Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
351Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PENGELASAN PADA SISWA YANG BERPRESTASI TINGGI DAN RENDAH DI SMK SWASTA 1 TRISAKTI LAGUBOTI

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PENGELASAN PADA SISWA YANG BERPRESTASI TINGGI DAN RENDAH DI SMK SWASTA 1 TRISAKTI LAGUBOTI

Ratings:

4.77

(22)
|Views: 36,776 |Likes:
Published by tri sudarto

More info:

Published by: tri sudarto on Jul 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAPHASIL BELAJAR PENGELASAN PADA SISWAYANG BERPRESTASI TINGGI DAN RENDAH DISMK SWASTA 1 TRISAKTI LAGUBOTI -KABUPATEN TOBA SAMOSIR 
Judul: PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJARPENGELASAN PADA SISWA YANG BERPRESTASI TINGGI DAN RENDAH DISMK SWASTA 1 TRISAKTI LAGUBOTI - KABUPATEN TOBA SAMOSIRBahan ini cocok untuk Sekolah Menengah bagian PENELITIAN / RESEARCH.Nama & E-mail (Penulis):Jelarwin Dabutar  Saya Guru di SMK Negeri 1 LagubotiTopik: PENGARUH MEDIA PEMBELAJARANTanggal: 24-04-2008
 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJARPENGELASAN PADA SISWA YANG BERPRESTASI TINGGI DAN RENDAH DISMK SWASTA 1 TRISAKTI LAGUBOTI - KABUPATEN TOBA SAMOSIROleh : JELARWIN DABUTARABSTARAKPenelitian ini bertujuan untuk(1) mengetahui pengaruh penggunaan media program Power Point pada siswaberprestasi tinggi terhadap hasil belajar sub kompetensi Pelaksanaan Prosedur Pengelasan,(2) mengetahui pengaruh penggunaan media program Power Point pada siswaberprestasi rendah terhadap hasil belajar sub kompetensi Pelaksanaan Prosedur Pengelasan,(3) mengetahui interaksi antara penggunaan media program power point dan tinggirendahnya prestasi siswa terhadap hasil belajar sub kompetensi PelaksanaanProsedur Pengelasan.Jenis penelitian ini quasi eksperimen. Subjek penelitian siswa kelas 1 SMK Swasta1 Trisakti Laguboti - Kabupaten Toba Samosir yang terdiri dari 2 kelas berjumlah 64orang yang dibagi menjadi dua kelompok berprestasi tinggi dan berprestasi rendah.Hasil penelitian menunjukkan:(1) Ada pengaruh yang sangat signifikan dengan penggunaan media ProgramPower Point pada siswa berprestasi tinggi terhadap hasil belajar sub kompetensiPelaksanaan Prosedur Pengelasan,(2) Ada pengaruh yang sangat signifikan penggunaan media Program Power Pointpada siswa berprestasi rendah terhadap hasil belajar sub kompetensi PelaksanaanProsedur Pengelasan,(3) Terdapat interaksi yang signifikan antara pengajaran yang menggunakan mediaprogram Power Point dan metode konvensional terhadap perolehan belajar subkompetensi Pelaksanaan Prosedur Pengelasan.
 
Kata-kata kunci : Media Pembelajaran, Prestasi, Hasil Belajar PENDAHULUANTeknologi baru terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting dalamproses pembelajaran. Banyak orang percaya bahwa multimedia akan dapatmembawa kita kepada situasi belajar dimana learning with effort akan dapatdigantikan dengan learning with fun. Jadi proses pembelajaran yangmenyenangkan, kreatif, tidak membosankan akan menjadi pilihan tepat bagi paraguru.Sistem pembelajaran yang selama ini dilakukan yaitu sistem pembelajarankonvensional (faculty teaching), kental dengan suasana instruksional dan dirasakurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiyang demikian pesat. Lebih dari itu kewajiban pendidikan dituntut untuk jugamemasukkan nilai-nilai moral, budi pekerti luhur, kreatifitas, kemandirian dankepemimpinan, yang sangat sulit dilakukan dalam sistem pembelajaran yangkonvensional. Sistem pembelajaran konvensional kurang fleksibel dalammengakomodasi perkembangan materi kompetensi karena guru harus intensif menyesuaikan materipelajaran dengan perkembangan teknologi terbaru. Adalah Kurang bijaksana jikaperkembangan teknologi jauh lebih cepat dibanding dengan kemampuan gurudalam menyesuaikan materi kompetensi dengan perkembangan tersebut, olehkarenanya dapat dipastikan lulusan akan kurang memiliki penguasaanpengetahuan/teknologi yang terbaru.Pada kenyataannya bahwa saat ini Indonesia memasuki era informasi yaitu suatuera yang ditandai dengan makin banyaknya medium informasi, tersebarnyainformasi yang makin meluas dan seketika, serta informasi dalam berbagai bentukyang bervariasi tersaji dalam waktu yang cepat. Penyajian pesan pada erainformasi ini akan selalu menggunakan media, baik elektronik maupun nonelektronik. Terkait dengan kehadiran media ini, Dimyati (1996) menjelaskan bahwasuatu media yang terorganisasi secara rapi mempengaruhisecara sistematis lembaga-lembaga pendidikan seperti lembaga keluarga, agama,sekolah, dan pramuka. Dari uraian tesebut menunjukkan bahwa kehadiran mediatelah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem pendidikan kita,meskipun dalam derajat yang berbeda-beda.Dengan demikian hasil belajar seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yangmempengaruhinya. Salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianyamedia pembelajaran yang memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajarimateri pembelajaran, sehingga menghasilkan belajar yang lebih baik. Selain itu juga gaya belajar atau learning style merupakan suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil bagipembelajar yang merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkunganbelajar.Selanjutnya hasil belajar digambarkan sebagai tingkat penguasaan siswa terhadapsasaran belajar pada topik bahasan yang dieksperimenkan, yang diukur berdasarkan pada jumlah skor  jawaban benar pada soal yang disusun sesuai dengan sasaran belajar. Secaraumum mutu pendidikan kejuruan dikatakan baik dan berhasil jika kompetensi
 
peserta didik yang diperoleh melalui proses pendidikan berguna bagiperkembangan diri mereka untuk hari depannya, yaitu ketika mereka memasukidunia kerja. Hasil observasi empirik di lapangan menunjukkan bahwa banyakalumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak bisa diserap di lapangan kerjakarena kompetensi yang mereka miliki belum sesuai dengan tuntutan dunia kerja(Depdiknas, 2004). Oleh karena itu lembaga pendidikan kejuruan diwajibkan untukmelakukan upaya introspeksi diri demi masa depan siswa, bangsa dan negara.Ada kemungkinan rendahnya nilai kompetensi siswa disebabkan oleh strategipenyampaian pelajaran kurang tepat. Dalam hal ini guru mungkin kurang atau tidakmemanfaatkan sumber belajar secara optimal. Diantaranya guru dalammenyampaikan pengajaran sering mengabaikan penggunaan media, padahalmedia itu berfungsi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada gilirannyaakan meningkatkan mutu pendidikan siswa.Peranan Media dalam proses belajar mengajar menurut Gerlac dan Ely (1971:285)ditegaskan bahwa ada tiga keistemewaan yang dimiliki media pengajaran yaitu :(1) Media memiliki kemampuan untuk menangkap, menyimpan dan menampilkankembali suatu objek atau kejadian,(2) Media memiliki kemampuan untuk menampilkan kembali objek atau kejadiandengan berbagai macam cara disesuaikan dengan keperluan, dan(3) Media mempunyai kemampuan utuk menampilkan sesuatu objek atau kejadianyang mengandung makna.Begitu juga, Ibrahim (1982:12) mengemukakan fungsi atau peranan media dalamproses belajar mengajar antara lain :(1) Dapat menghindari terjadinya verbalisme,(2) Membangkitkan minat atau motivasi,(3) Menarik perhatian,(4) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran,(5) Mengaktifkan siswa dalam belajar dan(6) Mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar.Perlu disadari bahwa mutu pendidikan yang tinggi baru dapat dicapai jika prosespembelajaran yang diselenggarakan di kelas efektif dan fungsional bagipencapaian kompetensiyang dimaksud. Oleh sebab itu usaha meningkatkan mutu pendidikan kejuruantidak terlepas dari usaha memperbaiki proses pembelajaran.Proses pembelajaran merupakan aktivitas yang terdiri atas komponen- komponenyang bersifat sistemik. Artinya komponen-komponen dalam proses pembelajaranitu saling berkaitan secara fungsional dan secara bersama-sama menentukanoptimalisasi proses dan hasil pembelajaran. Komponen-komponen pembelajarantersebut menurut Mudhoffir (1999) dijabarkan atas pesan, orang, bahan, alat,teknik, dan lingkungan. Sedangkan menurut Winkel (1999), komponenpembelajaran terdiri dari tujuan pembelajaran, kondisi awal, prosedur didaktik,pengelompokan siswa, materi, media, dan penilaian.Selanjutnya Winkel (1999), menegaskan bahwa tugas dan peran guru dalamproses pembelajaran adalah sebagai :(1) organisator,(2) fasilitator,(3) dinamisator, dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->