Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sayyid Ahmad Khan dan Gerakan Aligarh oleh M. Syafi'i WS al-Lamunjani _makalah 2009

Sayyid Ahmad Khan dan Gerakan Aligarh oleh M. Syafi'i WS al-Lamunjani _makalah 2009

Ratings: (0)|Views: 896 |Likes:
Published by ria_permata19

More info:

Published by: ria_permata19 on Oct 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

 
1
PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDIA(Tinjauan terhadap pemikiran Sayyid Ahmad Khan dan Gerakan Aligarh)
 
Oleh: Moh. Syafi'i WS Allamunjani (Makalah 2009)
A. Pendahuluan
Sejak awal abad XVIII kekuasaan Islam Mughal yang berpusat di Delhi semakinmerosot. Lemahnya kemampuan serta kewibawaan Sultan tidak dapat mengahalangikehendak para Amir untuk melepaskan diri dan berkuasa penuh di wilayah mereka.Selain itu kaum Brahmana mulai bergerak ingin membangun kembali kerajaanHindu. Rakyat Maratha yang sebelumnya telah berulangkali memberontak danakhirnya berhasil membebaskan diri dan mendirikan kerajaan Hindu yang merdeka diIndia Barat.Bangsa Inggris semenjak permulaan abad XVII telah tiba di India sebagai pedagang dengan angkatannya yang
bernama "The East India Company" 
mengetahui pertentangan-pertentangan antara sesama wilayah bawahan kesultanan Islam di satu pihak, dan antara kesultanan Islam dan bekas kerajaan Hindu sebagai taklukannya di pihak lain, akhirnya bangsa Inggris melaksanakan politik mengail di air keruh. Seleramereka tumbuh hendak menguasai wilayah, terutama di sekitar pabrik-pabrik yangtelah mereka dirikan. Dengan politik adu domba yang lihai mereka berhasil. Madrasdikuasai pada tahun 1639. Kota Bombay tahun 1660 jatuh pula ke tangan mereka.Demikianlah selanjutnya dengan kekuatan angkatan bersenjata, politik adu-dombadan senjata uang, kekuasaan hakiki kesultanan Islam Munghal dilumpuhkan.Walupun sesekali memberontak, tetapi tetap bisa dikalahakan oleh Inggris.Hal yang sama diderita pula oleh raja-raja Hindu, seperti kerajaan Maratha, yangmencoba melawan Inggris pada tahun 1817-1818.
 
Begitu juga pada tanggal 10 Mei1857 umat Hindu dan umat Islam mengadakan pemberontakan terhadap penguasaInggris namun masih belum mendapatkan hasil.
 
 
2Pada saat itu muncullah Ahmad Khan, tokoh pembaruan yang berusahamendekati pemerintahan Inggris. Ahmad Khan berpendapat bahwa menentangkekuasaan Inggeris tidak akan membawa kebaikan bagi ummat Islam India, tetapiakan menjadikan umat Islam semakin mundur serta akan jauh ketinggalan darimasyarakat Hindu India. Selain itu dasar ketinggian dan kekuatan Barat, termasuk didalamnya Inggris, adalah ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Sehingga untuk mendapatkan kemajuan, umat Islam harus pula menguasai ilmu pengetahuan danteknologi modern itu. Jalan yang harus ditempuh ummat Islam memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan itu bukanlah bekerja sama dengan Hindudalam menentang Inggris tetapi memperbaiki dan memperkuat hubungan baik denganInggris.Ahmad Khan dikenal sebagai seorang tokoh pembaru di kalangan umat Islamyang memiliki ide-ide cemerlang. Ide-ide pembaruan yang dicetuskan Sir SayyidAhmad Khan dianut dan disebarkan selanjutnya oleh murid serta pengikut dantimbullah apa yang dikenal dengan Gerakan Aligarh. Pusatnya adalah sekolahM.A.O.C yang didirikan pemimpin pembaruan Islam India itu di Aligarh. Setelahditingkatkan menjadi universitas, dengan nama Universitas Islam Aligarh, perguruantinggi ini meneruskan tradisi sebagai pusat gerakan pembaruan Islam India.Dalam makalah ini akan dibahas kiprah pemikiran Sayyid Ahmad Khan danGerakan Aligarh yang telah memberikan kontribusi dalam pentas pembaruan sejarahumat Islam di India pada khususnya dan di Negara-negara Islam pada umumnya.
 B. Mengenal Sosok Sayyid Ahmad Khan (1817–1898 M)
Ahmad Khan dilahirkan di India pada tahun 1817. Nenek moyangnya berasal dariSemenanjung Arab yang kemudian hijrah ke Herat, Persia (Iran), karena tekanan politik pada zaman dinasti Bani Umayyah (41 H/661 M – 133 H/750 M). Dari Heratmereka hijrah ke Hindustan (India) dan menetap di sana. Kakek Sayyid Ahmad Khanadalah Sayyid Hadi yang menjadi pembesar istana pada zaman Alamghir II ( 1754-
 
31759 ). Sedangkan Ayahnya bernama al-Muttaqi, seorang ulama shalih yangmempunyai pengaruh besar di Kerajaan Mughal pada masa pemerintahan Akbar SyahII (1806-1837). Ahmad Khan memiliki pertalian darah dengan Nabi MuhammadSAW melalui cucu beliau dari keturunan Fatimah al-Zahra dan Ali bin Abi Talib.Karena itulah dia bergelar Sayyid. Sedangkan ibunya adalah seorang wanita cerdasdan pandai mendidik anak-anaknya (TIM UIN Syarif Hidayatullah 2005, jilid I:109).Ahmad Khan memulai pendidikannya dalam pengetahuan agama secaratradisional. Di samping itu dia juga mempelajari bahasa Persia dan bahasa Arab,matematika, mekanika, sejarah dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Dia juga banyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Hal ini menjadikannya sebagai seorang yang luas ilmu pengetahuannya, berpikiran maju, dan dapat menerima ilmu pengetahuan moderen.Sejak sang ayah meninggal tahun 1838, Ahmad Khan mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, karena ibunya enggan menerima tunjangan pensiun dari istana. Dia bekerja pada Serikat India Timur, kemudian ia pindah bekerjasebagai hakim di Fatehpur (1841), selanjutnya ia dipindahkan ke Bignaur. Pada tahun1846 dia kembali lagi ke Delhi. Masa delapan di Delhi merupakan masa yang paling berharga dalam hidupnya karena dia dapat melanjutkan pelajarannya. Ketika terjadi pemberontakan umat Hindu dan umat Islam terhadap penguasa Inggris pada tanggal10 Mei 1857, Ahmad Khan berada di Bignaur sebagai salah seorang pegawai peradilan. Dalam peristiwa ini dia tidak ikut memberontak, bahkan banyak membantumelepaskan orang-orang Inggris yang teraniaya di Bignaur. Atas jasa-jasanya, pemerintah Inggris menganugerahkan gelar 
Sir 
dan memberikan berbagai hadiahkepadanya. Ahmad Khan menerima gelar tersebut, tetapi dia menolak hadiah-hadiahitu, kecuali kesempatan untuk berkunjung ke Inggris pada tahun 1869. Kesempatantersebut dimanfaatkan olehnya untuk meneliti lebih jauh sistem pendidikan sertamenyaksikan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Inggris(TIM UIN Syarif Hidayatullah 2005, jilid I: 109).

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Finta Eva Fitria liked this
Mihwan Ruhiyat Bin Karim added this note
terima kasih atas faslitas makalah yang sudah dimuat,,dan ini sangat membantu saya dalam mencari referensi buat makalah,, semoga menjadi amal baik,,
Muhammad Fahri liked this
Andika Saputra liked this
Andika Saputra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->