perairan Teluk Benoa, yang kemudian ditindaklanjuti dengan studi masterplan JapanInternational Corrporation Association (JICA) yang dilaksanakan pada 1991-1992.Pelaksanaan proyek yang diresmikan tersebut merupakan tahap pertama dari tiga tahapyang direncanakan. Kegiatannya meliputi pembangunan jaringan pipa air limbah sepanjang 129km meliputi jaringan pipa induk, sekunder, tersier dan lateral, serta pembangunan IPAL diSuwung. Sementara pembangunan DSDP Tahap II telah ditandatangani perjanjian loan denganIP-550 pada 28 Maret 2008 di mana konstruksinya akan dilaksanakan pada 2009-2014.Menurut informasi yang saya dapat dari kunjungan ke DSDP, proyek ini adalah sebagai bagian dari upaya penyelamatan lingkungan Bali dari kerusakan khususnya penurunan kualitasair. Dalam hal ini akibat pembuangan air limbah secara sembrono oleh masyarakat dan pengusaha. Bukan rahasia umum lagi kalau banyak pihak pengusaha hotel membuang limbahlangsung ke pantai tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Diharapkan DSDP akanmembantu mengurangi berbagai akibat pencemaran oleh air limbah tersebut. DSDPdiproyeksikan akan melayani daerah Kota Denpasar serta dua daerah wisata utama yakni Sanur dan Kuta. Tentu hal ini akan meringankan beban para pengusaha hotel yang selama ini tidak mempunyai IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ).Salah satu contoh pengolahan limbah terpadu yang baik adalah instalasi pengolahan air limbah milik BTDC Nusa Dua. Disini semua air limbah hotel hotel dikawasan Nusa Dua dialirkan ke dam penampungan sementara yang kemudian diolah untuk memenuhi standar mutuyang ramah lingkungan. Sebagain besar air hasil pengolahan digunakan kembali untuk pengairandi komplek BTDC Nusa Dua. Jadi dalam hal ini penggunaan air bersih untuk pengairan tamandan kebun hotel juga bisa dihemat, karena sudah tergantikan oleh air hasil pengolahan limbah. proyek ini bukan tanpa kendala, sejak proyek DSDP dikerjakan, yang mana sampai saatini masih terus berlangsung diberbagai sudut kota Denpasar; pro dan kontra terhadap proyek inisempat mengemuka. Berbagai keluhanpun bermunculan di masyarakat terkait terganggunyakeyamanan warga kota dalam melakukan aktifitasnya akibat pengerjaan proyek ini. Selama inimasyarakat mengeluh karena kemacetan dan terganggunya kenyamanan berlalu-lintas, beberapagalian yang terbengkalai , buruknya kualitas pengaspalan kembali terhadap galian yang sudahselesai serta penempatan manhole yang tidak sesuai dengan permukaan aspal yang bisamembahayakan pengguna jalan.Terlepas dari pro-kontra serta berbagai keluhan diatas, semoga proyek ini nantinya benar benar berguna bagi masyarakat, bukan sekedar proyek asal jalan. Rakyat membutuhkan berbagai
2