Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kisah Bawang Merah Bawang Putih

Kisah Bawang Merah Bawang Putih

Ratings: (0)|Views: 2,279 |Likes:
Bawang Merah Bawang Putih Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya peniaga biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian juga ayahnya. Di desa itu tinggal juga seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semen
Bawang Merah Bawang Putih Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya peniaga biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian juga ayahnya. Di desa itu tinggal juga seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semen

More info:

Published by: Muhammad Syukri Mustamam on Oct 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

 
Bawang Merah Bawang Putih
 
Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dariAyah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Merekaadalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya peniaga biasa,namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakitkeras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian jugaayahnya.Di desa itu tinggal juga seorang janda yang memiliki anak bernama BawangMerah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah seringberkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantubawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih danayahnya berbual. Akhirnya ayah Bawang putih berfikir bahawa mungkin lebih baikkalau beliau berkahwin saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidakkesepian lagi.Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih berkahwindengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangatbaik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulaikelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaanberat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harusmengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanyaduduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, keranaBawang putih tidak pernah menceritakannya.Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejaksaat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadapBawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah berehat. Dia sudah harusbangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawangmerah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebundan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyeterika, membereskanrumah, dan masih banyak kerja lain. Namun Bawang putih selalu melakukanpekerjaannya dengan gembira, kerana dia berharap suatu saat ibu tirinya akanmencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
 
Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akandicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggirhutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih akanmencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawangputih tidak menyedari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus.Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyedarihal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih cuba menyusurisungai untuk mencarinya, tetapi tidak berjaya menemuinya. Dengan putus asa diakembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya."Dasar ceroboh!" Bentak ibu tirinya. "Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harusmencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belummenemuinya. Mengerti? "Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia akan menyusuri sungaitempatnya mencuci tadi. Mataharisudah bermula meninggi, namun Bawang putihbelum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan telitidiperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunyatersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong kebarat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikankerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: "Wahai paman yang baik, apakah pakcikmelihat baju merah yang hanyut lewat sini? Kerana saya perlu mencari danmembawanya pulang. "" Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau boleh mengejarnya, "kata pakcik itu."Baiklah pakcik, terima kasih!" Kata Bawang putih dan akan berlari kembalimenyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentarlagi malam akan tiba, dan Bawang Putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yangberasal dari sebuah pondok di tepi sungai. Bawang putih akan menghampiri rumahitu dan mengetuknya."Permisi ...!" Kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu."Siapa kamu nak?" Tanya nenek itu."Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut.Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini? "Tanya Bawangputih.
 
"Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah? "Tanya nenek."Ya nek. Apa ... nenek menemuinya? "Tanya Bawang putih."Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukaibaju itu, "kata nenek. "Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harusmenemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak berbual dengansiapapun, bagaimana? "Pinta nenek.Bawang putih berfikir sejenak. Nenek itukelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. "Baiklah nek, saya akanmenemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku," kataBawang putih dengan tersenyum.Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hariBawang putih membantu melakukan kerja-kerja rumah nenek. Tentu saja nenekitu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggilbawang putih."Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yangrajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumupulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu daripada dua labu kuning ini sebagaihadiah! "Kata nenek.Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya.Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. "Saya takut tidak kuatmembawa yang besar," katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawangputih hingga depan rumah.Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinyasementara dia pergi ke dapur untuk membahagikan labu kuningnya. Alangkahterkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, di dalamnya ternyatamengandungi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranyadan memberitahu perkara ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang denganserakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawangputih untuk menceritakan bagaimana dia boleh mendapatkan hadiah tersebut.Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya merancang untukmelakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya.Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahmat Hidayat liked this
Bds Ats liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->