Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
29Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tegangan Permukaan

Tegangan Permukaan

Ratings: (0)|Views: 4,804|Likes:

More info:

Published by: Hiska Anggit Maulana on Oct 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangDalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran daribeberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibumembuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas.Produk-produk seperti itu adalah sistem koloid.Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalamzat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuranyang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh laindari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan(air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly,dll.Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloidadalahsuatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikelterdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidakmenjelaskan keadaan partikel tersebut. Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekulyang sangat besar. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yangmengandung sekitar seribu molekul S8. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut jugamolekul makro) ialah haemoglobin. Berat molekul dari molekul ini 66800 s.m.a dan mempunyaidiameter sekitar 6 x 10-7.Tegangan permukaan merupakan sifat dari cairan terhadap udara sehingga membuatnya bertindakseolah-olah dilapisi oleh selaput tipis. Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah melakukanpercobaan kecil-kecilan mengenai tegangan permukaan. Masukkan air ke dalam sebuah wadah(misalnya gelas). sediakan juga sebuah penjepit kertas (klip). Nah, sekarang letakan klip secaraperlahan-lahan di atas air. Jika dilakukan secara baik dan benar, maka klip tersebut akan mengapungdi atas permukaan air. Biasanya klip terbuat dari logam, sehingga kerapatannya lebih besar darikerapatan air. Karena massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air, maka seharusnya klip itutenggelam. Tapi kenyataannya klip terapung. Fenomena ini merupakan salah satu contoh dariadanya Tegangan Permukaan. Berbagai metode dapat digunakan untuk menentukan teganganpermukaan salah satunya adalah metode cincin yang akan dibahas pada makalah ini.1.2 Rumusan Masalaha) Apakah yang dimaksud dengan koloid ?Apakah jenis-jenis, sifat-sifat dan kegunaan koloid ?c) Apakah yang dimaksud dengan tegangan permukaan ?d) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan?e) Bagaimanakah cara menentukan tegangan permukaan dengan metode cincin?1.3 TujuanSetiap tindakan pasti memiliki tujuan, demikian juga dalam penyusunan makalah ini. Adapun tujuandari penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang koloid dantegangan permukaan dan untuk mengetahui bagaimana cara menentukan tegangan permukaandengan metode cincin sebagaimana yang tercantum dalam 1.2, serta untuk menyelesaikan tugasmata kuliah kimia fisik 2.
 
PEMBAHASAN2.1 Pengertian koloidKoloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Koloidmerupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yanghomogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer(µm).Jika kita campurkan susu (misalnya, susu instan) dengan air, ternyata susu "larut" tetapi "larutan" itutidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapatdipisahkan dengan penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Secara makroskopis campuran initampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakanpartikel-partikel lemak susu yang tersebar di dalam air. Campuran seperti inilah yang disebut koloid.Jadi, koloid tergolong campuran heterogen dan merupakan sistem dua fase. Zat yang didispersikandisebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan zatdisebutmedium dispersi. Fase terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersibersifat kontinu. Pada campuran susu dengan air, fase terdispersi adalah lemak, sedangkan mediumdispersinya adalah air.2.2 Jenis, Sifat dan Kegunaan KoloidJENIS-JENIS KOLOIDdari fase terdispersi yang tersebar merata dalam medium pendispersi. Fase terdispersi dan mediumpendispersi dapat berupa zat padat, cair, dan gas. Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloiddapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:1. Sol (fase terdispersi padat)a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padatContoh: paduan logam, gelas warna, intan hitamb. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cairContoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liatc. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gasContoh: debu di udara, asap pembakaran2. Emulsi (fase terdispersi cair)a. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padatContoh: Jelly, keju, mentega, nasib. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cairContoh: susu, mayones, krim tanganc. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gasContoh: hairspray dan obat nyamuk3. BUIH (fase terdispersi gas)a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padatContoh: Batu apung, marshmallow, karet busa, Styrofoamb. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cairContoh: putih telur yang dikocok, busa sabun- Untuk pengelompokan buih, jika fase terdispersi dan medium pendispersiSIFAT-SIFAT KOLOID Efek TyndallEfek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal inidisebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John
 
Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati(gambar kiri) disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya,sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan), cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karenapartikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkansinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburanyang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. Gerak BrownGerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidakmenentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kitaakan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzagini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak.Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas, atau hanya bervibrasi di tempatseperti pada zat padat. Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakanpartikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukantersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukanyang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yangmenyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown terjadi. Demikian pula, semakinbesar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskanmengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukandalam zat padat (suspensi).Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu system koloid, maka semakin besarenergi kinetic yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown daripartikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhusystem koloid, maka gerak Brown semakin lambat. AbsorpsiAbsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikelkoloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. (Catatan : Absorpsi harus dibedakandengan absorpsi yang artinya penyerapan yang terjadi di dalam suatu partikel). Contoh : (i) KoloidFe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatannegatif karena permukaannya menyerap ion S2. Muatan koloidDikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif. Koagulasi koloidKoagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinyakoagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisikseperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit,pencampuran koloid yang berbeda muatan. Koloid pelindungKoloid pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dari proseskoagulasi. DialisisDialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. ElektroforesisElektroferesis ialah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Melia Kurniawati liked this
Dela Sirait liked this
Dhevye Amysel liked this
Willd Zidnii liked this
EsSy Putri FaTh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->