Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BIOLOGI(Definisi)

BIOLOGI(Definisi)

Ratings: (0)|Views: 991|Likes:

More info:

Published by: Nyoman Dyah Witari Wiwit on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
Definisi/Pengertian Bakteri, Ciri-Ciri Dan Peranan BakteriBagi Kehidupan Manusia
Mon, 26/05/2008 - 11:37pm — godam64Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas dibandingkandengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (berseltunggal), prokariota/prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangatkecil).Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah spesies mencapairatusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana mulai dari di tanah, di air, diorganisme lain, dan lain-lain juga berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim.Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlahsel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam,sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.Ciri-Ciri Bakteri :- Umumnya tidak berklorofil- Hidupnya bebas atau sebagai parasit / patogen- Bentuknya beraneka ragam- Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 s/d 5 mikron- Tidak mempunyai membran inti sel / prokariot- Kebanyakan Uniseluler (memiliki satu sel)- Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yangkosmopolit mengandung peptidoglikanManfaat/Kegunaan Bakteri Yang Menguntungkan Bagi Kehidupan :1. Membantu menyuburkan tanah dengan menghasilkan nitrat2. Pengurai sisa makhluk hidup dengan pembusukan3. Fermentasi dalam pembuatan makanan dan minuman4. Penghasil obat-obatan seperti antibiotik 5. Mengurai sampah untuk menghasilkan energi6. Membantu dalam pembuatan zat-zat kimia, dllDampak Buruk Bakteri Yang Merugikan Bagi Kehidupan Manusia:1. Menyebabkan penyakit bagi makhluk hidup termasuk manusia (bakteri parasit/patogen)2. Membusukkan makanan yang kita miliki3. Merusak tanaman dengan serangan penyakit yang merugikan (bakteri parasit/patogen)4. Menimbulkan bau yang tidak sedap hasik aktivitas pembusukan5. Membuat tubuh manusia kotor dipenuhi bakteri yang mengakibatkan bau badan b
PERANAN BAKTERI ASAM LAKTAT (
Lactobacillus plantarum
)TERHADAP MASA SIMPAN FILET NILA MERAHPADA SUHU RENDAHOleh :IIS ROSTINI, S.PiNIP. 132317114UNIVERSITAS PADJADJARANFAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN JATINANGOR2007LEMBAR PENGESAHAN
 JUDUL :
PERANAN BAKTERI ASAM LAKTAT (
Lactobacillus
 
 plantarum
) TERHADAP MASA SIMPAN FILET NILAMERAH PADA SUHU RENDAHPENULIS : IIS ROSTINI, S.PiNIP : 132317114 Jatinangor, Agustus 2007Menyetujui :Kepala Laboratorium Teknologi Industri Hasil PerikananEvi Liviawaty, Ir., MSiNIP 131760488iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikanrahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiahini. Karyailmiah ini berjudul “Peranan Bakteri Asam Laktat (
Lactobacillus plantarum
)terhadapMasa Simpan Filet Nila Merah pada Suhu Rendah
” 
Penyusunan karya ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak,untuk itupada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnyakepada :1. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran yangtelahmemberikan dukungan bagi penulis.2. Ketua Program Studi Perikanan Universitas Padjadjaran yang telahmemberikandukungan bagi penulis untuk melaksanakan kegiatan ilmiah di bidangperikanan.3. Evi Liviawaty, Ir., MSi, selaku Kepala Laboratorium Teknologi Industri HasilPerikanan atas masukannya dalam penyusunan karya ilmiah ini.4. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.Akhir kata semoga apa yang telah dilaksanakan oleh penulis dapatmemberikanmanfaat bagi pengembangan pengetahuan di bidang perikanan. Jatinangor, Agustus 2007Penulisiv
DAFTAR ISI
Bab HalamanLembar Pengesahan .…………………………………………………..... iiKata Pengantar ………………………………………………………….. iiiDaftar Isi ………………………………………………………………… ivI. PENDAHULUAN ……………………………………………………… 1II. PERUMUSAN MASALAH …………………………………………… 4III. TINJAUAN PUSTAKA3.1 Bakteri Asam Laktat (BAL) …………………………………….. 83.2 Filet Nila Merah ………………………………………………… 103.3 Masa Simpan Filet Nila Merah ………………………………….. 113.4 Penyimpanan pada Suhu Rendah ………………………………... 13IV. HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………………. 15V. KESIMPULAN …………………………………………………………... 18Daftar Pustaka ……………………………………………………………. 19
I. PENDAHULUAN
Nila Merah merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yangmempunyai prospek cukup baik untuk dikembangkan karena banyak digemarioleh
 
masyarakat. Hal ini disebabkan nila merah memiliki beberapa keunggulandibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, yaitu mudah dibudidayakan,memiliki daging yang tebal dengan rasa dan kandungan duri yang sedikitsehinggadapat diolah menjadi berbagai produk olahan (Aswar, 1995).Hasil pengolahan nila merah yang mulai digemari oleh masyarakat adalahfilet. Produk filet memiliki banyak kelebihan, diantaranya adalah dapat diolahlebihlanjut menjadi berbagai produk olahan lain, dapat dipasarkan dalam bentukpenyajianyang menarik, serta memudahkan dalam pengangkutan (Liviawaty, Afrianto, danDeden, 1998).Seperti komoditas perikanan lainnya, filet juga mempunyai sifat yang mudahbusuk (
Perishable food 
). Produk filet lebih rentan terhadap kontaminasi danpenurunan mutu daripada ikan utuh, konsekuensinya adalah penanganan danpengolahannya membutuhkan perhatian ekstra yang melebihi komoditas olahanyanglain (Suparno, 1992).Proses pembusukan harus dihambat agar sebagian besar produk perikanankhususnya filet dapat dimanfaatkan secara maksimal, salah satunya denganpengembangan beberapa cara pengawetan. Cara pengawetan pada filet antaralaindengan penyimpanan pada suhu rendah dan penambahan zat aditif sebagaibahanpengawet. Penyimpanan pada suhu rendah dapat memperpanjang masa hidup jaringan-jaringan di dalam bahan pangan. Hal ini selain dapat menurunkanaktivitasrespirasi juga dapat menghambat perkembangbiakan bakteri pembusuk yangterdapatdi permukaan daging. Cara pengawetan dengan suhu rendah dibedakan menjadiduayaitu pembekuan dan pendinginan. Pembekuan dapat mengawetkan bahanpanganuntuk beberapa tahun, sedangkan pendinginan dapat mengawetkan bahanpanganselama beberapa hari atau minggu tergantung pada macam bahan pangannya(Winarno, 1993). Suhu yang biasa digunakan untuk penyimpanan bahan panganpadapendinginan adalah 5-10
o
C (Buckle et al., 1987) Teknik pengawetan terhadap bahan pangan telah dilakukan di berbagai negaramaju dengan berbagai cara. Kemajuan dalam teknik ini disebabkan olehkemajuandalam ilmu alam dan ilmu kimia yang merupakan dasar teknologi makanan(Poerwosoedarmo dan Sediaoetama, 1977). Salah satu cara pengawetan produkperikanan yang merupakan hasil dari kemajuan ilmu alam adalah pengawetanikansecara biologis (mikrobiologis) dengan menambahkan kelompok bakteri asamlaktatsebagai bahan pengawet (Suriawiria, 1983).Sifat yang terpenting dari bakteri asam laktat adalah kemampuannya untukmerombak senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehinggadihasilkan asam laktat. Sifat ini penting dalam pembuatan produk fermentasi,termasuk fermentasi ikan. Produk asam oleh bakteri asam laktat berjalan secaracepat,hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba lain yang tidak diinginkandapatterhambat. Bakteri pathogen seperti Salmonella dan
Staphylococcus aureus
yangterdapat pada suatu bahan pangan akan dihambat pertumbuhannya jika didalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->