Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Kondisi Ekonomi Politik Indonesia Tahun 1945

Analisis Kondisi Ekonomi Politik Indonesia Tahun 1945

Ratings: (0)|Views: 228 |Likes:
Published by Karsam

More info:

Published by: Karsam on Oct 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2014

pdf

text

original

 
“ANALISIS KONDISI EKONOMI POLITIK INDONESIA TAHUN 1945 - 2007"
 
OLEH :
 
EDDY PRAYITNO
 
BAB I. PENDAHULUAN 
Negara Indonesia yang merdeka sejak 17 Agustus 1945 hingga saat ini(Oktober 2007) masih termasuk dalam Negara Dunia Ketiga. Istilah Dunia Ketigadimaksudkan sebagai sebutan untuk kelompok negara negara yangterbelakang. Istilah ini mulai populer sejak tahun 1960-an sebagai hasil rumusandalam berbagai pertemuan Politik Internasional seperti Konferensi Bandung(1955) dan Konferensi Belgrado (1961). Dunia pada saat itu dilihat dari polakemajuannya yang ditandai dengan klasifikasi tiga kelompok negara yaitu :Dunia Pertama (Dunia Bebas atau Blok Antlantik meliputi Eropa Non Komunisdan Amerika Utara), Dunia Kedua (meliputi negara – negara Eropa Timur danBlok Uni Sovyet), dan Dunia Ketiga (meliputi Asia, Afrika dan Amerika Latin).Dunia Pertama dan Kedua bersama sama berpenduduk 30% dari jumlahpenduduk seluruh dunia (15 milyard, 2001) dan menghuni 40% daratan duniaseluruhnya (total luas bumi 510.074.600 km
2
, daratan 148.940.540 km
2
atau 30%dan lautan 361.134.060 km
2
atau 70%). Selebihnya 60% adalah sejumlah besar negara merdeka yang pada umumnya baru melepaskan diri dari penjajahan(tercatat dalam atlas tahun 1991 jumlah negara dunia 206 negara). Adabeberapa nama tambahan yang diberikan kepada negara negara yangtermasuk Dunia Ketiga (
the third worl
) antara lain, negara terbelakang(
backward countries
), negara yang belum maju termasuk Indonesia saat ini(
under developed countries
), negara selatan, dan nama negara – negara miskin(
un-developing countries
). Umumnya nama yang diberikan memiliki tiga ciriumum yaitu 3K, Kemiskinan, Kebodohan dan Keterbelakangan yang diukur dariindikator GNP per kapita, pendapatan bersih per kapita, jumlah pemakaianenergi per kapita, pendapatan bersih per kapita, jumlah pemakaian energi per kepala, tingkat melek huruf, tingkat kematian bayi dan ukuran – ukuran sosiallainnya.
/opt/scribd/conversion/tmp/scratch4846/42759157.doc
1
 
Indonesia di masa Orde Lama (Soekarno, 1945 – 1966) lebih banyakkonflik politiknya daripada agenda ekonominya yaitu konflik kepentingan antarakaum borjuis, militer, PKI, parpol keagamaan dan kelompok kelompoknasionalis lainnya. Kondisi ekonomi saat itu sangat parah dengan ditandaitingginya inflasi yaitu mencapai 732% antara tahun 1964 1965 dan masihmencapai 697% antara tahun 1965 – 1966.Indonesia sejak tahun 1967, dibawah pemerintahan militer (Soeharto,1965 - 1998), menjadi pelaksana teori
pertumbuhan Rostow
dalam melakukanpembangunan ekonominya. Dalam teori ini, ada lima tahap pertumbuhanekonomi yaitu, tahap pertama ‘Masyarakat Tradisional’ (
The Traditional Society 
),tahap kedua ‘Pra Kondisi untuk Tinggal Landas’ (
The Preconditions for Take-off 
),tahap ketiga ‘Tinggal Landas(
The Take-off 
), tahap keempat MenujuKedewasaan’ (
The Drive to Maturity 
) dan tahap kelima ‘Konsumsi Massa Tinggi’(
The Age of High Mass-Consumption
). Pembangunan di Indonesia dilaksanakansecara berkala untuk waktu lima tahunan yang dikenal dengan PELITA(Pembangunan Lima Tahunan). PELITA I (1 April 1969 31 Maret 1974)memprioritaskan sektor pertanian dan industri, PELITA II (1 April 1974 – 31Maret 1979) memprioritaskan pembangunan ekonomi dengan dititikberatkanpada sektor pertanian dan peningkatan industri yang mengolah bahan mentahmenjadi bahan baku. PELITA III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) memprioritaskanpembangunan ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian menujuswasembada pangan dengan meningkatkan sektor industri yang mengolahbahan baku menjadi barang jadi dalam rangka menyeimbangkan struktuekonomi Indonesia. PELITA IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) memperioritaskanpembangunan ekonomi dengan titikberat pada sektor pertanian untukmemantapkan swasembada pangan dengan meningkatkan sektor industri yangmenghasilkan mesin – mesin industri berat dan ringan, pembangunan bidangpolitik, sosbud, pertahanan dan keamanan seimbang dengan pembangunanekonomi. PELITA V (1 April 1989 31 Maret 1999) memprioritaskanpembangunan ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian untuk
/opt/scribd/conversion/tmp/scratch4846/42759157.doc
2
 
memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian sertaindustri yang menghasilkan barang ekspor, menyerap tenaga kerja, pegolahanhasil pertanian dan menghasilkan mesin mesin industri, meningkatkanpembangunan bidang politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Namunpada tanggal 21 Mei 1998, Indonesia mengalami Krisis Moneter yang membuatSoeharto lengser (runtuhnya rezim Orde Baru). Indonesia belum sempat
tinggallandas
malah kemudian
meninggalkan landasannya
hingga lupa pijakanekonominya rapuh dan mudah hancur.Periode Orde Reformasi (1998 2007/sekarang) berjalan tak jelasarahnya. Masa tahun 1998 – 2004 adalah masa transisi dari Orde Baru ke OrdeReformasi yang ditandai dengan silih bergantinya Presiden Republik Indonesiadalam waktu relatif singkat. Dari B.J. Habibie (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999),Abdurrahman Wahid (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001) kemudian Megawati (23Juli 2001 – 20 Oktober 2004), semuanya belum menunjukkan pembangunanekonomi yang berarti. Pembangunan ekonominya berjalan terseok terseoksebagai akibat kebijakan Rezim yang lalu (Orde Baru) yang membuatpijakan/pondasi ekonominya sangat rapuh dan mudah hancur tersebut, disambutdengan gegap gempita euforia politik rakyat Indonesia yang selama masa OrdeBaru dikekang kemudian menjadi bebas lepas di masa Orde Reformasi ini.Dalam masa ini, Indonesia masih mencari jati dirinya kembali dengan mencobamenerapkan demokrasi yang sesungguhnya yang ternyata sangat mahalbiayanya. Praktis, dana pembangunan banyak teralokasikan untuk pembiayaanpesta demokrasi tersebut, mulai dari Pemilihan Presiden (PILPRES, periode2004 - 2009) langsung oleh rakyat, yang menghasilkan Soesilo BambangYudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI, hingga berbagai Pemilihan KepalaDaerah (PILKADA) yang masih berlangsung silih berganti hingga saat ini diberbagai daerah di wilayah nusantara ini.Wal hasil, proses pembangunan di Indonesia sudah dilakukan selama 62tahun, namun masih banyak rakyatnya yang miskin, kebodohan masih banyakditemui terutama di wilayah pedesaan, pengangguran dimana mana, nilai
/opt/scribd/conversion/tmp/scratch4846/42759157.doc
3

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
fit_jaman liked this
Ima Wilma liked this
Ima Wilma liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->