Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
stpem-aman

stpem-aman

Ratings: (0)|Views: 7|Likes:
Published by ollachan

More info:

Published by: ollachan on Oct 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2010

pdf

text

original

 
©2004 Digitized by USU digital library
1
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR UANG DI INDONESIAAMAN TARIGANProgram Studi Ekonomi PembangunanFakultas EkonomiUniversitas Sumatera UtaraPendahuluan
Seperti tercantum pada PJPT II, dimana pengembangan bidang jasa termasuk pelayananinfrastruktur dan jasa keuangan diarahkan pada terciptanya jaringan informasi, pelayanankeuangan yang andal, efisien dan mampu mendukung industrialisasi serta upaya pemerataan.Didalam sasaran Pelita VI disebutkan pula bahwa pembangunan sektor keuangan ditingkatkan,diperluas dan diarahkan untuk memperbesar kemampuan sumber dana dalam negeri bagipembiayaan pembangunan nasional.Sejalan dengan kebijakan pemerintah tersebut, maka dibidang kelembagaan sertainstrumen pasar uang, Bank Indonesia harus memantapkan langkah-langkah kebijakan yangdapat mendukung berkembangnya jenis-jenis pembiayaan lain kepada dunia usaha selain kreditperbankan, utamanya surat-surat berharga. Perkembangan ini memang tidak bisa dihindarkan,sejalan dengan kecenderungan sekurutisasi aset yang akan terus mewarnai industri keuangankita, Dalam kaitan ini, pengembangan pasar uang yang lebih luas dan mendalam merupakansuatu kebutuhan yang sangat penting. Dengan adanya lembaga pemeringkat diharapkan dapatmemberi dukungan yang efektif bagi pengembangan pasar uang di Indonesia sehingga jenisinstrumen yang diperdagangkan akan dapat di lihat kwalitasnya dan semakin beragam tidakterbatas hanya SBI. Beragamnya instrumen ini akan meningkatkan efisiensi dan pilihanpenanaman dana bagi bank-bank, tetapi juga akan lebih menambah instrumen untukpengendalian moneter oleh Bank Indonesia.
Jenis Piranti Pasar Uang
Pasar uang secara universial didefinisikan sebagai pasar sarana terjadinya transaksi suratberharga berjangka waktu pendek (umumnya kurang dari satu tahun) baik dalam rupiah maupundalam valuta asing. Dewasa ini eksistensi pasar uang terutama dimaksudkan untuk penyesuaianlikuiditas bagi lembaga-lembaga keuangan yang mempunyai akses ke pasar uang, sebagaikonduit atau penyalur yang digunakan oleh otoritas moneter dalam melaksanakan kebijakanmoneter serta menyediakan informasi tentang biaya modal (cost of capital) dan ekspektasi.Piranti keuangan (money market Iinstrument) yang diperjual belikan di pasar uangIndonesia pada dewasa ini,selain Promes dan Wesel yang telah cukup dikenal,juga terdapatSertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat berharga Pasar uang )SPBU), Sertifikat Deposito(SDs),Surat berharga Komersial (Commercial Paper)dan Bankerss Acceptance (BA)
Perkembangan Pasar Uang
Perkembangan pasar uang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir diwarnai olehdampak dari kejadian –kejadian eksternal maupun internal. Beberapa hal diantaranya yaitudampak krisis Meksiko, peningkatan suku bunga domestik akibat konsolodasi bank-bank danketatnya likuiditas perbankan serta munculnya jenis produk dan diversifikasi piranti pasar uangyang lain maupun munculnya spekulasi valuta asingh.Dalam situasi pasar keuangan dalam negeri yang semakin terintegrasi dengan pasarkeuangan luar negeri, maka kejadian collapse-nya sektor keuangan di suatu negara, khususnyaemerging countries, akan berpengaruh terhadap sektor keuangan di tanah air. Peristiwa krisisMeksiko pada akhir 1994 telah membawa gejolak pada pasar uang valas kita, yaitu terjadinyapelarian modal (capital fliht ) khususnya jangka pendek.Sebaliknya pada tahun 1995/96 pasarvalas dalam negeri ditandai oleh cukup derasnya arus modal masuk dari luar negeri.Perkembangan ini selain berkaitan dengan melebarnya selisih antara suku bungan dalam dan luar
 
©2004 Digitized by USU digital library
2
negeri (interest rate differential) juga didorong oleh arus dana masuk dalam rangka PMA,disamping semakin berkembangnya pasar modal dalam negeri.Dalam pada itu, kondisi pasar uang rupiah dalam tahun terakhir ditandai denganmeningkatnya kebutuhan bank-bank akan likuiditas Rupiah kartena konsolidasi perbankannasional dan pertumbuhan permintaan kredit yang relatif tinggi, baik secara keseluruhan maupununtuk sektor-sektor tertentu khususnya properti. Hal ini pada giliranya ikut mendorong naiknyasuku bunga pasar uang antar bank maupun suku bunga dana, khususnya suku bunga depositoberjangka Rupiah. Perkembangan ini telah pula menyebabkan semakin melebarnya perbedaansuku bunga dalam dan luar negeri.Pesatnya perkembangan inovasi produk –produk keuangan yang berisiko tinggi juga yangdiwarnai perkembangan pasar uang di Indonesia,produk-produk, tyersebut tidak hanyaterbatas pada berkembangnya transaksi derivatif namun juga muncul beberapa produk keuanganbaru yang ikut mermalkan pasar uang di tanah air.
Perkembangan Posisi Piranti Pasar UangDi Indonesia (1991s.d 1996)
 
(dalam Milliar Rp
)
Tahun PUAB SBI PasarSekunderSPBU CD CP
1991 103.979 10.942 317 4.343 3.937 -1992 134.638 20.599 3.246 3.246 2.280 -1993 193.492 23.435 9.858 1.395 2.391 -1994 286.040 15.053 12.890 3.842 2.451 -1995 449.048 11.851 4.280 4.205 7.765 3.8581996 449.649 12.181 321 1.688 12.393 3.946Beradasarkan perkembangan data terlihat bahwa jenis peranti pasar uang Rp yang sering,ditransaksikan adalah promes terutama yang dipergunakan oleh perbankan yang teransaksinyadikaitkan penyelesaian kliring pembayaran. Transaksi pasar uang antar bank telah megalamiperkembangan yang cukup pesat dari harga Rp 103.979 miliar pada tahu 1991 menjadi Rp449.649 miliar pada tahun 1996 (s.d. Agustus). Walaupun transaksi pasar uang antar bank telahcukup mengembirakan, namun segmentasi pasar masih tidak dapat dihindarkan hal ini tercermindari masih lebarnya perbedaan antara suku bunga tertinggi dan terendah yang terjadi dipasar.Posisi SDI dewasa ini hanya berkisar Rp 10 s.d 12 triliun dibanding periode 1992 dantahun 1993 yang pernah mencakup lebih dari Rp triliun. Penurunan posisi ini berkaitan eratdengan ekspansi kredit yang dilakukan perbankan setelah berakhirnya masa konsilidasipermodalan. Dalam beberapa waktu terakhir, penjualan SBI di Bank Indonesia menunjukkankaitan yang cukup baik meskipun perkembangan pasar sekundernya tidak begitu berkembang.Sementara itu posisi SBPU terus mengalami penurunan pada akhir Agustus 1996 hanya sebesarRp 1,7 triliun.Perkembangan yang meningkat secara signifikan terlihat pada CD, dalam kurun 1991 s.d1996 telah meningkat sekitar 215 %. Pada tahun 1991 posisi CD masih menunjukkan Rp 3,9triliun namun pada Agustus 1996 telah mencapai Rp 12,4 triliun. Sementara itu, posisi CP yangditerbitkan baik dalam rupiah maupun valas pada akhir juni 1996 (terbatas pada penerbitan yangdiarrange oleh Bank umum sejak diberlakukannya ketentuan atas pelaporan setiap penerbitan CPke BI pada bulan Agustus 1995) tercatat Rp 1,0 triliun untuk CP dalam Rupiah dan USD 1,2 miliaruntuk CP dalam valas (mekanisme penerbitan CP terlihat pada lampiran 1)
 
©2004 Digitized by USU digital library
3
 
Prospek Pengembangan Pasar Uang
Dengan memperhatikan faktor-faktor fundamental perekonomian Indonesia yang semakinbaik dan tangguh dewasa ini, maka prospek pengembangan piranti pasar uang di tanah air padatahun-tahun mendatang tanpaknya cukup menggembirakan. Namun demikian mengingat sistemperekonomian kita yang terbuka dan semakin terintegrasinya pasar keuangandunia makadampak gejolak pasar internasional tidak dapat terelakkan akan mempengaruhi pasar uang kita.Bank Indonesia penuh berbagai upaya inovasi dan diversifikasi produk pasar uangsehingga akan lebih banyak memberikan alternatif penanaman dana bagi investor yang sekaligusmendukung pengembangan pasar uang dengan tetap memberikan prinsip kehati-hatianperbankan. Selain piranti CP dan BA yang sudah mulai berkembang BI terus berupayamengakomodasi perkembangan-perkembangan produk pasar uang lainnya seperti Securization(Sekuriti Aset), Medium Term Notes (MTN) dan obligasi sebagai insteumen pasar uang.Sekuritisasi aset secara ringkas dapat didefenisikan sebagai suatu strategi mengubahsejumlah aliran tagihan kredit (kredit rumah, mobil atau kartu kredit), sewa atau perdaganganmenjadi aset yang lebih likuid (tunai) dengan menjual kepada pihak lain (Special PurposeVehicle/SPV) yang berfungsi khusus sebagai pembeli tagihan dan penerbit sekuritas yangdidukung (backed) dengan kelompok aset yang di beli.Mekanisme sekuritas aset ini dapat diilustrasikan dengan adanya mismatch pendanaandari bank pemberi pinjaman perumahan (akibat sumber dana jangka pendek berupa giro,deposito dan tabungan digunakan untuk penanaman jangka panjang yaitu > 5 tahun), makabank tersebut akan menjual sebagian tagihan pinjaman KPR nya kepada suatu lembaga khusus(SPV) untuk mendapatkan dana segar. Proses demikian lazim disebut dengan Mortgage BackedSecuritas, SPV ini selanjutnya menerbitkan surat hutang jangka panjang yang didukung (backed)dengan aset yang dibeli dan menawarkan kepada investor (mekanisme ini dapat dilihat padalampiran 2).Medium Term Notes (MTN) dapat didefenisikan sebagai penawaran yangberkesinambungan (roll-over) atas fasilitas surat hutang dengan berbagi jangka waktu (biasanya1 s.d 5 tahun) dan biasanya menggunakan prosedur marketing dan settlement yang dipakaidalam CP.Di Amerika Serikat, penerbit MTN adalah lembaga keuangan dalam rangka sekuritisasimortgage loans dan financial assets lainnya. Suku bunga yang umum digunakan dikaitkandengan LIBOR, bank primerates, US Fed fund dan T-Bill rate. Seperti CP maka MTN-pun harusdiperingkat oleh lembaga pemeringkat yang cukup dikenal di Amerika Serikat.Di Indonesia sendiri berdasarkan informasi dari pelaku pasar (Sigma Batar, Bank Bira danNomura Indonesia) posisinya diperkirakan telah mencapai Rp 3 triliun. MTN di Indonesiaditerbitkan secara private placement dimana investor diasumsikan sudah memperoleh informasiyang memadai. Jangka waktu berkisar 1 s.d 5 tahun, diterbitkan dalam mata uang rupiah danatau USD. Suku bunga yang berlaku dapat berupa suku bunga tetap (fixed rate) sekitar 17,5%untuk isuer BUMN dan 19% untuk korporasi swasta, diskonto dibayar dimuka, suku bungamengambang (floating rate), berdasarkan SIBOR + 1% s.d 3% atau rata-rata suku bungadeposito bank 6 bulan + premi maksimum 2,5% dan ISOR (Indonesian Swap Offered Rate)Sebagian investor adalah perbankan, asuransi dan dana pensiun. Sedangkan emiten MTNselain perbankan juga perusahaan korporasi di sektor rill. Pangsa pasar penjualan MTN sekitar50% di pasar dalam negeri dan sekitar 50% di pasar luar negeri.Mengingat jumlahnya yang cukup besar dan menyangkut keterlibatan perbankan makaMTN perlu mendapat pengaturan lebih lanjut tanpa mengurangi upaya diversifikasi produkkeuangan. Bila melihat jangka waktunya, MTN ini merupakan piranti pasar modal, namun jikadilihat dari sifatnya yang merupakan private placement (jika dipasar modal harus ada penawaranumum) dan adanya keterlibatan perbankan maka MTN selayaknya diatur oleh BI untuk menjaminkegiatan perdagangan yang sehat (perbandingan CP, MTN dan Bond pada Lampiran 3).Selain jenis piranti diatas tampaknya Obligasi mempunyai peluang untuk dijadikan pirantipasar uang mengingat pasar obligasi dalam negeri semakin berkembang baik dari segi jumlahperusahaan maupun kapitalisasinya, perusahaan-perusahaan yang sebagian atau seluruh

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->