Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
mendidik-dan-mengajar-dengan-cinta

mendidik-dan-mengajar-dengan-cinta

Ratings:

4.6

(5)
|Views: 2,275 |Likes:
Published by Ariandi

More info:

Published by: Ariandi on Jul 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
Nama : Ariandi Ryan KahfiNIM : 06320031
Mendidik dan Mengajar dengan Cinta
Oleh: Baedhowi *) dan Suparlan * *)Guru merupakan faktor utama dalam proses pendidikan dan pengajaran. Ada beberapa faktorlain yang juga berpengaruh dalam proses tersebut, yakni siswa dan kurikulum. Selain itu ada faktorpenunjang yang kini dipandang juga sangat fital keberadaannya, yakni fasilitas pendidikan. Dalamhal ini, perlu diakui bahwa pada masa lalu, sebelum dunia mengalami perkembangan teknologiyang maha dahsyat, proses pendidikan dapat dilakukan hanya di bawah pohon.Mendidik sering dimaknai sama dengan mengajar. Sebenarnya, makna mendidik lebih luasmaknanya dibandingkan dengan mengajar. Mendidik dapat dilakukan dengan cara mengajar. Tetapimengajar di dalam kelas, sebagai misal, tidak selalu sebagai proses untuk mendidik. Memang,mendidik dan mengajar sering dimaknai secara tumpang tindih. Seorang guru mengajar di dalamkelas dengan maksud untuk mendidik peserta didik. Lebih dari itu, tingkah laku guru akan menjadifaktor yang penting dalam proses pendidikan, karena tingkah laku guru akan menjadi suri teladanbagi murid-muridnya. Pepatah petitih masa lalu "guru kencing berdiri, murid kencing barlari"sangat tepat untuk menggambarkan tentang proses pendidikan dengan suri keteladanan ini. Bahkankini pepatah petitih itu dipelesetkan menjadi "guru kencing berdiri, murid mengencingi gurunya".Audzubillah.Pendidikan memiliki tiga proses yang saling kait mengait dan saling pengaruh mempengaruhisatu dengan yang lain. Pertama, sebagai proses habit formation. Kedua, sebagai teaching andlearning process, dan ketiga adalah sebagai role model. (Prof. Suyanto, Ph.D, dalam PembukaanDiklat Integrasi Imtaq, 2 Agustus 2005).Untuk melaksanakan proses pendidikan dan pengajaran, guru harus memiliki seperangkatkompetensi yang harus dikuasai dan dimiliki. Menurut Barlow, kompetensi adalah “the ability of ateacher to responsibly perform his or her duties appropriately” (Muhibin Syah, 1995:230). atau“kemampuan seorang guru untuk menunjukkan secara bertanggung jawab tugas-tugasnya dengantepat”. Dalam hal standar kompetensi guru, Pearson (1980) telah mengidentifikasi guru yangkompeten dengan tiga masalah pokok, yakni: (1) what standards must a teacher meet to teachsatisfactorily rather than minimally, (2) what skills are required in general for a person to perform atthis level, (3) does the person in question have these requisite skills. Untuk menjelaskan pengertiantentang kompetensi itulah maka Gronczi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa "Anintegrated view sees competence as a complex combination of knowledge, attitudes, skills, and
 
values displayed in the context of task performance". Dengan kata lain secara singkat dapatdiartikan bahwa kompetensi guru merupakan kombinasi kompleks dari pengetahuan, sikap,keterampilan, dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yangdiberikan kepadanya. Sejalan dengan definisi tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan,Dikdasmen menjelaskan bahwa "kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dannilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak". Dijelaskan lebih lanjutbahwa "kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perbuatansecara profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru" (Direktorat Tenaga Kependidikan,Standar Kompetensi Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, 2003: 5).Berdasarkan pengertian tersebut, standar kompetensi guru dipilah ke dalam tiga komponenyang saling kait mengait, yakni: (1) pengelolaan pembelajaran, (2) pengembangan profesi, dan (3)penguasaan akademik. Ketiga komponen SKG tersebut, masing-masing terdiri atas beberapakompetensi, komponen pertama terdiri atas lima kompetensi, komponen kedua memiliki satukompetensi, dan komponen ketiga terdiri atas dua kompetensi. Dengan demikian, ketiga komponentersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi, yakni: (1) penyusunan rencanapembelajaran, (2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar, (3) penilaian prestasi belajar pesertadidik, (4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik, (5) pengembanganprofesi, (6) pemahaman wasasan kependidikan, dan (7) penguasaan bahan kajian akademik (sesuaidengan mata pelajaran yang diajarkan).Keseluruhan kompetensi tersebut harus dibungkus dengan sikap dan kepribadian guru yangbaik. Salah satu nilai paling penting dalam sikap dan kepribadian guru yang bait itu adalah rasacinta kasih guru kepada siswanya. Seorang siswa Sekolah Dasar di negara Chad, ketika ditanyatentang guru yang bagaimana yang mereka inginkan, ia menyatakan "Guru yang baik akanmemperlakukan siswanya seperti anaknya sendiri. Dia akan menjawab semua pertanyaan meskipunpertanyaan bodoh (Fatmoumata [11 tahun] dari Chad). Seorang sastrawan kondang dari Madura, D.Zawawi Imron, menyatakan bahwa "Guru yang baik ialah yang menganggap semua muridnyasebagai anak-anaknya sendiri, yang setiap hari akan mendapat curahan kasih sayangnya. Guru yangbaik ialah yang memberikan masa depan cemerlang dengan membekali anak didiknya dengan visiyang tajam dan ilmu yang menjanjikan. Guru yang demikian adalah guru yang berjasa meskipuntanpa diberi tanda jasa. Guru yang demikian substansinya adalah pahlawan". Lebih dari itu, cintakasih guru kepada semua siswanya tanpa pilih kasih haruslah dilandasi dengan kejujuran. Bapak pendiri Amerika Serikat menyatakan "Honesty is the first chapter in the book of wisdom. Kejujuranadalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan (Thomas Jefferson).Memang, cinta merupakan salah satu penting dari tiga syarat penting dalam proses mendidik dan mengajar. Pertama adalah cinta, kedua adalah kepercayaan, dan ketiga adalah kewibawaan.
 
Ketiga syarat ini saling pengaruh mempengaruhi dan saling kait mengait. Cinta akan menimbulkankepercayaan. Seorang Ibu menyusui anaknya dengan rasa cinta. Seorang Bapak menimang-nimanganaknya dengan rasa cinta. Ketika sang anak ditimang-timang atau bahkan di angkat-angkat ke atas.Mengapa sang anak tidak takut jatuh? Karena sang anak memiliki kepercayaan kepada sang Bapak.Sang anak percaya bahwa Bapaknya tidak akan menjatuhkannya. Seterusnya, kepercayaan sanganak inilah yang menghadirkan kewibawaan bagi sang Bapak. Kewibawaan adalah kemampuanuntuk dapat mempengaruhi orang lain. Kewibawaan akan lahir jika ada kepercayaan. Anak akanmenurut atau mengikuti perintah dan arahan dari Bapak karena adanya kepercayaan kepada sangBapak, atau dalam hal ini guru akan diikuti perintahnya oleh peserta didik jika peserta didik menaruh kepercayaan kepada gurunya. Itulah tiga syarat terjadinya proses pendidikan danpengajaran.Walhasil, guru melaksanakan proses pendidikan dan pengajaran harus dengan rasa cinta.Dengan cinta yang tuluslah anak-anak kita akan menaruh kepercayaan kepada gurunya, dan dengankepercayaan itu, sang guru akan menjadi guru yang berwibawa di mata murid-muridnya. So whatgito lho? Dengan meminjam kalimat populer dari Aming dalam lagunya yang kocak itu, para guruharus dapat menilai dirinya sendiri, apakah para guru telah mendidik dan mengajar dengan modalcinta? Anda pada gurulah yang paling tahu. Wallhu alam bishawab.
Sumber:http://www.sekolahindonesia.com  Didownload tanggal 6 Maret 2007 
Komentar:
Artikel di atas menerangkan tentang kewibawaan seorang guru kepada siswanya. Jadi,walaupun pada dasarnya setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi seorang gurudituntut untuk dapat mengajar dan mendidik siswanya dengan rasa kasih sayang yang besar sepertikasih sayang orang tua kepada anaknya. Saya sangat setuju dengan artikel diatas, karena apabilasetiap guru dapat memperlakukan siswanya seperti anaknya sendiri maka setiap siswa akanmendapatkan curahan kasih sayangnya.
Glossary:
Fasilitas : Segala yang memudahkanProses : Runtunan perubahanFaktor : Sesuatu halHabit Formation : Pembentukan kebiasaanTeaching and Learning Process : Proses pengajaran dan pembelajaran

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tomas Budianto liked this
Dede Silahudin liked this
Na Erna liked this
Muhammad Zaini liked this
Ayu Lusiyana liked this
luna_cathies liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->