Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Tata Negara

Hukum Tata Negara

Ratings: (0)|Views: 173 |Likes:
Published by putra satria

More info:

Published by: putra satria on Oct 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2010

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
1.1
 
Latar Belakang
Setelah Indonesia memperoklamasikan kemerdekaannya, tidaklah serta mertamembuat Indonesia merdeka seutuhnya, tapi masih ada halangan dar pihak belanda maupun jepang. Kemerdekaan Indonesia yang sudah berlangsung hampir 4 tahun masih belum biasditerima oleh pihak belanda. Dampaknya dari pengaruh imperialismenya, dengan memecahIndonesia menjadi Negara-negara/daerh-daerh kecil yang mengarah pada daerah federal, halini digunakan untuk mengurangi pengaruh pemerintahan di daerah-daerah, dan menjagakepentingan belanda Indonesia. Indonesia pada saat itu tetap mempertahankan bentuk  pemerintahan yaitu kesatuan berusaha dibujuk belanda, setelah Indonesia berhasil dibujuk  belanda untuk mengubah bentuk pemerintahannya terbentuklah Negara
Indonesia Timur,Madura, Sumatra Selatan
dan daerah-daerah lainnya. Perubahan Negara kesatuan menjadi Negara-negara federal menjadi polemik, dalam situasi itu yang penuh dengan perselisihanPBB akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan puncak dari perselisihan itu berakhir di
KMB
yang diikuti oleh pihak belanda dan Indonesia. Dari hasilKMB tersebut disepakati beberapa keputusan tanpa menghilangkan pengaruh belanda diIndonesia. Untuk menyesuaikan keputusan tersebut terbentuk lah KRIS.
 
2
 
BAB IIKONSTITUSI RIS TAHUN 1949
 2.1 Pendahuluan
Dalam perjalanan Bangsa Indonesia, Republik Indonesia sempat mengalami perubahan bentuk negara, yaitu dengan lahirnya Republik Indonesia Serikat.Republik Indonesia Serikat, disingkat RIS, adalah suatu negara federasi yang berdiri27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar :Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg ( BFO ) dan Belanda. Kesepakatanini disaksikan juga oleh United Nations Commision for Indonesia ( UNCI ) sebagai perwakilan Perserikatan Bangsa - Bangsa ( PBB ).
Republik Indonesia Serikat terdiri beberapa negara bagian, yaitu:
1.
 
Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Susanto Tirtoprojo2.
 
 Negara Indonesia Timur yang terbentang dari wilayah Sulawesi, Sunda Kecil ( Balidan Nusa Tenggara ) dan Kepulauan Maluku dengan Ibu Kotanya Singaraja, dipimpinoleh Ida Anak Agoeng Gde Agoeng.3.
 
 Negara Pasundan yang wilayahnya meliputi Sebagian Pulau Jawa sebelah Barat atauyang lebih dikenal sebagai Jawa Barat dengan ibukotanya Bandung, dipimpin olehMr. Djumhana Wiriatmadja.4.
 
 Negara Jawa Timur dengan wilayahnya adalah Pulau Jawa Bagian Timur, denganibukotanya Surabaya, dengan pimpinan Raden Soedarmo.5.
 
 Negara Madura dengan wilayahnya mencakup kepulauan Madura, dipimpin olehR.A.A. Tjakraningrat.6.
 
 Negara Sumatera Timur yang dipimpin oleh Radja Kaliamsyah Sinaga.7.
 
 Negara Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Abdul Malik.
Selain itu, ada juga negara-negara yang berdiri sendiri dan tak tergabung dalam federasi, yaitu
:
1.
 
Jawa Tengah dipimpin oleh DR. RV Sidjito2.
 
Kalimantan Barat pimpinannya adalah Sultan Hamid II3.
 
Dayak Besar dipimpin oleh Muhran Bin HajiAli4.
 
Daerah Banjar dipimpin oleh Muhammad Hanafiah5.
 
Kalimantan Tenggara dipimpin oleh M. Jamani6.
 
Kalimantan Timur dipimpin oleh A.P Sosronegoro7.
 
Bangka dengan pimpinan Muhammad Jusuf Rasidi8.
 
Belitung dipimpin oleh K.A. Muhammad Jusuf 9.
 
Riau dipimpin oleh Radja Mohammad
 
3
 
Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) 1949 digunakan dalam suasana politik Indonesia yang sedang terjadi gejolak revolusi mempertahankan kemerdekaan. Penggunaankonstitusi ini merupakan produk politik hasil Konferensi Meja Bundar yang dilakukan diBelanda pada tahun 1949 setelah Belanda melakukan agresi militernya kepada Republik Indonesia yang baru berdiri. Diterapkannya Konstitusi RIS menggantikan UUD 1945merupakan capaian kompromi politik perjuangan diplomasi Republik Indonesia dalamkonferensi tersebut. Naskah Konstitusi RIS disusun bersama oleh delegasi Republik Indonesia dan delegasi BFO ke Konferensi Meja Bundar. Rancangan itu disepakati olehkedua belah pihak untuk diberlakukan sebagai Undang-Undang Dasar RIS
 
 Namun usia Negara Republik Indonesia Serikat tidak panjang karena pada 17 Agustus1950, Negara Republik Indonesia Serikat dibubarkan.Dibandingkan dengan UUD 1945, Konstitusi RIS memuat prinsip-prinsipketatanegaraan yang banyak berbeda dengan UUD 1945. Salah satu perbedaan itu yaitumengenai bentuk negara dan sistem pemerintahan yang dianut. Dalam UUD 1945, secaranormatif yang dipilih sebagai bentuk negara adalah republik dan sistem pemerintahan yaitu presidensial. Sementara dalam Konstitusi RIS 1949, bentuk negara yang dicantumkan dalamkonstitusi dan diterapkan yaitu federasi, sedangkan sistem pemerintahan adalah kombinasisistem presidensial dan parlementer Pasal 69 Konstitusi RIS 1949 menyebutkan
bahwa Presiden dipilih oleh orang-orang  yang dikuasakan oleh Pemerintah daerahdaerah bagian dalam negara RIS sebagaimanadisebut dalam Pasal 2 Konstitusi RIS. Presiden adalah sebagai Kepala Negara. Dalam hal  pembentukan kabinet, Pasal 74 Konstitusi RIS mengatur bahwa Presiden harus membuat kesepakatan dengan orang-orang yang dikuasakan oleh daerah-daerah bagian untuk menunjuk 3 pembentuk Kabinet. Kabinet terdiri dari Perdana Menteri dan menteri-menteri
 Sama dengan UUD 1945, dalam konstitusi RIS 1949 juga tidak ada ketentuan yang jelas dan detail mengenai bagaimana impeachment dapat dilakukan. Karena sistem pemerintahan yang digunakan adalah sistem parlementer, maka impeachment biasanyadilakukan terhadap perdana menteri dalam kerangka pertarungan politik di parlemen.
 Pasal 72 Konstitusi RIS 1949 hanya menyebutkan bahwa Undang-undang federal mengatur  pemilihan Presiden baru untuk hal apabila Presiden tetap berhalangan, berpulang ataumeletakkan jabatannya. Pasal ini berarti menyerahkan pengaturan lebih lanjut mengenai  penggantian Presiden pada level undang-undang.
Tidak adanya aturan yang jelas mengenai impeachment tampak pula jika dilihat padahak yang dimiliki oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Hak-hak yang dimiliki olehDewan Perwakilan Rakyat dalam Konstitusi RIS 1949 tampaknya memang diarahkan agar tercipta mekanisme checks and balances terhadap pemerintah. Namun hak-hak yang dimilikiDPR tersebut tidak termasuk hak untuk melakukan impeachment terhadap Presiden.
 Pasal 122 Konstitusi RIS 1949 justru menegaskan bahwa DPR tidak dapat memaksa Kabinet atau masing-masing menteri meletakkan jabatannya. Hak-hak DPR tersebut yaitu meliputi 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->