Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PROBLEMATIKA SUPERVISI ( sutrisno )

PROBLEMATIKA SUPERVISI ( sutrisno )

Ratings: (0)|Views: 1,105 |Likes:
Published by Sutrisno Spd
Problematika dan Sikap Guru Terhadap Supervisi ( Sutrisno MP C2 )
Problematika dan Sikap Guru Terhadap Supervisi ( Sutrisno MP C2 )

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Sutrisno Spd on Oct 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
Problematika dan Sikap Guru Terhadap Supervisi 
1
PROBLEMATIKA DAN SIKAP GURUTERHADAP SUPERVISI
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang wajibdilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan supervisidilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam memberikan pembinaan kepada guru. Hal tersebut karena proses belajar-mengajar yangdilaksanakan guru merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhandengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswaatas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena kegiatan supervisi dipandang perlu untuk memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran.Karakteristik supervisi pengajaran, berbeda dengan supervisi jenis pekerjaan lainnya. Faktor pertama yang menyebabkan perbedaan tersebut, adalahdari segi karakteristik pekerjaan yang disupervisi. Pekerjaan mengajar tentu tidak dapat disamakan dengan pekerjaan manual di perusahaan, karena mengajar yangdihadapi adalah peserta didik, melibatkan unsur intelektual dan emosional,sehingga sifat pekerjaannya tidak rutin. Kata kunci dalam supervisi pengajaran bukanlah pengawasan, namun bantuan pada guru untuk meningkatkan pembelajaran (Oliva, 1984: 9).Perbedaan supervisi pengajaran dengan supervisi jenis pekerjaan lain jugadapat ditemukan pada aspek tujuan. Supervisi pengajaran tujuan akhirnya tidak hanya pada kinerja guru, namun harus sampai pada meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik. Seperti ditegaskan oleh Glickman (1981) bahwasupervisi pengajaran adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkankemampuannya mengelola proses belajar mengajar demi pencapaian tujuan pengajaran. Inilah tujuan ideal dari supervisi pengajaran. Apabila konsep-konsep
 
Problematika dan Sikap Guru Terhadap Supervisi 
2
ideal tersebut dilaksanakan, maka dapat diharapkan kualitas pendidikan diIndonesia akan meningkat secara signifikan.Idealitas supervisi pengajaran tersebut, praktiknya di lapangan selama inimasih jauh dari harapan. Berbagai kendala baik yang disebabkan oleh aspek struktur birokrasi yang rancu, maupun kultur kerja dan interaksi supervisor denganguru yang kurang mendukung, telah mendistorsi nilai ideal supervisi pengajaran disekolah-sekolah. Apa yang selama ini dilaksanakan oleh para PengawasPendidikan, belum bergeser dari nama jabatan itu sendiri, yaitu sekedar mengawasi.
1.2 Permasalahan
Tulisan ini ingin mengupas berbagai problematika supervisi pengajarandalam birokrasi pendidikan dan sikap guru terhadap supervisi pengajaran,dibandingkan dengan konsep-konsep teoritik supervisi. Dari identifikasi terhadapkesenjangan tersebut, akan diberikan tawaran solusi bagi upaya perbaikan pelaksanaan supervisi di masa mendatang.1.
 
Bagaimana konsep ideal supervisi ?2.
 
Bagaimana problematika pelaksanaan supervisi pengajaran ?3.
 
Bagaimana sikap guru terhadap pelaksanaan Supervisi pengajaran?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
 Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penulisan ini diarahkan untuk mengetahui :1.
 
Konsep ideal supervisi.2.
 
Problematika pelaksanaan supervisi pengajaran.3.
 
Sikap guru terhadap pelaksanaan Supervisi pengajaran.
 
Problematika dan Sikap Guru Terhadap Supervisi 
3
BAB IIPEMBAHASAN2.1 Konsep Ideal Supervisi
 
2.1.1 Peranan Supervisor Pengajaran
Supervisor pengajaran, tentu memiliki peran berbeda dengan ³pengawas´.Supervisor, lebih berperan sebagai ³gurunya guru´ yang siap membantu kesulitanguru dalam mengajar. Supervisor pengajaran bukanlah seorang pengawas yanghanya mencari-cari kesalahan guru.Oliva (1984) mengemukakan peran supervisor yang utama, ada empat hal,yaitu: (a) sebagai koordinator, berperan mengkoordinasikan program-program dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran dan harus membuat laporan mengenai pelaksanaan programnya; (b)sebagai konsultan, supervisor harus memiliki kemampuan sebagai spesialis dalammasalah kurikulum, metodologi pembelajaran, dan pengembangan staf, sehinggasupervisor dapat membantu guru baik secara individual maupun kelompok; (c)sebagai pemimpin kelompok (
 group leader 
), supervisor harus memilikikemampuan me-mimpin, memahami dinamika kelompok, dan menciptakan berbagai ben-tuk kegiatan kelompok; dan (d) sebagai evaluator, supervisor harusdapat memberikan bantuan pada guru untuk dapat mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran dan kurikulum, serta harus mampu membantu mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru, membantu melakukan penelitian dan pengembangan dalam pembelajaran dan sebagainya.
2.1.2 Kompetensi Supervisor
 Untuk dapat melaksanakan peran-peran di atas, supervisor harus memiliki beberapa kompetensi dan kemampuan pokok, yaitu berkaitan dengan
 s
ub
 st 
an
tiv
ea
 s
 pec
ts
of profe
 ssi
onal de
v
elopmen
, meliputi pemahaman dan pemilikan guruterhadap tujuan pengajaran, persepsi guru terhadap peserta didik, pengetahuan gurutentang materi, dan penguasaan guru terhadap teknik mengajar. Kedua berkaitandengan
 profe
 ssi
onal de
v
elopmen
 
compe
ency area
 s,
 
yaitu agar para gurumengetahui bagaimana mengerja-kan tugas (
know how
o do
), dapat mengerjakan(
can do
), mau mengerja-kan (
w
i
ll do
) serta mau mengembangkan profesionalnya(
w
i
ll grow
) (Ba-fadal, 1992: 10-11).

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Azis Elfaqih liked this
Rudi Hermanto liked this
Mas Emas liked this
Hari Krismanto liked this
Syaif Al Buntoki liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->