ANGKATAN 66
Angkatan 66 meliputi kurun waktu tahun 1963 hingga tahun 1970-an.Pelopor Angkatan 66 dalam bidang puisi adalah Taufiq Ismail yang dikenal dengan puisi-puisi demonstrasi. Jika Angkatan 45 mempunyai konsepsi ³
Surat KepercayaanGelanggang
´,
maka Angkatan 66 mempunyai konsepsi ³
Manifest Kebudayaan
´
. Jikaangkatan 45 berbicara lantang tentang martabat manusia Indonesia yang sama denganmanusia lain di dunia
,
maka Angkatan 66 berbicara tentang tegaknya kembaliPancasila dan UUD 1945.
MANIFESTASI KEBUDAYAAN
y
Kami para seniman dan cendekiawan Indonesia dengan inimengumumkan sebuah Manifes Kebudayaan, yang menyatakan pendirian, cita-cita Kebudayaan Nasional kami.
y
Bagi kami kebudayaan adalah perjuangan untuk menyempurnakankondisi hidup manusia. Kami tidak mengutamakan salah satu sektor kebudayaan di atas sektor kebudayaan yang lain. Setiap sektor berjuang bersama-sama untuk kebudayaan itu sesuai dengan kodratnya.
y
Dalam melaksanakan Kebudayaan Nasional kami berusaha menciptadengan kesungguhan yang sejujur-jujurnya sebagai perjuangan untuk mempertahankan dan mengembangkan martabat diri kami sebagaibangsa Indonesia di tengah-tengah masyarakat bangsa-bangsa.
y
P
ANCASILA adalah falsafah kabudayaan kami. Jakarta, 17 Agustus 1963
Seperti kita ketahui
,
manifest ini dilarang oleh Bung Karno dalam pidatokenegaraan 17 Agustus 1964.Berikut ini dikemukakan beberapa tokoh penyair yang oleh H.B. Jassindiklasifikasikan sebagai penyair Angkatan 66 dan disini dinyatakan sebagai penyair periode 1936 ± 1970. Taufiq Ismail dan Goenawan Mohamad diikuti oleh penyair- penyair yang lebih muda
,
seperti Abdul Hadi W.M.
,
Linus Suriadi A.G.
,
SlametSukirnanto
,
Hartojo
,
Andangdjaya
,
dan sebagainya.