Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH

MAKALAH

Ratings: (0)|Views: 802|Likes:

More info:

Published by: Nindya Afriana Nursyafitri on Oct 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
BAB IIPERMASALAHAN
Analisis permasalahan urbanisasipasca lebaran dengan memperhatikan dan mempertimbangkankondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari sisi :
1.
 
KEKUATAN (STRENGH)
Banyak faktor yang menyebabkan mengapa urbanisasi begitu tinggi hingga tak terkontrol. Salah satunya adalah dari peninggalan kebijakan zaman orde baru yang masihmenyisakan masalah hingga saat ini. Paradigma sentralisasi pemerintahan danpembangunan ekonomi terpusat adalah hal yang menjadi faktor pendorong terjadinyaurbanisasi dengan konsentrasi migrasi dan jumlah migran yang tidak sehat. Daerah-daerah kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah yangdimilikinya. Pemerintah pusat juga tidak mau memecah kosentrasi pembangunan kedaerah untuk pemerataan pembangunan. Akibatnya, yang terjadi sekarang ini adalahketidakseimbangan pembangunan satu daerah dengan daerah yang lain.Ditambah lagi dengan penampilan gaya hidup ala kota, tak ayal banyak wargadesa menjadi terpikat untuk ikut merasakan nikmat hidup di kota. Di benak mereka yangterbayang hanyalah sebuah kesuksesan yang menanti di kota.Pasca lebaran adalah moment yang paling sering dimanfaatkan para calonperantau untuk ikut mencicipi hidup di kota. Ketertarikan mereka untuk merantau ke kotatidak lepas dari pengaruh perantau lama yang kebetulan sedang mudik ke daerah asalnya.Memang dalam pengaruhnya tidak selamanya dilakukan secara langsung dengan caramengajak. Urbanisaasi membawa dampak positif apabia penduduk yang melakukanurbanisai mempunyai skill yang sesuai dengan kriteria untuk mengisi kekosongan tenagakerja dari industri dan lembaga lainya.hal ini akan menciptakan sebuah hubungan timbalbalik yang saling menguntungkan antara pengusah atau lembaga dengan tenaga kerjanyaParadigma sentralisasi pemerintahan dan pembangunan ekonomi terpusat adalah hal yangmenjadi faktor pendorong terjadinya urbanisasi dengan konsentrasi migrasi yang tidak sehat. Daerah kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.
 
 
2.
 
KELEMAHAN (WEAKNESS)
Dalam teori umum semakin meningkat persentase penduduk suatu kota semakinmeningkatkan produk domestik bruto dan capaian pembangunan manusia dari penduduk di kota itu. Jika begitu mengapa urbanisasi saat ini justru menjadi momok bagipemerintah kota? Jawabannya adalah karena urbanisasi yang terjadi sekarang ini sudahpada tingkatan tidak terkontrol, akibatnya urbanisasi tidak lagi menjadi faktor kemajuankota. Bukti empiris menunjukkan hubungan antara urbanisasi dan kemajuan itu bisaterwujud jika urbanisasi berada pada tingkat yang terkontrol (UNDP, HumanDevelopment Report, 2005). Alih-alih kemajuan yang didapatkan dari urbanisasi, justruurbanisasi malah jadi biang kerok berbagai permasalahan pelik kota. Kemiskinan,pengangguran, pemukiman kumuh, banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis),tingkat kriminalitas tinggi adalah sebagian contoh akibat langsung maupun tidak langsung dari urbanisasi. Jadi tidaklah janggal jika pemerintah kota menjadi pihak yangpaling getol
menghadapi “ancaman urbanisasi”.
 Urbanisasi dapat melenyapkan suatu kota. Dalam sejarah pernah ada kotabernama Cahokia. Kota ini dibangun sekitar tahun 1000 Masehi. Kota Cahokia berlokasidi pusat perdagangan yang membentang sepanjang sungai Mississippi. Selama lebih daritujuh ratus tahun, penduduk mendiami kota ini. Puncaknya, Cahokia dihuni lebih darisepuluh ribu orang. Saat itu, Cahokia merupakan kota yang padat. Pada abad ke-16,Cahokia mulai ditinggalkan penduduknya. Kota yang semula ramai itu menjadi sepi daninfrastruktur kota pun lumpuh. Para peneliti berspekulasi, Cahokia lumpuh karena tidak lagi sanggup menanggung jumlah penduduk yang terus bertambah.Untuk Pemda DKI Jakarta sendiri sebenarnya telah berupaya menekan jumlahpendatang baru dengan melakukan operasi Yustisi setiap usai lebaran. Upaya ini jugatermasuk tidak efisien karena operasi Yustisi tidak pernah memberikan solusi dan hanyaberujung pada pelangggaran hak asasi serta diskriminasi. Ini berbahaya dan bukanmerupakan ide yang cerdas.Persoalan ini harus benar - benar diselesaikan dari pangkalnya. Pengembangankawasan perkotaan regional di setiap daerah harus dilakukan secara serius dan menjaminpenyerapan urbanisasi lokal. Ini sangat penting untuk menjawab budaya hedonis kelas
 
bawah. Kontrol pola pikir masyarakat juga sangat urgen, dan harus dilakukan di desa -desa, agar masyarakat pedesaan yang lebih cepat terpengaruh oleh kisah - kisah suksessemu tidak terus memilih ke kota sebagai pilihan prestisius untuk menunjukkan kelassosial di kemudian hari. Orang - orang yang pulang dari Jakarta juga harus memberikaninformasi yang riil serta jujur tentang kehidupan Jakarta beserta seabrek persoalannya. Disamping itu, tentu saja pembangunan di tingkat regional yang mengarah kepadapemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus dipacu lebih kencang lagi.
3.
 
PELUANG (OPPORTUNITY)
Dari pemantauan pemerintah ada dua arus besar menjadi pendorong urbanisasi,yang
 pertama
adalah tahun kelulusan siswa/i atau mahasiswa/i dari studinya. Aruspertama ini bagi pemerintah kota bukan ancaman serius. Selain karena segi kuantitastidak terlalu banyak, dilihat dari segi kualitas mayoritas adalah tenaga-tenaga terdidik yang potensial dan mempunyai prospek kerja (formal) cukup tinggi. Bahkan banyak yangmemandang mereka akan membawa urbanisasi kearah positif untuk kemajuan kota.Arus yang
kedua
adalah di saat pasca lebaran. Arus inilah yang paling diantisipasiekstra oleh pemerintah kota dan menjadi ancaman serius bagi mereka. Kebanyakanperantau baru dari arus balik lebaran ini datang dari wilayah miskin di Indonesia.Kebanyakan lagi dari mereka tidak mempunyai modal yang cukup mengarungi sengitnyapersaingan kerja di kota. Dengan latar pendidikan minim, keahlian (
skill
) yang kurangmumpuni, dan sumber daya finansial (modal dana) juga kurang memadai, semakinmempersulit para migran urban meraih kesuksesan di kota. Kalaupun ada yang suksesmungkin bisa dihitung dalam hitungan jari dibanding ratusan migran lainya. Itupunkarena mereka mempunyai
soft skill
yang menunjang kerjanya seperti keuleten, pekerjayang keras, humanis dalam membangun jaringan, dan yang paling penting adalahkejujuran untuk membangun
trustment 
.Kota
 – 
kota besar merupakan kota yang berpeluang besar menjadi kota tujuan arusurbanisasi. Hal ini bisa kita pahami karena kota merupakan pusat pemerintahan, pusatindustri, pusat perdagangan baik barang maupun jasa. Sasaran seseorang melakukanurbanisasi adalah untuk mengisi kekurangan tenaga kerja terutama disektorindustri.karena industri merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Kota

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->