Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
APLIKASI PENDEKATAN MODEL KOOPERATIF

APLIKASI PENDEKATAN MODEL KOOPERATIF

Ratings: (0)|Views: 102 |Likes:
Published by Sugi Arto
jurnal
jurnal

More info:

Published by: Sugi Arto on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
34
WARTA, Vol .9, No. 1, Mret 2006: 34 - 38
APLIKASI PENDEKATAN MODEL KOOPERATIFDALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
 N. Setyaningsih, Ariyanto dan Rita P Khotimah
Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah Surakarta
 ABSTRACT 
One model of teaching applied to increase the students’ interest isthe cooperative model. By using this method, the students are expected to be active and not teacher centered. This model is also likely to becomeone method of teaching which may increase the students’ performance. Inorder to achieve that point, this public service is conducted throughdiscussion and training. The discussion as well as the simulation of thiscooperative model application in mathematics teaching was conducted on Saturday 26th of July 2006. This program, which participants are Mathematics teachers of SLTP and SLTA Muhammadiyah, ran well based on the planned design. In the application practice of this model, there isa good interaction among participants. Yet in the material comprehension,still needs some expansion. Therefore, a significant follow up needs to beconducted in terms of Mathematics material with a suitable teachingapproach.
Kata kunci:
 pembelajaran matematika, model konvensional, dan modelkooperatif.
PENDAHULUAN
Matematika dari tahun ke tahun berkembang semakin meningkat sesuaidengan tuntutan zaman. Tuntutan zaman mendorong manusia untuk lebih kreatif dalam mengembangkan atau menerapkan matematika sebagai ilmu dasar.Diantara pengembangan yang dimaksud adalah masalah pembelajaranmatematika. Sugeng , M. (2001;2) menyatakan pengembangan pembelajaranmatematika sangat dibutuhkan karena keterkaiatan penanaman konsep padasiswa, yang nantinya para siswa tersebut juga akan ikut andil dalampengembangan matematika lebih lanjut ataupun dalam mengaplikasikanmatematika dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, pengembangan
 
35
 Aplikasi Pendekatan ... (N. Setyaningsih, dkk.)
matematika tersebut akan ikut terhambat oleh pandangan masyarakat yangkeliru tentang kemudahan dalam proses pembelajaran. Akibatnya, matapelajaran matematika diampu oleh guru yang tidak profesional , tidak mau kreatif dalam mengembangkan pembelajaran. Semua ini dapat berakibat terhadaprendahnya motivasi dan minat siswa dalam mempelajari matematika. Akibatlebih lanjut adalah rendahnya pencapaian prestasi belajar siswa.Kondisi pembelajaran matematika seperti diatas juga didukung olehpernyataan para pakar , diantaranya Soedjadi dan Marpaung yang dikutipoleh Muhammad A. (2002) menyebutkan bahwa: (1) pembelajaran matematikayang selama ini dilaksanakan oleh guru adalah pendekatan konvesional , yakniceramah, tanya jawab dan pemberian tugas atau mendasarkan pada “be-haviorist “ atau “strukturalist”; (2) pengajaran matematika secara tradisionalmengakibatkan siswa hanya bekerja secara prosedural dan memahamimatematika secara mendalam; (3) pembelajaran matematika yang berorientasipada psikologi perilaku dan strukturalis yang lebih menekankan pada hafalandan drill merupakan penyiapan yang kurang baik untuk kerja profesional bagipara siswa nantinya; (4) kebanyakan guru mengajar dengan menggunakanbuku paket sebagai “resep“ mereka mengajar matematika halaman per halamansesuai dengan apa yang ditulis; dan (5) strategi pembelajaran lebih didominasioleh upaya untuk menyelesaikan materi pembelajaran dan kurang adanya upayaagar terjadi proses dalam diri siswa untuk mencerna materi secara aktif dankonstruktif.Dengan adanya tuntutan pengembangan matematika dan disisi laindengan kondisi yang ada seperti di atas , maka perlu diupayakan mencaripemecahannya. Pemerintah melalui Puskur Balitbang Dekdinas pada tanggal20 Agustus 2001 telah menggulirkan krikulum baru yang berbasis kompetensi.Dengan adanya kurikulum ini diharapkan dapat menjadi instrumen yang tepatuntuk mengatasi masalah yang ada dalam pendidikan. Namun demikian,kurikulum berbasis kompetensi inipun akan bernasib sama dengan kurikulumsebelumnya, jika tidak didukung oleh paradigma pembelajaran yang tepat danditangani guru yang profesional dan berfikir inovatif. Dengan demikian kurikulumberbasis kompetensi ini menuntut adanya perubahan paradigma baru dari
guru mengajar 
‘ menjadi ‘
murid belajar’
. Akan tetapi merubah paradigmatidaklah mudah, diperlukan suatu kemauan dan tekat yang kuat dari guruuntuk untuk mengubah paradigma tersebut secara nyata.
 
36
WARTA, Vol .9, No. 1, Mret 2006: 34 - 38
Dengan kondisi tersebut di atas, sudah selayaknya LPTK UMS ikutberpartisipasi dalam memecahkan masala tersebut, yaitu dengan pemberianbekal tentang model pengajaran matematika yang inovatif.Adapun tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk membekali guru-guru matematika di lingkungan Muhammadiyah tentang modelpembelajaran kooperatif agar dapat diterapkan atau dicobakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah, paling tidak dengan adanya penambahan tentangpemahaman model kooperatif dapat dijadikan sebagai variasi modelpengajaran yang selama ini hanya dilaksanakna secara konvensional.
METODE PEMECAHAN MASALAH
Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru bidang studi matematika tingkatSLTP dan SLTA di lingkungan Muhammadiyah Boyolali. Sedangkan targetkegiatan adalah guru-guru bidang studi matematika dapat mengaplikasikanmodel kooperatif sebagai variasi dalam proses pembelajaran matematika.Dengan mengaplikasikan model kooperatif dalam pembelajaran matematika,diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika bagi siswadan akhirnya akan berdampak pada kenaikan prestasi belajar. Kegiatan inidilakukan melalui diskusi dan simulasi penerapan model kooperatif dalampembelajaran matematika. Adapun materinya kegiatan adalah: (1) penggunaanModel Kooperatif dalam pembelajaran matematika; (2) penerapan metodeKooperatif dalam Pembelajaran Berbasis Kontekstual; dan (3) MetodeKooperatif Tipe STAD dalam Pembelajaran Matematika.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan pengabdian pada yang dilakukan melalui diskusi dan pelatihanmodel kooperatif dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan pengamatanselama berlangsungnya kegiatan dan juga mengacu pada masukan atautanggapan baik secara tertulis maupun lisan menunjukan bahwa kegiatan iniberlangsung dengan lancar sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.Dalam praktek pelatihan penerapan model kooperatif terjadi inetraktif yangbagus diantara para peserta. Namun dalam hal penguasaan materi matematikamasih perlu dikembangkan. Untuk itu perlu adanya tindak lanjut yang berkaitanmateri matematika beserta pendekatan pengajaran yang sesuai.Beberapa faktor pendukung berhasilnya kegiatan diskusi dan pelatihanini adalah:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->