Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Episiotomi & Penjahitan Jalan Lahir

Episiotomi & Penjahitan Jalan Lahir

Ratings: (0)|Views: 1,382 |Likes:
Published by franci chandra

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: franci chandra on Oct 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

 
ROBEKAN PERINIUM & PENJAHITAN JALAN LAHIR 
2.Episiotomi2.1DefinisiEpisiotomi atau perineotomi adalah insisi perineum untumemperlebar ruang pada jalan lahir yang menyebabkan terpotongnyaselaput lender vagina, cincin selaput dara, jaringan pada septumrektovaginal, otot-otot dan fascia perineum dan kulit sebelah depan perineum, sehingga memudahkan kelahiran anak.2.2IndikasiIndikasi untuk melakukan episiotomi dapat timbul dari pihak ibu maupun pihak janin.2.2.1Indikasi Janin
Sewaktu melahirkan janin premature. Tujuannya untumencegah terjadinya trauma yang berlebihan pada kepala janin
Sewaktu melahirkan janin sungsang, melahirkan janin dengancunam, ekstraksi vakum, janin besar, posisi abnormal atau fetaldistress.2.2.2Indikasi Ibu
Profilatik untuk melindungi integritas dasar panggul
Terdapat halangan kemajuan persalinan akibat perineum kaku, juga untuk menghindari robekan yang tidak teratur (termasuk robekan yang melebar ke rectum).
 
2.3.Prosedur melakukan episiotomiEpisiotomi sebaiknya tidak dilakukan terlalu dini, waktu yangtepat adalah ketika perineum tipis dan pucat kehilangan darah palingsedikit jika pengguntingan sesaat sebelum kelahiran. Gunting yangdigunakan harus tajam, pengguntingan dilakukan dengan menyelipkandua jari di dalam vagina dengan tujuan untuk melindungi kepala janindari guntingan serta melakukan pengguntingan pada saat his. Jika kepala janin tidak lahir dengan segera, tekan luka episiotomi diantara his unutmengurangi perdarahan.2.3.1.Episiotomi medialis
Dimulai dari ujung terbawah introitus vagina sampai batas atasotot-otot sfingter ani.Cara anestesi yang dipakai adalah cara anestesi infiltrasiantara lain dengan larutan procaine 1-2%. Setelah pemberiananestesi, dilakukan insisi dengan mempergunakan guntingyang tajam dimulai dari bagian terbawah introitus vaginamenuju anus, tetapi tidak sampai memotong pinggir atassfingter ani, hingga kepala dapat dilahirkan. 2.3.2.Episiotomi mediolateralisInsisi dimulai dari bagian belakang introitus vaginamenuju ke arah belakang dan samping. Arah insisi ini dapat
 
dilakukan ke arah kanan ataupun kiri, panjang insisi kira-kira 4cm.2.4.Cara penjahitan jelujur pada luka episiotomi2.4.1.Telusuri daerah luka dengan jari-jari tangan. Teruskan secara jelas batas-batas luka. Lakukan jahitan sekitar 1 cm diatas ujungluka di dalam vagina. Ikat dan potong salah satu dari benang,tinggalkan sisa benang tidak lebih dari 2 cm.2.4.2.Tutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur ke arah bawahhingga mencapai lingkaran hiemn2.4.3.Tusukkan jarum menembus mukosa vagina di belakang himenhingga ujung jarum mencapai luka pada daerah perineum2.4.4.Teruskan melakukan jahitan jelujur hingga ujung caudal luka pastikan bahwa setiap jahitan pada tiap sisi memiliki ukuranyang sama dan otot yang berada di bagian dalam sudah tertutup2.4.5.Setelah mencapai ujung dari luka, arahkan jarum ke kranial danmulai lakukan penjahitan secara jelujur untuk menutup jaringansubkutikuler. Jahitan ini merupakan lapisan kedua pada daerahyang sama. Lapisan jahitan yang kedua ini akan meninggalkanluka yang tetap terbuka sekitar 0,5 cm dalamnya. Luka ini akanmenutup dengan sendirinya pada saat penyembuhan luka2.4.6.Kini masukkan jarum dari robekan di daerah perineum ke arahvagina. Ujung jarum harus keluar di belakang lingkaran himen

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->