Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anak Saya Disiksa Di Depan Gories Mere

Anak Saya Disiksa Di Depan Gories Mere

Ratings: (0)|Views: 373 |Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Oct 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2011

pdf

text

original

 
"Anak Saya Disiksa Di Depan Gories Mere"Thursday, 14 October 2010 12:02 | Written by Shodiq Ramadhan |Wawancara Suara Islam dengan Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Jibril Kalau dulu di zaman Orde Baru muncul nama Jenderal (TNI) Leonardus BennyMoerdani sebagai tokoh pembantai para aktivis Islam, sekarang kembali muncul namaKomjen (Pol) Gories Mere sebagai tokoh pembunuh aktivis Islam yang difitnah sebagaiteroris.Kedua Jenderal tentara dan polisi itu memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama penganut Kristen Katolik fanatik fundamentalis, berlatar belakang intelijen, membenciIslam, bernafsu menghabisi para aktivis Islam, ahli rekayasa terorisme. Kalau di zamanOrde Baru sengaja dibuat Komando Jihad, Teror Warman, Gerombolan Woyla dan lain-lain; sekarang dibuat istilah teroris.Semuanya itu dimaksudkan untuk menciptakan stigma negatif terhadap Islam dan umatIslam Indonesia. Padahal semua itu sengaja diciptaan rezim penguasa untuk terusmenerus mendiskreditkan umat Islam sehingga menjadi lemah dan akhirnya mudahdikendalikan. Sebaliknya gerombolan Kristen dan Katolik fanatik fundamentalis terus berkembang pesat dan akhirnya berkuasa di Indonesia. Kalau dulu ada Benny Moerdani,sekarang muncul Gories Mere.Berikut ini wawancara Abdul Halim dan fotografer Fuad al Faroeq dari Tabloid SuaraIslam dengan Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Jibril, seputar sepak terjangGories Mere selama ini dalam mendiskreditkan Islam dan umat Islam Indonesia.Komjen (Pol) Gories Mere ternyata masih memimpin operasi Densus 88, sepertiterungkap ketika penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan insiden Bandara PoloniaMedan dengan TNI-AU. Bagaimana komentar anda?Saya kembali ke sejarah. Dulu ketika zaman Orba, para pemuda yang aktif dalamgerakan penegakan syariat Islam sama mendirikan Himpunan Pemuda Masjid diJogjakarta yang saya pimpin sendiri, kemudian menjadi Badan Komunikasi PemudaRemaja Masjid se Indonesia (BKPRMI), yang merupakan gabungan para pemuda danremaja masjid yang memiliki wawasan bagaimana penegakan syariat Islam di Indonesia.Pada mulanya adalah gerakan Salibis internasional, yang dimulai dari pengumumanPerang Salib modern tahun 2001 lalu oleh Presiden AS George W Bush pasca insiden11/9 yang disebut Global War on Terrorism (GWoT). Sebenarnya pada waktu itu MenluAustralia sudah mencirikan siapa yang bisa disebut sebagi teroris. Adapun cirinya adalah
 
ulama yang selalu bicara syariat Islam dan khilafah yang ditegakkan dengan dakwah dan jihad serta menolak demokrasi. Mereka selalu berpakaian baju koko atau jubah, memakaiserban, jenggot, istrinya berjubah besar dan cadar. Kalau diteliti ini semua mengarahkepada umat Islam. Inilah yang mereka sebut sebagai teroris.Padahal menurut Wapres Hamzah Haz pada waktu itu, di Indonesia tidak ada teroris. Namun setelah SBY jadi Presiden, stigma teroris yang dilekatkan kepada umat Islammenjadi sangat populer. SBY banyak sekali terlibat dalam pengenaan stigma negatif kepada umat Islam ini. Bahkan selama 10 tahun sejak SBY menjabat Menkopolkamhingga Presiden, istilah teroris di Indonesia sangat terkenal. Mereka yang ditangkapi atas perintahnya selama ini mencapai 530 orang. Sedangkan yang dibunuh baik secaraeksekusi Pengadilan atau ditembak langsung di jalan-jalan kurang lebih 40 orang.Sedangkan tokoh yang paling berperanan dalam memburu mereka yang dituduh sebagaiteroris adalah Gories Mere. Meski tugasnya sebagai Kepada Badan Narkotika Nasional(BNN), tetapi masih merasa perlu untuk memburu teroris.Memang selama ini SBY dikenal sebagai kaki tangan yang paling dicintai AS diIndonesia. Dia sengaja mengangkat orang-orang yang bisa membantu tugasnya sepertiGories Mere. Karena AS mayoritas Kristen Salibis, tentu ada suatu perjanjiannya supaya perkembangan Kristen di Indonesia berjalan pesat. Maka apa saja gerakan Kristen selalu berjalan mulus. Meski minoritas, mereka berani membantai umat Islam di Ambon danPoso, termasuk pembantaian 500 santri Ponpes Walisongo di Poso (2001). Bagaimanakalau mereka mayoritas, tidak dapat kita bayangkan kekejamannya. Selama ini merekatidak pernah mendapat tekanan dari pemerintah sebagaimana yang selalu dialami umatIslam. Karena yang berkuasa adalah SBY dan algojonya adalah Gories Mere. Selama iniorang yang paling sibuk mengurusi teroris adalah Gories Mere. Dia ada dimana saja,seperti ketika terjadi penangkapan, pembantaian, penembakan, termasuk ketikamenangkap anak saya Muhammad Jibril. Ternyata Gories Mere ada ditempat ketikaMuhammad Jibril disiksa anak buahnya.Mengapa selama ini nama Gories Mere tidak pernah muncul dalam setiap operasi antiteroris?Itulah yang mengherankan, mengapa tidak pernah dimuculkan nama Gories Mere, iniyang perlu dipertanyakan. Ketika terjadi pembantaian dimana-mana, kok namanyaselamat saja. Akhir-akhir ini baru muncul dan itupun secara kebetulan karena adanya peristiwa insiden dengan TNI AU di Bandara Polonia Medan. Sepandai-pandainya anjingmeloncat, pasti akan jatuh juga. Barangkali inilah waktunya kejatuhan Gories Mere.Adanya rumor, sejak penangkapan Ustad Abu Bakar Ba’asyir, peristiwa Medan, pengerebegan, penangkapan, pembantaian yang dikaitkan dengan teroris, Gories Mere pasti hadir disitu. Jadi semua kegoncangan akibat isu terorisme di Indonesia, dialah orang pertamanya. Gories Mere diduga mendapatkan banyak dana dalam memimpin operasianti teroris tersebut. Jadi Gories Mere adalah biang keroknya penyiksaan, penangkapan, pengerebegan dan pembantaiana tertuduh teroris di Indoensia. Terorisme merupakan
 
undang-undang yang dilegalkan penguasa thoghut untuk menghentikan dan mematikangerakan jihad bagi penegakan syariat Islam dan khilafah. Terorisme merupakan undang-undang yang dilegalkan untuk menangkap, memenjarakan, membunuh para ulamamujahid dan para mujahidinnya.Kabarnya anda bertemu dengan tiga Jenderal di Mabes Polri pasca penangkapanMuhammad Jibril?Pada waktu anak saja Muhammad Jibril ditangkap Densus, kami dari MMI pada 27Agustus 2009 menemui tiga Jenderal di Mabes Polri, yakni Komjen Susno Duadji(Kabareskrim), Brigjen Saud Nasution (Kadensus) dan Irjen Saleh Saaf. Waktu itu MMImenanyakan penangkapan Jibril pada 25 Agustus 2009. Saya minta bertemu Jibril, tetapitidak diizinkan. Lalu saya menuntut supaya isu terorisme harus selesai di Indonesia.Maka MMI memberikan solusi supaya pemerintah melalui Polri, DPR, MPR dan paraulama mujahidin untuk menjelaskan bagaimana jihad versus terorisme, bagaimanamujahid versus terorisme. Dengan adanya definisi atau batasan ini, maka Polri melaluiDensus tidak akan sewenang-wenang melakukan pembantaian dan pembunuhan terdugateroris. Namun hingga sekarang, ternyata belum ada respon dari Mabes Polri.Waktu itu saya minta ketemu Jibril, tetapi dijawab baru bisa setelah tujuh hari. Sayaminta Jibril jangan disiksa, ternyata ketiga Jenderal polisi itu menjawab dengan sumpah:“Demi Allah, anak ustadz tidak akan disiksa”. Lalu saya katakan: “Kalau sampai terjadi penyiksaan, saya doakan ketiga bapak ini akan kualat. Karena bapak sudah bersumpahtidak akan menyiksa anak saya”.Setelah itu saya terus aktif menelpon Saud Nasution. Pada hari ketujuh, delegasi MMIkembali ke Mabes Polri, ternyata Muhammad Jibril ada di Mako Brimob, Kelapa Dua,Depok. Subhanallah, dengan izin Allah kami dapat bertemu Jibril dan ternyata seluruh bagian tubuhnya bengkak semuanya. Ternyata selama tujuh hari dia mendapat penyiksaan biadab. Jibril tidak tahu ketika disiksa berada dimana, tetapi sepertinyatempatnya luas dan indah, penyiksaannya berada di ruang bawah tanah. Disitulah Jibrilditelanjangi dan disuruh melakukan sodomi bahkan di sodomi oleh penyiksanya.Ternyata yang mengejutkan, Gories Mere ikut menyaksikan penyiksaan Jibril. Berartiyang memerintahkan penyiksaan adalah Gories Mere dan dilakukan anak buahnya.Tindakan biadab itu dilakukan untuk mengambil data dan keterangan dari Jibril.Setelah saya lihat Jibril babak belur karena disiksa, ketika ketemu Saud Nasution sayamengatakan: “Pembohong kamu ! kalau seorang jenderal seperti kamu sudah berbohong,gimana anak buah kamu”. Padahal waktu itu AKBP Zamri yang pernah mengobok-obok rumah saya setelah Jibril ditangkap Densus, ada disamping bosnya tersebut. Kemudiansaya mengancam akan menceriterakannya di televisi. Kemudian Saud Nasutionmemohon jangan diceritakan di televisi.Sudah berapa banyak yang disiksa, tetapi mereka tidak boleh berbicara. Hanya anak sayaJibril yang berani bicara dan dimuat di media massa. Kalau mereka sampai bicara, makasangsinya akan dihabisi di dalam penjara. Mereka semua tidak ada yang tidak disiksa,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->