Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
akuntansi sektor publik sebagai akuntansi manajemen

akuntansi sektor publik sebagai akuntansi manajemen

Ratings: (0)|Views: 1,324 |Likes:
Published by Khusni_Amalia__4750

More info:

Published by: Khusni_Amalia__4750 on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

 
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK SEBAGAI AKUNTANSI MANAJEMEN
Akuntansi sektor publik memiliki kaitan erat dengan penerapan dan perlakuan akuntansi pada domain publik yang memiliki wilayah lebih luas dankompleks dibandingkan sektor swasta atau bisnis. Keluasan wilayah publik tidak hanya disebabkan keluasan jenis dan bentuk organisasi yang berada di dalamnya,tetapi juga kompleksitas lingkungan yang mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut.Secara kelembagaan, domain publik antara lain meliputi badan-badan pemerintahan (Pemerintah Pusat dan Daerah serta unit kerja pemerintah), perusahaan milik negara dan daerah (BUMN dan BUMD), yayasan, universitas,organisasi politik dan organisasi massa, serta Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM).Jika dilihat dari variabel lingkungan, sektor publik tidak hanyadipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainseperti politik, sosial, budaya, dan historis, yang menimbulkan perbedaan dalam pengertian, cara pandang, dan definisi. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor  publik dapat dipahami sebagai entitas yang aktivitasnya menghasilkan barang danlayanan publik dalam memenuhi kebutuhan dan hak publik.
 American Accounting Association
(1970) dalam Glynn (1993) menyatakan bahwa tujuan akuntansi pada organisasi sektor publik adalah memberikaninformasi yang diperlukan agar dapat mengelola suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi secara tepat, efisien, dan ekonomis,serta memberikan informasi untuk melaporkan pertanggung-jawaban pelaksanaan pengelolaan tersebut serta melaporkan hasil operasi dan penggunaan dana publik.Dengan demikian, akuntansi sektor publik terkait dengan penyediaan informasiuntuk pengendalian manajemen dan akuntabilitas.
 
eformasi keuangan daerah yang berlaku di Indonesia ditandai dengandikeluarkannya UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat danDaerah yang menggantikan UU No. 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintah di Daerah dan Undang-Undang No. 32 tahun 1956 tentangPerimbangan Keuangan antara Negara dengan Daerah yang mengurusi rumahtangganya sendiri. Atas dasar undang-undang tersebut di atas dikeluarkan pula peraturan yang mengakibatkan adanya perubahan yang mendasar dalam pengelolaan anggaran daerah (APBD) yaitu dengan ditetapkannya PP No. 105tahun 2000 tentang Standar Akuntansi Pemerintah diganti dengan Kepmendagri No. 29 tahun 2002 dan terakhir dengan Kepmendagri No. 13 tahun 2006 tentangPedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.Secara umum pelaksanaan reformasi keuangan Pemerintah Daerah, yaitudengan melakukan perubahan sistem akuntansi keuangan daerah provinsi,kabupaten, maupun kota, yaitu bergesernya yang dari semula melalui pendekatandengan sistem pencatatan Tata Buku Tunggal (
ingle Entry
 ystem
) dengan basis pencatatan atas µ¶dasar kas¶¶ (kas stelsel basis).Gambaran umum pelaksanaan sistem akuntansi sektor publik yang berlakuatau penatausahaan keuangan daerah pada masa lalu dan saat ini tercermin dalam perhitungan APBD dimana menggunakan sistem pembukuan tunggal yang berbasis kas. Prinsip basis kas adalah mengakui pendapatan pada saat diterima kasdan mengakui belanja atau biaya pada saat dikeluarkan kas. Hal tersebut tentu sajasangat terbatas karena informasi yang dihasilkan hanya berupa kas saja yangterdiri dari informasi kas masuk, informasi kas keluar, dan saldo kas.Sistem akuntansi yang berbasis kas memiliki kelemahan-kelemahansebagai berikut :a)
 
Informasi yang lebih kompleks yang sebenarnya dibutuhkan oleh pemakailaporan keuangan tidak dapat disediakan oleh system akuntansi berbasis kas. b)
 
elevansi laporan keuangan baggi para pengambil keputusan sangat kurang,karena basis kas hanya berfokus pada aliran kas dan mengabaikan aliransumber daya lain.
 
c)
 
Pertanggungjawaban ke public terbatas pada penggunaan kas saja, tidak dicantumkan pertanggungjawaban atas pengelolaan aktiva lainnya dan utangatau kewajiban.Dengan adanya kelemahan-kelemahan yang diuraikan di atas, makamengharuskan adanya suatu pengembangan sistem akuntansi yang baru, yaitu :1)
 
Pengembangan system pembukuan berganda (double entry book keeping),yaitu setiap transaksi dilakukan pencatatan saling berpasangan, Debit danKredit.2)
 
Direkomendasikan accrual basis (basis akrual), yaitu dengan mengembangkan prinsip dan asumsi bahwa pencatatan transaksi keuangan bukan hanya padasaat terjadi penerimaa uang atau dilakukan pembayaran saja. Dengan basisakrual akan memberikan informasi kepada pemakai, tidak hanya transaksimasa lau, yang melibatkan penerimaan dan pengeluaran kas, tetapi jugakewajiban kas di masa depan, serta mempresebtasikan kas yang akan diterimadi masa depan.Di era reformasi sekarang ini, sistem pencatatan yang digunakan adalahµ¶sistem ganda¶¶ (
 D
ouble Entry
 ystem
) dengan basis pencatatan atas dasar kasmodifikasi (
 Modified Cash Basis
) yang mengarah pada basis aktual dan sistem inidiatur dalam Kepmendagri No. 29 tahun 2002 dan UU No. 1 tahun 2004.Pengaplikasian pencatatan dengan sistem pembukuan berpasangan dikenal denganistilah debit dan kredit. Artinya, pada setiap transaksi terdapat dua rekening (akun)yang akan dipengaruhi.Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal dengan istilah debit dankredit dan dicatat dalam buku jurnal. Setiap rekening yang didebit pemasukandiikuti dengan rekening lain yang dikredit (dikeluarkan), demikian pulasebaliknya. Jumlah sisi debit dan kredit harus sama, jika tidak sama maka pencatatannya menjadi salah, neraca yang dihasilkan menjadi tidak seimbang.Antara sisi asset (aktiva) dan pasivanya yang disebut µ¶akuntansi¶¶ dalam sistem pembukuan tunggal
 single entry
yang disebut µ¶tata buku¶¶ sudah diterapkanmasih pada zaman Belanda yang dikenal ICW untuk keuangan negara, sedangkanuntuk keuangan provinsi dikenal dengan
 Provinciale Ordonansi
tb
/432, sedang

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nining Manis liked this
Wahyu Pangalila liked this
Tulues TantuLaar liked this
WulanChang liked this
SiNdi AmaRy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->