Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SKIPSI AMIRUL BAHRI

SKIPSI AMIRUL BAHRI

Ratings: (0)|Views: 2,242|Likes:
Published by Bahri El-amirul
masalah hutang piutang dalam islam
masalah hutang piutang dalam islam

More info:

Published by: Bahri El-amirul on Oct 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/28/2012

pdf

text

original

 
1
HADIS TENTANG AKIBAT MENINGGALKANHUTANG DI DUNIA(Analisis atas Sanad dan Matan)
SKRIPSISKRIPSI
Diajukan kepada Jurusan Ushuluddinuntuk Memenuhi Salah Satu SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana Ushuluddin (S.Ud)dalam Ilmu UshuluddinOleh:
Amirul Bakhri
NIM 30.07.4.5.002
PROGRAM STUDI TAFSIR HADISJURUSAN USHULUDDINSEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERISURAKARTA2010 M. / 1431 H.
 
2
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang Masalah
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad yangberpedoman kepada al-Qur'an dan hadis. Agama Islam merupakan agamayang mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan manusia termasuk juga dalambermuamalah. Agama Islam tidak hanya mengatur hubungan muamalahdengan Allah semata, akan tetapi juga mengatur hubungan muamalah sesamamanusia. Di antara muamalah sesama manusia tersebut adalah pinjam-meminjam.
Dalam bahasa Arab penggunaan kosa kata “pinjam
-
meminjam“
mempunyai banyak kata di antaranya yaitu:
al-dain
,
 
al-`âriyah
, dan
al-qardh
.Kata
al-dain
berasal dari kata
adâna-yudînu
yang berarti
:
menghutangi,memberi pinjaman
 ,
kemudian
 
kata
al-`âriyah
yang berasal dari kata
a`âra- yu`îru
 
yang berarti
:
meminjamkan, meminjami. Sedangkan
al-qardh
berasaldari kata
aqradha-yuqridhu
yang berarti
:
meminjam (uang), mengutangi.
1
 Al-Qurthubî mengatakan dalam kitab
Tafsîr al-Qurthubî 
bahwapengertian
al-dain
secara istilah merupakan semua transaksi di mana salahsatu pihak membayar (memberikan) dengan tunai dan pihak yang lainnya
1
 
لأ : أ
: menghutangi, memberi pinjaman (lihat Munawir A. Fattah dan Adib Bishri,
Kamus Indonesia- Arab, Arab-Indonesia al-Bishri
, cet. 1, (Surabaya: Pustaka Progressif, 1999), h.[Arab] 214).
بأ : لأ
: meminjam (uang), mengutangi (lihat
 Ibid.,
h. [Arab] 592).
لأ
:
بأ
:meminjamkan, meminjami (lihat
 Ibid.,
h. [Arab] 528).
 
3(mengembalikan) dalam tempo (tenggang waktu).
2
Sedangkan pengertian
al-`âriyah
secara istilah menurut Ibnu Rasyîd merupakan bentuk pinjaman baikitu berupa tanah, hewan ternak atau apapun yang jelas wujudnya danbermanfaat dan juga tidak terlarang.
3
Menurut Imam Ahmad,
al-`âriyah
 merupakan suatu pemberian (pinjaman) yang bermanfaat.
4
Adapun menurutImam al-
Syâfi‟
 î,
al-`âriyah
merupakan pinjaman yang mempunyai akadperjanjian untuk dipertanggung-jawabkan agar diambil manfaatnya danpinjaman ini berupa barang yang jelas dan nanti dikemudian hari agardikembalikan kepada peminjam apabila telah dipergunakan barang yangdipinjam tadi.
5
Helmi Karim juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaankegiatan pinjam-meminjam di zaman sekarang,
al-`âriyah
diartikan sebagaiperbuatan pemberian milik untuk sementara waktu oleh seseorang kepadapihak lain, pihak yang menerima pemilikan itu diperbolehkan memanfaatkanserta mengambil manfaat dari harta yang diberikan itu tanpa harus membayarimbalan dan pada waktu tertentu penerima harta itu wajib mengembalikanharta yang diterimanya itu kepada pihak pemberi.
6
Adapun pengertian
al-qardh
merupakan pemberian modal untuk berdagang dengan memperoleh
2
Al-Qurthubî,
Tafsîr al-Qurthubî 
, terj. Fathurrahman, dkk., cet. 1, j. 3, (Jakarta: PustakaAzzam, April 2008), h. 837.
3
Ahmad ibn Rasyîd al-Qurthubî al-Andalusî atau yang terkenal dengan nama IbnuRasyîd,
 Bidâyat al-Mujtahid fî Nihâyat al-Muqtashid 
, j. 2, (Bairut: Dâr al-Fikr, t.th.), h.
 
235.
4
Muwaffiq al-Dîn `Abdullâh ibn Qudâmah al-Maqdîsî,
 Al-Kâfî fî Fiqhi al-Imâm Ahmad 
, j. 2, cet. 1, (Bairut: Dâr al-Kutub al-`Ilmiyah, 1994), h. 213.
5
Abû al-`Abbâs Ahmad ibn Hamzah ibn Syihâb al-Dîn al-Ramlî yang terkenal dengannama al-Syâfi`î al-Shaghîr,
 Nihâyat al-Muhtâj ilâ Syarh al-Minhâj
, j. 5, (Bairut: Dâr al-Kutub al-`Ilmiyah, 1993), h. 117.
6
Helmi Karim,
Fiqih Muamalah
, cet. 3, (Jakarta: Raja Grafindo, Mei 2002), h. 37.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->