peserta didik yang diperoleh melalui proses pendidikan berguna bagiperkembangan diri mereka untuk hari depannya, yaitu ketika mereka memasukidunia kerja. Hasil observasi empirik di lapangan menunjukkan bahwa banyakalumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak bisa diserap di lapangan kerjakarena kompetensi yang mereka miliki belum sesuai dengan tuntutan dunia kerja(Depdiknas, 2004). Oleh karena itu lembaga pendidikan kejuruan diwajibkan untukmelakukan upaya introspeksi diri demi masa depan siswa, bangsa dan negara.Ada kemungkinan rendahnya nilai kompetensi siswa disebabkan oleh strategipenyampaian pelajaran kurang tepat. Dalam hal ini guru mungkin kurang atau tidakmemanfaatkan sumber belajar secara optimal. Diantaranya guru dalammenyampaikan pengajaran sering mengabaikan penggunaan media, padahalmedia itu berfungsi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada gilirannyaakan meningkatkan mutu pendidikan siswa.Peranan Media dalam proses belajar mengajar menurut Gerlac dan Ely (1971:285)ditegaskan bahwa ada tiga keistemewaan yang dimiliki media pengajaran yaitu :(1) Media memiliki kemampuan untuk menangkap, menyimpan dan menampilkankembali suatu objek atau kejadian,(2) Media memiliki kemampuan untuk menampilkan kembali objek atau kejadiandengan berbagai macam cara disesuaikan dengan keperluan, dan(3) Media mempunyai kemampuan utuk menampilkan sesuatu objek atau kejadianyang mengandung makna.Begitu juga, Ibrahim (1982:12) mengemukakan fungsi atau peranan media dalamproses belajar mengajar antara lain :(1) Dapat menghindari terjadinya verbalisme,(2) Membangkitkan minat atau motivasi,(3) Menarik perhatian,(4) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran,(5) Mengaktifkan siswa dalam belajar dan(6) Mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar.Perlu disadari bahwa mutu pendidikan yang tinggi baru dapat dicapai jika prosespembelajaran yang diselenggarakan di kelas efektif dan fungsional bagipencapaian kompetensiyang dimaksud. Oleh sebab itu usaha meningkatkan mutu pendidikan kejuruantidak terlepas dari usaha memperbaiki proses pembelajaran.Proses pembelajaran merupakan aktivitas yang terdiri atas komponen- komponenyang bersifat sistemik. Artinya komponen-komponen dalam proses pembelajaranitu saling berkaitan secara fungsional dan secara bersama-sama menentukanoptimalisasi proses dan hasil pembelajaran. Komponen-komponen pembelajarantersebut menurut Mudhoffir (1999) dijabarkan atas pesan, orang, bahan, alat,teknik, dan lingkungan. Sedangkan menurut Winkel (1999), komponenpembelajaran terdiri dari tujuan pembelajaran, kondisi awal, prosedur didaktik,pengelompokan siswa, materi, media, dan penilaian.Selanjutnya Winkel (1999), menegaskan bahwa tugas dan peran guru dalamproses pembelajaran adalah sebagai :(1) organisator,(2) fasilitator,(3) dinamisator, dan