pupuk anorganik diberikan tiga kali, yaitu pa-da umur 3 bulan, 6 bulan setelah panen I dan umur11 bulan setelah panen II dengan takaran 280 kgurea + 70 kg TSP + 140 kg KCl/ha.Pangamatan dilakukan pada umur 6 bulansebelum panen I. Paramater yang diamati adalahkarakter morfologi: tinggi tanaman, warna batangmuda/tua, bentuk batang, percabangan, jumlah ca-bang primer/sekunder, panjang cabang primer/se-kunder, daun (bentuk, pertulangan, warna, panjang,lebar, tebal, panjang tangkai, ujung, pangkal, tepi,permukaan, jumlah/cabang primer), produktivitasterna, kadar dan mutu minyak.Analisis gabungan data produktivitas, kadarminyak dan patchouli alkohol terhadap masing-masing lingkungan (tiga lokasi, dua kali panen)menggunakan metode Singh dan Chaudhary (1979)dengan uji Ducan’s Multiple Range Test. Analisiskadar dan mutu (fisika kimia) minyak dari tigalokasi dalam dua kali panen dilakukan di Laborato-rium Pascapanen Balittro.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Morfologi
Hasil karakterisasi terhadap empat aksesi ni-lam di tiga lokasi menunjukkan pertumbuhan aksesi0012 lebih baik daripada aksesi lainnya. Hal ini di-tinjau dari tinggi tanaman, jumlah cabang primer/ sekunder, panjang cabang primer/sekunder, pan- jang/lebar daun dan jumlah daun per cabang primer(Tabel 1). Data pertumbuhan ini sejalan dengandata produktivitas terna kering (13,278 kg/ha) danminyak (375,76 kg/ha). Jumlah daun yang banyak merupakan salah satu faktor penentu produksi mi-nyak, karena sel-sel minyak telah banyak terdapatdi daun dibandingkan dengan di bagian tanamanlainnya (Guenther 1952).Di samping produktivitas dan karakter kuanti-tatif lainnya, karakter kualitatif yang dapat membe-dakan aksesi-aksesi nilam tersebut terutama adalahwarna batang tua/pangkal batang. Warna hijau padapangkal batang aksesi 0012 lebih dominan, diikutioleh aksesi 0003, sedangkan pada aksesi 0007 dan0013 warna ungu yang lebih dominan (Gambar 1).
 
 Buletin Plasma Nutfah Vol.12 No.2 Th.2006 
47
Produksi Terna dan Minyak
Dari keempat aksesi yang diuji, produktivitasterna kering tertinggi terdapat pada aksesi 0012(13,278 t/ha), berbeda nyata dengan ketiga aksesilainnya dan yang terendah terdapat pada aksesi0003 (9,489 t/ha). Kadar minyak tertinggi diberikan
Tabel 1. Karakteristik morfologi, produktivitas terna kering, minyak, kadar, dan patchouli alkohol minyak.AksesiKarakteristik 0003 0007 0012 0013Asal Cisaroni (Jawa Barat) Lhokseumawe (NAD) Tapak Tuan (NAD) Sidikalang (Sumut)Tinggi tanaman (cm) 58,12-63,32 61,07-65-97 50,57-82,28 70,70-75,69Warna batang muda Ungu Ungu Ungu UnguWarna batang tua Ungu kehijauan Ungu kehijauan Hijau keunguan Ungu kehijauanBentuk batang Persegi Persegi Persegi PersegiPercabangan Lateral Lateral Lateral LateralJumlah cabang primer 7,80-15,57 7,00-19,76 7,30-24,48 8,00-15,64Jumlah cabang sekunder 8,50-18,88 11,42-25,72 18,80-25,70 17,37-20,70Panjang cabang primer (cm) 37,46-40,31 34,40-63,12 46,24-65-98 43,01-61,69Panjang cabang sekunder (cm) 20,73-34,34 18,96-35,06 19,80-45,31 25,80-34,15Bentuk daun Delta, bulat telur Delta, bulat telur Delta, bulat telur Delta, bulat telurPertulangan daun Menyirip Menyirip Menyirip MenyiripWarna daun Hijau Hijau Hijau Hijau keunguanPanjang daun (cm) 5,95-7,20 6,23-6,75 6,47-7,52 6,30-6,45Lebar daun (cm) 5,38-6,13 5,16-6,36 5,22-6,39 4,88-6,26Tebal daun (mm) 0,54-0,79 0,31-0,81 0,31-0,78 0,30-4,25Panjang tangkai daun (cm) 2,70-4,31 2,66-4,28 2,67-4,13 2,71-3,34Jumlah daun/cabang primer 50,06-121,94 48,05-118,62 35,37-157,84 58,07-130,43Ujung daun Runcing Runcing Runcing RuncingPangkal daun Datar, membulat Datar, membulat Rata, membulat Rata, membulatTepi daun Bergerigi ganda Bergerigi ganda Bergerigi ganda Bergerigi gandaBulu daun Banyak, lembut Banyak, lembut Banyak, lembut Banyak, lembutProduktivitas terna kering (t/ha) 9,90-51,59 19,58-59,20 19,70-110,00 13,66-108,10Produktivitas minyak (kg/ha) 58,33-316,83 125,83-380,06 111,50-622,26 78,90-624,89Kadar minyak (%) 2,19-4,48 2,00-4,14 2,07-3,87 2,23-4,23Kadar patchouli alkohol (%) 28,04-35,00 29,11-34,46 28,69-39,90 30,21-35,20
Gambar 1. Penampilan warna batang keempat aksesi nilam.
 

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->