Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
gaya belajar

gaya belajar

Ratings: (0)|Views: 62 |Likes:

More info:

Published by: Miftah Louis Lagrange on Oct 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2013

pdf

text

original

 
A. Apakah Belajar Itu?
 Belajar adalah suatu proses. Artinya kegiatan belajar terjadi secara dinamis dan terus-menerus yang menyebabkanterjadinya perubahan dalam diri anak. Perubahan yang dimaksud dapat berupa pengetahuan (knowledge) atau perilaku (behavior).Dua anak yang tumbuh dalam kondisi dan lingkungan yang sama dan meskipun mendapat perlakuan yang sama, belum tentu akan memiliki pemahanan, pemikiran dan pandangan yang sama terhadap dunia sekitarnya. Masing-masing memiliki cara pandang sendiri terhadap setiap peristiwa yang dilihat dan dialaminya. Cara pandang inilahyang kita kenal sebagai "Gaya Belajar".Kata "belajar" yang sering dipersepsikan sebagai tindakan murid duduk diam di dalam kelas, mendengarkan penjelasan guru, dan membaca textbook BUKANLAH arti "belajar" yang sebenarnya yang akan kita bahas dalamartikel ini.Belajar sebenarnya mengandung arti bagaimana kita menerima informasi dari dunia sekitar kita dan bagaimana kitamemproses dan menggunakan informasi tersebut. Mengingat setiap individu memiliki keunikan tersendiri dan tidak  pernah ada dua orang yang memiliki pengalaman hidup yang sama persis, hampir dipastikan bahwa "Gaya Belajar"masing-masing orang berbeda satu dengan yang lain. Namun, di tengah segala keragaman "Gaya Belajar" tsb, banyak ahli mencoba menggunakan klasifikasi atau pengelompokan "Gaya Belajar" untuk memudahkan kita semua,khususnya para guru, dalam menjalankan tugas pendidikan dengan lebih strategis.
B. Gaya Belajar Menurut David Kolb
 Tanpa disadari dan direncanakan sebelumnya, setiap anak memiliki cara belajarnya sendiri. Mencoba mengenali"Gaya Belajar" anak, dan tentunya setelah guru mengenali "Gaya Belajar"nya sendiri, akan membuat proses belajar-mengajar jauh lebih efektif.Dari sekian banyak teori atau temuan mengenai "Gaya Belajar", dalam kesempatan ini kita akan membahas sebuahmodel yang dikemukakan oleh David Kolb (Styles of Learning Inventory, 1981).
Concrete Experience (CE)"FEELING"|Accomodator = 4 a 1 = Diverger|Active | ReflectiveExperimentation (AE) =-d-===========-c-= Observation (RO)"DOING" | "WATCHING"|Converger = 3 b 2 = Assimilator|Abstract Conceptualization (AC)"THINKING"
David Kolb mengemukakan adanya empat kutub (a-d) kecenderungan seseorang dalam proses belajar, kutub-kutubtersebut antara lain:1.
 
Kutub Perasaan/FEELING (Concrete Experience)
 Anak belajar melalui perasaan, dengan menekankan segi-segi pengalaman kongkret, lebih mementingkanrelasi dengan sesama dan sensitivitas terhadap perasaan orang lain. Dalam proses belajar, anak cenderunglebih terbuka dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang dihadapinya.2.
 
Kutub Pemikiran/THINKING (Abstract Conceptualization)
 Anak belajar melalui pemikiran dan lebih terfokus pada analisis logis dari ide-ide, perencanaan sistematis,dan pemahaman intelektual dari situasi atau perkara yang dihadapi. Dalam proses belajar, anak akanmengandalkan perencanaan sistematis serta mengembangkan teori dan ide untuk menyelesaikan masalahyang dihadapinya.3.
 
Kutub Pengamatan/WATCHING (Reflective Observation)
 Anak belajar melalui pengamatan, penekanannya mengamati sebelum menilai, menyimak suatu perkaradari berbagai perspektif, dan selalu menyimak makna dari hal-hal yang diamati. Dalam proses belajar, anak akan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk membentuk opini/pendapat.4.
 
Kutub Tindakan/DOING (Active Experimentation)
 Anak belajar melalui tindakan, cenderung kuat dalam segi kemampuan melaksanakan tugas, beranimengambil resiko, dan mempengaruhi orang lain lewat perbuatannya. Dalam proses belajar, anak akanmenghargai keberhasilannya dalam menyelesaikan pekerjaan, pengaruhnya pada orang lain, dan prestasinya.Menurut Kolb, tidak ada individu yang gaya belajarnya secara mutlak didominasi oleh salah satu saja dari kutubtadi. Yang biasanya terjadi adalah kombinasi dari dua kutub dan membentuk satu kecenderungan atau orientasi belajar. Empat kutub di atas membentuk empat kombinasi gaya belajar.Pada model di atas, empat kombinasi gaya belajar diwakili oleh angka 1 hingga 4, dengan penjelasan seperti di bawah ini:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->