/  21
 
 W  W 
AARRIISSAANN 
TT
OOKKOOHH 
Mohamad Natsir
Da’i Pemandu Umat
ohamad Natsir Datuk Sinaro Panjang, dilahirkanpada tanggal 17 Juli 1908 di di kampung JambatanBaukia, Alahan Panjang, Kabupaten SolokProvinsi Sumatera Barat. Ia merupakan anakketiga dari empat bersaudara.
 
Ayahnya bernama Idris Sutan Saripado, seorang jurutuliskontrolir di masa pemerintahan Belanda.Ibunya bernama Khadijah yang dikenal ta’at memegang nilai-nilai ajaran Islam.Pada tahun 1934, ia mempersunting Puti Nur Nahar (lahir diBukittinggi, pada tanggal 28 Mei 1905, dan wafat di Jakartapada 22 Juli 1991), yang pada mula bertemu dengan pakNatsir adalah salah seorang guru Taman Kanak-Kanakbersubsidi "Arjuna" Bandung dan aktifis JIB. Dariperkawinannya, ia dikarunia 6 orang anak, yakni SitiMukhlisah (1936), Abu Hanifah (1937), Asma Faridah (1939),Hasnah Faizah (1941), Aisyatul Asriyah (1942), dan AhmadFauzi (1944).Sebagai seorang pegawai bawahan, ayahnya sering berpindahtugas dari satu daerah ke daerah lain. Semula ditugaskan diAlahan Panjang, kemudian dipercaya menjadi asisten demangdi Bonjol, menjadi juru tulis kontrolir di Maninjau, laludimutasikan sebagai sipir di Bekeru Sulawesi Selatan.
Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir
1
 
DDRR..
 
MM
OOHHAAMMAADD 
NN
AATTSSIIRR 
Menjelang pensiun, ayahnya dikembalikan lagi ke tempattugas semula di Alahan Panjang. Kondisi kehidupan orangtuanya yang sering berpindah tugas, ikut mempengaruhi latarbelakang pendidikan Mohamad Natsir.Pada awalnya ia belajar pada Sekolah Rakyat diManinjau yang memakai bahasa Melayu sebagai bahasapengantar.Ketika ayahnya dipindahkan ke Bekeru, ia tinggal bersamapaman dan Eteknya Rahim di Padang. Tidak diterima HISpemerintah, ia masih beruntung dapat mengikutipendidikan formal di HIS (Hollandsch Inlandschs School)Adabiah, suatu sekolah swasta yang dikelola Haji AbdullahAhmad dengan sistem pendidikan yang mengacu padasokolah Belanda yang dilengkapi dengan pelajaran agamaIslam.Lima bulan berselang, ketika di daerah Solok dibuka HISNegeri, Natsir dipindahkan orang tuanya ke HIS yang barutersebut dan dititipkan pada Haji Musa seorang saudagaryang cukup terkenal di daerah Solok. Pada waktu ini, iatidak hanya belajar di lembaga pendidikan formal. Padasore hari, ia juga mengikuti pendidikan untuk mendalamipengetahuan agama di Madrasah Diniyah dan pada malamharinya belajar mengaji al-Qur'an di Surau. Disurau ituMohamad Natsir mulai mempelajari bahasa Arab. Tigatahun lamanya ia belajar di daerah Solok. Setelah itu, iapindah ke HIS Padang.Ketika menamatkan pendidikan di HIS Padang, ia berhasilmeraih prestasi yang istimewa sehingga ia diberi
Dakwah Komprehensif
2
 
 W  W 
AARRIISSAANN 
TT
OOKKOOHH 
kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yanglebih tinggi, yakni MULO (
 Meer Uitgebreid Lager Onderwijs
)dengan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Belanda. Disekolah tersebut, ia belajar bersama sama dalam satukelas dengan murid-murid keturunan Belanda.Berangkat dari ketekunannya dalam belajar, akhirnyaberhasil merampungkan pendidikannya di MULO Padangdengan prestasi yang memuaskan sehingga ia kembalimendapatkan beasiswa dari pemerintah Belanda.Bea siswa yang diberikan kepada Natsir untuk melanjutkanpendidikan ke AMS (
 Algemeene Midel school
) di Bandung,yakni pendidikan setara SMU untuk jurusan Sastra BaratKelasik. Di usianya yang 19 tahun itu ia tinggal di rumahLatifah, eteknya di kota Bandung. Di sekolah ini di sampingbelajar Bahasa Belanda ia belajar Bahasa Latin danKebudyaan Yunani. Di kelas 2 AMS ia sudah sanggupmeneliti dan menganalisa "Pengaruh Penanaman Tebu danPabrik Gula Bagi Rakyat di Pulau Jawa" dan beranimemaparkannya di depan kelas. Menurut Natsir pengaruhitu negatif.Sebagai seorang yang pernah hidup dalam suasana tradisireligius yang demikian kuat, ia menilai bahwa polapendidikan yang diterapkan penjajah Belanda tidak sesuaidengan harapannya sebagai pribadi muslim.
Pendidikan
1916-1923
 
Holland Inlandsche School
di Solok/Padang,Madrasah Diniyah di Solok di sore hari.
 
Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir
3

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...