Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemanfaatan Sumber Belajar Dalam Upaya

Pemanfaatan Sumber Belajar Dalam Upaya

Ratings: (0)|Views: 800|Likes:
Published by samosir_b

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: samosir_b on Oct 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DALAM UPAYAPENINGKATAN KUALITAS DAN HASIL PEMBELAJARAN[1] 
Oleh: Karwono[2]
Perlunya Pemanfaatan Sumber Belajar
Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap oranguntuk belajar dan manampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar (AECT 1994), Menurut Dirjen Dikti (1983: 12), sumber  belajar adalah segala sesuatu dan dengan mana seseorang mempelajari sesuatu. Degeng(1990: 83) menyebutkan sumber belajar mencakup semua sumber yang mungkin dapatdipergunakan oleh si-belajar agar terjadi prilaku belajar. Dalam proses belajar komponensumber belajar itu mungkin dimanfaatkan secara tunggal atau secara kombinasi, baik sumber belajar yang direncanakan maupun sumber belajar yang dimanfaatkan.Sumber belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan peserta didik, baik yang
didesain
maupun
non desain
belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran.Sebagian besar guru kecenderugan dalam pembelajaran memanfaatkan buku teks danguru sebagai sumber belajar utama. Ungkapan ini diperkuat oleh Parcepal dan Ellington(1984), bahwa dari sekian banyaknya sumber belajar hanya buku teks yang banyak dimanfaatkan. Hal senada juga diperkuat oleh suatu hasil penelitian para dosen IKIPSemarang mengenai kebutuhan informasi, yang menyatakan bahwa banyak sumber  belajar diperpustakaan yang belum dikenal dan belum diketahui penggunaannya.Keadaan ini diperparah pemanfaatan buku sebagai sumber belajar juga masih bergantung pada kehadiran guru, kalau guru tidak hadir maka sumber belajar lain termasuk bukupuntidak dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Oleh karena itu kehadiran guru secara fisik mutlak diperlukan, disisi lain sebenarnya banyak sumber belajar disekitar kehidupan peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran.Dalam kaitan dengan pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran Science, Richarsondalam Suthardi, (1981:147) mengemukakan, “
Science necessarily begins in theenvironment in which we live. Consequently the students study of science should havethis orientation”
. Dari alam sekitar peserta didik dapat dibimbing untuk mempelajari berbagai macam masalah kehidupan. Akan tetapi pemanfaatan alam sekitar sebagaisumber belajar sangat tergantung pada guru. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhiusaha pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar yaitu (a) kemauan guru (b)kemampuan guru untuk dpat melihat alam sekitar yang dapat digunakan untuk  pembelajaran (c) kemampuan guru untuk dapat menggunakan sumber alam sekitar dalam pembelajaran.Dalam pemanfaatan sumber belajar, guru mempunyai tanggung jawab membantu pesertadidik belajar agar belajar lebih mudah, lebih lancar, lebih terarah. Oleh sebab itu gurudituntut untuk memiliki kemampuan khusus yang berhubungan dengan pemanfaatansumber belajar. Menurut Ditjend. Dikti (1983: 38-39), guru harus mampu: (a)
 
Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. (b) Mengenalkandan menyajikan sumber belajar. (c) Menerangkan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran. (d) Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku. (e) Mencari sendiri bahan dari berbagai sumber. (f) Memilih bahan sesuaidengan prinsip dan teori belajar. (g) Menilai keefektifan penggunaan sumber belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya. (h) Merencanakan kegiatan penggunaansumber belajar secara efektif.Di samping kemampuan di atas, guru perlu (1) mengetahui proses komunikasi dalam proses belajar, yang bahannya diperoleh dari teori komunikasi dan psikologi pendidikan,(2) mengetahui sifat masing-masing sumber belajar, baik secara fisik maupun sifat-sifatyang ditimbulkan oleh faktor lain yang mempengaruhi sumber belajar tersebut, (3)memperolehnya, yaitu tahu benar dimana lokasi suatu sumber dan bagaimana caramemberikan pelayanannya. Kemampuan tersebut dimaksudkan untuk memberikangambaran bahwa guru perlu menyadari pentingnya kemampuan-kemampuan khusus yangdikembangkan bila menginginkan proses belajar mencapai sasaran yang optimal. Sajianini akan mencoba menyoroti dari 3 (tiga) bagian yaitu, sumber belajar, pemanfaatansumber belajar, dan pengelolaan sumber belajar.
Perkembangan Sumber Belajara. Sumber Belajar Praguru
Pada zaman praguru, sumber belajar utamanya adalah orang dalam lingkungan keluargaatau kelompok karena sumber belajar lainnya dianggap belum ada atau masih sangatlangka (Sadiman, 1989: 143). Bentuk benda yang digunakan sebagai sumber belajar antara lain adalah : batu-batu, debu, daun-daunan, kulit pohon, kulit binatang dan kulitkarang. Isi pesan itu sendiri ada yang disajikan dengan isyarat verbal dan ada yangmenggunakan tulisan. Perbedaan ini terletak pada tingkat kemajuan peradaban masing-masing suku bangsa itu sendiri. Sumber belajar jumlahnya langka, sedangkan pencari pengetahuan jumlahnya lebih banyak, maka pengetahuan diperoleh dengan coba-cobasendiri. Oleh sebab itu kondisi pendidikan masih sederhana dan berada di bawah kontrolkeluarga dan anggota masyarakat, pendidikan masih tertutup, rumusan tujuan pembelajaran tidak dirumuskan dalam kurikulum. Sehingga tidak ada keteraturan isi pembelajaran.
b. Lahirnya Guru sebagai Sumber Belajar Utama
Pendidikan pada zaman praguru tahap demi tahap berubah. Akibat perubahan itu terjadi pula perubahan pada sistem pendidikan dan pada kondisi sumber belajar komponenlainnya dari sistem tersebut. Dengan demikian terjadi perubahan pada cara pengelolaan,isi ajaran, peranan orang, teknik yang digunakan, desain pemilihan bahan, namundemikian sumber belajar masih sangat terbatas, sehingga kedudukan orang merupakan belajar utama. Proses belajar tidak lagi ditangani oleh anggota keluarga, tetapi sudahdiserahkan kepada orang tertentu. Orang yang menangani secara khusus tentang pendidikan disebut Guru dibantu dengan sumber belajar penunjang yang berbentuk masih
 
sederhana dan jumlahnya terbatas sekali. Oleh sebab itu kelancaran Proses Instruksionaldan Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru.
c. Sumber Belajar Dalam Bentuk Cetak 
Adanya perkembangan industri yang cepat, pada akhirnya dapat diproduksi peralatan dan bahan yang jumlahnya besar. Dengan diketemukannya alat cetak, maka lahirlah sumber  belajar baru yang berbentuk cetak lainnya yang belum pernah ada sebelumnya.Konsekuensi diketemukannya sumber belajar tersebut adalah terjadinya perubahan tugasdan peranan guru dalam pembelajaran. Semula guru merupakan sumber belajar utamayang mempunyai tugas sangat berat, dengan lahirnya sumber belajar cetak maka tugasguru menjadi ringan. Contoh sumber belajar cetak adalah: buku, komik, majalah, koran, panplet. Dengan lahirnya sumber belajar cetak ini, maka isi pembelajaran dapatdiperbanyak dengan cepat dan disebarkan ke berbagai pihak dengan mudah, sehinggamerupakan kejutan baru dalam sistem instruksional pada saat itu.
d. Sumber Belajar yang Berasal dari Teknologi Komunikasi
Dengan diketemukannya berbagai alat dan bahan (
hardware
dan
 software
) pada abad 17,efeknya sangat besar terhadap sistem pendidikan secara keseluruhan. Setelah timbulistilah teknologi dalam pendidikan yang pada akhir perang dunia kedua mulai berubahmenjadi ilmu baru yang disebut teknologi pendidikan dan teknologi instruksional.Pengertian teknologi dalam pendidikan populer dengan istilah audio visual, yakni pemanfaatan bahan-bahan audio visual dan berbentuk kombinasi lainnya dalam sistem pendidikan.Pada akhir perang dunia kedua mulai timbul suatu kecendrungan baru dalam bidangaudiovisual kearah dua kerangka konseptual baru yang paralel, yaitu teori komunikasidan konsep sistem (AECT, 1977). Karena pengaruh-pengaruh ilmu sosial seperti: psikologi, sosiologi, komunikasi, teori belajar, maka cara mendesain sumber belajar lebihterarah, lebih spesipik dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Sumber belajar seperti ini lebih populer dengan istilah media instruksional. Misalnya: program televisi pendidikan, program radio pendidikan, film pendidikan, slide pendidikan, komputer  pendidikan dan lain-lain. Keempat perkembangan sejarah sumber belajar ini oleh EricAshby dalam Sadiman (1989), disebut sebagai empat perkembangan keajaiban yangterjadi dalam dunia pendidikan sehingga dianggap sebagai revolusi pendidikan.
Sumber Belajar yang Didesain dan Dimanfaatkan.
Sumber belajar yang didesain untuk keperluan belajar telah banyak dikenal orang. Namun demikan tidak semua sumber yang didesain untuk keperluan pendidikan. AECTdalam Miarso (1986: 88) disebutkan bahwa ada kesangsian apakah fasilitas yang adadalam masyarakat, misalnya museum semuanya itu didesain khusus terutama untuk  pembelajaran peserta didik sekolah dalam bidang yang sesuai dengan kurikulum.Kenyataan bahwa sumber-sumber ini dimanfaatkan untuk membantu belajar manusia,membuat semuanya itu menjadi sumber belajar.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->