Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
The Heaven Sword and The Dragon Sabre

The Heaven Sword and The Dragon Sabre

Ratings: (0)|Views: 242 |Likes:
Published by A.ARIEF.MADROMI
Cerita Silat To Liong To, karya Ching Yung
Cerita Silat To Liong To, karya Ching Yung

More info:

Published by: A.ARIEF.MADROMI on Oct 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2014

pdf

text

original

 
Grafity, http://mygrafity.wordpress.com
1
TO LIONG TO / TIO BOE KIE
Karya : JIN YONG (CHING YUNG)Terjemahan: TjanCredit to: pepe haliwellSource: Indozone.net===============================
MUSIM semi gembira-ria,Setiap peringatan Han-sit,Bunga Lee-hoa mekar semua.Sutera putih licin,Bau harum bertebaran,Pohon-pohon bagaikan giok,Tertutup salju berhamburan.Malam yang sunyi,Sinar yang mengambang,Cahaya, yang dingin.Diantara bumi dan langit,Sinar perak menyelimuti semesta alam. Ah, dia bagaikan Dewi dari gunung Kouwsia,Bakatnya cerdas dan suci,Wataknya agung dan murni.Laksaan sari bunga besar kecil tak ketentuan,Tapi siapa berani mengatakan, dia tak berendeng dengan bunga-bunga kenamaan?Jiwanya gagah,Kepintarannya berlimpah-limpah,Sesudah rontok, semua sama.Maka itu, dia pulang kekeraton langit'Guna melihat keindahan nan ABADI.
Sajak diatas sajak "Boe siok liam" (Cita-cita hidup bebas dari segala keduniawian), adalah buahkalam seorang ahli silat ternama dijaman Lan-song (kerajaan Song Selatan). Orang itu she Khoebernama Cie Kie (Kee) bergelar Tiang coen coe, salah seorang dari Coan cin Cin Cit coe (TujahCoe dari agama Coan cin kauw)Dalam sajak itu Khoe Cie Kie bicara tentang bunga Leehoa. Tapi sebenarnya, dalam melukiskankeagangan bunga Leehoa, is ingin memberi pujian kepada seorang wanita cantik yangmengenakan pakaian serba putih. la membandingkan wanita itu seperti "Dewi dari gunung Kouwsia, bakatnya cerdas dan suci, wataknya agung dan murni." Ia memujinya sebagai manusia yang"jiwanya gagah kepintarannya ber-limpah-limpah."Siapakah wanita yang mendapat pujian sedemikian tinggi dari seorang, beribadat yang berilmuitu?
 
Grafity, http://mygrafity.wordpress.com
2
Ia adalah Siauw Liong Lie, seorang jago betina partai Kouw bok pay (parte Kuburan tua). Ia sukamengenakan pakaian serba putih, sehingga seolah-olah pohon giok yang tertutup salju Dengansifat-sifatnya yang bersih dingin is seakan-akan sinar rembulan yang menyelimuti semesta alamdengan sinarnya yg teduh dan dingin.Waktu masih berdiam di Ciong Lan Sam Siauw Liong Lie pernah jadi tetangga Kho Cie Kie dansesudah melihat gadis itu yang elok luar biasa. Cie Kie segera menulis sajak "Boe siok-liam"untuk memujinya.Tapi sekarang Kho Cie Kie sudah lama meninggal dunia, sedang Siauw Liong Lie pun sudahmenikah dengan Sintiauw Tayhiap Yo Ko. Akan tetapi, pada suatu hari, dijalanan gunung Siauw sit san, di propinsi Holam, terlihat seoranggadis remaja yang sedang berjalan sambil menundukkan kepada dan menghafal sajak "Boesiokliam."Gadis itu, yang berusia kira-kira delapan belas tahun dam mengenakan pakaian warna kuningmenunggang seekor keledai kurus. Perlahan-lahan binatang itu mendaki jalanan gunung yangsempit. Sambil termenung-menung diatas tunggangannya, si nona berkata dalam hatinya. "Ya!Memang juga, hanyalah seorang seperti Liong Cie-cie yang pantas menjadi isteri dia.""Dia" adalah Sintiauw Tayhiap Yo Ko.Keledai berjalan terus, perlahan-lahan.Si nona menghela papas dan berkata dengan suara perlahan. "Berkumpul gembira, berpisahanmenderita......"Gadis tersebut, yang berpakaian sederhana dan yang pada pinggangnya tergantung sebatangpedang pendek, berjalan dengan paras muka tenang, sehingga dengan muka sekelebatan saja,orang bisa menebak, bahwa ia adalah seorang yang sadah biasa berkelana dalam dunia Kang-ouw. Ia berada dalam usia remaja, usia riang gembira. Menurut aturan biasa, dalam usiabelasan, pemuda atau pemudi tak mengenal apa yang dinamakan penderitaan atau kedukaan. Akan tetapi, nona itu berada di luar dari ukuran biasa. Pada paras mukanya yang cantik bagaikansekuntum bunga mawar, terlihat sinar yang guram. Alisnya berkerut, seolah-olah serupa pikiranberat sedang menindih hati iya.Nona itu she Kwee bernama siang, puteri ke dua dari Tayhiap Kwee Ceng dan Liehiap Oey Yong.Dalam dunia Rimba Persilatan, ia di juluki sebagai "Siauw-tong-sia" (si Sesat kecil dari Timur).Dengan seekor keledai dan sebatang pedang, ia berkelana untuk menghilangkan kedukaan. Tapidiluar dugaan semakin jauh ia berkelana mendaki gunung-gunung yang indah dan sunyi semakinbesar kedukaannya.Jalan kecil itu, dibuat atas perintah Kaisar Kocong dari kerajaan Tong, untuk memudahkan lalulintas kekuil Siau-lim-sie.Sesudah berjalan beberapa lama, Kwee Siang melihat lima buah air terjun digunung seberangdan dibelakang sebuah tikungan, apa-apa terlihat tembok dan genteng dari sebuah kuil yangbesar luar biasa.Sambil mengawasi bangunan-bangunan yang berderet, si nona berkata dalam hatinya."Semenjak dulu Siauw lim sie dikenal sebagai pusat pelajaran ilmu silat. Tapi mengapa, selamadua kali diadakan pertandingan di puncak gunung Hwa-san, diantara lima jago utama tidak