2
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010
BERANDA
INDEKS
SBY PilihTimur Pradopo
Internal kepolisian solid mendukung calonKapolri pilihan Presiden SBY, Timur Pradopo,menggantikan Bambang Hendarso Danuri.
Hal 06Kasus 06Hukum 10Olah Raga 13Pendidikan 15Nasional 16
AKP SUMARTINIDIVONIS BERSALAH
PENERBIT : CV. TABLOID SENSOR
Akta Notaris
ISWANDONO POERWODINOTO, SH Nomor 31 Tanggal 12 Januari 2009
SIUP :
Nomor 3.201/1.824.51
Komisaris Utama
: Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH
Pimpinan Umum
: Johny Sulu
Pimpinan Redaksi
: Mas Yoyok BP
Redaktur Pelaksana
: Ary Hidayat
Redaktur
: Mumu Najmudin, Simon Leo Siahaan, SofyanHadi, Naba Silitonga
Lawyer :
Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH, Syahrir Siregar SH, Christian P. Tambunan SH, Jimmy Pangau SH
Staf Redaksi :
Elfaber Hutapea, Mahadir Ramadhon, Jemmy Holderman, JohnEffendi, Freddy Tuela, Marulitua Manurung, Heri Susanto, Jhony Marlen Siahaan, Soebardjo S. Muljono, Indra Sukma, Delwandra Gani, Rahmat, Ahmad Hariri, Sanjaya H. Siahaan, Armenius Barus, Vanlif Tompinit,Murtirina, SH, Jerry Pati, Effendi Siahaan, Johny Siregar, Kusmana Eka, Tommy Albertus
Manajer Keuangan
: Edward Pangau
Administrasi
: Michael
Sirkulasi
Jimmy Maukar, Agus Ma’mur, Asep Awaludin
PERWAKILAN/BIRO:JAWA BARAT
: Borman Timbert Tobing, Sonny Partomuan N., Endang Rukmana, Ida Farida
Bekasi
: Deddy Suryadi, H. Hambali, Donny Pakpahan, M. Nur
Bogor
: H. Lazuardi A
Depok
: Joko Warihnyo, Juni Amir
Sukabumi
:Jaya T, Bobie PN, Irwan D
Indramayu
: Duliman, Sony S, Imam Santo, Nurohman, Jhoys Arcan
Majalengka
: Yessy Pande Iroot
Cirebon
: Tri Van Royen BA, Sutawijaya
Karawang
: Asgan Abdulgani
Tasikmalaya
: H.Madjid. RW,Sabihin
Tangerang
: David Aryanto, Bumi Sunyoto, Amal Jamaludin, Agus Solihin
Serang
: Nuraeni
Semarang
: Tulus Supangkat, Hardjanto MS
Kedu/Banyumas
: Tri Winarto, Miftahulalim, Ridwan Abdul Wahab
Wonosobo
:Dwi Kusmanahadi RW
Temanggung
: Teguh Lima Sudarlin
Sidoarjo
: Wachid Yulianto
Pekalongan
: Hadi Sulistiyono
Tegal
: R. Arnest ST, Ernawati, Dyah Setyawati
Pontianak
: Syafri Murni, Budi Gautama
Pekanbaru
: A Z Akbar
Luis (Koordinator),Tedy Makmur, Didi Rinaldo, Elfadi
ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
:Jalan Pegangsaan Barat No 32 Menteng Jakarta Pusat 10310 Telepon. 021 31931366, 3154587, 70642551 Fax. 021 3154586 Email : redaksi_sensor@yahoo.co.idNo. Rekening Bank Mandiri KCP Cik Ditiro I No. 1220005252534 a/n CV. Tabloid Sensor Harga Iklan : Display: Hitam Putih/BW:Rp 5.000,-mmk, Warna/FC:Rp.7.000,-mmk,Duka Cita/keluarga:Rp.4.000,-/mmk, iklan Baris : Rp.10.000,-/baris (min 5 baris maks 10 baris).
Wartawan Tabloid SENSOR dibekali Surat Tugas atau Kartu Pers serta namanya tertera dalam box redaksi. Diluar nama yang tertera diatas bukan menjadi tanggungjawab redaksi.
Sumartiniterbuktimelakukantindakan korupsibersama ArafatEnanie dansecara berulangdan menerimahadiah berupauang dari GayusTambunan.
Hal 04
TUTUP KEPALARAGAM
Terpidana Seumur HidupDitahan Lagi
Hal 10
32% Putus Sekolah Adadi Jateng
Hal 15
Tanpa Tatib,DPRD DKI Amburadul!
Hal 16
Proyek JLS RugikanNegara Rp12,23 M
Hal 23
Pengalaman
negara-negara Barat menunjukkan,sistem demokrasi modern menjadi basis sosial bagi ikhtiaruntuk mencapai kemajuan ekonomi, yang membawaimplikasi langsung pada peningkatan kesejahteraansosial. Kemajuan ekonomi berjalan paralel dengankemapanan sistem demokrasi negara bersangkutan.Namun, pengalaman Indonesia dalam membangun sistempolitik demokrasi justru melahirkan fenomena ganjil.Sistem demokrasi yang berhasil dibangun selama lebihdari satu dasawarsa ternyata belum membawa dampak
signikan pada kemajuan ekonomi.
Sistem politik Indonesia memang merujuk padasistem demokrasi modern.Semua kelembagaan politik yang menjadi pilar utama demokrasi telah tersedia danterbangun dengan baik,bahkan presiden dan anggotaparlemen pun dipilih langsung oleh rakyat.Namun,pemerintahan demokratis tak disokong oleh institusipublik-organis yang bersih (birokrasi, aparat kepolisian,institusi peradilan). Lembaga parlemen yang sangatvital dalam proses perumusan kebijakan publik justrumenjadi salah satu episentrum praktik korupsi akutdan sistemik sehingga memberi andil pada sulitnyamembangun tata kelola pemerintahan yang baik.Parlemen dihuni politisi korup yang hanya berorientasimengumpulkan modal untuk membiayai kegiatanpolitik dan memperkaya diri. Diyakini sepenuhnya,praktik korupsi berskala gigantis yang merajalela dilembaga-lembaga politik dan pemerintahan menjadifaktor negatif dan diskredit bagi ikhtiar akselerasipertumbuhan ekonomi.Sistem demokrasi di Indonesia tak menyumbangpada pertumbuhan ekonomi karena terhalang olehpraktik korupsi berjenjang dan berkelanjutan sehinggatak mampu menciptakan iklim kondusif bagi aktivitasbisnis, investasi,serta pertukaran dan lalu lintas modaldomestik maupun asing. @
Memperkaya Diri
Pembaca budiman
, pemerintahpusat akan mengumpulkanbupati dan walikota dari seluruhIndonesia untuk membahasantisipasi dampak iklim dancuaca ekstrem yang diprediksiterjadi di Indonesia hinggaFebruari 2011. Tujuan mengumpulkan seluruhkepala daerah adalah menyamakanpersepsi dalam mengatasi dampakcuaca ekstrem yang belakanganini dirasakan masyarakat luas.Melalui pemerintah kabupaten/kota diharapkan sosialisasiterhadap iklim dan cuaca ekstrimbisa sampai ke lapisan terkecilmasyarakat sekaligus menemukanlangkah antisipasi yang efektif.Perubahan iklim dan cuacaekstrim selain memunculkanberbagai wabah penyakit dangangguan kesehatan lainnya jugaakan berdampak pada petani yakni perubahan pola tanam dangagal panen serta nelayan yangtidak berani melaut akibat ombaktinggi. Hal tersebut jika tidak segeradiantisipasi akan menimbulkankerawanan sosial.Pembaca, kita harus mening-katkan kewaspadaan menghadapicuaca ekstrem untuk waktu yang agak lama.Hujan lebatdisertai angin dan petir yangterjadi belakangan ini masihakan berlanjut hingga awal 2011.Bahkan ke depan ancaman akansemakin meningkat karena puncakcuaca ekstrem baru mulai terjadiDesember nanti.Peneliti Pusat PemanfaatanSains Atmosfer dan Iklim LembagaPenerbangan dan AntariksaNasional (Lapan) Eddy Hermawanmengatakan, sebelum Desember,hujan lebat hanya berlangsungsingkat.“Puncaknya (hujan) terjadiDesember, berlanjut ke Januaridan Februari.Perlu diketahui, saat ini terjadianomali iklim dengan kondisicurah hujan tidak normal. Musimpenghujan yang semestinyadimulai pada bulanbulan terakhir justru telah terjadi sejak 2009lalu hingga sepanjang tahun inikondisinya basah.Pembaca, korban telah ber- jatuhan. Di Papua Barat, misalnya,banjir bandang menerjang Wasiordi Kabupaten Teluk Wondama.Musibah tersebut mengakibat91 warga tewas, 61 orang hilang,dan 82 lainnya harus dirawat dirumah sakit. Banjir bandang jugamemorakporandakan ratusanrumah. Dan tak mungkin disekitar kita juga akan ada bencana,semisal pohon yang bertumbangan. Jadi,waspadalah.
S!
Cuaca Ekstrem