Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendekatan Program Linear Untuk

Pendekatan Program Linear Untuk

Ratings: (0)|Views: 884|Likes:
Published by Sugi Arto
jurnal
jurnal

More info:

Published by: Sugi Arto on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/25/2012

pdf

text

original

 
 Jurnal Natur Indonesia
5(2): 113-118 (2003)
ISSN
1410-9379
 
Pendekatan Program Linear untukPersoalan Pemotongan Stok(Pola Pemotongan Satu Dimensi)
MDH Gamal, Zaiful Bahri
Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Riau
Diterima 24-08-2002 Disetujui 01-02-2003
ABSTRACT
In this study, one-dimensional cutting pattern is discussed. This includes fulfilling demands for some itemswith different lengths by cutting some stocks of standard length available. In this problem, the patterns - theway the standard length is cut – is obtained in such an optimal ways that the trim loss becomes as minimumas possible. The decision variables are the amount of the standard lengths cut according to certain patterns.Then the problem is formulated into a linear programming model. Due to very large number of the variablesand restriction to integers, the problem is the type of large scale linear integer programming. For simplicity,restriction to integer is dropped. Then the very large number of the variables is handled by considering onlythe favorable cutting patterns; list of all possible ways in which a standard stock may be cut is not needed.The favorable cutting pattern is then generated by using column generation technique by solving auxiliaryproblem in the form of a knapsack problem. The integer optimal solution is obtained by rounding it upward.Keywords:
column generation, cutting-stock, knapsack
PENDAHULUAN
Perusahaan kayu umumnya menghasilkanbatangan kayu dengan panjang standar 7 m.Pesanan khusus dengan panjang yang berbeda-beda dipenuhi dengan memotong panjangstandar. Contoh suatu pesanan khusus yang bisaberubah setiap kali datang pesanan ditunjukkandalam Tabel 1.Dalam praktek suatu pesanan dipenuhidengan menyetel pisau pemotong sesuai denganpanjang yang diminta. Biasanya, untuk memenuhipesanan terdapat beberapa cara atau polapemotongan panjang standar. Gambar 1 menun- jukkan tiga macam pola pemotongan yangmungkin dilakukan pada suatu pesanan.Meskipun terdapat pola pemotongan yanglain, sebagai contoh dibatasi untuk Pola A, B, danC. Untuk memenuhi pesanan dengan panjang 1,5,2, dan 3 m, ketiga pola diatas dapat dikom-binasikan sedemikian cara. Berikut adalah duacontoh kombinasi yang layak digunakan:1. Potong panjang standar sebanyak 5 batangdengan mengunakan Pola A dan 15 batangdengan Pola C, serta2. Potong panjang standar sebanyak 20 batangdengan mengunakan Pola C dan 3 batang denganPola B.Dari kedua pola di atas, kombinasi mana yanglebih baik? Pertanyaan ini dapat dijawab denganmempertimbangkan ‘sisa’ pemotongan. PadaGambar 1, bagian diarsir menunjukkan batangsurplus yang tidak cukup panjang untuk memenuhipesanan. Sisa pemotongan yang dihasilkan darikedua kombinasi itu adalah.Kombinasi 1: 15 x 0,5m = 7,5mKombinasi 2: 20 x 0,5m + 3 x 1m = 13m.Selanjutnya, setiap produksi surplus denganpanjang 1,5, 2, dan 3 m harus dipertimbangkandalam perhitungan sebagai ‘sisa’ pemotongan.Pada kombinasi 1, Pola A menghasilkan 10batang panjang 1,5 m dan 10 batang panjang 2 msementara Pola C menghasilkan 15 batangpanjang 1,5 m, 15 batang panjang 2 m, dan 15batang panjang 3 m. Jadi, pada kombinasi 1terjadi produksi surplus untuk panjang 2 msebanyak 5 batang = 5 x 2 m = 10 m. Padakombinasi 2, Pola C menghasilkan 20 batang
Tabel 1. Contoh pesanan pada persoalan pemotongan stok.Pesanan(i)Panjang yangdiinginkan (m)Jumlah yang dipesan(batang)1231,523252015
 
 114
Jurnal Natur Indonesia
5(2): 113-118 (2003)
Gamal, et al.
panjang 1,5 m, 20 batang panjang 2 m, dan 20batang panjang 3 m sementara Pola B menghasil-kan 6 batang panjang 1,5 m dan 3 batang panjang3 m. Jadi, pada kombinasi 2 terjadi produksisurplus untuk panjang 1,5m sebanyak 1 batang =1,5 m dan panjang 3 m sebanyak 8 batang = 24m. Jadi, total sisa pemotongan untuk kombinasi 1= 7,5 + 10 = 17,5 m dan total sisa pemotonganuntuk kombinasi 2 = 13 + 1,5 + 24 = 38,5 m. Jadikombinasi 1 lebih baik karena menghasilkan sisapemotongan lebih sedikit.Untuk menentukan solusi optimal persoalantersebut, pertama perlu untuk menentukan semuapola yang mungkin dan kemudian menentukansemua kombinasi yang layak. Meskipun menen-tukan semua pola mungkin tidak begitu sulit,namun menentukan semua kombinasi yang layakmerupakan suatu perkerjaan yang berat. Disinilahmodel Program Linear memainkan peranan danteknik pendekatan yang sistimatis diperlukan.Pandang kembali contoh persoalansebelumnya. Semua pola pemotongan yangmungkin disenaraikan pada Tabel 2 (sisapemotongan harus lebih kecil dari 1,5 m). Definisi-kan x
 j
= Jumlah panjang standar 7m yang dipotongmenurut pola j ; j = 1, 2, . . . , 8 , dan rumuskanpersoalan Program Linear sebagai berikut:Sisa pemotongan + total permintaan pelanggan =total panjang kayu yang dipotong Total permintaanpelangan (m) = 25 (1,5) + 20(2) + 15(3) = 122,5Total panjang kayu yang dipotong (m) = 7( x
1
+ x
2
 + x
3
+ x
4
+ x
5
+ x
6
+ x
7
+ x
8
),Sisa pemotongan( m ) = 7x
1
+ 7x
2
+ 7 x
3
+ 7x
4
+ 7 x
5
+ 7x
6
+7x
7
+ 7x
8
- 122,5Maka fungsi tujuan adalah meminimumkanz = 7 x
1
+ 7x
2
+ 7 x
3
+ 7 x
4
+ 7 x
5
+ 7x
6
+7x
7
+ 7x
8
- 122,5Tanpa mempengaruhi optimisasi, fungsi tujuandapat ditulis sebagaiminimumkan z = x
1
+ x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5
+ x
6
+x
7
+ x
8
 Ini berarti bahwa sisa pemotongan bisa dimini-mumkan dengan cara meminimumkan jumlahpanjang standar 7 m yang dipotong.Selanjutnya terdapat tiga pembatas (
cons-traint 
) sebagai berikut: pembatas 1 sedikitnya 25batang panjang 1,5 m harus dipotong, pembatas 2sedikitnya 20 batang panjang 2 m harus dipotong,pembatas 3 sedikitnya 15 batang panjang 3 mharus dipotong. Karena jumlah total panjang 1,5myang dipotong diberikan oleh 4x
1
+ 3x
2
+ 2x
3
+2x
4
+ x
5
, maka Pembatas 1 menjadi 4x
1
+ 3x
2
+2x
3
+ 2x
4
+ x
5
 
25. Dengan cara yang sama,
1,5m 1,5m 3m 1mPola B1,5m 2m 3m 0,5mPola C1,5m 1,5m 2m 2m
 
Pola A
 
Tabel 2. Pola pemotongan.Pola (j) Jumlah Panjang 1,5m(batang)Jumlah Panjang 2 m(batang)Jumlah Panjang 3 m(batang)Sisa (m)1234567843221000012013200001101210,5010,5101Gambar 1. Pola Pemotongan yang mungkin.
 
 
 
Program Linear Persoalan Pemotongan Stok 
115
Pembatas 2 menjadi x
2
+ 2x
3
+ x
5
+ 3x
6
+ 2x
7
 
 20 dan Pembatas 3 menjadi:x
4
+ x
5
+ x
7
+ 2x
8
 
15.Jadi, model Program Linear dari persoalanpemotongan stok untuk persoalan di atas adalah(min) z = x
1
+ x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5
+ x
6
+ x
7
+ x
8
 terhadap pembatas (tp)4x
1
+ 3x
2
+ 2x
3
+ 2x
4
+ x
5
 
25x
2
+ 2x
3
+ x
5
+ 3x
6
+ 2x
7
 
20x
4
+ x
5
+ x
7
+ 2x
8
 
15x
1
+ x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5
+ x
6
+ x
7
+ x
8
 
 
0
danbilangan bulat.Misalkan:n = banyaknya pola pemotongan yangmungkin,x
 j
= jumlah panjang standar yang dipotongmenurut pola j,L = panjang standar,l
i
= jumlah pesanan untuk panjang i ; l
i
 
L,a
ij
= jumlah potongan untuk panjang l
i
dengan pola j,b
i
= banyaknya pesanan untuk panjang l
i
,maka bentuk umum persoalan pemotongan stokdalam upaya meminimumkan sisa pemotonganadalahmin z = x
1
+ x
2
+ . . . + x
n
 tp a
i1
+ a
i2
+ a
in
 
b
i
, i = 1, 2, . . . mx
 j
 
0 dan bilangan bulat, j = 1, 2, . . . n.Ada dua faktor yang menyebabkan rumusanpersoalan pemotongan stok ini tidak praktis(Gilmore & Gomory 1961; Dyckhoff 1982).Pertama, banyaknya n pola pemotongan bisa ber-ukuran sangat besar jika banyaknya m pesananberukuran besar. Kedua, pembatasan terhadapbilangan bulat. Pada laporan ini dibahas teknikuntuk mengatasi faktor yang pertama, banyaknyan pola pemotongan berukuran besar, denganmengabaikan syarat pembatas bilangan bulat.Kemudian solusi yang diperoleh, dibulatkan keatas kebilangan bulat terdekat.Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkankemampuan teknik pembangkit kolom dalammenyelesaikan persoalan pemotongan stok de-ngan pola pemotongan satu dimensi.Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapatmemperluas penerapan matematika khususnyabidang riset operasi (
operations research
) padaindustri dan perusahaan. Terlebih lagi negara kitaini kaya dengan sumber daya alam. Untuk itudiperlukan riset-riset atau penelitian-penelitianyang berkenaan dengan pengoptimalan penggu-naan dan pemanfaatan sumber daya alam.
METODE
Penelitian ini bersifat studi literatur denganmengkaji jurnal-jurnal dan buku-buku teks yangberkaitan dengan bidang yang diteliti. Aspekmatematikanya tidak dibahas terlalu dalam; inibisa dirujuk ke kepustakaan yang digunakan.Disini lebih ditekankan teknik untuk mencari solusi.Selanjutnya teknik ini digunakan untuk menyele-saikan sebuah persoalan fiktip. Disamping caramanual, persoalan ini diselesaikan juga denganmenggunakan paket
software
LINDO edisi pelajar yang mampu menyelesaikan persoalan ProgramLinear dengan 200 variabel dan 100 pembatas.Pandang kembali model umum persoalanpemotongan stok. Model itu dapat ditulis dalambentuk umum persoalan Program Linear sebagai:min z = c
 j
x
 j
 tp a
ij
x
 j
 
b
i
, i = 1, 2, …, mx
 j
0 dan bilangan bulat, j = 1, 2, …, n dengan c
 j
=1 untuk setiap j. Dalam bentuk matriks, persoalanini dapat ditulis:min z = cx,tp Ax
bx
0 dan bilangan bulat.dengan c adalah vektor baris berdimensi n, xadalah vektor kolom berdimensi n, b vektor kolomberdimensi m, dan A matriks berordo m
×
n.Dalam bentuk standar, bentuk terakhir ditulissebagai:min z = C
B
X
B
+C
N
X
N,
tp BX
B
+ NX
N
= bX
B
, X
N
 
0 dan bilangan bulatdengan x
B
adalah variabel basis, x
N
variabel takbasis, dan B dan N berturut-turut adalah kolommatriks yang berkaitan dengan variabel x
B
dan x
N
.Pada sebarang iterasi metoda simpleks,misalkan basis yang terkait didefinisikan olehB = ( P
1
, . . . P
i
, . . . P
m
)dengan P
i
vektor kolom berdimensi m,i = 1,2,…,m. Misalkan
( )
m,21B
c,c,cc
K
=
koefisien fungsitujuan yang berkaitan dengan P
1
, P
2
,…P
m
.Kemudian dari teori Program Linear (Taha 1975;Taha 1982) pola pemotongan j memberikanperbaikan solusi Program Linear jika
reduced cost 
 
n
 
 j =1n
 
 j =1

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->