Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HARGA DIRI RENDAH

HARGA DIRI RENDAH

Ratings: (0)|Views: 356 |Likes:
Published by Zulkifli coy

More info:

Published by: Zulkifli coy on Oct 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
HARGA DIRI RENDAHDEFINISIHarga diri rendah adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisaseberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Pencapaian ideal diri atau cita ± cita atau harapanlangsung menghasilkan perasaan bahagia. (Budi Ana Keliat, 1998).Aktualisasi diriPengungkapan pertanyaan atau kepuasan dari konsep diri positif.Konsep diri positif Dapat menerima kondisi dirinya sesuai dengan yang diharapkannya dan sesuai dengankenyataan.Harga diri rendahPerasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri merasa gagal mencapai keinginan.Kerancunan identitasKetidakmampuan individu mengidentifikasi aspek psikologi pada masa dewasa, sifat kepribadianyang bertentangan perasaan hampa dan lain ± lain.DipersonalisasiMerasa asing terhadap diri sendiri, kehilangan identitas misalnya malu dan sedih karena oranglain.Kepribadian yang sehat mempunyai konsep diri sebagai berikut :Konsep diri posistif Gambaran diri yang tepat dan positif Ideal diri yang realistisHarga diri yang tinggiPenampilan diri yang memuaskanIdentitas yang jelasFAKTOR PENYEBABTeori penyebabSituasionalYang terjadi trauma secara tiba ± tiba misalnya pasca operasi, kecelakaan cerai, putus sekolah,Phk, perasaan malu karena terjadi (korban perkosaan, dipenjara, dituduh KKN).HDR pada pasien yang dirawat disebabkan oleh :Privacy yang kurang diperhatikan, misal pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alatyang tidak spontan (mencukur pubis pemasangan kateter).Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tecapai karena dirawat atau sakit atau penyakitnya.Kelakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misal berbagai pemeriksaan dilakukantanpa penjelasan berbagai tindakan tanpa pemeriksaan.Kronik Perasaan negatif terhadap diri sudah berlangsung lama yaitu sebelum sakit atau dirawat. Klien inimempunyai cara berpikir yang negatif, kejadian sakit yang dirawat akan menambah persepsinegatif terhadap dirinya.Menurut Ericson, masa balita adalah kemandirian yang ragu dan malu anak belajar mengendalikan diri dan kepercayaan diri, sebabnya bila banyak dikendalikan dari luar makaakan timbul bibit keraguan dan rasa malu yang berlebihan.
 
Faktor PredisposisiFaktor yang mempengaruhi HDR adalah penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistic. Tergantung pada orang tua dan ideal diri yang tidak realistic. Misalnya ; orang tua tidak  percaya pada anak, tekanan dari teman, dan kultur sosial yang berubahFaktor PresipitasiKetegangan peranStress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami dalam peran atau posisiKonflik peranKetidaksesuaian peran dengan apa yang diinginkanPeran yang tidak jelasKurangnya pengetahuan individu tentang peranPeran yang berlebihanMenampilkan seperangkat peran yang konpleksPerkembangn transisiPerubahan norma dengan nilai yang taksesuai dengan diriSituasi transisi peranBertambah/ berkurangnya orang penting dalam kehidupan individuTransisi peran sehat-sakitKehilangan bagian tubuh, prubahan ukuran, fungsi, penampilan, prosedur pengobatan dan perawatan.Tanda dan GejalaPerasaan malu pada diri sendiri akibat penyakit dan akibat terhadap tindakan penyakit. Misalnyamalu dan sedih karena rambut menjadi rontok (botak) karena pengobatan akibat penyakit kronisseperti kanker.Rasa bersalah terhadap diri sendiri misalnya ini terjadi jika saya tidak ke RS menyalahkan danmengejek diri sendiri.Merendahkan martabat misalnya, saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya memang bodoh dantidak tahu apa ± apa.Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri, klien tak mau bertemu orang lain, lebih sukamenyendiri.Percaya diri kurang, klien sukar mengambil keputusan yang suram mungkin memilih alternatif tindakan.Mencederai diri dan akibat HDR disertai dengan harapan yang suram mungin klien inginmengakhiri kehidupan.Menurut Struart & Sundden (1998) perilaku klien HDR ditunjukkan tanda ± tanda sebagai berikut :Produktivitas menurun.Mengukur diri sendiri dan orang lain.Destructif pada orang lain.Gangguan dalam berhubungan.Perasaan tidak mampu.Rasa bersalah.Mudah tersinggung atau marah yang berlebihan.Perasaan negatif terhadap tubuhnya sendiri.Ketegangan peran yang dihadapi atau dirasakan.Pandangan hidup yang pesimis.
 
Keluhan fisik.Pandangan hidup yang bertentangan.Penolakan terhadap kemampuan personal.Destruktif terhadap diri sendiri.Menolak diri secara sosial.Penyalahgunaan obat.Menarik diri dan realitas.Khawatir.Akibat harga diri rendah berkepanjangan (kronis).Klien akan mengisolasi diri dari lingkungan dan akan menghindar dengan orang lain.HDR kronis berlangsung lama tanpa adanya intervensi yang terapeutik dapat menyebabkanterjadinya kekacauan identitas dan akhirnya terjadi di personalisasi.Kekacauan identitas adalah kegagalan individu mengintegrogasikan aspek ± aspek.Identitas masa kanak ± kanak ke dalam kematangan aspek psikologi ± psikososial kepribadian pada masa dewasa yang harmonis.Depersonalisasi adalah perasaan tidak realita dan asing terhadap diri sendiri yang berhubungandengan kecemasan, kepanikan, serta tidak dapat meredakan dirinya dengan orang lain.Mekanisme koping individutidak efektif.Masalah KeperawatanGangguan konsep diri : HDR DS : - Adanya ungkapan yang menegatifkan diri.- Mengeluh tidak mampu dilakukan peran dan fungsi sebagaimana mestinya.- Ungkapan mengkritik diri sendiri, mengejek dan menyalahgunakan diri sendiri.DO : - Kontak mata kurang, sering menunduk.- Mudah marah dan tersinggung.- Menarik diri.- Menghindar dari orang lain.2. Perubahan penampilan peranDS : - Ungkapan peranannya saat ini yang tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.DO : - Adanya keluhan fisik.- Perubahan dalam tanggung jawab.3. Kerusakan interaksi sosial sama dengan menarik diri.DS : - Ungkapan yang terbatas pada ya atau tidak tahu.DO : - Tidak adanya kontak mata, selalu menundukkan kepala.- Berdiam diri di kamar, afek tumpul, menyendiri.- Menolak diajak berbincang ± bincang.- Posisi tidur janin.4. KeputusasaanDS : - Mengungkapkan ketidakmampuan mengontrol dan mempengaruhi pikiran.- Enggan mengekspresikan perasaan yang sebelumnya.- Mengungkapkan keputusan.- Mengatakan kata ± kata pesimis.- Menyatakan secara tidak ada cara untuk memproleh hubungan dengan orang lain.DO : - Respon terhadap stimulasi terlambat / melambat.

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
masmedica liked this
bambangsetiawan liked this
edha_iriansyah liked this
Riza Fahlefi liked this
fikafaith liked this
Mutmainah Ayu liked this
Salas Auladi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->