Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB V PEMBAHASAN

BAB V PEMBAHASAN

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 1,173 |Likes:
Published by Ardan

More info:

Published by: Ardan on Jul 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

 
32
BAB VPEMBAHASAN5.1Kegiatan Rehabilitasi Hutan Mangrove
Kegiatan rehabilitasi mangrove di Kelurahan Kastela dilaksanakan olehDinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate. Hasil wawancara diperoleh bahwakegiatan ini tidak diadakan sosialisai kepada masyarakat terlebih dahulu dan tidak pernah dilakukan penyuluhan tentang arti pentingnya hutan mangrove dan kegiatanrehabilitasi.Jenis mangrove yang ditanam yaitu
 Rhizophora
sppdenganjumlah bibit yangditanam 5.500 buah, yaitu buah yang dijadikan bibit berasal dari kawasan mangrovePulau Halmahera dan Pulau Moti. Buah yang dikumpulkan dengan cara menggoyangpohon dan buah yang ikut terjatuh digunakan sebagai bibit tanpa ada seleksi terhadapbuah yang masak. Persemaian bibit dilakukan setelah bibit ditutupi dengan karungselama 4 hari. Lokasi yang digunakan sebagai tempat persemaian bibit pada arealyang tidak terendam saat air pasang dan dilakukan penyiraman. Persemaian inidilakukan selama 2 bulan. Dalam persemaian digunakan plastik (
 polybag
). Prosespenanaman dilakukan setelah bibit berumur 2 bulan dalam persemaian. Penanamandilakukan langsung dengan bambu dan plastik dengan kedalaman 10-20 cm. Hal inidilakukan pada saat surut dengan jarak tanam 2 x 2 m. Tiap jenis di tanam dari arahlaut ke darat.
 
33Berdasarkan tahapan-tahapan kegiatan rehabilitasi tersebut, dapat dikatakanbahwa salah satu kegagalan kegiatan rehablitasi adalah pengelola program tidak melibatkan secara langsung kapada masyarakat (mulai dari pembibitan, persemaiandan pemeliharaan), bibi yang ditanam 3 bulan dan sempat mengeluarkan daun namunhewan ternak memakannya, tidak adanya riset awal untuk kesesuaian jenis danparameter lingkungan, serta tidak ada Alat Penahan Ombak Sebagaimana Abubakar(2006), menyatakan bahwa rehabilitasi hutan mangrove merupakan suatu kegiatanyang sangat kompleks untuk dilaksanakan karena kegiatan ini sangat membutuhkansifat akomodatif (keterlibatan secara partisipatif) terhadap segenap pihak baik yangberada di sekitar kawasan maupun di luar kawasan. Namun demikian, sifatakomodatif ini akan lebih dirasakan manfaatnya bilamana keberpihakan kepadamasyarakat yang sangat rentan terhadap sumberdaya mangrove diberikan porsi yanglebih besar. Dengan demikian dalam rehabilitasi ini perlu dilibatkan masyarakatdalam menyusun proses perencanaan rehabilitasi hutan mangrove.Idris (2004) menyatakan bahwa upaya rehabilitasi harus melibatkan seluruhlapisan masyarakat yang berhubungan dengan kawasan mangrove. Banyak programrehabilitasi dan kegiatan pengelolaan yang kurang atau tidak berhasil dikarenakanpelaksana program gagal melibatkan masyarakat sejak awal program.Berdasarkan tiga stasiun yang diamati, pada stasiun satu, jenis yang sesuaiuntuk ditanam adalah
Sonneratia spp
dan
 Aviccenia spp,
karena jenis ini merupakan jenis pioner dalam yang mampu hidup dan berkembang pada keadaan substrat yangdidominasi pasir dan bahkan pasir-berkerikil sekalipun. Kedua jenis ini memiliki
 
34sistem perakaran yang mampu bertahan pada kondisi pantai terbuka dan berombak.Seperti terlihat paga gambar 12.Sedangkan pada stasiun dua dan tiga jenis tanaman yang sesuai berturut-turutdari arah laut kedarat diantaranya adalah
Sonneratia spp, Aviccenia spp, Rhizophoraspp,
dan
 Bruguiera spp
. Selain jenis
Sonneratia spp
dan
 Aviccenia spp
jenis
rhizophora spp
dan
Bruguiera spp
hanya mampu bertahan pada kondisi pantai yangtenang serta pada kondisi substrat yang pasir-berlumpur dan pasir-berlempung.Kedua jenis yaitu
 Rhizopora spp
dan
 Bruguiera spp
mempunyai sistem perkaranyang tidak mampu bertahan pada konsisi pantai terbuka yang masih dipengaruhi oleharus pasang-surut dan gelombang besar. Namun sebelum jenis
 Rhizophora spp dan Bruguiera spp
ditaman sebaiknya ditanam terlebih dahulu
Sonneratia spp,
dan
 Aviccenia spp
sebagai pelindung tanaman berikutnya yaitu
 Rhizophora spp dan Bruguiera spp
. Sistem perakaran pada
 Rhizophora spp
dan
 Bruguiera spp
terlihatpada gambar 13 berikut :
Gambar 12. Sistem perakaran A.
 Aviccenia
dan B
Sonneratia
AB

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kiki Purnamasari liked this
Sylvie Rizqia liked this
Ananta Yogi liked this
261806 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->