Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Toksisitas Kronis

Toksisitas Kronis

Ratings: (0)|Views: 929 |Likes:
Published by Tina Agustina

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Tina Agustina on Oct 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

 
Materi Kuliah Toksikologi
A.KARSINOGENESIS
Latar Belakang Sejarah
Zat-zat tertentu dalam lingkungan sejak akhir abad ke-18 diketahui dapat menyebabkan berbagai macam kanker. Kenyataan-kenyataan tersebut terlihat pada tabel 1. Di antara zat-zattersebut, John Hill pada tahun 1761 mengamati adanya peningkatan kanker hidung di antara paratembakau sedotan, sedangkan Sir Percival Pott (1775) mengamati banyaknya pasien penderitakanker scrotum dari para tukang pembersih cerobong asap. Pott menghubungkan kanker inidengan jelaga dan
coal tar 
. Hasil pengamatan ini tidak diperjelas hingga pada tahun 1916teramati adanya kanker pada mata kelinci yang diberi
coal tar 
.
Coal tar 
ini lalu difraksionasiantara tahun 1920 – 1930 dan diperoleh komponen aktif berupa hidrokarbon aromatik polisiklik seperti dimetil benz(a)antrasena dan benz(a)pirena (lihat gambar 1).Pada tahun 1860-an, Jerman menjadi pusat pembuatan pewarna sintetik dari aminaaromatik. Sekitar 30 tahun kemudian muncul masalah bahwa zat pewarna tersebut atau zatantaranya berbahaya. Pada tahun 1895, Ludwig Rehn melaporkan sejumlah karsinoma kandungkemih pada para pekerja di sekitar pabrik cat tersebut. Kenyataan epidemiologik menunjukkan bahwa 2-naftil amin kemungkinan sebagai karsinogen dan dibuktikan pada tahun 1938 olehHueper dengan terjadinya tumor kandung kemih pada anjing yang diberi makan dengan 2-naftilamin.Tabel 1. Ringkasan sejarah penemuan bahan lingkungan yang menyebabkankanker pada manusia.
KarsinogenOrgan sasaranPenemuTahun
Tembakau sedotanHidungHill1761JelagaScrotumPott1775Rokok cerutuBibirSommering1795Coal tarKulitVolkman1875Zat antara zat warnaKandung kemihRehn1895Sinar-XKulitVan Trieben1902Jus tembakauRongga mulutAbbe1915Sinar matahariKulitMolesworth 1937Asap rokokParu-paruMuller1939AsbesPleuraWagner1960KadmiumProstatKipling; Waterhouse19671
 
H
3
CCH
3
CH
3
NH
2
N N N(CH
3
)
2
NNO
2
OHNNOHNHNOO(C
2
H
5
)
2
NN OC
2
H
5
OCONH
2
H
2
N CSNH
2
3-metil kolantrena7,12-dimetil benz(a)antrasena2-naftil amin4-dimetil aminoazobenzena4-nitrokuinolin-1-oksida3-hidroksi xantin benzo(a)pirenanitroso dietil aminuretantiourea
Gambar 1. Struktur beberapa karsinogen kimia sintetik 
Inisiasi, Promosi, dan Progressi
Induksi kanker oleh zat kimia merupakan proses banyak tahap yang kompleks yangmelibatkan interaksi antara faktor lingkungan dan faktor endogen. Karsinogenesis biasanya berlangsung melalui beberapa tahap berurutan sebelum pembentukan neoplasma yang malignan(gambar 3). Dalam model eksperimental, karsinogenesis dapat dibagi ke dalam sedikitnya tigatahap yang disebut
inisiasi, promosi,
dan
 progressi
.
INISIASI
. Tahap inisiasi diperkirakan sebagai perubahan yang cepat, yang secara esensialirreversibel, dalam material genetik sel yang mengawali sel untuk perkembangan neoplastik selanjutnya. Sel ini, yang sering disebut sebagai “sel terinisiasi”, membutuhkan satu putaranreplikasi untuk “menyesuaikan” dengan perubahan genetik. Zat kimia penginisiasi bersifatelektrofil atau teraktivasi secara metabolik menjadi elektrofil. Zat kimia reaktif ini lalu mengikatDNA sehingga membentuk perubahan genom sel yang permanen dan terwariskan, tetapi tidak terekspresikan. Berdasarkan model ini, sel terinisiasi dapat tetap menjadi dorman hingga terpapar  pada zat promotor tumor yang kemudian memungkinkan pertumbuhan klon dari sel terinisiasihingga menghasilkan tumor yang sebenarnya.2
 
OOCH
2
CHCH
2
NCH
2
OC(O)RR'OOOOHHOOHOHOHCH
3
N NH
2
CHONOOH
2
NH
2
NNHHOCNH
2
OOCH
3
OOOCH
3
CH
3
ClOCH
3
OH
3
CO
safrol(sassafras)alkaloid pirolizidin(Senecio, Crotolaria, Heliotropium)kuersetin N-metil-N-formil hidrazin(jamur morel semu yg dpt dimakan)mitomisin C(
Streptomyces caespitosus
)griseofulvin(
 Penicillium griseofulvum
)
Gambar 2. Struktur beberapa karsinogen kimia yang terdapat secara alami
PROMOSI
. Zat promotor adalah zat kimia yang dengan sendirinya tidak bersifat karsinogen,tetapi, bila diberikan berulang-ulang dengan dosis yang rendah, akan meningkatkan kejadiankanker. Promotor dapat meningkatkan jumlah tumor atau menurunkan masa laten. Promotor  biasanya bukan elektrofil dan tidak mengikat DNA.
PROGRESSI
. Perkembangan tumor malignan dari tumor benigna melintasi tahap ketiga yangdisebut progressi, dan melibatkan perubahan genetik lebih lanjut.
Model Inisiasi – Promosi
Model inisiasi – promosi dari karsinogenesis banyak tahap pertama kali ditunjukkan padakulit mencit, dan model ini kini telah dikarakterisasi dengan baik. Dalam suatu eksperimentipikal, zat kimia inisiator seperti dimetil benz(a)antrasena diberikan pada kulit mencit dengandosis rendah sehingga sangat kecil, kalaupun ada, tumor yang timbul selama hewan itu hidup.Setelah interval 1 minggu hingga 1 tahun, kulit yang diberi perlakuan itu dipapari dengan dosisganda suatu promotor seperti ester forbol yang terdapat pada minyak kroton. Tumor mulaimuncul 5 hingga 6 minggu setelah pemberian promotor, dan kebanyakan mencit mengalamitumor 10 hingga 12 minggu setelah pemberian.3

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
Wulandari Be liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Max Siman liked this
Sarah Islamiah liked this
Rina Mediana liked this
Fadila Khairani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->