Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Politik Islam _ Al-Mawardi. Oleh M. Syafi'i WS al-lamunjani _makalah 2009

Politik Islam _ Al-Mawardi. Oleh M. Syafi'i WS al-lamunjani _makalah 2009

Ratings: (0)|Views: 1,074 |Likes:
Published by ria_permata19

More info:

Published by: ria_permata19 on Oct 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

 
1
PEMIKIRAN POLITIK AL-MAWARDI
 Makalah:
 Yang telah dipresentasikan pada tanggal 8 desember 2009Pada Mata Kuliah Pemikiran Politik IslamSebagai Prasyarat Perkuliahan
 Oleh:Muhammad Syafi’ie WSNim: 070303100Prof. DR. Hatamar Rasyid, MADosen Pengampu
KONSENTRASI TAFSIR HADITSPROGRAM STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAMPASCASARJANA IAIN RADEN FATAH PALEMBANG2009
 
2
PEMIKIRAN POLITIK AL-MAWARDI
Oleh: Moh. Syafi'i WS al-Lamunjani (Makalah 2009)
A.
 
PENDAHULUAN
Secara umum, politik itu terbagi menjadi dua macam: politik 
 syar’i
(politik Islam)dan politik 
non-syar’i
(politik non-Islam). Politik syar’i berarti upaya membawasemua manusia kepada pandangan
 syar’i
dan
khilafah
(sistem pemerintahan Islam)yang berfungsi untuk menjaga agama (Islam) dan urusan dunia. Adapun politik non-syar’i atau politik versi manusia adalah politik yang membawa orang kepada pandangan manusia yang diterjemahkan ke undang-undang ciptaan manusia danhukum lainnya.Apabila berbicara tentang politik berarti juga berbicara tentang negara,maka orang akan berasumsi kepada kekuasaan atau segala yang berhubungan dengankebijaksanaan dalam pemerintahan suatu Negara. Politik itu biasanya mengacukepada kekuasaan dan kebebasan yang memiliki manusia agar tidak terjadi suasana
“homo homoni lupus”
manusia menjadi serigala bagi manusia lain, dan tidak terjadisituasi hukum rimba. Maka perlu diorganisir dengan hukum-hukum yang harusdipedomi oleh masyarakat khususnya oleh penguasa yang memegang kendalikekuasaan.
1
 Sebagaimana diketahui bahwa dunia Islam di masa lalu banyak menghasilkan tokoh dan pemikir-pemikir besar yang nama dan karyanya sampaisekarang masih dipakai dan dijadikan rujukan dalam menghadapi berbagai situasi dan persoalan yang terjadi dalam konteks kehidupan umat Islam.
1
Soelestyali, 1987,
 Pengantar Ilmu Politik,
(Jakarta: Ghalia Indonesia), hlm. 17.
 
3Salah satu tokoh terkemuka sekaligus pemikir dan peletak dasar keilmuan politik Islam, penyangga kemajuan Abbasiyah itu adalah al-Mawardi. Dia pernahmenjadi
qadhi
(hakim) dan duta keliling khalifah, menjadi penyelamat berbagaikekacauan politik di negaranya, Basrah (kini Irak). Orientalis barat menyebutnya
“Al  Khatib of Baghdad,”
Dengan demikian, khazanah intelektual Islam era kekhalifahanAbbasiyah pernah mengukir sejarah emas dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan pemikiran keagamaan.Di samping itu al-Mawardi juga seorang ahli fiqih khususnya berkaitandengan
 fiqh siyasi
. Dalam kitabnya yang terkenal
al-Ahkam al-Sulthaniyah
iamembahas tentang peribadatan dan banyak memberikan teori-teori politik yangsampai saat ini masih relevan dan dipakai oleh sebagian umat Islam dalam mengatur  berbagai masalah yang berkaitan dengan politik dan ketatanegaraan.
 Al-Ahkam al-Sulthaniyah
demikian terkenalnya dan seringkali dianggapsebagai penjabaran paling benar dari teori politik Islam khususnya dari kalanganSunni. Dalam sejarah Islam kitab ini merupakan risalah pertama yang ditulis dalam bidang ilmu politik dan administrasi negara secara terperinci.Melalui makalah ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan al-Mawardi, baik tentang riwayat hidupnya, pemikiran politik al-Mawardi dan karya-karya al-Mawardi.
B.
 
RIWAYAT HIDUP AL-MAWARDI DAN KONDISI POLITIK PADAMASANYA
Al-Mawardi hidup pada masa kondisi sosial politik Dinasti Abbasiyah yang sedangmengalami berbagai gejolak dan disintegrasi. Khalifah-khalifah Abbasiyah benar- benar dalam keadaan lemah dan tidak berdaya. Kedudukan khalifah melemah dan diaharus membagi kekuasaannya dengan panglima-panglimanya yang berkebangsaanTurki dan Persia. Mulai tampak pula bahwa tidak mungkin lagi imperium Islam yang

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Madha Suci liked this
Dhesii Rahayu liked this
Dwi Wahyudi liked this
Fatin Nadia liked this
Muhammad Fahroly liked this
baybeah liked this
Thoriq Aishiteru liked this
oksep adhayanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->