Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
38Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Berkenalan Dengan Analisis Jalur Disertai Contoh Sederhana Dalam Penelitian Administrasi Bisnis

Berkenalan Dengan Analisis Jalur Disertai Contoh Sederhana Dalam Penelitian Administrasi Bisnis

Ratings: (0)|Views: 3,414 |Likes:
Published by Darmawan Soegandar
analisis regresi linier berganda dan analisis jalur dalam penelitian administrasi bisnis
analisis regresi linier berganda dan analisis jalur dalam penelitian administrasi bisnis

More info:

Published by: Darmawan Soegandar on Oct 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

 
 
1
B
ERKENALAN DENGAN ANALISIS JALURDISERTAI CONTOH SEDERHANA DALAM PENELITIAN ADMINISTRASI BISNIS
 
The Election of research technique and model are very importance in determining result of aresearch. Inaccurate election of this matter can result mistake in determining conclusion of research, hereinafter will cause mistake of intake of policy to consumer result of research.This article invite to discuses about comprehending usage of Regression Model and Path Analysis in research of public administration and business administration. Statistical Analyzeexpress that for the purpose of forecasting/ anticipation assess Y on the basis of values of X 
1
 , X 
2
…., X 
i
 , appropriate relation pattern is relation pattern following Regression Model. Whileto analyze relation pattern of causal between variable as a mean to know indirect and direct influence, simultaneously or self-supporting some cause variable to a variable effect of,hence correct pattern is Path Analysis.Keyword: Regression Model, Path Analysis, Research of business Administration.
Oleh Darmawan
Pendahuluan
Dalam melakukan penelitian terutama dengan tujuan untuk melakukan penelitianskripsi/thesis, seringkali para mahasiswa kebingungan dalam menentukan teknik statistik apayang tepat. Beberapa diantaranya bahkan kemudian keliru dalam menentukan teknik danmetode statistik yang tepat. Dalam banyak hal, kejadian ini diakibatkan kurangnyapemahaman pembelajar terhadap ilmu statistik. Hal ini akan berakibat pada ketidaktepatanpengambilan kesimpulan pada skripsi/thesis-nya. Kekuranglengkapan pengetahuan tentangstatistik tentu bukan alasan para pembelajar ini untuk kemudian menghindari penelitiankuantitatif. Jenis penelitian yang dipilih, baik itu kualitatif ataupun kuantitatif dipilih karenapenelitian pembelajar yang bersangkutan memang memerlukan penelitian jenis tersebutuntuk mencapai tujuan penelitiannya. Jenis penelitian ini bukanlah berdasarkan jeniskeilmuan yang diambil pembelajar semata, tetapi betul-betul dikarenakan memang penelitiankuantitatif dan atau penelitian kualitatiflah yang cocok. Akan sangat berbahaya jika jenispenelitian hanya sekedar ditentukan oleh kekurangpahaman dan jenis keilmuan semata.Dari sekian banyak teknik dalam penelitian kuantitatif, model regresi paling banyak dipergunakan. Model regresi sendiri telah lama berkembang menjadi banyak varian sesuaidengan kebutuhan dan diskusi para ahli statistik, matematik dan praktisi penelitian. Model iniberkembang tentu dalam kurun waktu yang lama. Tetapi sayangnya tidak semua varianmodel ini sampai keluar dari kelas-kelas jurusan statistik dan matematika. Hal ini kemudianberakibat keterlambatan kelas-kelas non statistik dan matematika memanfaatkan model-model baru (yang padahal sudah lama berkembang) pada model regresi. Untuk itulahkemudian penulis menganggap penting untuk mengangkat masalah ini pada penelitianAdministrasi Bisnis, disebabkan (menurut penulis) kurangnya diskusi tentang hal ini diangkatdalam pembelajaran metodologi penelitian administrasi publik/bisnis di LembagaAdministrasi Negara – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN Jakarta.Telaah statistika menyatakan bahwa untuk tujuan peramalan/ pendugaan nilai Y atasdasar nilai-nilai X
1
, X
2
, …., X
i
, pola hubungan yang sesuai adalah pola hubungan yangmengikuti Model Regresi, maksudnya jika kita ingin mengetahui apa yang akan terjadi pada
 
 
2
Y jika nilai-nilai X
1
, X
2
, …., X
i
diberikan campurtangan atau diperlakuan oleh peneliti.Sehingga model ini bermanfaat untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada variabel Ydalam berbagai kondisi yang mempengaruhinya. Sedangkan untuk menganalisis polahubungan kausal antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung, secara serempak atau mandiri beberapa variabel penyebab terhadap sebuah variabelakibat, maka pola yang tepat adalah Model Analisis Jalur.Dengan kata lain Analisis jalur bertujuan untuk menjawab apakah ada pengaruh X
1
, X
2
,…., X
i
terhadap Y? Berapa persentasenya? Sehingga analisis ini sangat cocok untuk penelitian dengan X
1
, X
2
, …., X
i
dan Y yang berasal dari data kualititif yang di kuantifisir.Contohnya data akuntabilitas, transparansi, efektifitas, efesiensi d.s.t. yang didapat melaluisekala sikap. Sedangkan Model Regresi yang biasa kita kenal bertujuan untuk menjawabapakah ada pengaruh X
1
, X
2
, …., X
i
terhadap Y? Berapa besar pengaruh X
1
, X
2
, …., X
i
 terhadap Y jika X
1
, X
2
, …., X
i
diberikan perlakuan oleh peneliti? Sehingga model ini sangattepat untuk penelitian dengan X
1
, X
2
, …., X
i
dan Y yang berasal dari data kuantitatif murni.Contohnya harga barang, jumlah barang, besar gaji, banyaknya waktu d.s.t.Analisis jalur (
Path Analysis
) dikembangkan oleh Sewall Wright (1934). Path analysisdigunakan apabila secara teori kita yakin berhadapan dengan masalah yang berhubungansebab akibat. Tujuannya adalah menerangkan akibat langsung dan tidak langsungseperangkat variabel, sebagai variabel penyebab (X
1
, X
2
, …., X
i)
, terhadap variabel lainnya(Y
1
, Y
2
, …., Y
i
) yang merupakan variabel akibat.Sebelum melakukan analisis, hendaknya diperhatikan beberapa asumsi sebagai berikut:(1) Hubungan antar variabel haruslah linier dan aditif. (2) Semua variabel residu tak punyakorelasi satu sama lain. (3) Pola hubungan antar variabel adalah rekursif atau hubungan yangtidak melibatkan arah pengaruh yang timbal balik. (4) Tingkat pengukuran semua variabelsekurang-kurangnya adalah interval (Harun Al Rasyid, 2005).Beberapa istilah dan definisi dalam
Path Analysis
: (1) Dalam
Path Analysis
, kita hanyamenggunakan sebuah lambang variabel, yaitu X. Untuk membedakan X yang satu dengan Xyang lainya, kita menggunakan
subscript 
(indeks). Contoh : X
1
, X
2
, X
3
…. X
. (2) Kitamembedakan dua jenis variabel, yaitu variabel yang menjadi pengaruh (
exogenous variable
),dan variabel yang dipengaruhi (
endogenous variable
). (3) Lambang hubungan langsung darieksogen ke endogen adalah panah bermata satu, yang bersifat recursive atau arah hubunganyang tidak berbalik/satu arah. (4) Diagram jalur merupakan diagram atau gambar yangmensyaratkan hubugan terstruktur antar variabel (Harun Al Rasyid, 2005). Pendapat inikemudian berkembang sesuai kebutuhan, karena hakikat simbol dalam matematika adalahkesepakatan belaka. Jadi selama simbol yang bersangkutan dijelaskan/ disepakati terlebihdahulu pemakaian simbol bukan hal yang urgen. Sehingga digunakan simbol Y seperti halnyamodel regresi lainnya.Secara matematis analisis jalur mengikuti pola Model Struktural yang ditentukandengan seperangkat persamaan :Y
1
= F
1
(X
a
, …, X
q
; A
11
, … , A
1k 
)Y
2
= F
2
(X
a
, …, X
q
; A
21
, … , A
2k 
)Y
p
= F
p
(X
a
, …, X
q
; A
p1
, … , A
pk 
)
 
 
3
 yang mengisyaratkan hubungan kausal dari X
1
, X
2
, …., X
q
ke Y
1
, Y
2
, …., Y
p
. Apabila setiapvariabel Y secara
unique
(tunggal/ hanya satu-satunya) keadaanya ditentukan (disebabkan)oleh seperangkat variabel X, maka persamaan di atas dinamakan persamaan struktural, danmodelnya disebut model struktural.
Tinjauan Teoritis
 
1.
 
Diagram Jalur dan Persamaan Struktural
Pada saat akan melakukan analisis jalur, disarankan untuk terlebih dahulumenggambarkan secara diagramatik struktur hubungan kausal antara variabel penyebabdengan variabel akibat. Diagram ini disebut Diagram Jalur (
Path Diagram
), dan bentuknyaditentukan oleh proposisi teoritik yang berasal dari kerangka pikir tertentu. Hal ini mengikutikesepakatan sebelumnya, bahwa setiap tindakan dan teknik yang diambil haruslahdidefinisikan terlebih dahulu. Agar jelas terlihat kesepakatan yang diambil dalam langkahmetode penelitian berikutnya.
Gambar 1Diagram Jalur Yang Menyatakan Hubungan Kausal Dari X
1
Sebagai Penyebab Ke X
2
 Sebagai Akibat
Keterangan
:X
1
adalah variabel eksogenus (
exogenous variable
), untuk itu selanjutnya variabel penyebabakan kita sebut sebagai variabel eksogenus. X
2
adalah variabel endogenus (
endogenousvariable
), sebagai akibat, dan
ε
adalah variabel residu (
residual variable
), yang merupakangabungan dari: (1) Variabel lain, di luar X
1
, yang mungkin mempengaruhi X
2
dan telahteridentifikasi oleh teori, tetapi tidak dimasukan dalam model. (2) Variabel lain, di luar X
1
,yang mungkin mempengaruhi X
2
tetapi belum teridentifikasi oleh teori. (3) Kekeliruanpengukuran (
error of measurement 
), dan (4) Komponen yang sifatnya tidak menentu(
random component 
). Ke empat hal ini lah yang kemudian nanti akan dicantumkan olehpeneliti pada saran dan kesimpulan, Sebagai saran pengembangan penelitian lebih lanjutdalam penelitian berikutnya baik oleh dia sendiri atau peneliti lain.Gambar 1 merupakan diagram jalur yang paling sederhana. Gambar 1 menyatakanbahwa X
2
dipengaruhi secara langsung oleh X
1
, tetapi di luar X
1
, masih banyak penyebab lainyang dalam penelitian yang sedang dilakukan tidak diukur. Penyebab penyebab lain itudinyatakan oleh
ε
. (ingat simnol X
2
bisa saja kita ganti dengan Y berikut dan seterusnya)Persamaan struktural yang dimilik oleh gambar 1 adalahX
2
= p
12
 x x
X
1
+
ε
.
X X
ε
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->