racH:
~Segenggam Kepik Emas yang Kami Lepas ke Angkasa~
SEGENGGAM KEPIK EMAS YANG KAMI LEPAS KE ANGKASAwritten by: racHsegenggam kepik emas yang kami lepaskan ke angkasa itu kini pergi entah kemana. apakah ia masihhidup ataukah sudah mati,kami tidak tahu. yang jelas mungkin nasibnya tak semujur kami yang masih bernyawa hingga hari ini. terlalu sadiskah kami menyiksa makhluk sekecil dia? entahlah,masih terlalukecil usia kami untuk mengerti tentang hak asasi.duabelas tahun yang lalu, usia sekitar enam atau tujuh,tempat itu adalah surga bermain untuk anak-anak. sebuah lapangan luas yang ditumbuhi rumput liar dengan semak belukar di sepanjang sisinya.ketika matahari turun menuju peraduannya,saat sinarnya jadi seoranye kuning telur mata sapi dan saatanak-anak pulang dari sekolah untuk bermain-main,saat itulah lapangan menjadi ramai. anak laki-laki biasanya memilih di tengah lapangan bermain bola. sisanya bermain layang-layang di pinggirnya.sedangkan anak-anak perempuan lebih senang menggerombol di pinggir menggendong boneka atau bermain pasaran. ada juga yang bermain ular-ularan,
engklek
atau ikut bermain bersama anak laki-lakiyang lain. suasana sore di lapangan itu sungguh sebuah pemandangan yang akan membuat tersenyumsiapapun yang melihat. euforia yang membumbung tinggi ke udara,teriakan-teriakan penuhsemangat,umpatan kecewa dari lawan,tangis yang sesekali terdengar serta nyanyian-nyanyian permainan yang didendangkan ceria.seandainya dulu kami bisa melukis selihai pelukis terkenal atau memotret sebaik seorang fotografer profesional,mungkin akan kami abadikan suasana sore itu. akan kami bingkai dalam sebuah
frame
kayu besar lalu dipajang di dinding ruang utama rumah masing-masing. ketika cucu-cucu kami datang nantidan bertanya gembar apakah itu,maka dengan senyum mengembang akan kami ceritakan tentang masakecil yang indah untuk dikenang. masa dimana kami suka sekali menangkap kepik emas lalumenerbangkannya ke angkasa.ya,dulu kami senang sekali menangkap kepik. dibanding bermain layang-layang,sepakbola atau dengananak perempuan yang lain,kami lebih senang menekuri semak belukar di sepanjang sisi lapanganmencari serangga lucu itu. kepik biasanya hinggap di dahan-dahan belukar yang berbentuk hati yangseringkali untuk makan sapi. tapi di daerah ini sedikit sekali yang memelihara sapi,jadi tanaman itutumbuh subur dimana-mana hingga kepik-kepik itu datang. para kepik membuat dahan-dahan itu jadi berlubang kecil-kecil. seringkali mereka hinggap diatasnya atau bersembunyi dibaliknya. warnanya berwarna-warni. ada yang berwarna merah dengan totol hitam di bagian sayapnya,ada yang kuning polos,ada yang perak namun lebih banyak yang berwarna emas. jika kepik yang kami tangkap sudah terkumpul banyak dan tangan kami sudah tak muat,kami akan naik ke sepeda masing-masing. berlomba mengayuh secepat-cepatnya. setelah itu sepeda yang palingdepanlah yang diberi kehormatan untuk memutuskan kapan kepik itu dilontarkan ke udara. sepedakami akan melambat lalu segenggam kepik akan lepas ke angkasa. terbang dengan indahnya.kesenangan melepas kepik emas ke angkasa itu lama kelamaan berlanjut menjadi sebuah kebiasaan.rutin,sepulang dari sekolah kami akan langsung pulang untuk ganti baju,makan siang lalu cepat-cepatmenuju lapangan untuk mencari kepik. entah bagaimana mulanya kami memilih hewan itu dijadikanhewan buruan paling favorit. mungkin karena kepik itu sangat baik hati dan tidak menyakiti saatditangkap. dia sangat penurut,tak sesulit menangkap kupu-kupu atau capung (kami harus memasang
Add a Comment