Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Catatan Makalah Antropologi Budaya

Catatan Makalah Antropologi Budaya

Ratings: (0)|Views: 2,120|Likes:
Published by shinta_meidika

More info:

Published by: shinta_meidika on Oct 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2013

pdf

text

original

 
Asal Usul, Sejarah, Kerajaan, Zaman Kolonialisme, dan Kehidupan Masyarakat diNegeri Bangka ± Belitung
 
1. Sejarah Bangka Belitung
 
A. Asal Usul Bangka Belitung
 Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan, terdiri dari Pulau Bangka, Belitung serta beberapa pulau kecil lainnya. Kondisi topografi kepulauan ini terdiri dari rawa-rawa,daratan rendah dan bukit-bukit. Di derah rawa, banyak tedapat hutan bakau, sementarakawasan perbukitan dipenuhi hutan lebat. Di daerah pesisir, terdapat pantai yang landai berpasir putih dengan dihiasi hamparan batu granit.Kepulauan ini terletak di bagian timur Sumatra. Di bagian barat kepulauan, terdapat SelatBangka yang memisahkan Bangka dengan daratan Sumatera; di sebelah timur, terdapatSelat Karimata; di sebelah selatan, terbentang Laut Jawa; sementara di bagian utara,terhampar luas Laut Natuna yang berhubungan langsung dengan Laut Cina Selatan.Antara pulau Bangka dan Belitung dipisahkan oleh Selat Gaspar.Kepulauan Bangka dan Belitung merupakan bagian dari wilayah perairan Sumatera, yangmenjadi pusat lalu lintas perdagangan dunia sejak dulu kala. Kesatuan wilayah perairanSumatera tersebut meliputi kawasan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, khususnya yagdibatasi oleh pantai timur Sumatera dan pantai Kalimantan Barat. Di kesatuan perairantersebut, terdapat Bangka Belitung, dan juga Kepulauan Riau-Lingga. Sejak dulu, perairan ini berfungsi sebagai penghubung antara negeri di atas angin (sub benua India,Persia dan Arab) dengan negeri di bawah angin (nusantara) dan Asia Timur (Cina).Sejarah mengungkapkan bahwa, kepulauan ini telah lama dihuni penduduk. Pada abadke-7 M, diperkirakan kebudayaan Hindu telah berkembang dan penduduknya memeluk agama Hindu. Berkaitan dengan kerajaan, belum didapat data sejarah yang menceritakantentang tumbuh dan berkembangnya kerajaan tertentu di daerah ini. Sejarah hanyamengungkapkan bahwa, kepulaun ini dikuasai silih berganti oleh berbagai kerajaan dinusantara dan juga komplotan bajak laut. Menurut sejarah, kerajaan yang pernahmenguasai Bangka Belitung adalah Sriwijaya, Majapahit, Malaka, Johor, Mataram,Banten dan Kesultanan Palembang. Selain itu, Bangka Belitung juga pernah dikuasasioleh penjajah Belanda dan Inggris.Berkaitan hubungan Bangka dengan Sriwijaya, data arkeologis yang mula-mula munculadalah prasasti Kota Kapur yang ditemukan JK van der Meulen di dekat Sungai Mendo,Dusun Kota Kapur, Desa Pernagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka,Desember 1892 M. Prasasti di atas tunggul batu itu berisi kutukan bagi mereka yangtidak taat kepada Raja Sriwijaya. Ini menunjukkan secara jelas bahwa, Bangka Belitung berada dalam kekuasaan kerajaan maritim tersebut.Beberapa abad kemudan, diceritakan juga bahwa, Sultan Johor dan sekutunya, Raja AlamHarimau Garang pernah menyerang Bangka untuk membasmi bajak laut. Pada saat yang
 
 bersamaan, Johor juga menggunakan kesempatan untuk menyebarkan agama Islam.Bajak laut berhasi dibasmi dan agama Islam juga berhasil dikembangkan. Namun, hal initidak berlangsung lama. Seiring melemahnya kekuasaan Johor, maka bajak laut kembali bersarang di pulau ini.Keberadaan bajak laut di Bangka sangat mengganggu aktifitas perniagaan di perairantersebut. Banyak kapal-kapal saudagar yang dirampok dan dirampas oleh para bajak laut.Oleh karena itu, diceritakan, Sultan Banten juga pernah mengirim pasukannya ke Bangkauntuk membasmi bajak laut. Ketika itu, ekspedisi Banten dipimpin oleh Bupati Nusantara. Ia berhasil menguasai Bangka dan memerintah di pulau tersebut dengan gelar Raja Muda.Setelah Bupati Nusantara wafat, kekuasaan diwariskan pada putri tunggalnya. Ketika itu,sang putri telah menikah dengan Sultan Palembang, Abdurrahman (1659-1707 M).Karena adanya hubungan perkawinan tersebut, kemudian Bangka digabungkan denganKesultanan Palembang dan menjadi bagian dari kesultanan tersebut. Ketika SultanAbdurrahman wafat, putranya, Ratu Muhammad Mansyur (1707-1715 M) naik menggatikannya. Pada saat itu, Bangka Belitung masih tetap berada di bawah kekuasaanPalembang.Ratu Muhammad Mansyur memiliki putera bernama Mahmud Badaruddin. Ketika Ratumeninggal, puteranya, Mahmud Badarudin tidak berhasil menggantikannya, sebab, adik Ratu Muhammad (atau paman Mahmud Badarudin) ternyata berambisi menjadi sultandan merebutnya dari tangan Mahmud, keponakannya sendiri. Mahmud Badarudinkemudian menyingkir ke Johor dan Siantan untuk meminta bantuan Johor. Pada tahun1724 M, dengan bantuan angkatan perang Johor, Mahmud berhasil merebut kembali tahtaKesultanan Palembang dari pamannya.Ketika Mahmud Badarudin berkuasa di Palembang, kekuasaan atas Bangka ia serahkan pada Wan Akup. Saat itu, Wan Akup telah pindah ke Bangka bersama dua orangadiknya: Wan Abdul Jabbar dan Wan Serin.
B. Bangka Belitung dan Penjajah Eropa.
 Sekitar tahun 1709 M, ditemukan timah di pulau Bangka. Pada awalnya, penambangantimah dilakukan oleh orang-orang Johor di Sungai Olin, Toboali. Selanjutnya, pada tahun1710 M, Bangka sudah menjadi sumber timah yang terkenal ke seluruh dunia. Para pedagang dan penambang timah banyak yang berdatangan ke Bangka. Bahkandikabarkan, Sultan Palembang yang masih memiliki klaim teritorial atas Bangka Belitungmengirimkan utusan ke Cina mencari tenaga ahli penambangan yang sangat dibutuhkan.Pada tahun 1717 M, mulai diadakan perhubungan dagang dengan VOC untuk penjualantimah. Pada saat itu juga, Sultan Palembang meminta bantuan VOC untuk membasmi bajak laut dan mencegah penyelundupan timah.
 
Sebagai tindak lanjut berikutnya, pemerintah kolonial Belanda mengirimkan misi dagangke Palembang, dipimpin oleh Van Haak. Salah satu tujuan pengiriman misi dagang iniadalah untuk meninjau hasil timah dan lada di Bangka. Sekitar tahun 1722 M, VOCmengadakan perjanjian yang mengikat dengan Sultan Palembang, Ratu AnumKamaruddin untuk memonopoli perdagangan timah. Menurut Van Haak, isi perjanjianadalah:
Sultan Palembang hanya boleh menjual timah pada kompeni(VOC) Kompeni boleh membeli timah sesuai dengan jumlah yang mereka perlukan.
 Akibat perjanjian yang hanya menguntungkan Belanda ini, banyak yangmenyelundupkan hasil timahnya ke negeri lain, demi mendapatkan keuntungan yanglebih tinggi. Dalam upaya untuk mengeksploitasi Bangka lebih jauh, pemerintah Belandamengirimkan misi lagi pada tahun 1803 M, dipimpin oleh V.D. Bogarts dan KaptenLombart.Dalam perkembangannya, terjadi perubahan penguasa di Bangka Belitung, dari Belandake Inggris. Perubahan ini diawali dengan penandatangan Perjanjian Tuntang pada 18September 1811 M. Berdasarkan perjanjian ini, Belanda harus menyerahkan daerah-daerah taklukannya kepada pihak Inggris, meliputi Jawa, Timor, Makasar, Palembangdan daerah taklukan lainnya.Sebagai tindak lanjut perjanjian itu, Gubernur Jenderal Inggris, Raffles mengirimkanutusan ke Palembang untuk mengambil alih Loji Belanda di Sungai Aur dan tambangtimah di pulau Bangka dan Belitung. Namun, usaha Inggris untuk mengambil alihPalembang dan Bangka Belitung ditentang oleh Sultan Palembang, Sultan MahmudBadarudin II.Pada tanggal 20 Maret 1812 M, Raffles kembali mengirimkan ekspedisi ke Palembang,dipimpin oleh Mayor Jendral Roobert Rollo Gillespie. Namun, kedatangan Gillespieditolak oleh Sultan Palembang. Setelah dua kali mengalami kegagalan, Inggris mulaimelaksanakan politik divide et impera, dengan cara mengangkat Pangeran Adipatisebagai Sultan Palembang pada tahun 1812 M, bergelar Sultan Ahmad Najamuddin II.Sebagai imbalan atas pengangkatan ini, Bangka Belitung kemudian diserahkan kepadaInggris. Dalam perjalanan pulang dari Palembang ke Batavia, Gillespie melewati Mentok (Bangka). Pada saat itu juga (20 Mei 1812 M), ia meresmikan Bangka Belitung menjadidaerah jajahan Inggris dengan nama Duke of Island. Namun Bangka Belitung hanya duatahun berada di bawah kekuasaan Inggris.Pada taggal 13 Agustus 1814 M, Belanda dan Inggris menandatangani PerjanjianLondon. Berdasarkan perjanjian tersebut, Inggris harus menyerahkan kembali wilayah dinusantara pada Belanda, termasuk Bangka Belitung. Serah terima Bangka Belitung dariInggris ke Belanda berlangsung di Mentok pada tanggal 10 Desember 1816 M. Pihak Belanda diwakili oleh K. Heynes, sementara Inggris diwakili oleh M.H. Court.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anggra Satria liked this
Eka Fajriyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->