Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
asuhan keperawatan glaukoma

asuhan keperawatan glaukoma

Ratings: (0)|Views: 2,329|Likes:
Published by ahmad nuril hidayat

More info:

Published by: ahmad nuril hidayat on Oct 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/07/2012

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUN PUSTAKA
A.
Definisi
Glaukoma merupakan penyakit kronis yang terus berkembang dengan lambat dankadang-kadang berkembang tanpa disadari penderita sehingga mencapai tingkat lanjut(Vaughan D & Riodan P, 2000).Glaukoma adalah peningkatan abnormal tekanan intraokuler (lebih besar dari 20mmHg).Tekanan yang sangat tinggi, kadang-kadang mencapai 60-70mmHg (Elizabeth,2000).Glaukoma merupakan salahsatu penyebap kebutaan paling umum. Tekanan intraokuler normal kurang leih 15 mmHg, dengan rentan 12-20 mmHg (Guiton, 1991).
B. Fisiologi Pembentukan dan Aliran Humor Akuos
Tekanan intraokular ditentukan oleh kecepatan pembentukan humor akuos dantahanan terhadap aliran keluarnya dari mata.
 
Humor akuos adalah suatu cairan yang jernih yang mengisi kamera okuli anterior dan posterior mata. Volumenya adalah sekitar 250 µL. Humor akuos diproduksi oleh korpus siliare melalui mekanisme transfer aktif dan pasif. Cairan ini masuk ke kamera okuli posterior dan mengalir ke kamera okulianterior melalui pupil. Kemudian mengalami proses drainase melalui aliran trabekular dan uveoskleral (melalui sela-sela sklera). Sebagian besar cairan ini keluar melalui jalinan trabekular menuju kanal Schlemm dan dilanjutkan ke vena episklera. Humor akuos memiliki peranan penting, yaitu sebagai nutrisi dan juga berfungsi untumengeluarkan sisa metabolismenya, selain itu berfungsi untuk menjaga bentuk bola matadan mempertahankan TIO agar tetap berada dalam batas normal10–24 mmHg (VaughanD & Riodan P, 2000).
 
B. Patofisiologi Glaukoma
Penelitian yang lebih cermat pada tahap awal memperlihatkan adanya remisi daneksaserbasi dari gangguan aliran keluar dan peninggian tekanan intraocular.Penyebab tersering terjadinya glaukoma adalah TIO > 24 mmHg. Peninggian TIOterjadi apabila:1.Korpus siliare memproduksi terlalu banyak humor akuos sedangkan pengeluaran pada jaringan trabekular normal2.Hambatan pengaliran pupil sewaktu pengaliran dari kamera okuli posterior kekamera okuli anterior 3.Pengeluaran di sudut bilik mata terganggu.Menyebapkan penekanan pada saraf optikus sewaktu saraf tersebut keluar dari bola mata sehingga terjadi kematian sel-sel saraf. Mula-mula timbul penglihatan perifer yang di ikuti gangguan penglihatan sentral. Kebutaan akibat glaucoma biasanya timbulsecara bertahap, tetapi dapat berkembang haya dalam beberapa hari apabila tekananintraokuler mendadak menjadi sangat tinggiTekanan intraokular yang meninggi dapat menyebabkan iskemia (jaringankekurangan nutrisi dan oksigen) karena darah tidak mengalir dengan baik di daerah saraf mata serta penekanan langsung terhadap saraf optik mata. saraf mata berfungsimeneruskan bayangan yang dilihat ke otak. Di otak, bayangan tersebut akan bergabung di pusat penglihatan dan membentuk suatu benda. Mekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atrofi sel ganglion difus, yang menyebabkan penipisan lapisanserat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di serat optikus. Diskusoptikus menjadi atrofi disertai pembesaran cekungan optikus. Iris dan korpus siliare jugamenjadi atrofi dan prosesus siliaris memperlihatkan degenerasi hialin (Vaughan D &Riodan P, 2000).
 
C. Gambaran klinis
1.Glaukoma akut di tandai oleh nyeri mata hebat dan kekaburan penglihatanmendadak. Pupil tetap berdilatasi dan tidak berespon terhadap cahaya.2.Glaukoma kronik di tandai oleh penurunan secara lambat ketajaman penglihatandan kekaburan, yang di mulai di penglihatan periver. Dapat timbul nyeri kepaladan nyeri mata seiring dengan perburukan keadaan (Elizabeth, 2000). — 
D. Faktor Risiko Glaukoma
 —-Berikut ini adalah faktor risiko terjadinya glaukoma, yaitu:1.Umur. Risiko glaukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia.2.Riwayat anggota keluarga. Memiliki keluarga yang menderita glaukoma.3.Obat-obatan. Pemakaian steroid secara rutin menyebabkan terjadinya glaukoma.4.Riwayat trauma. Cedera kontusio pada bola mata biasanya dapat disertai dengan peningkatan TIO akibat terjadinya hifema.5.Penderita hipermetropia yang sangat tinggi6.Riwayat penyakit lain seperti riwayat diabetes dan hipertensi (Vaughan D &Riodan P, 2000).
E. Klasifikasi Glaukoma
Berikut ini adalah klasifikasi glaucoma menurut Brunner dan Suddarth tahun2001, secara skematis berdasarkan etiologinya.1. glaucoma primer a.Glaukoma sudut terbukaGlaukoma sudut terbuka primer adalah bentuk glaukoma yang sering dijumpaidan biasanya ditemukan tanpa sengaja. Gambaran patologik utama pada glaukoma sudutterbuka primer adalah proses degeneratif di jalinan trabekular, termasuk pengendapan bahan ekstrasel di dalalm jalinan dan di bawah lapisan endotel kanalis Schlemm.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->