Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Studi Penyebab Banjir Parit Tokaya Pontianak

Studi Penyebab Banjir Parit Tokaya Pontianak

Ratings: (0)|Views: 507 |Likes:
Published by Romi Yanto
Semoga bermanfaat
Semoga bermanfaat

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Romi Yanto on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
Studi Faktor-Faktor Penyebab Banjir Pada Daerah Tangkapan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak 
 
Oleh : RomiyantoE_mail :romi_yanto23@yahoo.com 
Abstrak 
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang ada dimuka bumi yang dapatdisebabkan oleh alam itu sendiri dan ulah tangan manusia. Kota Pontianak yang letaknyarelatif datar sehingga tiap tahun menjadi langganan banjir. Selain itu Kota Pontianak jugatermasuk pada daerah yang mempunyai intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sertadipengaruhi oleh pasang surut Sungai Kapuas.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara umum banjir yang terjadi padadaerah tangkapan Parit Tokaya Kec. Pontianak Selatan Kota Pontianak disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor air pasang yang tinggi dan curah hujan yang besar yangterjadi pada waktu yang bersamaan selain itu, faktor ketinggian tempat juga berpengaruhdidalam terjadinya banjir. Tidak semua lokasi pada titik penelitian terjadi banjir hanyatempat yang relatif datar saja yang terjadi banjir sedangkan yang tinggi tidak terjadi banjir.
A.
 
Latar Belakang
Air merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan manusia danmerupakan salah satu bagian alam yang tidak terpisahkan dalam aktivitas manusia itusendiri. Menurut
Seyhan (1990)
lebih dari 98% dari semua air (di duga lebih dari 7 x 10
6
 km
2
) di atas bumi tersembunyi di bawah permukaan dalam pori-pori batuan dan bahan- bahan butiran. 2% sisanya adalah apa yang kita lihat di danau, sungai dan reservoir.Air adalah materi
esensial 
dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sumber air yang paling dekat dengan kehidupan kita adalah sungai dan sering kita anggap sebagai tempat pembuangan ke dua setelah TPA. Sungai atau parit mempunyai fungsi mengumpulkancurah hujan dalam suatu daerah tertentu dan mengalirkannya ke laut
(Sosrodarsono,1993).
Apabila fungsi sungai atau parit tersebut terganggu maka akan terjadi bencana banjir di mana-mana.Ilmu yang mempelajari proses yang mengatur kehilangan dan penambahan serta penampungan sumber-sumber air di bumi adalah hidrologi. Dua besaran ekstrem dalamhidrologi adalah besaran maksimum berupa banjir dan besaran minimum berupakekeringan. Mengingat pentingnya sungai bagi kehidupan manusia, maka keadaan
 
ekstrem alirannya, baik kekeringan maupun banjir tidak dikehendaki. Terutama untuk kasus banjir, perlindungan terhadap berbagai aspek kehidupan di sepanjang sungai perludiperhatikan. Di dalam analisis hidrologi, salah satu hasil akhir yang sering diharapkanadalah perkiraan besar banjir atau hujan
(Harto dalam Zenkadir 2008).
 Menurut
Zenkadir 
(
2008)
secara umum banjir dapat diartikan sebagai suatu keadaandimana tinggi muka air sungai (atau debit sungai) melebihi suatu batas yang ditetapkanoleh suatu kepentingan tertentu. Banjir merupakan hasil rusaknya kesetimbangan air 
(water balance)
akibat berkurangnya nilai infiltrasi dan evapotranspirasi, sehingga nilaidebit aliran permukaan
(run off)
menjadi lebih besar daripada kapasitas angkut debit air  pada sistem drainase (alami maupun buatan). Nilai kapasitas angkut yang lebih kecil inimenyebabkan air meluap dari tanggul dan menggenangi daerah sekitarnya. Adanyatekanan penduduk terhadap kebutuhan lahan baik untuk kegiatan pertanian, perumahan,industri, rekreasi, maupun kegiatan lain akan menyebabkan perubahan penggunaan lahan.Perubahan penggunaan lahan yang paling besar pengaruhnya terhadap kelestariansumberdaya air adalah perubahan dari kawasan hutan kepenggunaan lainnya seperti, pertanian, perumahan ataupun industri. Kerapatan bangunan (perumahan) yang tinggimisalnya, akan mengurangi area peresapan air hujan ke dalam tanah.Menurut
Wahyuni (2005)
Kota Pontianak merupakan daerah yang rendah denganketinggian tempat 0,5-1,5 m dpl. Pontianak sendiri terletak di dua Sungai yaitu SungaiKapuas dan Sungai Landak serta terletak di daerah equator yang memiliki rata-rata curahhujan yang tinggi dan hampir merata setiap tahun. Ditambah lagi pengaturan salurandrainase dan kondisi jalan yang buruk sehingga potensi banjir menjadi lebih besar apabilacurah hujan tinggi.
B.
 
Permasalahan
Kebijakan pemerintah dalam upaya penangulangan bencana bajir hanya sekedar  perbaikan fisik belaka. Salah satu contoh adalah diadakannya peninggian jalan disebagian jalan Purnama, dengan usaha tersebut diharapkan jalan-jalan yang dulunyaterkena banjir akan aman apabila datang banjir selanjutnya.Selain peninggian jalan usaha perbaikan saluran darainase juga terus dilakukanoleh pemerintah Kota Pontianak khususnya di Kecamatan Pontianak Selatan, tetapikenyataannya dilapangan masih terdapat parit atau selokan dalam keadaan yang kurang
 
 baik dalam artian tidak dapat menampung dan mengalirkan air dengan optimal baik dikarenakan kondisi fisik, penyumbatan oleh sampah maupun permasalahan lainnya.Terutama di musim penghujan, kerapkali dengan intensitas curah hujan yang rendah-punkadang-kala di tempat-tempat tertentu masih terjadi penggenangan sehingga berpeluangterhadap terjadinya banjir.Kepadatan jumlah penduduk di Kota Pontianak terutama pada daerah salurandrainase Parit Tokaya secara tidak langsung akan berdampak terhadap penutupan salurandrainase pada darah tersebut, dimana lahan menjadi semakin sempit sehingga masyarakatmengambil lahan saluran dan digunakan untuk tempat tinggal yang pada akhirnya dariwaktu ke waktu lebar dan dalam saluran drainase Parit Tokaya akan semakin menyempit.Kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai atau saluran (parit) yang akan berdampak pada penyumbatan saluran drainase juga menjadi salah satu faktor penyebabdalam mempercepat terjadinya banjir.Selain itu faktor alam juga berperan penting dalam terjadinya banjir. Topografi, pasang surut air sungai dan curah hujan yang tinggi dalam waktu yang lama akan berpotensi besar terjadinya banjir ditambah lagi daerah Pontianak memiliki curah hujanyang tinggi yaitu 2.000-3.000 mm/th
(BMG Supadio Pontianak, 2008).
 Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan penelitian studi faktor-faktor penyebabterjadinya banjir di daerah Tangkapan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan KotaPontianak. Penelitian ini diharapkan menghasilkan data yang akurat tentang faktor-faktor  penyebab banjir, terutama pada daerah tangkapan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan dan nantinya dapat menjadi alternatif pertimbangan dalam penanggulangan banjir pada daerah tersebut.
C
.
 
Variabel Pengamatan
1.
 
Curah Hujan HarianData curah hujan harian merupakan data sekunder yang di dapat dari stasiunBadan Metrologi dan Geofisika (BMG) Pontianak. Data curah hujan merupakan datacurah hujan harian selama 1 bulan (30 hari) penelitian, terhitung mulai dari tanggal 13Desember 2008 sampai dengan 11 Januari 2009.2.
 
Tinggi Tempat

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dehasri liked this
Herlan Maulana liked this
Fajar Zetta liked this
Wrido Alit liked this
Rohmad Kurniawan liked this
wiwinharyanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->