Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dinamika Budaya Indonesia

Dinamika Budaya Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,627 |Likes:
Published by gunungbamega

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: gunungbamega on Oct 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
DINAMIKA BUDAYA INDONESIA
A.
DEFINISI KEBUDAYAAN
Apa yang dimaksud dengan kebudayaan, telah banyak ahli-ahliAntropologi yang mengkaji tentang kebudayaan itu, dan mencobamenerangkannya atau setidak-tidaknya telah menyusun definisinya. Sebelum kitamengemukakan beberapa definisi atau pengertian yang disampaikan oleh ahli-ahli tersebut, sebelum kita harus mengetahui asal-usul kata kebudayaan tersebut.Dilihat dari asal-usul katanya, kebudayaan berasal dari kata Sanskerta, yaituBuddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti "budi atau akal". Dalam bahasa Latin/Yunani kebudayaan berasal dari kata "colere" yang berartimengolah, mengerjakan terutama mengolah tanah. Dari arti ini berkembang articulture sebagai segala daya dan usaha manusia untuk merubah alam.Di antara para ahli tersebut ada dua sarjana Antropologi, yakni A. LKroeber dan C. Kluckhohn, yang mencoba mengumpulkan sebanyak mungkindefinisi kebudayaan yang termaktub dalam banyak buku yang berasal dari berbagai pengarang dan sarjana. Dari hasil penyelidikannya diterbitkan sebuah buku yang bernama
Culture
,
 A Critical Review of Concept and Definition
tahun1952. Menurut A. L. Kroeber dan C. Kluckhohn, definisi kebudayaan dapatdiklasifikasikan ke dalam beberapa tipe definisi, yaitu kebudayaan sebagaitingkah laku yang dipelajari sampai ke tradisitradisi, alas-alas untumemecahkan masalah, produk atau artefak, ide-ide simbol.Adapun ahli Antropologi yang pertama-tama merumuskan definisikebudayaan adalah E.B. Tylor (1874), yang menulis dalam bukunya "
 PrimitiveCulture
", yaitu:Kebudayaan itu adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnyaterkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adatistiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusiasebagai anggota masyarakat.Definisi lain tentang kebudayaan dikemukakan oleh R. Linton dalam bukunya "
The Culture Background of Personality
" (1947), menyatakan bahwa
 
kebudayaan adalah konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkahlaku yang unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggotamasyarakat tertentu. Selanjutnya, Koentjaraningrat (1990:180), menyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karyamanusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusiadengan belajar.Sejalan dengan pemikiran Koentjaraningrat, Selo Soemardjan danSoelaeman Soemardi (1964:114), mengatakan bahwa kebudayaan adalah semuahasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Soekmono dalam bukunya “
 Pengantar Sejarah Kebudayaan 1
” (1973), mengatakan bahwa kebudayaan adalah segalaciptaan manusia dalam usahanya merubah dan memberi bentuk dan susunan barnterhadap pemberian Tuhan sesuai dengan kebutuhan, jasmani dan rohaninya.Parsudi Suparlan (1981), mengatakan bahwa kebudayaan merupakankeseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang dimanipulasikanuntuk menginterpretasi dan memahami lingkungan yang dihadapi dan untuk menciptakan serta mendorong terciptanya kelakuan.Menurut Suhandi (1994:6), kebudayaan memiliki ciri-ciri umum, yaitusebagai berikut.1.Kebudayaan dipelajari.2.Kebudayaan diwariskan atau diteruskan.3.Kebudayaan hidup dalam masyarakat.4.Kebudayaan dikembangkan dan berubah.5.Kebudayaan itu terintegrasi.Sifat hakikat dari kebudayaan ini menurut Williams dalam Soekanto(1986:164), sebagai berikut.1.Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia.2.Kebudayaan telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasitertentu, dan tidak akan coati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3.
Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
4.
Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban,
 
tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yangdilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan.Kebudayaan ini dapat berwujud ide atau gagasan, norma-norma atau peraturan, dan aktivitas sosial maupun wujud kebendaan. Hal ini sesuai dengan pembagian wujud kebudayaan yang dilakukan oleh Koentjaraningrat (1990: 186-187), yaitu sebagai berikut:
1.
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilainilai,norma-norma, peraturan. Wujud kebudayaan ini bersifat abstrak, tak dapatdiraba atau difoto. Lokasinya ada di dalam kepala-kepala, atau dengan perkataan lain ada dalam slam pikiran dari warga masyarakat di manskebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Sekarang kebudayaan ideal jugs banyak tersimpan dalam disk, tipe, arsip, koleksi
microfilm
dan
microfish
,kartu komputer, silinder, dan tipe komputer. Ide-ide dan gagasan manusia banyak yang hidup bersama dalam suatu masyarakat, memberi jiwa kepadamasyarakat itu. Para ahli Antropologi dan Sosiologi menyebut sistem inisistem budaya atau
cultural system
. Dalam bahas Indonesia sering disebutadat, atau adat istiadat untuk bentuk jamaknya.
2.
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan darikelompok manusia. Wujud kedua dari kebudayaan yang sering disebutsistem sosial. Mengenai kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Sistemsosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul dengan yang lain, yang dari detik ke detik, darihari ke hari, dan dari tahun ke tahun, selalu mengikuti pola-pola tertentuyang berdasarkan adat tata kelakuan.
3.
Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud ketigadari kebudayaan disebut kebudayaan fisik. Oleh karena merupakan seluruhtotal dari hasil fisik dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalammasyarakat, sifatnya paling konkret, dan berupa benda-benda atau hal-halyang dapat diraba, dilihat, dan difoto, ada benda-benda yang besar dan indahseperti suatu candi yang indah atau ada pula benda-benda kecil seperti kain batik, atau yang lebih kecil lagi yaitu kancing baju.

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dika Resty F liked this
Ayu Annisa Qaram liked this
Anggun Ayuna added this note
bagus
Budi Atmaja liked this
Marli Ana liked this
'mariia 'siagiant added this note
hey
Nurul Hayati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->