Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
34Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Meditasi

Meditasi

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 10,282|Likes:
Published by Sigit

More info:

Published by: Sigit on Jul 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/22/2013

pdf

text

original

 
Manfaat Meditasi
Dalam kehidupan modern saat ini, banyak sekali terjadi kesalahan pemakaian obat terlarangdengan tujuan untuk menenangkan pikiran yang pada akhirnya sering menyebabkan ketagihansehingga mendatangkan berbagai malapetaka. Selain harus mengeluarkan uang yang tidaksedikit hanya untuk memperoleh ketenangan pikiran yang sebentar tersebut, juga menyebabkanseseorang itu terperosok dalam jurang kebodohan batin yang akan menyeretnya kepadapenderitaan yang berkepanjangan.Sangat disayangkan apabila generasi muda saat ini mengabaikan dan menganggap remehajaran kuno meditasi yang telah dikenal dalam sejarah manusia sejak lebih dari 5000 tahun yanglalu, dimana ketenangan pikiran yang terbentuk dari latihan meditasi ini akan selamanya tumbuhbersama dalam latihan spiritual kita tanpa perlu mengeluarkan biaya sama sekali.Dalam kehidupan saat ini, dapat dirasakan manfaat yang besar dalam meditasi misalnya untukpelajar akan lebih mudah berkonsentrasi pada mata pelajaran sekolah, untuk yang bekerjatentunya akan menjadi lebih produktif, ibu rumah tangga akan menjadi lebih sabar, untuk parapolitikus yang sering melakukan meditasi akan menghasilkan keputusan pemerintahan yangarief dan bijaksana, dan bagi para rohaniawan akan menjadi lebih bijaksana, tenang dansenantiasa menyatu dalam jati diri sejati , alam semesta dan Yang Maha Kuasa.Demikian juga kepada para pecandu narkotika dan orang-orang yang mengalami tekanan jiwayang sulit disembuhkan, telah terbukti banyak terapi penyembuhan melalui meditasi tersebutdapat dilakukan dengan lebih efektif. Di negara-negara tertentu, kegiatan meditasi telahdijadikan kegiatan rutin setiap hari terhadap para narapidana yang berdiam di dalam lembagakemasyarakatan (penjara). Hasil yang diperoleh ternyata sangat menggembirakan khususnyadalam membina para terpidana untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengankebaikan budi pekerti dan moralitas yang tinggi. Bagaimanapun kita tidaklah perlu menunggusampai menderita tekanan jiwa atau masuk penjara untuk belajar meditasi, tentunya lebih baiksedia payung sebelum hujan daripada bayah kuyup di tengah kehujanan.Perlu dipahami juga, terdapat sementara orang yang salah mengerti mengenai tujuan meditasiyang dipandang sebagai memperoleh ilmu waskita atau kekuatan bathin [
iddhi 
] semata-mata,seperti penglihatan tidak terbatas [
clairvoyant/dibba-cakku 
] dan pendengaran tidak terbatas[
clairaudience/dibba-sota 
]. Memang kebolehan seperti itu dapat muncul apabila seseorang telahmencapai tataran alam tertentu dalam samadhi, namun perlu kita sadari bahwa kebolehanseperti ini masih berada pada tataran alam yang sangat rendah. Tanpa bimbingan seorang Guru
 
Sejati, sering akhirnya seseorang itu tersesat pada kebolehan semacam itu sehinggamenyombongkan kebolehannya yang dapat mengakibatkan orang tersebut akhirnya terperosokdalam jurang kebodohan batin. Dengan makin berkembangnya ilmu teknologi saat ini, makaseharusnya kitapun perlu menyadari bahwa kebolehan semacam itu sama sekali tidak perludibanggakan lagi, apalagi dengan adanya dunia internet maka dalam sekejab saja semua orang juga bisa melakukan penglihatan, pembicaraan, dan pendengaran yang tidak terbatas.Negara Barat yang sudah jenuh dengan berbagai kehidupan yang mengacu kepada kapitalismedan liberalisme dimana pada akhirnya menimbulkan berbagai efek kemerosotan batin, telahmulai menoleh berbagai kebudayaan Timur, khususnya ilmu menenangkan batin sepertimeditasi. Tidaklah mengherankan apabila dari berbagai situs jaringan yang dapat dijumpaidalam internet, terdapat banyak sekali perkumpulan meditasi di berbagai negara yangmenawarkan suatu pusat kegiatan meditasi, ataupun pertemuan rutin dalam acara retreat ditempat-tempat tertentu selama beberapa hari, hanya untuk melepaskan diri dari kejenuhan atasberbagai kegiatan keduniawian.
Memilih Metode Meditasi
Berbagai metode meditasi yang dikenal oleh berbagai agama ataupun ajaran spiritual yangberkembang dewasa ini, pada dasarnya mengandung nilai yang sama untuk membantumengembangkan pikiran tenang yang terkonsentrasi dengan memahami Kebenaran yangmelandasinya. Dengan pikiran yang terkonsentrasi ini kita akan mampu mengawasi segalanafsu keinginan, senang dan benci, susah dan sedih, menyadari bahwa semua itu tidak kekaladanya, penuh penderitaan dan tanpa inti adanya.Apabila kita ingin berlatih meditasi, maka kita harus mampu juga untuk memilih salah satumetode meditasi yang cocok dengan kepribadian kita. Metode yang cocok ini dapat diukur darimunculnya kebijaksanaan dan ketenangan batin kita setelah belajar metode meditasi tersebut.Sebaiknya berbagai metode meditasi yang sekarang banyak dijabarkan dalam bentuk bukubacaan tersebut dapat dilakukan dengan bimbingan seorang guru yang memang telah diketahuiberpengalaman dalam meditasi. Berikut akan diuraikan sekilas berbagai metode meditasi yangdiketahui pada umumnya.Buddhisme
Mahayana 
mengembangkan empat metode meditasi sebagaimana tersebut dalamajaran
Yogacara, Lankavatara Sutra 
, yaitu :
1.
 
Balopacarika Dhyana 
, yaitu meditasi yang dilakukan oleh
Sravaka 
dan
Pratyekabuddha 
dengan merenungkan tentang Ketidakkekalan dari sifat ke-aku-an.
 
2.
 
Artapravicaya Dhyana 
, yaitu meditasi yang dilaksanakan oleh para
Bodhisattva 
yangtelah mengerti hakekat Keberadaan dari alam semesta.
3.
 
Tathatalambana Dhyana 
, yaitu meditasi yang terdiri dari pengkajian atas Keberadaandari Kebenaran serta merenungkannya.4.
 
Tathagata Dhyana 
, yaitu meditasi yang dilakukan oleh para
Tathagata 
yang telahmengalami Pengetahuan yang Tertinggi dan selalu bersedia untuk mengabdi kepadasemua makhluk.Buddhisme
Theravada 
mengenal empat tahapan meditasi yaitu, pertama, pengumpulanpengalaman dari meditasi
Triratna 
(
Buddha, Dharma dan Sangha 
) , kedua, meditasi tubuh;ketiga, meditasi kehilangan tubuh dan keempat, meditasi cinta kasih universal [
metta 
] . Terdapatdua latihan utama meditasi dalam Buddhisme
Theravada 
[
satiphatana 
] yang dikenal, yaitu :
1.
 
Samatha 
atau Meditasi Sikap Tenang, yaitu konsentrasi pada suatu obyek dengan tidakmembiarkan pikiran berkelana kepada hal-hal lain. Misalnya konsentrasi pada keluarmasuknya nafas [
anapanasati 
]; berjalan dengan konsentrasi gerak langkah[
cankamana 
]; konsentrasi untuk membangkitkan kasih sayang [
metta 
] ; konsentrasidengan pengucapan mantra sesuai dengan keluar masuknya nafas misalnya BUD(tarikan nafas) DHO (hembusan nafas).2.
 
Vipassana 
, atau Meditasi Pandangan Terang, yaitu dengan membuka pikiran kepadasegala sesuatu berdasarkan sifat dasar dari Ketidakkekalan [
anicca 
]; penderitaan[
dukkha 
] dan tanpa inti / tanpa aku [
anatta 
] untuk menyelidiki fenomena jasmani danmental.Buddhisme
Tantrayana 
mengembangkan 3 (tiga) tahapan meditasi sebagai latihan PenyadaranDiri, terdiri dari:
1.
 
Meditasi Mandala 
, yaitu konsentrasi meditasi dengan orientasi diri menuju kebersamaandengan alam semesta.
2.
 
Meditasi Mantra 
, yaitu konsentrasi diri dalam meditasi dengan mendengarkansuara-suara gaib.3.
 
Meditasi Visualisasi 
, yaitu meditasi yang dilakukan sesudah menyelesaikan tahapanmeditasi
Mandala 
dan
Mantra 
dimana dalam konsentrasi meditasi ini akan merasakankekuatan halus yang nyata seperti kehadiran para Bodhisattva.

Activity (34)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
tomkere liked this
tomkere liked this
abdi nur liked this
Kang Sam liked this
Yulizar Zar liked this
Harun Zein liked this
Ku Ingin Damai liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->