/  7
Front Pembela Islam

Hidup Mulia
atau
Mati Syahid

TERKINI

BERITA FPI
PERNYATAAN PERS
SIKAP &

PENJELASAN FPI
LIPUTAN PERS &

KLIPING
OPINI
TAUSYIAH

CATATAN HABIB
RIZIEQ
PUSTAKA FPI
HABIB RIZIEQ

MENJAWAB
PRO & KONTRA
KISAH PEJUANG FPI
SUKA DUKA LASKAR
DAKWAH & SOSIAL
KOLEKSI FOTO
SEJARAH AKSI FPI

7/10/2008 5:59:48
SEJARAH AKSI FPI
26 Juni 2008
Tahun 2006
25 Januari 2006 M

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, hadir di Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan (PN Jaksel) sebagai saksi meringankan untuk sidang Peninjauan
Kembali (PK) kasus Ba'asyir.

3 Februari 2006 M

Laskar Pembela Islam mendatangi kantor redaksi situs Rakyat Merdeka di Graha
Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memprotes pemuatan kartun Nabi
Muhammad di situs rakyatmerdeka.co.id. LPI meminta agar Rakyat Merdeka
mencopot gambar itu dan meminta maaf pada seluruh umat Islam baik di situs
maupun lewat koran Rakyat Merdeka.

6 Februari 2006 M

Laskar Pembela Islam Surabaya mendemo Konsulat Denmark dan Konsulat
Jenderal AS di Surabaya, sebagai protes kartun nabi SAW di media Denmark dan
patung nabi SAW di gedung Mahkamah Agung AS. Akibat unjuk rasa tersebut,
Ketua FPI Surabaya, Ali Al-Habsyi dan rekannya, Alwi Al-Habsyi, divonis
hukuman tiga bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya,
karena dituduh merusak kaca gedung Konsul Denmark dan merusak simbol
Konsul AS.

9 Februari 2006 M

Tabloid Peta diprotes laskar FPI karena memuat gambar ilustrasi Nabi
Muhammad yang dibuat kartunis Swedia, Kurt Westergaard, hingga akhirnya
Pemimpin Umumnya, Tri Karso Hadi ditetapkan sebagai tersangka.

10 Februari 2006 M

Laskar FPI Medan melebur bersama sekitar 500 massa dari sejumlah ormas di
kota Medan, antara lain Majelis Mujahidin Indonesia(MMI), Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan sejumlah kelompok massa lainnya,
untuk melakukan protes pemuatan kartun Nabi Muhammad di koran Denmark
Jylland Posten di kantor perwakilan dagang Denmark, Jalan Hang Jebat,
Sumatera.

13 Februari 2006 M

FPI Purwakarta, Jawa Barat, mendatangi Bupati, DPRD dan Polres Purwakarta, meminta menutup ratusan warung remang-remang sarang prostitusi yang berjejer di sepanjang jalan utama Cibungur sampai Cikopo, Kecamatan Bungur Sari.

19 Februari 2006 M

Sekitar 600 Laskar Pembela Islam menggelar demo di depan kantor Kedubes AS
mengecam adanya patung Nabi Muhammad SAW di gedung Mahkamah Agung
AS. Pintu gerbang dan pos penjagaan kantor Kedubes AS dilempari batu dan telur
busuk hingga berantakan dipenuhi kaca-kaca pecah sebagai wujud perlawanan
Laskar Pembela Islam terhadap penghinaan AS terhadap umat Islam.

20 Februari 2006 M

Panglima Laskar Pembela Islam (LPI), Ust. Machsuni Kaloko, menyatakan
bertanggung jawab penuh atas insiden penyerangan Kedubes Amerika Serikat (AS)
dan akan menghadapi segala proses hukum yang dikenakan kepadanya.

Muqaddimah
dari
Al-Habib

Muhammad Rizieq
Syihab
Sejak Front Pembela

Islam ( FPI )
mencanangkan Gerakan
Nasional Anti Ma'siat
pada saat deklarasi
pendirian organisasi,
tanggal 25 Robî 'uts Tsâni
1419 Hijriyyah / 17
Agustus 1998 Mîlâdiyyah,
berbagai kritik, kecaman,
tuduhan, tudingan, fitnah
dan caci maki, bahkan
teror, ancaman dan
intimidasi, kerap kali
dialamatkan ke organisasi
ini.

Selanjutnya, berbagai
ujian dan cobaan
menghantam FPI dan
para aktivisnya. Pada
tanggal 3 Sya'ban 1419 H /
22 November 1998 M,
terjadi Peristiwa Ketapang,
yang menyeret FPI ke
dalam tragedi berdarah
yang menggemparkan
dunia.

BACA SELENGKAPNYA
Habib Rizieq

Menjawab
berbagai pertanyaan
seputar aksi FPI

Maraknya aksi FPI yang

diwarnai kekerasan telah
menimbulkan kekerasan di
tengah masyarakat dan
membentuk imej yang tidak
baik terhadap gerakan
Islam, apalagi banyak
laskar FPI dalam aksinya
suka membawa dan
memamerkan berbagai
jenis senjata tajam,
bukankah ini merugikan
perjuangan dan sekaligus
bertentangan dengan sifat
rahmatan lil 'alamin bagi
ajaran Islam?

Bila sikap keras dan tegas
harus dilakukan oleh FPI,
maka kemunkaran yang

http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-24 (1 of 7)10/07/2008 18:03:22
Front Pembela Islam
22 Februari 2006 M

Front Pembela Islam (FPI) mengirim surat kepada Presiden SBY meminta agar
mengajukan nota protes atas keberadaan relief Nabi Muhammad di gedung
Mahkamah Agung (MA) AS. FPI juga bertemu Komisi I DPR untuk mendorong
agar memberikan nota diplomatik ke AS.

14 Maret 2006 M

Laskar FPI Sukoharjo mendemo Bupati Sukoharjo saat itu, Bambang Riyanto,
yang dituding hadir pada suatu acara yang diiringi pesta minum minuman keras.
Ratusan Kelompok Naga, yang merupakan pelindung seorang pejabat, menahan
kedatangan laskar FPI. Bentrokan tidak terjadi karena dilerai oleh ratusan aparat
Kepolisian Resor Sukoharjo.

20 Maret 2006 M
Sekitar 100 Laskar Pembela Islam menjenguk Ustad Machsuni Kaloko, tersangka
pengrusakan Kedubes AS, yang ditahan di tahanan Polda Metro Jaya.
Maret 2006 M

FPI mulai melakukan Sweeping atas peredaran edisi perdana majalah Playboy di
beberapa lokasi seluruh Indonesia. Beberapa pejabat yang berkuasa, seperti
Kapolres Depok, Firman Setiawan, Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin
dan Gubernur Sulsel, Amin Syam, melarang peredaran Playboy di wilayahnya
dengan pertimbangan keresahan sosial dan tidak sesuai dengan etika dan norma
masyarakat.

11 April 2006 M

Koordinator Aksi Investigasi Majalah Playboy, FPI Bandung, Ust Asep Syarifuddin
mengancam akan mengawali perang bila Majalah Playboy edisi kedua sampai
terbit dan masuk ke kota Bandung.

12 April 2006 M

FPI Bandung mendirikan sekitar 20 Posko Relawan Mengganyang Majalah
Playboy di berbagai wilayah Bandung, Cimahi, Cicalengka dan Padalarang, serta
memulai Sweeping Playboy dan majalah porno lainnya di pusat-pusat distribusi
majalah.

12 April 2006 M

Ratusan Laskar Pembela Islam unjuk rasa di depan Maskas Besar Polri menuntut
pembubaran majalah Playboy. Saat yang bersamaan, Ketua Front Pembela Islam,
Habib Rizieq, mengadukan sembilan orang yang terlibat dalam produksi Playboy
Indonesia plus 26 perusahaan yang beriklan di majalah itu ke polisi. FPI menuding,
mereka dan 26 perusahan pengiklan telah menyebarkan pornografi sehingga
melanggar KUHP dan Undang-Undang Pers 1990.

12 April 2006 M

Sekitar 500 Laskar Pembela Islam tidak dapat menahan amarahnya akibat tidak
mampunya sistem hukum dan penguasa di negeri ini untuk menghentikan
penerbitan majalah Playboy. Rasa amarah ini mereka ungkapkan saat melakukan
unjuk rasa dengan menghancurkan lobby utama gedung dimana Playboy
berkantor di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan.

15 April 2006 M

Hasil investigasi tim FPI di seluruh Indonesia dan juga berbagai berita yang
diberitakan berbagai media di Indonesia, disimpulkan bahwa pedagang majalah
enggan menjual majalah Playboy karena takut di sweeping oleh Laskar Pembela
Islam.

16 April 2006 M

bagaimanakan yang harus
ditindak dengan tegas dan
keras? Dan apa pula syarat
pelaku amar ma'ruf nahi
mungkar dalam perjuangan
FPI?

BACA SELENGKAPNYA

KLIK DISINI UNTUK
MELIHAT TANYA
JAWAB LAINNYA

http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-24 (2 of 7)10/07/2008 18:03:22
Front Pembela Islam

Polresta Jakarta Selatan dengan dipimpin Kasat Reskrim Kompol Suyudi dengan
membawa 100 petugas berpakaian preman dan berseragam mendatangi kediaman
Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab di Jl Petamburan III, Jakarta, untuk
meminta kejelasan penanggung jawab aksi pengrusakan kantor Playboy.

16 April 2006 M

Laskar Pembela Islam Surabaya, yang dipimpin oleh Habib Ali Al Habsyi,
melakukan demo didepan DPRD Jatim untuk menuntut agar pemerintah bertindak
tegas dengan melarang dan menghentikan serta menutup Majalah Playboy dan
majalah porno lainnya, menuntut pihak berwajib melakukan sweeping atau razia
terhadap Playboy dan majalah porno lainnya di wilayah Jatim.

17 April 2006 M

Sekitar 60 orang Laskar Pembela Islam Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan Jawa
Timur menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polwiltabes Surabaya, mendesak
Polwiltabes untuk melakukan razia terhadap majalah Playboy Indonesia dan media
porno lainnya.

19 April 2006 M

Laskar FPI melebur bersama ormas lainnya, seperti Laskar Islam dan Front Pemuda Reformasi yang mendukung Perda Tangerang nomor 8 tahun 2005 tentang Larangan Pelacuran sempat bentrok dengan massa penentang Perda Pelacuran di depan kantor DPRD Tangerang.

20 April 2006 M

Ribuan korban kerusuhan Poso yang dimotori Front Pembela Islam (FPI) Poso dan Front Solidaritas dan Perjuangan Umat Islam (FSPUI) Poso mendatangi kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menuntut pelaksaanaan eksekusi mati terhadap Tibo cs.

28 April 2006 M

Sekitar 600 laskar FPI melakukan demo di depan kantor walikota Depok menuntut dikeluarkannya Perda Anti Maksiat di Depok. Dalam kesempatan itu, Ketua DPW FPI Depok Habib Idrus Al Ghodri melarang penyanyi dangdut bernuansa maksiat, Inul Daratista dan Anissa Bahar, untuk manggung di wilayah Depok.

15 Mei 2006 M

Front Pembela Islam (FPI) secara resmi meminta mantan Presiden Soeharto
meminta maaf kepada rakyat meskipun dia terbaring di rumah sakit. Apabila ini
dilakukan, rakyat pasti akan mengampuninya dan akan meringankan proses
hukumnya.

16 Mei 2006 M

Saat bertatap muka dengan Presiden Iran, Mahmood Ahmadinejad yang
berkunjung ke Indonesia, Ketua bidang Internal FPI, Ahmad Sobri,
menyampaikan desakan FPI terhadap Iran untuk mengembangkan teknologi
nuklirnya sebagai persenjataan perang untuk menghadapi Israel, AS dan
sekutunya.

19 Mei 2006 M

Ratusan Laskar Pembela Islam Bandung melakukan konvoi untuk menghimbau
para penjual minuman keras dan tempat hiburan malam yang ada di Kota
Bandung untuk menghentikan kegiatannya.

20 Mei 2006 M

Sekitar 80 orang Laskar Pembela Islam Makassar (Sulawesi Selatan) melakukan demo menolak arogansi AS dan pelecehan Al-Quran di Guantanamo dengan cara membakar bendera AS di perempatan jalan Tol Reformasi Makassar.

23 Mei 2006 M
http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-24 (3 of 7)10/07/2008 18:03:22

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...