Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KORAN MAMA

KORAN MAMA

Ratings: (0)|Views: 3,852|Likes:

More info:

Published by: Rizky Fajary Lestiawan on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/03/2013

pdf

text

original

 
Eceran Rp. 2.500
PERTAMA DAN TERUTAMA DI KALIMANTAN BARAT
Online: http://www.pontianakpost.com/
Jawa Pos Group Media
*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Senin 29 Maret 2010M / 13 RabiulAkhir 1431 H
Pontanak Post
M NASARUDDIN,
MAKKAH
11:4917:5314:5619:0104:29
Kota Makkah bakalmenjadi kota tercantikdi dunia. Bila sebel-umnya Masjidil Haramdikelilingi bukit berbatu,sekarang mulai dikelil-ingi hotel-hotel penca-kar langit. Hotel itulahuntuk menampung umatIslam yang menunaikanibadah haji dan umrahtiap tahun. Bila telahrampung, kuota hajipunbakal dihapus.
Makkah Berbenah; Menuju Kota Tercantik di Dunia
GROW WITH CHARACTER
BERSAMAAN dengan krisis Asia yang sedanghebat-hebatnya, ada sebuat film Hollywood yangsukses besar. Titanic! Masihingat ceritanya? Film inibercerita tentang sebuahkisah nyata dari arogansiseseorang. Terlalu percayaatau overconfidence padakapalnya yang besar danmewah. Bahkan, saat be-rangkat pada “pelayaranperdana”, Titanic diumum-kan sebagai kapal yang tidak bisa tenggelam!Semua penumpang pun jadinya sangat percaya dan just enjoy dengan pelayan Trans-Atlantic itu. Pestadigelar setiap malam. Bahkan, ketika kapal mulaimiring, musik pengiring dansa masih berbunyi.Arogansi itu pula yang membuat Titanic menabrak gunung es. Kelihatan kecil di permukaan laut, tapisangat besar di bawah permukaan. Ketika terjadikepanikan di Titanic, terlihat bahwa semua orang maumenyelamatkan diri masing-masing. Tidak peduliorang lain lagi.
Titanic, Saving PrivateRyan dan Wall Street
Hermawan Kartajaya
Ke 
Halaman 7 kolom 1
Ke 
Halaman 7 kolom 1
Verlita Evelyn
SELEBRITAS
PADATNYA aktivitas syuting membuat pesin-etron Verlita Evelyn tidak mau terburu-buru memilikimomongan. “Akubelum ada isinya.Aku juga belumperiksa kandungan.Tetapi, kalau dikasihcepat, ya bersyukur.Kalau tidak, ya ng-gak apa-apa,” ujarVerlita Evelyn di se-la-sela pertandingansepak bola antaratim MD dan war-tawan infotainmentdi Tanah Abang, Ja-karta Pusat, kemarin(28/3).Artis kelahiranSurabaya, JawaTimur, 1 Desember1983, tersebut men-gatakan, momonganadalah titipan Tuhan.Jika dia dan suamibelum siap, tentuTuhan tidak akanmemberikan dalam waktu yang dekat. “Programbelum ada. Tetapi, aku sih ikhlas saja,” ucap bintangsinetron Bunga Perawan itu. “Kan usia pernikahankami baru dua bulan. Aku juga masih muda dan nggak pernah menunda sesuatu yang memang itu karunia,tegas istri penyanyi Ivan Saba itu.Selain itu, Verlita yang berniat melanjutkanpendidikan mengatakan bahwa sang suami tidak menuntut agar cepat-cepat punya buah hati. “Ng-gak ada tuntutan dari suami atau keluarga. Merekamembebaskan. Malahan, mereka selalu mengingat-kan, kalau belum dikasih, nggak perlu ngoyo, santaisaja, jangan itu dijadikan beban supaya nggak stres,”tuturnya.
(ash/tia)
Tak Buru-buru Punya Anak
Dulu Dikelilingi Bukit, Kini Dipagari Hotel Pencakar Langit
73
SEBUAH hotel yang diberinama Zamzam Tower atau BurujZamzam nampak menjulangtinggi selatan Masjidil Haram.Hotel berbintang lima yangberlantai 70 dengan kapasitas860 kamar itu merupakan hoteltertinggi di Kota Makkah saatini.Bila tinggi menara MasjidilHaram 89 meter, maka HotelZamzam ini dua kali lipat lebihtinggi menara hotel tersebut.Mungkin bisa mencapai 200meter. Meski pembangunannyabelum rampung, sudah kelihatan jauh lebih tinggi dari menaramasjid kebanggaan umat Islamtersebut. Kalau dilihat maketnya,terdapat menara sebuah jamdinding raksasa yang bisa dilihat
Ke 
Halaman 7 kolom 5 
Ke 
Halaman 7 kolom 5 
 Dalam beberapa kesempatan, Prof Dr Ing Bachar-uddin Jusuf Habibie mengaku sangat kecewa melihat nasib PT Dirgantara Indonesia. Sebab, industri pesawat terbang yang dirintisnya itu kini jalan di tempat. Ba- gaimana kondisinya sekarang?
’’KITA pernah mengembangkan sendiri pesawatterbang CN-235 dan N-250 untuk membuktikan bahwaSDM Indonesia mampu menguasai dan mengembangkanteknologi secanggih apa pun. Di mana itu semua seka-rang?” tegas B.J. Habibie, mantan presiden RI, di depanpeserta kuliah umumbertema Filsafat danTeknologi untuk Pem-bangunan di BalaiSidang Universitas In-donesia (UI), Depok,Jumat lalu (12/3).Ya, PT DirgantaraIndonesia (PTDI) me-mang tidak bisa dibandingkan dengan ketika perusahaanitu masih bernama Industri Pesawat Terbang Nurtanio(IPTN) dan Habibie masih menjabat presiden direktur.Saat itu IPTN memiliki 16 ribu karyawan. Kompleks ge-dung IPTN di kawasan Jalan Pajajaran, Bandung, berdiri
JAKARTA
--Peserta ujian nasional (unas)tingkat SMP/MTs dijanjikan dijaga ketat timpemantau independen (TPI). Meski tak adapengawas, TPI berhak berperan sebagai pen-gawas bila dianggap perlu.Unas SMP/MTs dan SMP luar biasa (SM-PLB) yang berlangsung mulai hari ini (29/3)hingga Kamis (1/4) tentu tak akan luput daripengawasan TPI. Koordinator Nasional Pen-gawas dan TPI Haris Supratno mengatakan,pelaksanaan unas SMA memberikan banyak pengalaman terhadap Kementerian PendidikanNasional (Kemendiknas) dan TPI. ”Hampirsemua modus dan pola kecurangan memangkami petakan sebagai pengalaman untuk memantau unas tingkat SMP,” papar Hariskemarin (28/3).Dia menjelaskan, beberapa modus telahdipelajari secara turun-temurun. Salah satunya,peserta unas beralasan ke toilet. ”Dalam standaroperasional kan juga dijelaskan, mereka harusdidampingi saat ke belakang (toilet, Red),”
MEGAH
: TowerZamzam dilihatdari depan Kak-bah. Pengerjaanhotel tertinggi diKota Makkah ituterus dilakukan.
M Nasaruddin/Jawa Pos
PerketatPengawasanUnas SMP
dari kejauhan, terletak di tengahdua pencakar langit lainnya.Hotel yang dibangun di ka-wasan jalan menuju ke Misfalak dan bekas Bukit Benteng TurkiUtsmani, Raja Hijaj yang pernahmenguasai Makkah dan Madi-nah ini, merupakan salah satudiantara sekian banyak hotelyang akan dibangun di sekelil-ing Masjidil Haram. Hotel inimerupakan bagian dari perluasanhalaman masjid yang mencapai360 ribu meter persegi itu.Pemerintah Arab saudi, terusmemperluas halaman masjiddan menata kembali hotel-hoteldan pemukiman yang beradadi sekitarnya. Untuk perluasanhalaman masjid yang mencapai
Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
HELIKOPTER
: PT Dirgantara Indonesia hingga kini masihmemproduksi helikopter.
Bertahan di Industri Pesawat
Sempat ProduksiAlat Pencetak Panci
BOGOR
– Langit di kawasan seki-tar Bogor, Jawa Barat, dipenuhi balonraksasa warna-warni tiga hari terakhir.Berlangsung di lapangan Ex Polo, Sen-tul City, sejak 26 Maret lalu, The 1stIndonesian Hot Air Baloon Adventureberakhir kemarin (28/3).Selama tiga hari itu ekshibisi anekabalon udara menjadi perhatian wargasekitar Bogor maupun Jakarta. Sebanyak 20 pilot dan balon udara datang dari ber-bagai dunia. ’’Ini kali pertama (diadakandi tanah air). Kami mengundang parapilot balon udara itu sejak September2009,’’ kata Fitriandini Arif, managingdirector PT Beraksi Komunikasi, kepada
Gayus Libatkan Tiga Perusahaan
Bantu Putar Uang HasilPenggelapan Pajak
JAKARTA
--Penyidikanmaraton kasus mafia pajak yangdilakukan oleh tim khusus bentu-kan Kapolri semakin mengerucut.Sejumlah perusahaan didugamembantu Gayus Tambunanuntuk menghilangkan jejak uanghasil penggelapan pajak Rp24,6 miliar.Informasi itu didapat daripengakuan partner Gayus, AndiKosasih, dan penelusuran rekam jejak rekening milik pegawaipajak bergolongan III A tersebut.Karena itu, tim akan memanggil
Ke 
Halaman 7 kolom 1
Tri Mujoko Bayuaji/JP
BALON SENTUL
: Sebanyak 20 balon udara dari berbagai negara di dunia hadir di halaman parkir Sentul Inter-national Convention Center, Bogor, kemarin (28/3).
Sekali Naik Bayar Rp 5 Juta
The 1st Indonesian Hot AirBaloon Adventure
Ke 
Halaman 7 kolom 5 
LAKI Datangi KPK,Desak TuntaskanKorupsi Bansos
JAKARTA
--Ketua Umum DPP LaskarAnti Korupsi (LAKI), Burhanudin Abdullahbersama sembilan anggota lainnya menda-tangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), Jakarta, Kamis (25) sekitar pukul13.00 WIB. Mereka meminta KPK segera me-nyelesaikan kasus Bantuan Sosial (Pemprov)Kalimantan Barat tahun 2006-2009, sebesarRp22,14 miliar ke KONI Kalbar.Burhanudin Abdullah mengatakan kasusBansos tersebut memang sudah diserahkan ke-pada pihak KPK. Namun ada permintaan dariKepolisian Daerah Kalbar untuk mengambilalih kasus tersebut. Sehingga pihaknya merasakhawatir kalau memang kasus tersebut ditangani Polda Kalbar akan terjadi perbedaandengan hasil audit BPK Kalbar.”Karena memang hasil akhir audit dariBPK telah diserahkan ke KPK. Jadi kamimeminta untuk segera melakukan tindakanguna memprosesnya lebih lanjut. Jangansampai kasus tersebut diserahkan lagi kePolda Kalbar, karena kalau diserahkan tentu-nya pihak kepolisian akan memulai dari nollagi. Sehingga kasus ini akan sangat lama,”tambahnya saat menjawab Pontianak Post,Kamis (25/3) di kantor KPK, Jalan RasunaSaid, Kuningan Jakarta.Lebih lanjut dikatakan Burhanudin, diameminta kepada KPK untuk segera menun-taskan kasus ini. Kemudian dapat mengadilipihak-pihak yang bertanggung jawab ataskerugian negara yang dialami dari akibatdugaan penyelewengan uang negara ini.”Marilah kita bersama-sama berkomit-men memerangi tindak korupsi yang ada diKalbar,” tegasnya.
Ke 
Halaman 7 kolom 5 
 
internasional
2
Pontianak Post
 
Senin 29 Maret 2010
Abhisit dan Pro-ThaksinBertemu Malam Ini
BANGKOK – 
Setelah dua pekanmenekan pemerintah Thailand dengan berdemonstrasi, kelompok ‘Kaus Merah’mencatat kemajuan berarti kemarin (28/3).Perdana Menteri (PM) Abhisit Vejjajivaakhirnya sepakat berdialog langsung den-gan mereka.Bahkan, dialog kedua kubu disiarkanlangsung melalui televisi nasional. Dalamsiaran tersebut, tampak Abhisit dan salahseorang pemimpin demonstran pendukungmantan PM Thaksin Shinawatra, VeeraMuksikapong, memulai dialog dengan berjabat tangan. Namun, sesaat kemudian,ketegangan yang justru lebih mengemukakarena kedua pihak sama-sama memper-tahankan posisi.“Tuntutan kami sederhana dan tidak  basa-basi, bubarkan parlemen dan kem- balikan mandatnya kepada rakyat,” tegasVeera.Veera ditemani dua pemimpin demon-stran lainnya. Ketiganya mengenakankaos merah sebagai warna kebesaran proThaksin. Kelompok pendukungmantan pemilik klub sepak bolaManchester City tersebut bersatudi bawah nama Front PersatuanDemokrasi Melawan Kedikta-toran (UDD).Sementara itu, Abhisit, yangtampak tegang selama berdia-log, juga didampingi dua pe-nasihatnya. Beda dengan kubu pro-Thaksin, kedua pendampingAbhisit itu mengenakan kaus biru, warna kebesaran PartaiDemokrat, partai asal Abhisit.Dalam pandangannya, kubuAbhisit tetap berpendirian bahwa pembubaran parlemen tidak akanmenyelesaikan krisis politik diThailand. “Saya harus mengam- bil keputusan berdasarkan kon-sensus dari seluruh elemen bangsa, termasuk massa KausMerah,” kata Abhisit. ”Sayatidak pernah menolak ide untuk mempercepat pemilu. Tapi, kitaharus memikirkan, apakah pem- bubaran (parlemen) benar-benar  bisa menyelesaikan masalah?,”lanjut politikus jebolan Univer-sitas Oxford, Inggris, itu sepertidikutip
 Associated Press
. Sebe-lumnya, Abhisit beberapa kalimenegaskan penolakannya atastuntutan pembubaran parlemendan mempercepat pemilu.Merespons sikap pemer-intah itu, seorang perwakilandemonstran, Jatuporn Prompan,menyatakan Abhisit tidak perlukhawatir dengan pemilu jikamemang dirinya yakin dicintairakyat. “Jika Anda yakin akanmemenangkan pemilu, sehar-usnya mengembalikan mandatitu kepada rakyat,” tegasnya.“Katakan saja, apalah Anda maumembekukan parlemen atautidak, jadi kita bisa memikirkanlangkah selanjutnya.”Pagi hari sebelum sepakat berdialog, Abhisit melalui si-aran televisi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan takluk padatuntutan demonstran. Namun,dua jam kemudian, dia berubah pikiran dan menyepakati untuk  bernegosiasi langsung dengan perwakilan UDD.“Guna mencari jalan untuk mengembalikan perdamaian danmeminimalkan kemungkinanterjadinya kekerasan, perdanamenteri menerima permintaandemonstran untuk bernegosiasi, jelas seorang staf Abhisit dalamsebuah pengumuman singkat.Kedua pihak bertemu disebuah sekolah tinggi di pinggi-ran Bangkok. Aparat keamananmelakukan
 sweeping 
bom di da-lam gedung pertemuan sebelumAbhisit memasuki tempat itu.
 Agence France Presse
me-laporkan, perundingan sempatdiskors setelah tiga jam perde- batan berlangsung. Namun, pertemuan yangdimulai sejak pukul 16.00 waktusetempat itu tampak tidak meng-hasilkan kata sepakat. Pihak opo-sisi berjanji akan menerima hasil pemilu, berikutnya mengesamp-ingkan siapapun pemenangnya.
(cak/ttg)
UNJUK RASA
:Para pendukung mantan Per-dana Menteri Thaksin Shina-watra unjuk rasa di luar pang-kalan Angkatan Darat ThailandResimen Infanteri XI di Bangkok,kemarin (28/3).
REUTERS / SUkREE SUkplang
Dialog Tanpa Hasil Konkret
 
cover story
Pontianak Post
Sei 29 Mae 2010
3
PT Dirgantara Indonesia(PT DI) dituntut untuk terusmenambah pendapatan. Ta-hun ini Kementerian BUMNmenarget PT DI mendapatkontrak Rp1,5 triliun. Itunaik 36 persen dari targettahun lalu Rp1,1 triliun.DIREKTUR
Integrasi PesawatPT DI Budiwuraskito mengata-kan, dalam rapat umum pemegangsaham (RUPS), pemerintah me-nargetkan kontrak Rp1,7 triliunlantaran tren industri dirgantaraterus menanjak. Namun, akhirnyadisepakati Rp1,5 triliun.Target sebesar itu, kata Budi,memang tidak mudah. Namun,tahun lalu PT DI berhasil men-embus target pemerintah. Daritarget kontrak karya Rp1,1 triliun,PT DI berhasil meraup Rp1,4 tril-iun. “Peluangdi industri dir-gantara masihsangat terbu-ka,” ujar Budisaat ditemui dikompleks PTDI di Bandungpekan lalu.Menurut dia,perputaran uang di bisnis dirgan-tara cukup besar, yakni sekitarUSD10 miliar per tahun. Uangberjibun tersebut tak hanya dida-pat dari pembuatan pesawat, tapi juga pembuatan komponen, sub-kontrak bagian-bagian pesawatbesar, dan perawatan (mainte-nance). “Kalau kamibisa mendapat satupersen saja dariperputaranuang itu, pe-rusahaan inisangat sehat,”katanya. Satupersen dariUSD10 miliarberarti USD100 juta dolar atausekitar Rp911,5 milliar (kursUSD1 = Rp9.115).Saat ini PT DI memiliki se- jumlah produk layanan selainpembuatan pesawat terbangdan helikopter. Di antaranya,aerostructure, aircrat services,engineering services, dan pertah-anan (deence). Masing-masingmemiliki pasar.Aerostructure, misalnya. Bi-dang itu bertugas membuatkomponen-komponen pesawat.Di antaranya, pembuatan bahankomposit (bodi pesawat yangdibuat dari campuran bahan-bahan ringan seperti kain dan alu-minium), drive rib, inboard outerxed leading edge (IOFLE) yangbiasa digunakan Airbus A380.
Targetkan Raih Rp1,5 T
PT DI menyuplai sejumlah pro-dusen pesawat terbang yang lebihbesar. Misalnya, Airbus (Prancis),Boeing (Amerika), Bombardier,EADS CASA (Eropa), SpiritAero System, Korean AirlinesAerospace (Korea Selatan), danMitsubishi Heavy Industries(Jepang).Menurut Budi, PT DI saat iniberutang Rp1,7 triliun kepada pe-merintah. Karena itu, PT DI harustancap gas mendongkrak incomedari omzet berdagang pesawat dankomponen-komponennya. Na-mun, Budi berharap pemerintahfeksibel terhadap utang gede itu.“Kami akan berupaya mengon-versinya jadi modal penyertaanatau produk barang dan jasa lain,” jelas Budi.
(aga/iro)
Agung Putu ISkAndAr/JAwA PoS
PUSING TARGET:
Direktur Integrasi Pesawat PT Dirgantara Indonesia Budiwuraskito saatditemui di ruangannya. Target kontrak Rp1,7 triliun cukup memusingkannya.
Terancam KrisisKaryawan Jilid II
Persoalan tenaga kerjayang membelit PT Dirgan-tara Indonesia (DI) pada 2003terancam terjadi lagi. Bedanya,kali ini pemicunya bukan PHK(pemutusan hubungan kerja),tapi karena gelombang pensiunberjamaah yang bakal terjadipada 2014.SAAT
ini PT DI memiliki4.200 karyawan. Tapi, jumlah ituakan turun tiap tahun. Pada 2014,badan usaha milik negara (BUMN)produsen burung besi itu hanyaakan dioperasikan 300 orang.”Yang senior banyak yang haruspensiun,” kata Manager CorporateCommunication Rakhendi Triyatnasaat ditemui di kompleks PT DI diBandung pekan lalu.Kondisi itu tak bisa dibiarkan.Apabila, jika tidak ada penanganan,grak perkembangan PT DI yangterus menanjak bisa terjun bebas.Mereka akan mengalami persoalankrisis tenaga kerja. ”Karena itu, se-cara bertahap dalam beberapa tahunke depan akan ada rekrutmen besar-besaran,” kata Rakhendi yang jugaakan pensiun dua tahun lagi.Tahun ini 25 orang akan ditarik menjadi karyawan. Pada 2011, se-banyak 700 lebih tenaga kerja akandirekrut. Mereka yang direkruttidak hanya dari bagian produksi,tapi juga bagian manajemen pe-rusahaan. ”Setiap 300 orang yangdirekrut terdapat 30 orang lulusanITB (Institut Teknologi Bandung,Red),” kata lelaki 53 tahun itu.Hingga sekarang, kata Rak-hendi, PT DI masih cukup bisamengandalkan tenaga dari dalamnegeri. Pekerja di bagian produksiumumnya adalah lulusan seko-lah menengah kejuruan (SMK)penerbangan atau umum. SelainSMK, tenaga sarjana yang diambilkebanyakan dari teknik pener-bangan ITB.Direktur Integrasi Pesawat PTDI Budiwuraskito mengatakan,karyawan yang bekerja di PTDI tak perlu susah beradaptasi.Sebab, budaya kerja PT DI sudahsangat kuat terbentuk. Mereka yangbertugas mengebor dan mengecoraluminium alloy (bahan ringan kuatpembuat bodi pesawat) dan kom-posit cukup mengikuti para senior.”Dua bulan di sini kami trainingpasti sudah bisa,” katanya.Soal tenaga kerja, PT DI me-mang tak punya banyak masalah.Yang menjadi masalah hanyalahperalatan dan mesin untuk membu-at pesawat. Peralatan yang dipakaikini masih terbatas. Bahkan, untuk meng-handle order yang terusberdatangan, peralatan tersebutsampai overload.Menurut Budi, pesawat dibuatdalam beberapa bagian yang ter-pisah untuk kemudian disatukan.Biasanya, panjang setiap bagiansekitar 5 meter. Nah, mesin yangberkapasitas 5 meter itulah yangcukup terbatas. Proses produksimenjadi lama karena mesinnyaterbatas. ”Harus antre,” kata Budi,lantas tersenyum.
(aga/iro)
Gelombang PensiunBesar PT DI di 2014
Agung Putu ISkAndAr/JAwA PoS
PEMBUATAN PESAWAT:
Suasana pembuatan pesawat dikompleks PT Dirgantara Indonesia yang berdiri di lahan seluas83 hektare di Jalan Pajajaran Bandung.
Salah satu bisnis yangdibidik PT Dirgantara In-donesia (DI) saat ini adalahmaintenance pesawat ter-bang. Pasar perawatan pe-sawat terbang di Indonesiakini didominasi Singapura.Karena itu, PT DI berharapagar maskapai yang banyakberoperasi di Indonesiamengalihkan perawatanburung besinya ke PT DI.“SINGAPURA
memanglebih besar dan kuat. Kalau soalkualitas dan asilitas, tidak ban-yak perbedaannya,” kata Direk-tur Integrasi Pesawat PT DIBudiwuraskito. Budi –sapaanBudiwuraskito—mengatakanbahwa potensi perawatan itusangat besar. Sebab, maskapaiyang beroperasi di Indonesiasangat banyak. Tiap tahun jum-lah pesawat yang harus dirawatterus bertambah. “Ini peluangstrategis,” ujarnya.PT DI, menurut Budi, sudahmemiliki sejumlah jasa layananmaintenance pesawat untuperawatan bodi pesawat danaircrat service di bawah PT Nu-santara Turbin Propulsi (NTP).Namun, kondisi itu tidak sejalandengan maskapai penerbanganmilik Indonesia sendiri, yakniGaruda Indonesia. Maskapaipelat merah tersebut mempu-nyai pusat perawatan pesawatsendiri yang juga dikomersilkanbernama Garuda MaintenanceFacilities (GMF).Saat ini, ucap Budi, adakeinginan dari KementerianBUMN untuk menggabungsemua pusat perawatan pesawatdan helikopter milik negara padasatu atap. Tidak hanya pesawatkomersial, tapi juga militer.Alasannya, itu bisa menghematongkos sekaligus membesarkanbisnis perawatan pesawat. Pelu-ang untuk menggusur dominasiSingapura pun terbuka lebar.Budi yakin jika itu bisa ter-wujud, perawatan pesawat ditanah air bisa diintegrasikandalam satu atap. Mulai strukturpesawat, avionic system (sistematau sotware pesawat), hinggamesin.Namun, kata Budi, prosesmerger tersebut tak bakal bisasingkat. Sebab, yang disatukantidak hanya tempat. Tapi jugasumber daya manusia (SDM).Kalau sekadar menggabung,struktur dan tenaga kerjanya bisasangat gemuk dan malah tidak eekti. “Mungkin masih perludua tahun lebih untuk mewujud-kannya,” jelas dia.
(aga/iro)
Rebut Bisnis Perawatan dari Singapura

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Pipit Maya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->